Tuesday, 9 February 2010

MENJADI PEMIMPIN: KEMAMPUAN TEKNIS SAJA TIDAK CUKUP

Sebuah kesadaran yang baru kuperoleh hari ini. Sebelum hari ini, aku beranggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin hanya dibutuhkan kemampuan teknis saja. Namun setelah aku menjalani tugas kepemimpinanku, aku baru benar-benar sadar bahwa ternyata kemampuan teknis saja tidak cukup. Untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik masih dibutuhkan beberapa kemampuan lain lagi.

Beberapa kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, diantaranya kemampuan manajemen, kemampuan interpersonal, dan kemampuan untuk membuat suatu keputusan. Setiap kemampuan diatas memiliki perannya sendiri-sendiri untuk seseorang menjadi pemimpin yang baik. Kemampuan manajemen misalnya dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk mengatur orang-orang yang dipimpinnya, membagi-bagi tugas dalam tim atau organisasi yang dipimpinnya, menentukan deadline atau batas waktu kapan suatu pekerjaan atau tugas harus diselesaikan, dan menentukan orang-orang yang akan menjadi pemimpin tim-tim kecil dalam organisasi yang dipimpinnya. Kemampuan interpersonal diperlukan untuk dapat memahami setiap sifat atau karakter dari orang-orang yang dipimpinnya. Tugas untuk memahami sifat atau karakter seseorang ini susah-susah gampang, sebab sifat atau karakter seseorang tidaklah sama. Ada orang yang bisa dikerasi, tapi ada juga orang yang tidak bisa dikerasi. Ada orang yang memiliki inisiatif untuk bergerak sendiri, tapi ada juga orang yang baru bergerak ketika diperintah atau diberitahu. Kemampuan terakhir yang juga penting dan bahkan bisa dibilang paling penting adalah kemampuan untuk membuat keputusan. Kemampuan ini penting dan harus dimiliki oleh setiap pemimpin, sebab tugas utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan. Keputusan yang dibuat oleh seorang pemimpinlah yang menentukan kualitas kepemimpinan seseorang. Oleh karena itu dalam membuat keputusan seorang pemimpin tidak bisa sembarangan, dia harus berpikir dahulu dengan matang sebelum membuat sebuah keputusan.

Dari pengalaman selama menjalani tugas kepemimpinanku, kemampuan yang paling kurang dalam diriku adalah kemampuan interpersonal. Aku sadar bahwa aku masih kurang memahami secara mendalam sifat atau karakter dari semua orang yang kupimpin. Oleh karena itu aku perlu belajar mendengar lebih banyak lagi setiap isi hati dan pikiran mereka agar aku dapat mengenal dengan lebih baik setiap sifat atau karakter mereka. Aku masih akan terus belajar dan mengasah kemampuan interpersonalku. Aku akan terus mengasahnya sehingga kemampuan interpersonalku dapat menjadi lebih baik dan semakin baik.

Begitulah sekilas pengalaman yang kuperoleh dari tugas kepemimpinan yang kujalani selama ini. Aku membuat komitmen pribadi dalam diriku sendiri untuk tetap dan terus belajar. Keep on learn !

Tickerbar

KumpulBlogger