Showing posts with label Business. Show all posts
Showing posts with label Business. Show all posts

Thursday, 20 December 2018

Tamatnya Kiprah Bisnis GomezPeerZone.com

Sebuah bisnis selalu dibangun dengan tujuan akhir untuk meraup untung sebesar-besarnya bagi sang pemilik bisnis maupun para pemodalnya. Itulah yang selalu saya percayai mengenai bisnis.
GomezPeerZone.com adalah sebuah bisnis yang menurut info yang saya peroleh dari website resminya merupakan sebuah bisnis yang dibangun sekitar 1 dekade atau 10 tahun lalu. GomezPeerZone.com dibangun dengan tujuan utama untuk membantu perusahaan maupun organisasi lain untuk memantau dan memahami kinerja aplikasi web yang dimiliki oleh perusahaan maupun organisasi tersebut melalui internet. Jadi bisa dikatakan GomezPeerZone.com adalah sebuah bisnis yang menawarkan jasa untuk menguji ketangguhan aplikasi web khususnya terkait dengan kemampuan menangani permintaan pemrosesan dari banyak client pada waktu bersamaan.
Untuk bisa mewujudkan tujuan atau misi bisnisnya, GomezPeerZone.com tentu saja membutuhkan banyak sekali sumber daya komputer untuk melakukan pengujian terhadap setiap aplikasi web yang dibangun dan dimiliki oleh para pelanggan yang menggunakan jasa GomezPeerZone.com. Nah, menyediakan banyak sumber daya komputer itu tentu saja akan membutuhkan banyak biaya pula dan apabila semuanya menggunakan dana internal perusahaan akan ada kemungkinan bisa mengganggu ketersediaan dana maupun modal kerja dan operasional bisnis GomezPeerZone.com.

Wednesday, 30 November 2016

Mengenal Lebih Dekat Anthony Tan Sang Founder Grab

Mengenal lebih dekat Anthony Tan sang founder Grab
Mengenal lebih dekat Anthony Tan
sang founder Grab
(sumber foto: www.google.com)
Di kota-kota besar di Indonesia, aplikasi atau layanan ride sharing maupun ojek atau taksi online sudah jamak dijumpai dimana-mana. Persaingan sengit yang ada di bisnis tersebut melibatkan antara perusahaan lokal maupun internasional. Salah satu perusahaan yang terlibat dalam persaingan tersebut adalah Grab asal Malaysia. Nah, kali ini, kita akan mencoba mengenal lebih dekat Anthony Tan sang founder Grab.
Anthony Tan merupakan seorang warga negara Malaysia yang dilahirkan di kalangan keluarga berada. Anthony menyelesaikan pendidikan universitas dari Harvard Business School di Harvard University Amerika Serikat. Keluarga besarnya merupakan pemilik bisnis perakitan mobil dan jaringan distribusi mobil Jepang di Malaysia dengan nama Tan Chong Motor Holdings Bhd. Perusahaan tersebut merupakan produsen dan distributor utama mobil Nissan di Malaysia.
Mengenal lebih dekat Anthony Tan sang founder Grab, tentu saja kita juga harus dan perlu mengenal lebih dekat pula mengenai keluarganya. Kisah ini berawal dari kakek buyutnya. Kakek buyut Anthony merupakan seorang sopir taksi di Malaysia. Kemudian kakeknya, Tan Yuet Foh, merintis bisnis perakitan mobil dan distributor mobil Jepang dari nol. “Beliau hanya mampu berbicara bahasa Hokkien. Ia tidak mempunyai teman, tidak ada dukungan keluarga, namun ia mampu menghasilkan perusahaan yang hebat. Jadi apa alasan saya ?”, begitulah ucapan Anthony tentang kakeknya yang mungkin juga sekaligus ditujukan untuk memotivasi dirinya sendiri agar tidak kalah hebat dari sang kakek. Ucapan Anthony tersebut juga sekaligus mengingatkan saya sendiri untuk berani berjuang lebih dan lebih lagi dalam menjalankan bisnis saya di bidang IT dengan produk utama adalah software akuntansi. Kalimat tersebut juga sekaligus menjadi pengingat dan kritik bagi diri saya pribadi, jika mereka yang memulai dari kondisi serba terbatas saja bisa sukses, saya yang memulai dengan kondisi lebih beruntung dari mereka juga harus bisa sukses dan melebihi mereka.

Tuesday, 27 September 2016

Benarkah Menjadi Seorang Pengusaha Itu Mudah ?

