Saturday, 9 October 2010

Semakin menghargai pertemanan

Ilustrasi pertemanan
Dahulu sekali, lebih dari tiga tahun yang lalu, aku tergolong orang yang individualistis. Namun, selama sekitar 1,5 tahun terakhir aku semakin menyadari pentingnya pertemanan atau relasi, dan aku juga semakin menghargai setiap orang yang aku kenal atau yang mengenalku. Aku juga sadar bahwa terkadang karena mengejar sesuatu atau karena ada yang harus aku kerjakan aku kurang memberi perhatian atau respon pada mereka, tapi aku juga masih belajar.
Dari hasil belajar dari orang-orang, baik melalui buku-buku yang mereka tulis maupun belajar secara langsung, serta dari hasil merenungkan semua yang telah aku lalui, aku sadar betapa berharga dan pentingnya pertemanan dan relasi. Aku menjadi sadar bahwa selama ini aku mampu menghasilkan kerja yang terbaik karena aku memiliki partner yang juga baik. Aku semakin sadar bahwa aku dapat melakukan aktivitasku dengan lebih efisien dan efektif karena ada orang lain yang membantuku melakukan beberapa hal, seperti memasakkan makanan untukku, mencucikan pakaianku, dan juga hal-hal lain yang seandainya bisa aku tangani sendiri pun tidak akan lebih baik dari yang dapat mereka lakukan atau seandainya masih mampu lebih baik pun akan membuat aku kehabisan waktu untuk melakukan hal-hal yang lebih penting.

Aku juga semakin sadar bahwa ketika aku terus bekerja sendirian, aku akan kewalahan dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat serta menikmati kehidupan. Aku juga sadar bahwa tanpa teman-temanku tidak akan ada orang yang mengingatkan aku seandainya aku salah. Tanpa kawan-kawan, kemungkinannya kemana-mana aku akan selalu sendirian dan kemungkinan juga kesepian. Tanpa orang-orang terdekatku, baik kawan maupun keluarga, tidak akan ada yang dapat membantuku berpikir untuk menyelesaikan masalah yang aku hadapi ketika aku membutuhkan bantuan. Tanpa orang lain pula, aku tidak akan pernah bisa memiliki sukses atau keberhasilan yang luar biasa. Aku hanya akan memiliki keberhasilan yang biasa-biasa saja atau bahkan mungkin tidak akan pernah berhasil. Hal ini bukan berarti aku menjadi bergantung sepenuhnya kepada orang lain yang ada disekitarku, tidak, bukan seperti itu. Keberhasilanku dalam meraih apa yang aku inginkan atau impikan memang ditentukan oleh diriku sendiri, tetapi untuk jauh lebih berhasil juga memerlukan dukungan orang lain.
Kini, aku semakin menghargai setiap orang yang pernah bekerja bersamaku, meskipun terkadang ada beberapa diantara mereka yang tidak sesuai dengan yang aku harapkan dalam pekerjaannya. Tetapi paling tidak aku sadar bahwa mereka pasti meninggalkan sesuatu untukku, minimal berupa pelajaran yang berharga atas kerja sama yang pernah terjalin. Dari semua hal yang mereka tinggalkan tersebut dapat aku gunakan untuk membantuku diriku menjadi lebih baik  di masa depan. Hal yang sama juga berlaku untuk mereka semua yang pernah bekerja sama denganku, aku yakin bahwa aku juga meninggalkan sesuatu yang berharga untuk mereka dan mereka pasti juga dapat belajar sesuatu darinya untuk menjadikan diri mereka lebih baik.
Sejauh ini aku semakin menghargai pertemanan dan relasi yang ada yang dapat aku jalin dan aku akan terus belajar untuk menghargai setiap relasi yang ada. Tanpa orang lain aku tidak akan sukses. Tanpa orang lain, sehebat apapun kemampuan yang aku miliki tidak akan ada yang mengetahuinya, dan pasti tidak akan ada yang memanfaatkannya untuk menghasilkan kebaikan baik bagi diri mereka maupun bagi diriku sendiri. Masih terus belajar untuk menghargai setiap relasi yang ada.

Tickerbar

KumpulBlogger