Wednesday, 3 February 2010

TUHAN AJARIKU KERENDAHAN HATI MELALUI KEGAGALAN

Awalnya ketika masih belum mengerti, aku sering protes. Aku selalu bertanya-tanya mengapa aku tidak dapat membuat beberapa hal yang sudah kurencanakan dengan sangat baik berjalan sempurna. Sering dan bahkan mungkin sangat sering aku bertanya-tanya dan terkesan protes atas semuanya itu. Namun setelah melalui cukup banyak kejadian seperti dan melalui pengenalan yang lebih dekat lagi akan-Nya, kini aku temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku dulu. Aku akhirnya sadar bahwa Dia sedang mengajariku kerendahan hati dan mengikuti rencana-Nya yang dahsyat bagi hidupku.

Dia mengajariku kerendahan hati melalui beberapa rencana yang tidak berjalan dengan sempurna. Dia ijinkan aku alami kegagalan agar aku tidak terlalu sombong ketika aku meraih sebuah keberhasilan, agar aku tidak beranggapan bahwa semua keberhasilan yang aku peroleh hanya atas dasar kemampuanku sendiri tanpa adanya turut campur dari Allah Bapa di sorga. Aku menyadari ini semua setelah melalui perenungan-perenungan dan pengenalan yang lebih dekat akan-Nya. Aku sungguh-sungguh yakin bahwa Allah membentukku untuk menjadi seorang pribadi yang lebih sempurna menurut standar-Nya bukan menurut standar manusia.

Tuhan ijinkan aku alami kegagalan meskipun orang-orang lain melihat bahwa aku adalah salah seorang individu dengan talenta-talenta dan kemampuan yang luar biasa ada. Aku sangat yakin bahwa melalui beberapa kegagalan yang aku alami dalam hidup, Dia ajariku untuk berserah kepada-Nya. Dia ingin mengajarku agar aku tidak tinggi hati diatas semua orang dan bahkan diatas-Nya. Seperti yang Paulus nyatakan dalam 2 Korintus 12:7, “dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk mengocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri”.

Aku juga percaya bahwa setiap kegagalan itu Tuhan ijinkan ada untuk bentuk aku jadi individu yang lebih tangguh secara mental dan karakter. Aku yakin Dia ingin aku menjadi individu yang tahan uji dalam segala keadaan. Aku percaya juga bahwa kelak ketika pembentukkan itu sudah sempurna aku akan jadi individu yang dahsyat sesuai dengan kehendak-Nya. Aku percaya itu ! Amin.

Tickerbar

KumpulBlogger