Benarkah Menjadi Seorang Pengusaha Itu Mudah ?
Benarkah Menjadi Seorang Pengusaha Itu Mudah ? (sumber: www.google.com)
Selama beberapa tahun terakhir seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan wirausaha maupun cara menjadi pengusaha semakin banyak dan merajalela. Seminar-seminar maupun pelatihan-pelatihan tersebut rata-rata (meskipun tidak semua) memberikan iming-iming bahwa menjadi seorang pengusaha itu mudah. Acara-acara tersebut memang rata-rata ditujukan untuk memotivasi orang-orang agar mau dan berani menjadi seorang pengusaha. Namun yang patut kita semua tanyakan, benarkah menjadi seorang pengusaha itu mudah ?

Tulisan kali ini bisa dianggap sharing dan sekaligus curhatan saya pribadi yang juga menjadi "korban" dari seminar-seminar maupun pelatihan-pelatihan wirausaha tersebut. Saya sudah cukup lama mengikuti acara-acara seputar wirausaha, jika saya tidak salah ingat dimulai dari sekitar tahun 2008 atau 2009. Acara-acara seputar wirausaha itu pula yang semakin mendorong dan menguatkan keinginan serta tekad saya untuk menjadi seorang pengusaha. Ditambah lagi pula membaca cerita-cerita (baca: kisah-kisah) para pengusaha sukses dari buku, media cetak, maupun media online, maka semakin berkobarlah semangat untuk menjadi seorang wirausahawan.

Akan tetapi, benarkah menjadi seorang pengusaha itu mudah ? Acara-acara seputar wirausaha tersebut umumnya sering mengungkapkan atau menyampaikan bahwa menjadi seorang wirausahawan atau pengusaha itu mudah. Memang benar, menjadi seorang wirausahawan atau pengusaha itu mudah. Yang tidak mudah adalah tetap bertahan dan sukses menjadi seorang wirausahawan atau pengusaha. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Banyak hal yang harus dipelajari dan dipraktekkan. Banyak hal misteri yang perlu dipecahkan. Banyak anak tangga menuju kesuksesan yang perlu didaki.

Jadi, benarkah menjadi seorang pengusaha itu mudah ? Benar mudah, cukup mengatakan saya seorang pengusaha, maka sejak saat itu pula secara resmi kita sudah menjadi pengusaha. Tapi menjadi sukses di bidang usaha yang kita pilih tidaklah semudah yang kita bayangkan atau pikirkan. Banyak tangisan, perjuangan, dan hal-hal lain yang tidak selalu menyenangkan yang harus dihadapi dalam perjalanan menjadi seorang pengusaha sukses. Hal itu pula yang saya rasakan setelah menjadi seorang pengusaha.

Monday, 15 August 2016

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital: Ignition Phase

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital
Tulisan ini merupakan bagian dari tugas atau kewajiban yang harus saya tuntaskan berkaitan dengan keikutsertaan saya dalam program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Sebelum saya membahas atau menjelaskan lebih lanjut mengenai tahap awal atau pertama dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, ada baiknya apabila kita semua mengenal lebih dekat terlebih dahulu mengenai gerakan tersebut.

Perlu kita ketahui bersama, di Indonesia terdapat sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna telepon pintar (smart phone). Namun sayangnya, banyaknya pengguna internet dan smart phone tersebut belum diimbangi dengan banyaknya produk-produk digital asli karya anak bangsa Indonesia. Padahal jika kita bisa memanfaatkan dengan baik, kondisi atau fakta tersebut dapat menjadi modal besar bagi negara kita Indonesia untuk dapat mengembangkan e-commerce maupun bisnis aplikasi teknologi digital di tanah air. Banyak kalangan juga memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan besaran bisnis e-commerce dan digital di Indonesia dapat mencapai angka 130 Miliar Dollar dengan pertumbuhan rata-rata setiap tahun di angka 50 persen. Besar sekali bukan ?

Pada pertengahan bulan Februari 2016, Presiden Jokowi telah mencanangkan untuk menjadikan Indonesia sebagai “The Digital Energy of Asia” di Silicon Valley Amerika Serikat. Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah khususnya melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan KIBAR membentuk suatu gerakan yang bernama Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dengan tujuan melahirkan perusahaan rintisan yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi negara kita. Gerakan tersebut ditargetkan dapat menciptakan 1000 perusahaan digital baru di tanah air dengan total valuasi bisnis 10 Miliar Dollar pada tahun 2020. Target yang tentu saja tidak mudah untuk diwujudkan. Perlu tercipta rangkaian gerak yang runut, tertata, serta jelas tujuan serta manfaatnya agar 1000 perusahaan rintisan digital dapat benar-benar terwujud dan terbentuk pada waktu yang telah ditetapkan.

