Friday, 13 August 2010

APA IMPIANKU BERIKUTNYA ?

Sejak tanggal 2 April 2010 lalu, aku telah secara resmi menuliskan sebelas impian besar yang harus aku raih dalam waktu sepuluh tahun sejak tanggal impian tersebut dituliskan. Salah satu diantara impian terbesarku tersebut adalah menyelesaikan kuliah strata satuku pada tahun ini. Sebenarnya, kuliah strata satuku ini sudah molor jadi jadwal kelulusan yang aku rencanakan sebelumnya. Awalnya aku merencanakan tahun lalu aku sudah harus lulus, namun akibat beberapa hal jadwal tersebut tertunda.
Setelah aku renungkan, beberapa hal yang membuat target kelulusanku tertunda diantaranya adalah ketidakdisiplinan, kemalasan, dan kurangnya fokus. Tiga hal tersebut sudah berlangsung semenjak pertengahan tahun 2008 atau pada saat aku menginjak semester enam. Aku yang biasanya tidak pernah atau sangat jarang sekali terlambat datang kuliah, menjadi lebih sering terlambat datang kuliah dengan alasan yang aku buat-buat untuk diriku sendiri. Aku yang biasanya sangat rajin dan semangat dalam mengerjakan tugas serta belajar, menjadi sering menunda-nunda dalam belajar maupun mengerjakan tugas. Hal yang sama juga terjadi dengan fokusku. Pada awalnya aku hanya ingin bergaul lebih baik dengan teman-temanku, namun ternyata tanpa aku sangka sebelumnya, aku menjadi terbawa arus dan mulai kehilangan fokus terhadap impian-impian besar yang ingin aku raih.
Kini, setelah semua yang aku sebut kehancuran tersebut, aku sedang berusaha merapikan diri lagi dan membangun standar seorang bintang dalam diriku. Aku menghabiskan sebagian besar waktuku untuk mendisiplinkan diriku kembali. Aku menghabiskan sebagian besar waktuku untuk membuat diriku menjadi rajin kembali. Aku menghabiskan sebagian besar waktuku untuk mengembalikan fokusku pada seluruh impian besar yang belum berhasil aku wujudkan serta yang masih mungkin diwujudkan.
Aku akui seluruh upaya tersebut tidaklah mudah. Aku merasakan masih adanya godaan untuk tidak disiplin, menunda-nunda sesuatu, bermalas-malasan, tidak fokus, dan lain-lain. Sungguh, upaya untuk naik kembali ke tingkat tertinggi dalam kehidupanku itu tidaklah mudah. Banyak upaya yang perlu dikeluarkan untuk menjadikan diriku sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ada. Banyak hal aku lakukan, diantaranya membaca kembali seluruh prinsip-prinsip yang dahulu membantuku menjadi yang terbaik, membiasakan diriku untuk kembali rajin membaca buku, mencoba menerapkan target harian maupun bulanan yang harus aku raih atau selesaikan, mencoba menertibkan diriku sendiri dalam segala yang harus aku lakukan, serta masih banyak hal lainnya.
Sungguh, semua upaya tersebut tidaklah mudah, namun tetap harus dilakukan demi seluruh impian besarku. Upaya yang harus dilakukan untuk mengembalikan kebintangan diri serta untuk membantuku mendekat kepada seluruh impian besarku, termasuk yang terdekat yaitu lulus kuliah strata satu. Aku harus segera lulus agar dapat segera bekerja dan mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk membiayai pencapaian impian-impian besarku yang lain, yang salah satu diantaranya adalah melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu strata dua. Sungguh masih banyak pelatihan demi pelatihan yang aku berikan kepada diriku sendiri agar impian-impian besar tersebut tercapai. Banyak usaha yang perlu dikerahkan untuk kembali menapaki jenjang atau taraf kehidupan yang lebih tinggi dan lebih baik. Semuanya demi impian !

Tickerbar