Friday, 31 December 2010

Mark Zuckerberg, Founder of Facebook


Saya rasa setiap orang di zaman ini, khususnya para pengguna Facebook, pasti mengenal tokoh muda yang satu ini. Ya, dialah Mark Elliot Zuckerberg atau lebih dikenal dengan Mark Zuckerberg adalah salah satu pendiri dan sekaligus CEO Facebook. Saya tertarik untuk menulis mengenainya setelah saya menonton film yang menceritakan kisah satu tahun awal Facebook, The Social Network.
Zuckerberg dilahirkan pada 14 Mei 1984 di White Plains, New York, Amerika Serikat. Dia merupakan anak dari pasangan Edward dan Karen Zuckerberg. Zuckerberg dikenal sebagai seorang programmer sekaligus hacker komputer yang handal. Zuckerberg memulai pemrograman ketika dia masih berada di bangku sekolah menengah pertama. Ayahnya mengajarinya pemrograman Atari Basic pada tahun 1990an dan kemudian seorang pengembang perangkat lunak, David Newman menjadi guru pribadinya di sekitar tahun 1995.
Selain memperoleh pengajaran dari ayahnya dan juga Newman, dia juga mengambil kursus pemrograman di Mercy College yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Zuckerberg menempuh pendidikan menengahnya di Ardsley High School dimana dia dikenal sebagai salah satu murid yang unggul dalam bidang ilmu klasik. Zuckerberg tidak sampai menyelesaikan studinya di Ardsley High School, dia pindah ke Phillips Exeter Academy di akhir tingkat pertama.
Jauh hari sebelum dia mengembangkan Facebook, dia telah beberapa menciptakan sejumlah program komputer. Dia merancang dan memprogram suatu aplikasi komputer di kantor ayahnya untuk membantu setiap karyawan yang ada untuk dapat saling berkomunikasi. Dia juga mengembangkan suatu versi permainan Risk dan ikut membangun pemutar musik Synapse Media Player di bawah perusahaan Intelligent Media Group. Aplikasi Synapse yang dibuatnya menggunakan algoritma kecerdasan buatan yang mampu mempelajari kebiasaan pengguna dalam memutar file audio atau video.
Pada waktu itu, Synapse menjadi salah satu aplikasi yang populer dan hal itu menjadikan dua perusahaan raksasa Microsoft dan AOL tertarik untuk membelinya sekaligus untuk merekrut Zuckerberg sebagai karyawan. Namun bukannya bergabung dengan perusahaan tersebut, Zuckerberg justru memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Harvard University pada tahun 2002 dan bergabung dengan organisasi Alpha Epsilon Pi yang merupakan sebuah persaudaraan Yahudi di sana. Selama kuliah, selain dikenal sebagai jago komputer, dia juga dikenal sebagai pembaca puisi epik.
Pada saat kuliah di Harvard inilah, dia memiliki ide untuk membuat suatu aplikasi jejaring sosial. Awalnya ide itu berawal dari adanya gagasan untuk membuat suatu buku direktori mahasiswa online. Ide itu dilatar belakangi oleh tidak dibagikannya face book (buku yang berisi foto dan identitas mahasiswa Harvard) oleh pihak kampus. Namun setiap kali Zuckerberg mengajukan ide untuk membuat direktori online tersebut ke pihak kampus, pihak kampus selalu menolaknya dan menyatakan bahwa mereka memiliki alasan tersendiri mengapa direktori tersebut tidak dibuat.
Meskipun terus ditolah, namun dia tidak putus asa. Dia terus berupaya mencari cara untuk mewujudkan idenya itu sebab dia berpendapat bahwa hal itu bisa dilakukan. Dia berupaya untuk menunjukkan ke pihak kampus bahwa direktori tersebut dapat dibuat.
Proyek pertama yang berhasil dibuatnya semasa kuliah adalah Course Match. Aplikasi tersebut memungkinkan teman-teman sekelasnya untuk saling berinteraksi. Setelah itu, dia membuat suatu aplikasi lagi yang dia beri nama FaceMash. Guna membuat aplikasi tersebut, Zuckerberg melakukan hacking terhadap sistem di kampusnya untuk mendapatkan foto seluruh mahasiswa perempuan yang ada di kampus tersebut. Foto-foto tersebut kemudian dia pasang di website yang dibuatnya dan dia meminta teman-temannya untuk memilih salah satu diantara dua dua perempuan dalam foto yang ditampilkan yang menurut mereka lebih seksi. Aplikasi yang dibuatnya tersebut mampu menarik perhatian teman-temannya dan telah memiliki pengunjung sebanyak 450 orang hanya dalam waktu empat jam sejak diluncurkan.