Untuk mendukung visi tersebut, KIBAR selaku inisiator dan pelaksana utama Gerakan Nasional 1000 Startup Digital pada tahun 2016 ini telah memulai roadshow serta pendaftaran kandidat atau calon dari perusahaan rintisan digital di 10 kota dengan infrastruktur serta fondasi digital yang sudah berakar secara kuat. Salah satu kota yang dikunjungi oleh gerakan ini adalah kota Surabaya. Sekitar dua minggu lalu digelar suatu acara roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Surabaya di suatu lokasi di Surabaya Barat dengan jumlah peserta mencapai ratusan yang dijaring dan diseleksi melalui pendaftaran secara online.

Monday, 25 July 2016

Maskapai Ini Unik, Pramugarinya Semua Pakai Helm !!!

Foto Pesawat Braniff Airways
Foto Pesawat Braniff Airways (sumber: www.detik.com)
Agar suatu bisnis dapat dikenal dan memperoleh pendapatan yang baik serta diharapkan dapat terus bertahan dalam waktu yang lama, mereka tentu harus dapat membuat atau memiliki suatu keunikan yang membedakannya dari para pesaingnya. Dahulu, ada suatu maskapai penerbangan yang berupaya membangun keunikan yang menjadi pembeda dibandingkan para pesaingnya. Maskapai tersebut bernama Braniff. Mau tahu apa keunikannya ? Mari kita simak bersama.

Mungkin tak banyak dari para wisatawan atau traveler masa kini yang pernah mengetahui maskapai penerbangan satu ini, Braniff. Maskapai yang bernama lengkap Braniff Airways didirikan oleh dua orang bersaudara, Thomas Elmer Braniff dan Paul R. Braniff, pada tahun 1930. Maskapai yang melayani rute penerbangan domestik di Amerika Serikat ini bermarkas di Dallas, Texas. Braniff Airways melayani beberapa rute penerbangan domestik ke kota-kota di Amerika Serikat seperti Oklahoma, Tulsa Wichita Falls, dan banyak kota lainnya. Seiring berjalannya waktu, maskapai ini akhirnya juga melayani rute-rute luar negeri, diawali dari rute-rute di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Latin, hingga akhirnya pada tahun 1970 mereka juga mulai merambah ke kawasan Asia.
Seragam Unik Pramugari Braniff Airways Dengan Helm Astronot
Seragam Unik Pramugari Braniff Airways Dengan Helm Astronot
Agar tetap dapat terus bersaing dengan maskapai-maskapai lain, baik lama maupun baru, Braniff Airways harus terus berinovasi dan membuat pembeda dengan maskapai lainnya. Salah satu inovasi unik dan berbeda yang mereka buat adalah pada seragam dari pramugarinya. Pada masa itu, umumnya seragam pramugari berupa dress panjang dengan jubah sehingga tampak modis. Demi menciptakan perbedaan, Braniff Airways mengontrak seorang perancang busana dari Italia bernama Emilio Pucci.
Foto Para Pramugari Braniff Airways
Foto Para Pramugari Braniff Airways
Emilio Pucci merancang dua macam seragam untuk pramugari Braniff Airways. Salah satunya dan yang merupakan seragam paling unik yang pernah dibuat serta digunakan oleh pramugari maskapai penerbangan dunia adalah seragam astronot. Seragam unik tersebut dirancang oleh desainer untuk memberi sentuhan yang unik dan berbeda. Setiap pramugari akan mengenakan jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala berbentuk seperti helm astronot yang berlubang di bagian tengah. Walaupun seragam pramugari yang menyerupai seragam astronot tersebut dibuat sebagai pembeda dan sekaligus faktor keunikan tersendiri, namun seragam tersebut dibuat bukan tanpa alasan lain yang bermanfaat.

