Friday, 24 December 2010

Tak Sekedar Berjanji

Kita mungkin telah sering mendengar kalimat, ‘janji harus ditepati’ atau ‘jangan hanya bisa janji saja’ atau kalimat lain sejenisnya. Saya sadar, memang adalah lebih mudah bagi setiap kita untuk berjanji kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain, tetapi sebaliknya adalah jauh lebih sulit untuk menepati apa yang kita janjikan. Ya, memang sepertinya berbicara atau berjanji itu lebih mudah daripada melakukan atau menepatinya.
Kesadaran atas hal tersebut, entah kenapa tiba-tiba terlintas di pikiran saya dan seolah kembali menegur atau mengingatkan saya untuk tidak seperti itu. Harus diakui bahwa terkadang saya (atau juga kita semua) seolah tampak begitu mudah sekali berbicara namun diri saya sendiri maupun orang lain tidak melihat bukti nyata dari apa yang saya ucapkan. Berbicara memang enak dan sangat mudah, tetapi melakukan atau memberi bukti jauh lebih tidak mudah.
Saya benar-benar tertegur dan seolah merasa malu terhadap diri saya sendiri jika saya terus-menerus hanya bisa berbicara tapi tidak pernah bertindak. Memang berbicara atau berjanji itu juga penting karena apa yang orang lain lihat atau ketahui dari diri saya adalah melalui pembicaraan atau janji saya, namun saya juga harus segera memberi bukti dari ucapan atau janji saya. Ketika saya berjanji untuk memberikan sesuatu, maka saya harus benar-benar memberikannya. Ketika saya berjanji untuk menyelesaikan sesuatu, maka saya juga harus benar-benar mengerahkan seluruh upaya terbaik saya untuk menyelesaikan apa yang saya janjikan. Ketika saya berkata bahwa sesuatu itu mudah, maka saya harus memberikan bukti bahwa hal itu benar-benar mudah dan saya dapat mengerjakannya tanpa merasa kesulitan atau kebingungan. Saya harus beri bukti, tidak sekedar janji. Saya harus bertindak, tidak hanya sekedar berbicara. Bagaimana dengan Anda ?

Tickerbar

KumpulBlogger