Thursday, 25 November 2010

Membasmi Yang Satu Ini


Pagi hari ini, tanggal 25 November 2010 pukul 01.05 WIB, saya masih membaca sebuah buku. Buku yang saya baca tersebut menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini. Buku tersebut mengingatkan saya kembali bahwa saya masih terus memperbaiki diri agar saya dapat kembali berada pada kondisi terbaik saya.
Saya terus dan terus sadar bahwa setelah prestasi puncak saya yang saya peroleh di akhir tahun 2008 yang lalu, seolah kinerja saya terus menurun. Banyak hal yang berubah dari diri saya. Hal itu pula yang salah seorang mantan pemimpin saya ucapkan kepada tahun lalu. Dia berkata, ‘kamu sekarang kok beda dengan kamu yang dulu, ada perubahan yang cukup drastis dari kamu yang aku tahu dahulu’. Awalnya saya sedikit mengabaikan pernyataan tersebut, namun kini saya semakin sadar bahwa pernyataan tersebut benar adanya. Ada sesuatu yang berbeda pada diri saya. Ada sesuatu yang dahulu begitu istimewa yang hilang dari diri saya. Sesuatu dari sekian banyak ‘kekuatan’ istimewa yang saya miliki yang menjadikan saya berbeda atau tampak ‘unggul’ dibanding beberapa yang lain. Suatu anugerah yang begitu besar yang telah saya terima. Sesuatu itu adalah Komitmen. Komitmen yang menjadikan saya mampu bekerja keras sekeras mungkin untuk menghasilkan yang terbaik pada setiap apa yang saya kerjakan. Komitmen yang menjadikan diri saya memiliki semangat yang menyala-nyala yang menyinari orang-orang disekeliling saya. Saya semakin sadar bahwa ‘sinar’ yang begitu istimewa tersebut telah pudar dalam diri saya. Namun, saya tidak akan membiarkan ‘sinar’ tersebut pudar selamanya. Saya sedang berusaha sekuat tenaga dan lebih kuat lagi untuk segera mengembalikan ‘sinar anugerah’ tersebut.
Untuk memperoleh ‘sinar anugerah’ tersebut, saya harus membasmi yang satu ini, yaitu kurangnya Komitmen dalam diri saya. Saya tersentak ketika membaca bagian yang membahas mengenai komitmen pada buku yang sedang saya baca. Saya seolah diputarkan sebuah film tentang kehidupan saya di masa lalu yang tepat sama dengan contoh-contoh luar biasa yang disebutkan dalam buku tersebut. Saya benar-benar diingatkan akan betapa besarnya manfaat dari pendayagunaan komitmen tersebut dalam membantu mengerjakan segala sesuatunya dengan baik sampai tuntas. Kini, saya sedang berupaya sebaik mungkin untuk mengembalikan komitmen, untuk belajar semua hal hebat yang pernah saya miliki bahkan termasuk prinsip-prinsip hebat yang saya cetuskan sendiri. Saya teringat di tahun 2007 saya pernah mengucapkan kalimat ini di depan sekelompok yang saya bina waktu itu, ‘semangat akan mengalahkan segalanya, mengalahkan ketidakmampuan, mengalahkan rasa capai, dan segala yang lain’. Kini, dengan sepenuh hati dan pikiran, saya benar-benar diingatkan kembali akan kalimat tersebut. Saya diingatkan kembali akan keberanian untuk berkorban demi mencapai hasil-hasil atau kualitas-kualitas yang terbaik.
Saya tidak akan menyesali semuanya yang telah terjadi, meskipun sebenarnya hal itu pernah saya lakukan. Namun semenjak beberapa bulan yang lalu, setelah terinspirasi oleh beberapa buku dahsyat yang saya baca dan mendengar saran dari orang-orang yang telah berbaik hati berbagi secara sadar maupun tidak sadar, saya mulai berbenah. Saya kumpulkan kembali seluruh prinsip-prinsip hebat hidup saya. Saya cari kembali buku catatan saya yang mencatat beberapa kalimat dahsyat yang pernah saya ucapkan sendiri. Saya cari dan segera setelah saya temukan saya mulai membacanya dan akan terus membacanya sampai saya benar-benar kembali berada kondisi puncak. Sebagai langkah awal, saya harus membasmi yang satu ini, yaitu tidak adanya komitmen. Bagaimana dengan kehidupan Anda ?

Tickerbar

KumpulBlogger