Sunday, 19 June 2016

Microsoft Akuisisi LinkedIn

Microsoft Akuisisi LinkedIn
Microsoft Akuisisi LinkedIn (sumber: www.google.com)
Satu berita heboh lagi di dunia bisnis teknologi setelah berita akan segera berakhirnya layanan Yahoo! Messsenger, yaitu berita mengenai tindakan akuisisi yang dilakukan raksasa teknologi dan software Microsoft terhadap LinkedIn situs jejaring sosial khusus para profesional. Raksasa teknologi dan software yang bermarkas besar di Redmont, Washington, Amerika Serikat tersebut beberapa hari lalu mengumumkan langkah bisnis yang besar yaitu akuisisi LinkedIn. Perusahaan raksasa yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen pada tahun 1975 tersebut mengakuisisi LinkedIn senilai USD 26,2 Miliar atau sekitar Rp. 348 Triliun. Sebuah nilai akuisisi terbesar dalam sejarah Microsoft.
Diyakini bahwa kesepakatan tersebut merupakan bagian dari strategi Microsoft untuk memperluas jangkauan serta pasar pelanggannya dan sekaligus sebagai jalan untuk menjadi kekuatan dominan dalam industri teknologi. Beberapa analis bisnis menilai bahwa Microsoft akan menggunakan LinkedIn sebagai bank data informasi dan saluran distribusi produk-produk software andalannya. Salah seorang profesor terkemuka di salah satu universitas di AS mengungkapkan, “LinkedIn menciptakan uang dari iklan yang ditargetkan dengan lebih akurat dan terperinci.” Anggota perusahaan riset pasar dan teknologi AS Forester Research, Ted Schadler, menilai bahwa langkah yang dilakukan Microsoft sangat tepat. Dia menilai bahwa langkah Microsoft bisa menjadi pendorong meningkatnya tren akuisisi serta penggabungan perusahaan di industri teknologi. Maklum saja, saat ini kinerja banyak perusahaan di industri tersebut sedang lesu sekalipun beberapa dari perusahaan di industri tersebut sudah masuk dalam kategori perusahaan yang lebih mapan.
Pimpinan puncak atau CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan bahwa terhubungnya pengguna Microsoft dengan LinkedIn yang memiliki jumlah pengguna 433 juta orang akan memberi mereka kesempatan untuk meraup keuntungan berlipat. Selain untuk meningkatkan potensi pemasaran dan penjualan produk, Microsoft juga dapat menggunakan LinkedIn sebagai kekuatan untuk bersaing dengan Salesforce.com Inc, perusahaan di bidang komputasi awan (cloud computing) yang menyediakan layanan customer relationship management.

Friday, 17 April 2015

Masyarakat Ekonomi ASEAN

Logo Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Beberapa waktu terakhir ini kata-kata atau istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sering sekali kita dengar atau baca dimana-mana. Namun apakah kita semua benar-benar paham tentang apa itu MEA, darimana asal mulanya, mengapa ada MEA, dan sebagainya. Masih ada sedikit kaitan atau hubungannya dengan artikel sebelumnya yang membahas mengenai entrepreneurship, tepatnya mengenai komunitas wirausaha terbesar di negara ini TDA (Tangan Di Atas), khususnya event yang baru saja mereka selenggarakan yaitu Pesta Wirausaha 2015. Semoga artikel ini memberi kita semua wawasan tambahan yang bermanfaat mengenai MEA.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan sebuah gagasan yang dimunculkan oleh para pemimpin ASEAN lebih dari sepuluh tahun lalu. Mereka semua sepakat untuk membentuk sebuah pasar tunggal ASEAN yang dimulai pada akhir tahun 2015 ini. Tujuan dibentuknya pasar tunggal ini adalah untuk membuat negara-negara di kawasan ASEAN dapat menyaingi China dan India, khususnya dalam menarik dana dari investor asing. Penanaman modal asing sangat dibutuhkan untuk mendongkrak atau meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan warga negara di setiap negara di kawasan ASEAN. Terbentuknya pasar tunggal ini juga memungkinkan produk-produk maupun jasa-jasa dari masing-masing negara ASEAN dapat dengan mudah diperdagangkan atau memasuki negara-negara lain yang berada di wilayah ini yang berdampak pada semakin ketatnya kompetisi yang ada.

Thursday, 16 April 2015

Mars TDA

Pada posting kali ini, saya berbagi sedikit mengenai komunitas bisnis Tangan di Atas (TDA). Kali saya hendak membagi lirik dari mars TDA. Bagi saya lirik dari lagu tersebut sangat menggugah, menginspirasi, serta memberi semangat dalam perjalanan saya sendiri sebagai seorang pengusaha (entrepreneur). Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang lain. Sukses untuk kita semua. Berikut lirik mars TDA.

Inilah kisah tentang kumpulan cahaya
Yang membuat hidupku indah, cerah, terasa penuh warna
Membawa pesan mulia bagi semesta
Menuju jalan keberkahan hidup di dunia ini
Tangan di atas pasti lebih baik dari tangan yang di bawah
Berdoa, berbuat, menebar rahmat untuk Indonesia
Tangan di atas memberi yang terbaik
Hidup penuh mimpi-mimpi
Meretas jalan kebaikan-Mu
Penuh cinta memberi kelimpahan
Manfaat bagi semesta
Jalan kehidupan sukses mulia

