Tuesday, 4 November 2008

Laskar Pelangi

Akhirnya setelah beberapa saat tertunda, sempat juga untuk memposting tulisan ini. Baru kali ini aku memposting sebuah tulisan dengan judul yang sama di dua blog berbeda yang kumiliki. Selain di blog ini aku juga memposting tulisan ini di http://peterblogs.blog.friendster.com. Beberapa waktu lalu tepatnya hari Jumat 24 Oktober 2008, aku dan beberapa teman membuat rencana untuk nonton bersama. Film yang kami putuskan untuk tonton kali ini adalah Laskar Pelangi, film ini kami pilih karena selain merupakan sebuah film karya Indonesia asli, tetapi juga film ini sedang naik daun saat itu yang dikarenakan isi ceritanya yang bagus.
Film Laskar Pelangi merupakan suatu film yang terinspirasi sebuah novel dengan judul yang sama karangan Andrea Hirata. Novel yang bercerita tentang masa kecil sang penulis dan segala perjuangan yang ditempuhnya sampai bisa menjadi penulis seperti sekarang.
Saya memilih menulis tentang Laskar Pelangi ini bukan karena diminta untuk menulis oleh sang penulis novel, maupun oleh sutradara ataupun prosedur dari film Laskar Pelangi. Saya memutuskan menulis karena merasakan atau lebih tepatnya mendapatkan banyak inspirasi dari film ini. Sungguh film yang benar-benar bagus dan pantas untuk ditonton lebih dari satu kali.

Ya memang film ini merupakan salah satu film yang sangat inspiratif diantara beberapa film inspiratif lain yang pernah kutonton sebelumnya. Dalam film ini banyak kutemukan nasihat-nasihat mengenai kehidupan. Mulai dari mengajarkan untuk tidak pernah menyerah dalam menggapai impian, mengajarkan juga untuk tetap terus belajar dengan rajin, selalu memiliki semangat setiap saat bagaimanapun buruknya kondisi yang kita alami, juga nasihat untuk berusaha memberi lebih banyak daripada meminta lebih banyak, dan tidak kalah pentingnya film ini mengajarkan kita tentang persahabatan yang sejati suatu hal yang tampaknya sudah mulai hilang akhir-akhir ini serta menghargai sesama manusia bagaimanapun kondisi orang tersebut.
Film ini juga mengajarku satu hal tentang kepemimpinan, yaitu bahwa jadi seorang pemimpin itu harus tegas dan bertanggungjawab, karena segala pimpinan atau bimbingan yang kita berikan terhadap orang lain terutama mereka-mereka yang kita pimpin akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan. Jadi jika orang yang kita pimpin tidak bisa menjadi lebih baik, maka kelak kita harus mempertanggungjawabkannya dan menerima ganjarannya sendiri. Satu hal juga bahwa film ini mengajarkan bahwa pendidikan itu bukanlah berdasarkan nilai-nilai saja yang diperoleh dari hasil ujian, tugas, dan lain-lain, melainkan lebih mengarah ke urusan hati. Dalam arti mengetahui apa yang suara hati kita katakan dan juga mengetahui ilmu-ilmu apa saja yang kita sukai atau ingin pelajari dan kemudian mempelajarinya secara mendalam.
Dalam film ini diceritakan terdapat sepuluh orang murid yang bersekolah di sebuah sekolah kecil yang hampir saja ditutup oleh pemerintah karena minimnya jumlah murid yang dimiliki sekolah tersebut. Namun sekolah ini batal ditutup karena sanggup memenuhi tuntutan pemerintah untuk memiliki minimal sepuluh orang murid di tahun ajaran yang baru. Kesepuluh orang murid inilah yang kemudian dikenal sebagai Laskar Pelangi. Sebutan itu diberikan oleh gurunya yang terinspirasi oleh kekaguman anak-anak tersebut saat melihat indahnya cahaya pelangi yang muncul setelah hujan reda. Dengan tiba-tiba saja sang guru menyebut sepuluh muridnya dengan sebutan Laskar Pelangi saat ingin mengajak mereka untuk kembali ke sekolah setelah acara belajar di luar sekolah, dan anehnya tanpa sadar kesepuluh murid tersebut juga menjawab panggilan sang guru.
Meskipun secara keseluruhan jalan cerita film ini tidak begitu bagus (begitu sih komentar beberapa teman), tetapi yang membuat aku dan teman-teman memutuskan untuk tetap menontonnya adalah karena banyaknya makna dan pelajaran yang bisa didapat dari film ini. Setelah menonton film ini, aku terinspirasi untuk lebih rajin dan semangat belajar, dan bukan cuma aku, teman-temanku juga tampak terinspirasi hal yang sama. Kami semua sepakat jika mereka-mereka yang memiliki kesempatan yang langka dan juga fasilitas atau sarana yang minim untuk menuntut ilmu saja masih bisa rajin dan semangat belajar, apalagi kita yang memiliki sesuatu yang jauh lebih baik daripada mereka. Mulai sekarang juga aku secara pribadi kembali memotivasi diriku sendiri untuk terus lebih rajin lagi dalam belajar. Hal ini kulakukan karena aku sendiri merasa bahwa semangatku untuk belajar yang sebelumnya begitu tinggi, kini mulai mengendur. Jadi tidak ada salahnya bagiku untuk mulai lebih rajin lagi belajar.
Melalui tulisan ini juga aku ingin menyampaikan kepada semua orang yang mungkin membacanya, bahwa jangan pernah menyerah dalam mengejar setiap impian kita apapun itu. Jangan takut gagal dalam setiap usaha meraih impian yang kita lakukan, terus berjuang meskipun harus gagal berulang-ulang kali. Orang lain boleh bilang bahwa impian yang ingin kita raih itu tidak masuk akal atau konyol, tetapi tetaplah percaya pada apa yang sudah menjadi impianmu, terus berjuang sekuat tenaga, dan buktikan bahwa kita tidak hanya bisa sekadar bermimpi, namun juga dapat membuat impian kita menjadi kenyataan.
Saran juga, segeralah tonton film yang bagus ini dan dapatkanlah cukup banyak pelajaran dan inspirasi darinya. Aku sendiri benar-benar ingin untuk menontonnya kali kedua dan juga semakin penasaran untuk segera membaca novelnya yang telah kumiliki selama 1 tahun (novel yang awalnya sempat ingin kuhadiahkan kepada seseorang namun tidak jadi) tetapi belum sempat dibaca. Kalau aku boleh bilang film ini adalah film yang You Must See It atau kamu harus menontonnya.
Ya sekian dulu deh tulisanku kali ini, nanti kalau ada suatu topik lain yang menarik akan segera aku buat tulisan dan kemudian mempostingnya lagi. Terima kasih banyak telah meluangkan waktu yang terbatas dan merupakan aset yang sangat berguna yang kalian miliki untuk membaca tulisanku ini. Semoga berguna. May God Bless You All.

Tickerbar

KumpulBlogger