Friday, 26 November 2010

Kembali Kepada Cinta Pertama Saya


Saat tulisan ini saya buat ketika saya sudah ‘menginjak’ halaman 124 dari total 218 halaman dari buku ‘The 21 Indispensable Qualities of A Leader’ karya John C. Maxwell. Halaman 124 merupakan bagian dari bab 12 dalam buku tersebut. Bab 12 tersebut membahas mengenai ‘Semangat Yang Tinggi’.
Tulisan kali ini memang mengenai cinta, tetapi bukanlah cinta dalam arti kekasih, pacar, istri, dan sejenisnya. Cinta yang saya maksud di tulisan ini adalah kecintaan kita dalam hubungannya dengan pekerjaan atau hobi. Dalam bab 12 buku tersebut di atas, Maxwell mengungkapkan beberapa cara untuk memperoleh kembali semangat kita yang tinggi dalam menjalani hidup, salah satunya adalah mengetahui sesuatu yang sudah sejak dari mula ketika kita akan memulai sesuatu aktivitas atau pekerjaan merupakan sesuatu yang benar-benar kita cintai.
Sebelum membaca bab 12 tersebut, saya secara pribadi sudah mulai menyadari akan pentingnya bekerja di bidang yang kita cintai atau melakukan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan kecintaan, hobi, atau hasrat kita. Hal tersebut dapat menjadikan kita tetap bersemangat, bergairah, memiliki daya tahan yang lebih lama, dan daya juang yang lebih tinggi dibandingkan ketika kita tidak bekerja atau beraktivitas pada hal-hal yang kita cintai. Saya menyadari sebagai hasil dari membaca beberapa buku maupun tulisan lain serta dari hasil perenungan saya sendiri.
Atas hasil perenungan saya sendiri atas pengalaman kerja saya yang tergolong singkat sebagai agen asuransi jiwa, saya menemukan pengalaman serta pelajaran yang sangat berharga. Selama menjalani profesi tersebut, saya kurang atau bahkan dapat dibilang tidak berkembang serta tidak mampu menghasilkan sesuatu manfaat yang maksimal bagi diri saya sendiri maupun tempat saya bekerja. Saya memang memperoleh pengalaman, pelajaran, serta semakin tajamnya salah satu kemampuan saya, yang saya yakin akan berguna bagi saya dalam menjalani profesi saya yang berikutnya, tetapi saya masih merasakan bahwa saya tidak maksimal.
Atas dasar itu, saya sedang mencoba mengarahkan diri saya sendiri untuk kembali menemukan ‘cinta sejati’ saya dalam pekerjaan maupun aktivitas saya. Dalam upaya saya tersebut, saya tidak berjalan sendirian tanpa panduan. Saya dipandu oleh para mentor jarak jauh saya melalui buku-buku yang mereka tulis. Saya akhirnya juga menyadari bahwa salah satu kecintaan terbesar saya terletak di bidang ilmu pengetahuan.
Meninjau kembali sejarah hidup saya sejak dari kecil hingga sekarang saya menemukan sejumlah hal yang menjadi bukti kecintaan saya. Waktu di sekolah dasar saya sudah mencintai membaca segala sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan. Saya melahap buku-buku tentang sejarah, ilmu pengetahuan alam, cerita fiksi, dan sebagainya. Selain itu saya teringat bahwa suatu saat saya pernah berperan sebagai seorang guru bagi diri saya sendiri. Saya melakukannya dengan memanfaatkan papan tulis kecil yang terdapat di rumah.
Selain itu masa kelas lima sekolah dasar, saya mulai mempelajari komputer secara khusus melalui les komputer yang diadakan di sekolah saya. Saat itu dari puluhan siswa seangkatan saya, hanya terdapat beberapa orang saja yang mengikuti les tersebut. Saya salah satunya. Saya beruntung dapat mengikuti les tersebut, sebab pelajaran yang peroleh dari les tersebut membantu saya sedikit lebih unggul dibandingkan teman-teman saya saat saya berada di tingkat sekolah menengah pertama.