Jalan perjuangan kita memang tak mudah
Rintangan, halangan, selalu saja ada di hadapan
Tapi bersama kita kan terus melangkah
Tetap berbuat penuh keyakinan untuk masa depan
Tangan di atas pasti lebih baik dari tangan yang di bawah
Berdoa, berbuat, menebar untuk Indonesia
Tangan di atas memberi yang terbaik
Hidup penuh mimpi-mimpi
Meretas jalan kebaikan-Mu
Penuh cinta memberi kelimpahan
Manfaat bagi semesta
Jalan kehidupan sukses mulia

Monday, 31 March 2014

Bertumbuh Dengan Strategi

Segala makhluk hidup yang ada di seluruh alam semesta ini pasti selalu mengalami pertumbuhan dalam setiap fase kehidupannya. Hampir sama dengan makhluk hidup, bisnis pun dapat bertumbuh menjadi lebih baik, lebih besar, lebih hebat. Namun agar suatu bisnis dapat bertumbuh seperti yang saya sebutkan, tentu saja tidak serta-merta terjadi begitu saja, tetapi diperlukan strategi atau cara yang harus digunakan, diikuti dengan tertib, dan dijalankan dengan baik.
Pelajaran tentang strategi inilah yang menjadi topik utama pembelajaran pada minggu kedua dari UCEO. Strategi mutlak diperlukan dalam bidang bisnis agar suatu bisnis dapat bertumbuh, terus bertumbuh, dan semakin bertumbuh. Dari bisnis yang awal mulanya kecil, menjadi semakin lama semakin besar. Dari omset penjualan yang awalnya kecil, semakin laam bertumbuh menjadi semakin besar, dari jutaan lama-kelamaan menjadi milyaran dan seterusnya. Saya sendiri sebagai pengusaha yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi dan software juga telah menyadari hal ini sejak beberapa waktu lalu. Saya sadar bahwa agar bisnis yang saya jalankan dapat bertumbuh, maka saya membutuhkan strategi yang tepat, efisien, dan efektif untuk mendongkrak kinerja bisnis saya.

Saturday, 1 March 2014

Growing Mindset: Bertumbuh Lebih Hebat, Lebih Dahsyat !

Setiap makhluk hidup, dapat dipastikan akan selalu mengalami pertumbuhan di sepanjang fase kehidupannya. Bertumbuh menjadi lebih tinggi, lebih besar, lebih dewasa, lebih kuat, dan berbagai macam atau jenis pertumbuhan lainnya. Manusia sebagai suatu makhluk hidup, tentu saja juga mengalami hal yang sama, bahkan mungkin variasi atau macam pertumbuhan yang kita alami dapat lebih banyak dibandingkan jenis makhluk hidup yang lainnya.
Manusia dapat bertumbuh menjadi lebih tinggi, lebih besar, lebih kuat, lebih dewasa, lebih bijak, lebih cerdas, lebih pintar, lebih sukses, lebih kaya, dan berbagai macam pertumbuhan kearah yang lebih baik lainnya. Pertumbuhan kita sebagai manusia dapat berupa pertumbuhan yang bersifat alami maupun pertumbuhan yang non-alami atau pertumbuhan yang diupayakan. Pertumbuhan yang bersifat alami contohnya, bayi yang awalnya masih kecil, semakin hari semakin bertumbuh menjadi bertambah besar dan bertambah tinggi. Sedangkan untuk pertumbuhan yang non-alami contohnya, bertumbuh menjadi lebih dewasa secara pemikiran, bertumbuh menjadi pribadi dengan karakter serta sikap yang lebih baik, bertumbuh menjadi manusia dengan tubuh yang lebih sehat dan kuat, bertumbuh menjadi individu yang lebih sukses, dan sebagainya.

Friday, 22 November 2013

Gratisan ? No More !

Selama ini, saya telah terlalu banyak berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman kepada cukup banyak orang secara gratis alias mereka tidak perlu membayar apapun kepada saya. Namun saya sadar bahwa tidak bisa selamanya seperti itu. Saya memperoleh seluruh ilmu, pengetahuan, dan pengalaman tersebut melalui berbagai upaya, kerja keras, biaya, waktu, dan sebagainya. Jadi saya meyakini bahwa sudah waktunya bagi saya untuk tidak lagi memberikan segala sesuatunya secara gratis.

