Tuesday, 5 February 2008

500 Lebih Gen Baru Ditemukan


PARIS - Beberapa ilmuwan menemukan lebih dari 500 gen yang berpengaruh terhadap variasi populasi manusia termasuk warna kulit, tinggi badan, serta kerentanan terhadap serangan penyakit. Hasil studi ini membandingkan jutaan fragmen kode genetik dari individu dalam 4 kelompok, yaitu dari Nigeria, China, Jepang, serta Eropa barat laut.

Studi dari 4 kelompok itu menunjukkan seleksi alam berperan penting dalam perbedaan warna kulit, tinggi badan, serta kerentanan terhadap penyakit. Tim periset, yang dipimpin oleh Lluis Quintana-Murci dari National Centre for Scientific Research di Prancis, Prancis menekankan adanya variasi genetik kecil pada gen CR1 yang mengakibatkan 85 persen warga Afrika memiliki kekebalan terhadap penyakit malaria. Sebagian besar populasi manusia di dunia tidak mempunyai varian gen tersebut sehingga lebih rawan terserang penyakit malaria.


Variasi genetik lainnya-yang disebut single nucleotide polymorphisms atau SNPS (dibaca: "snips") - menjadi jawaban dari alasan mengapa tingkat penderita diabetes, obesitas serta hipertensi berbeda dari satu wilayah dibandingkan wilayah lainnya. Dengan ditemukannya peran kode genetik secara lengkap terhadap suatu penyakit tertentu, para ilmuwan dapat berusaha menemukan obat yang dapat digunakan untuk menyembuh penyakit tersebut.

SNPs berlangsung saat satu dari 4 susunan kimiawi gen menghalangi varian DNA pada sebuah segmen tertentu DNA. Beberapa mutasi genetik ini terjadi melalui seleksi positip, yang tujuannya lebih condong ke upaya untuk bertahan hidup. Misalnya, memiliki kekebalan tubuh dari serangan malaria lebih positip perannya di sub-Sahara Afrika ketimbang di Norwegia.Mutasi gen lainnya terjadi karena seleksi negatif. Ini artinya proses mutasi gen muncul karena paksaan keadaan untuk bertahan hidup.

Studi yang didasarkan pada katalog HapMap internasional mengenai varian genetik di antara populasi seluruh dunia itu menunjukkan SNPs juga berperan sebagai penyebab dari perbedaan warna mata dan rambut manusia."Gen-gen ini berperan penting dalam adaptasi manusia terhadap lingkungan.Namun gen-gen ini menerangkan perbedaan phenotype antara populasi manusia yang hanya mewakili bagian kecil dari genome. Hal itu sekaligus menekankan sekali lagi bahwa konsep "ras" dari sisi genetik sudah dihapuskan," tutur Quintana-Murci.

Genotype merupakan cetak biru genetik yang terkandung di dalam DNA, sementara phenotype adalah organisme individu yang terbentuk berdasarkan instruksi yang terdapat di DNA.

Studi yang diterbitkan di jurnal Nature Genetics ini mengindentifikasi 582 gen yang bermutasi melalui seleksi alam, kemungkinan antara 10.000 hingga 60.000 tahun lalu.

Sumber : AFP

Tickerbar

KumpulBlogger