Selain mempelajari komputer melalui les komputer di sekolah, saya juga belajar hal-hal lain yang pelajari sendiri di rumah melalui buku, koran, maupun majalah. Salah satunya adalah belajar mengoperasikan handphone. Saya ingat betul, ketika saya berada di tahun awal kelas lima sekolah dasar, orang tua saya membeli sebuah handphone. Meskipun orang tua saya mampu membelinya, dia belum sepenuhnya mampu mengoperasikan dengan maksimal. Dengan didorong oleh rasa penasaran, saya membaca buku petunjuk yang disertakan sebagai bagian dari paket penjualan handphone tersebut. Melalui petunjuk yang ada saya mengetahui bagian-bagian dari handphone tersebut serta pengaturan-pengaturan yang dapat diberikan kepadanya. Saya mencoba untuk mempraktekkan apa yang saya baca dari buku petunjuk tersebut. Beberapa pengaturan yang saya berikan tidak menimbulkan masalah apapun, sampai akhirnya saya memberikan pengaturan keamanan atau PIN untuk handphone. Saya asal memasukkan saja karena belum sepenuhnya mengerti waktu itu dan sebagai akibatnya handphone tersebut terblokir serta tidak dapat digunakan.
Namun saya tidak menyerah begitu saja. Saya mencoba mencari cara agar handphone tersebut dapat kembali digunakan. Atas panduan yang saya dengarkan dari pihak penyedia layanan seluler serta keberanian untuk mencoba, akhirnya saya mampu menjadikan handphone tersebut berfungsi normal seperti semula.
Atas dasar perenungan atas sejarah hidup saya tersebut, saya menemukan bahwa saya memang mencintai teknologi selain sejumlah ilmu pengetahuan lain. Saya juga mencintai sejarah, ilmu pengetahuan alam, ekonomi, bahasa, manajemen, hubungan internasional, dan beberapa lagi yang lain. Atas penemuan kembali itu serta setelah saya sesuaikan dengan hal-hal baru yang ketahui belakangan, beberapa waktu lalu saya telah memutuskan bahwa saya hanya akan berfokus pada tiga hal, yaitu teknologi (khususnya komputer), kepemimpinan, dan bisnis. Tiga hal tersebut akan ditopang oleh pengetahuan maupun keterampilan lain yang memang diperlukan seperti hubungan antar manusia, komunikasi, manajemen, bahasa, dan sebagainya. Saya telah memutuskan bahwa saya akan menjadikan diri saya hebat di bidang-bidang tersebut.
Namun ternyata hal itu tidak semudah yang saya perkirakan. Membuat keputusan mengenai bidang-bidang apa saja yang akan saya jadikan fokus pengembangan diri saya tidaklah mudah, tetapi ada yang juga tidak kalah mudah dibanding hal tersebut, yaitu memiliki komitmen untuk benar-benar hanya berfokus pada bidang-bidang tersebut. Dalam beberapa kesempatan, saya masih sempat tergoda untuk mencoba hal-hal lain lagi di luar hal-hal yang telah saya sebutkan di atas. Namun saya akan semakin perkuat lagi, terus dan terus, komitmen saya atas keputusan yang telah saya buat. Fokus saya pada hal-hal yang telah saya sebutkan di atas bukan berarti akan menghalangi saya mengembangkan kemampuan lain yang saya perlukan atau yang telah dikaruniakan kepada saya, tetapi fokus tersebut akan membantu saya untuk tetap berada pada jalan yang benar. Fokus tersebut berguna memandu saya agar saya tidak terlalu sering keluar dan jika memang keluar jalur dapat segera kembali ke jalur yang benar.
Sekian suatu cerita yang cukup panjang mengenai diri saya. Pertanyaan saya untuk kalian yang secara sengaja maupun tidak sengaja telah membaca tulisan ini, apakah kecintaan kalian dan apakah kalian tetap setia pada kecintaan kalian tersebut ?

Tickerbar

KumpulBlogger