Saya mempelajari hal ini melalui para mentor saya yang mulai menerapkan hal serupa sejak beberapa tahun lalu. Saya belajar dari mereka bahwa upaya mereka untuk tidak berbagi ilmu, pengetahuan, pengalaman secara gratis lagi bukan semata-mata karena mereka bermaksud mengkomersialkan diri mereka. Namun mereka juga ingin orang-orang lain sadar bahwa untuk memperoleh ilmu, pengetahuan, keahlian, keterampilan, serta berbagai macam pengalaman tidak bisa didapatkan dengan mudah. Harus ada pengorbanan yang dibuat untuknya. Pengorbanan untuk mengeluarkan uang untuk belajar. Pengorbanan untuk mau meluangkan waktu untuk belajar dan senantiasa melatih diri. Pengorbanan untuk menjalankan dan mempraktekkan semua ilmu, keterampilan, dan keahlian baru yang telah dipelajari. Dan yang tidak kalah penting adalah pengorbanan untuk bersedia mengalami semua hal yang enak maupun tidak enak terkait dengan upaya dalam menerapkan semua ilmu, pengetahuan, keterampilan, dan keahlian tersebut.

Thursday, 14 November 2013

(Belajar) Menikmati Setiap Prosesnya

Sejak bertahun-tahun lalu (tepatnya sekitar akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008), saya memiliki impian untuk membangun bisnis saya sendiri. Impian ini terinspirasi oleh kisah perjuangan dan sukses dari perusahaan internet besar dunia yang diceritakan dengan lengkap dalam sebuah buku dengan cara yang menawan. Cerita perjuangan kedua pendiri perusahaan tersebut dalam membesarkan bisnis yang mereka bangun dan impikan sangat menginspirasi, dan itulah awal dari sebuah petualangan yang sekarang sedang saya jalani, yaitu membangun dan membesarkan bisnis impian saya sendiri.
Seperti halnya manusia biasa dan normal lainnya, bahkan mungkin seperti halnya rata-rata generasi muda saat ini, secara jujur saya pun menyadari bahwa diri saya pun memiliki kecenderungan untuk hanya ingin merasakan nikmat dan enaknya saja tanpa terlalu mau merasakan keras dan susahnya perjuangan mencapai segala kenikmatan tersebut. Saya sungguh menyadari hal tersebut. Namun seiring berjalannya waktu dan perenungan demi perenungan yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, akhirnya saya juga mulai menyadari kembali bahwa saya tidak dapat hanya mau merasakan nikmatnya saja tanpa merasakan prosesnya menuju kenikmatan tersebut. Perlahan tetapi pasti saya pun berupaya mengarahkan diri dan pikiran ini untuk kembali berupaya menikmati setiap proses perjuangan menuju sukses terbesar dan terindah yang selalu saya impikan.

Saturday, 26 October 2013

Chief Executive Officer

Bagi setiap orang yang pernah bekerja pada suatu perusahaan maupun bagi para pemilik bisnis, istilah Chief Executive Officer atau biasa disingkat CEO ini tentu bukanlah yang asing lagi. Saat ini istilah ini mulai jauh lebih sering digunakan oleh banyak individu maupun organisasi di negeri ini untuk menyebut suatu posisi yang sangat amat penting dalam suatu perusahaan. Posisi yang demikian penting karena akan mempengaruhi seluruh jalannya organisasi bisnis perusahaan.
Chief Executive Officer (CEO) merupakan posisi tertinggi dalam jajaran eksekutif suatu perusahaan atau bisnis. Posisi ini demikian bergengsi, namun juga penuh dengan tuntutan dan tanggung jawab yang amat besar dalam jalannya operasional bisnis suatu perusahaan. Istilah CEO sejumlah variasi disesuaikan dengan bahasa atau negara yang menggunakannya. Pada negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris British (British English) istilah ini umumnya disebut dengan MD (Managing Director), sementara dalam bahasa Indonesia istilah ini memiliki kesamaan dengan istilah Direktur Utama atau terkadang cukup Direktur saja.
CEO bertanggung jawab terhadap Dewan Direksi atau Dewan Direktur, sebab pada umumnya tugas atau tanggung jawab seorang CEO ditentukan oleh Dewan Direktur. Secara umum tugas seorang CEO adalah menentukan arah atau visi ke depan perusahaan, pengambilan keputusan-keputusan strategis perusahaan, komunikator atau penghubung dengan pihak di luar perusahaan khususnya dengan pemegang saham maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan kesuksesan bisnis dan operasional perusahaan, pemimpin perusahaan, pengelola perusahaan, dan juga sebagai pengawas eksekusi kebijakan maupun strategi bisnis perusahaan. Jadi, ringkasnya dapat dikatakan bahwa seorang CEO adalah penentu utama kehidupan (arah) suatu perusahaan yang dipimpinnya.

Wednesday, 26 December 2012

Entrepreneur Tak Ragu Bekerja 24 Jam

Saya sampaikan dalam Kuliah Umum Prasetiya Mulya kemarin betapa menjadi entrepreneur yang sukses membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit, dan mereka harus bersiap untuk banyak berkorban. Kehidupan seorang entrepreneur tidak melulu menyenangkan, tetapi juga penuh dengan pengrobanan dalam berbagai bentuk. Kenyataan ini perlu disadari oleh generasi muda kita agar secara mental dan psikologis mereka sudah siap.

Misalnya saja Anda memiliki usaha tambak. Saat cuaca hujan deras di malam hari, Anda harus bangun dan pergi ke tambak Anda untuk memeriksa apakah ikan yang Anda sudah kembangbiakkan dengan susah payah selama ini masih aman atau terbawa arus banjir dari sungai di sekitarnya. Nah, saya yakin tidak semua orang apalagi para pemuda mau bekerja keras seperti itu.

Yang saya ketahui, hampir semua pengusaha sukses yang saya pernah temui memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk mau dan bersedia bekerja kapanpun demi usaha mereka. Pengusaha-pengusaha besar seperti Lim Sioe Liong, Eka Tjipta, termasuk saya tidak mengeluh saat dihubungi di waktu-waktu istirahat kami untuk membicarakan urusan bisnis yang urgent. Karena memang bisnis inilah penghidupan kami.

Saat bawahan saya baru menelpon 1 kali, saya setidaknya menelpon lebih banyak karena saya entrepreneur, saya harus menjadi kekuatan pendorong atau driving force untuk bawahan saya. Mereka masih profesional.

Karena itu, saya kembali lontarkan pertanyaan ini pada mereka yang hendak menjadi entrepreneur: "Apakah Anda mau mati-matian berpikir dan bekerja, tidak cuma dengan keras tetapi cerdas?" Bukan 'clever', tetapi 'smart', cerdas!


Friday, 24 June 2011

Masih Belajar Bagaimana Sebuah Bisnis Dijalankan


Segala sesuatunya berawal ketika saya membaca sebuah buku berjudul Google Success Story beberapa tahun yang lalu. Sejak saat itu hingga sekarang, impian untuk membangun suatu bisnis yang sukses masih terus menjadi bagian impian saya. Sejak saat itu pula, saya belajar bagaimana caranya membangun bisnis dan pernah belajar beberapa kali berbisnis kecil-kecilan (sekarang juga masih kecil). Bisnis yang saya jalani waktu itu gagal total karena kurang matangnya pemikiran serta perencanaan sebelum memutuskan terjun ke suatu bisnis. Saya masuk ke bisnis tersebut hanya karena sekedar ingin mencoba serta didasari oleh suatu hal yang tidak sesuai dengan pemikiran saya terhadap bisnis lain.
Bisnis saya saat itu gagal total dan sampai saat ini barangnya masih ada banyak, sebab saya menjalankannya tanpa memikirkan dengan matang serta asal bergerak saja. Bisnis yang saya jalani kala itu juga tidak benar-benar sesuai dengan impian asal saya untuk membangun bisnis berlandaskan teknologi tinggi. Saya hanya sekedar dan akhirnya hanya mampu berjalan ala kadarnya, sebelum akhirnya kandas.

Monday, 16 May 2011

Kisah Para Pengusaha

Sejauh yang saya ingat, saya pertama kali membaca kisah para pengusaha dunia sekitar empat tahun lalu. Waktu itu saya membaca sebuah yang mengupas tuntas mengenai Google, termasuk sedikit cerita mengenai kedua pendirinya, sejarah masa awal berdirinya, hingga perkembangan terkini dari perusahaan mesin pencari nomor satu dunia ini. Sejak saat itu hingga sekarang ini, dapat dipastikan saya selalu menyukai membaca cerita para pengusaha dalam bidang apapun dan pada tingkat apapun. Saya selalu terinspirasi oleh kisah-kisah mereka dalam membangun bisnisnya dari nol. Kebiasaan tersebut masih terus berlangsung hingga kini dan bahkan semakin meningkat. Saya semakin dan semakin terinspirasi serta termotivasi oleh kisah-kisah pengusaha yang saya baca. Saya terinspirasi oleh seluruh pengusaha yang ada di dunia yang membangun usahanya sebelum saya.

Friday, 25 February 2011

Sudahkah Kita Mempromosikan Usaha Kita ?

Promosi Usaha
Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat sebuah tulisan ringan mengenai bisnis atau wirausaha. Dalam tulisan tersebut, secara garis besar saya menyampaikan bahwa jika kita sudah berniat untuk mendirikan bisnis atau berwirausaha, maka kita juga perlu untuk mempromosikan bisnis atau usaha kita. Tulisan tersebut saya buat berawal dari renungan serta pembelajaran saya mengenai dunia usaha. Renungan serta pembelajaran yang saya lakukanlah yang memberi saya inspirasi serta kesadaran bahwa jika kita mau berusaha, maka kita juga harus mau mempromosikan usaha kita agar usaha yang kita jalani dapat lebih dikenal oleh publik.
Tulisan kali ini juga masih berhubungan dengan dunia usaha, khususnya promosi usaha. Saya secara pribadi sedang dalam tahap mulai mencoba untuk berwirausaha, meskipun masih dalam skala kecil dan seperti yang saya ungkapkan dalam tulisan saya mengenai promosi usaha, maka saya pun mulai berupaya untuk mengenalkan usaha yang sedang saya jalani ke orang lain.

Saturday, 22 January 2011

Harus Menghasilkan !

Harus menghasilkan ! Ya, itulah kata-kata yang coba saya tanamkan dalam benak atau pikiran saya selama beberapa hari terakhir ini. Hal ini diinspirasi oleh buku Your Internet Cash Machine karya Joe Vitale dan Jillian Coleman yang sedang saya baca selama sekitar dua minggu terakhir. Buku tersebut benar-benar menginspirasi serta membuka pandangan saya tentang manfaat lain Internet, yaitu untuk menghasilkan uang bagi kita. Informasi lebih lengkap mengenai buku tersebut dapat Anda baca disini.

Friday, 14 January 2011

Kecerdasan Financial vs Kecerdasan Intelektual

Masih ingatkah anda akan nasehat popular yang dulu sering dinasehatkan oleh orang tua atau guru di sekolah? “Belajarlah yang pintar nak biar nanti kamu gampang cari pekerjaan supaya bisa hidup enak dan sukses” Sebagian besar kita masih beranggapan bahwa nasihat itu benar dan penting. Bagaimana dengan anda?
Sayapun pada awalnya berpendapat sama, tapi perjalanan dan pengalaman saya membuktikan bahwa sebagian besar orang yang pintar (cerdas secara intelektual) malah bekerja pada orang yang bodoh (tidak cerdas secara intelektual, tetapi cerdas secara financial). Saya sendiri pernah menyelesaikan pendidikan S2 di UGM, tapi pada awal kerja saya, malah bekerja pada perusahaan yang direkturnya malah hanya lulusan SMU, dan semua karyawannya adalah sarjana kecuali OB. nah lho… benar kan kata saya.
Sejak kecil kita seringkali ditanamkan untuk belajar dan berprestasi di sekolah, sehingga dalam mindset kita secara tidak sadar akan tertanam pemikiran, bahwa kalo mau sukses maka harus memiliki pendidikan yang tinggi, sehingga selepas sekolah atau kuliah akan mencari pekerjaan sesuai dengan ijasah kita, seperti yang saya alami dulu. Ternyata akhirnya bekerja pada perusahaan yang pemiliknya Cuma lulusan SMA tapi kok bisa lebih kaya dari saya ya….

Friday, 17 December 2010

Belajar Bisnis

Seperti pernah saya ungkapkan dalam salah satu tulisan saya beberapa waktu yang lalu, salah satu topik atau ilmu yang menjadi fokus pembelajaran saya adalah bisnis. Sejak membaca buku tentang perjalanan Larry Page dan Sergey Brin dalam mendirikan serta membesarkan Google, saya sangat terinspirasi dan semakin tertarik untuk belajar tentang bisnis, selain tentang ilmu atau kompetensi utama saya yaitu komputer. Sejak saat itu pula, saya secara perlahan tetapi pasti mulai mengumpulkan buku maupun bahan bacaan lain tentang bisnis serta terus belajar mengenainya.
Sungguh, bisnis telah menjadi salah satu topik atau ilmu yang menarik perhatian saya. Tahun lalu, tepatnya antara bulan April hingga Agustus 2009, saya sempat menjajal profesi sebagai seorang agen asuransi jiwa. Profesi yang saya jalani dalam waktu sangat singkat itu ternyata memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk saya. Memang, selama saya menjalani profesi sebagai agen asuransi tersebut, saya tidak mendapatkan keuntungan atau manfaat dalam bentuk materi, namun saya memperoleh manfaat dalam bentuk lain yaitu ilmu serta pengalaman. Ilmu yang saya peroleh dari pengalaman singkat saya sebagai agen asuransi jiwa telah turut membantu memberikan sumbangan pemahaman baru bagi saya mengenai dunia bisnis dan keuangan. Pengalaman saya berhadapan dengan orang lain sebagai upaya saya untuk menjual produk asuransi juga melatih saya dalam kemampuan menjual serta menghadapi orang lain.

KumpulBlogger