Akibat ramainya kunjungan ke website tersebut serta banyaknya pembahasan mengenainya, pihak kampus akhirnya mengetahui keberadaan situs tersebut dan menutupnya. Zuckerberg kemudian diperkarakan dengan tuduhan melakukan hacking terhadap sistem kampus dan mencuri identitas mahasiswa. Zuckerberg memutuskan untuk meminta maaf terhadap seluruh temannya yang fotonya dia curi dan dia pasang di situs buatannya. Namun dia tidak pernah menyesal sekalipun.
Facebook merupakan pengembangan dari aplikasi FaceMash yang pernah dia buat sebelumnya. Facebook tidak hanya digunakan untuk menampilkan foto dari setiap penggunanya, namun juga dapat digunakan untuk menampung identitas penggunanya seperti nama, tanggal lahir, angkatan, nomor telepon, serta hubungannya dengan pengguna yang lain. Zuckerberg akhirnya berhasil membuktikan bahwa dia benar-benar dapat membuat direktori online yang berisi data setiap mahasiswa.
Pada awalnya, Facebook diberi nama The Facebook. Pada masa awal perkembangannya, Facebook hanya diperuntukkan bagi teman-teman sekelas Zuckerberg. Namun kemudian berkembang hingga ke siswa dari kelas lainnya dan bahkan ke seluruh mahasiswa Harvard. Perkembangan Facebook tidak berhenti disana, setelah mendapatkan dana investasi dari Sean Parker serta Peter Thiel, Facebook terus berkembang serta penggunanya juga terus bertambah. Beberapa fasilitas baru juga ditambahkan, salah satunya adalah fasilitas pesan yang memungkinkan setiap pengguna mengirimkan pesan ke pengguna tertentu yang lain. Jumlah pengguna Facebook dari Harvard terus menanjak dan pada akhirnya mulai merambat ke mahasiswa-mahasiswa dari kampus lain disekitar Harvard.
Dalam upaya untuk mengembangkan serta terus membesarkan Facebook, Zuckerberg dibantu oleh teman-teman satu asramanya Andrew McCollum, Dustin Mozkowits, dan Chris Hughes. Agar dapat terus mengembangkan Facebook serta memberikan layanan yang lebih baik bagi para penggunanya, Facebook membutuhkan sejumlah dana tambahan. Salah satu teman Zuckerberg berhasil mempertemukannya dengan Sean Parker yang sudah lebih dahulu terjun dalam dunia bisnis melalui Napster. Parker memberikan sejumlah uang untuk membantu perkembangan Facebook sekaligus menjadi investor serta Presiden pertama Facebook. Parker pula yang mempertemukan Zuckerberg dengan Peter Thiel yang akhirnya memberikan dana investasi sebesar USD 500.000.
Sejak saat itu perkembangan Facebook semakin pesat dan Zuckerberg terus merekrut orang-orang baru yang sebagian besar merupakan teman-teman satu kampusnya sebagai karyawan Facebook. Pertambahan jumlah karyawan yang terus dilakukan seiring dengan pertambahan pengguna serta perkembangan Facebook mengakibatkan tidak memungkinannya Facebook untuk terus beroperasi atau bekerja dari dalam asrama kampus itu sendiri. Pada akhirnya mereka pindah ke California dan menyewa satu rumah disana yang dijadikan sebagai kantor resmi Facebook yang pertama.
Dibawah pimpinan Zuckerberg yang dibimbing oleh Parker membuat Facebook terus berkembang dan semakin berkembang. Pengguna Facebook juga mulai merambah siswa-siswa sekolah menengah dan para karyawan perusahaan di Amerika. Melihat semakin banyaknya orang yang berminat untuk menjadi anggota Facebook, maka Zuckerberg memutuskan bahwa setiap orang dapat mendaftar sebagai anggota Facebook selama mereka memiliki email yang sah. Kebijakan yang dibuat sekitar bulan September 2006 ini menjadikan pertumbuhan pengguna Facebook semakin melesat dengan cepat. Hingga saat ini (saat tulisan ini dibuat), diperkirakan pengguna Facebook diseluruh dunia telah mencapai angka 500 juta orang.
Besarnya jumlah pengguna yang masih terus bertambah tersebut menarik lebih banyak lagi orang maupun perusahaan untuk menanamkan modal di Facebook. Tercatat ada sejumlah perusahaan yang menanamkan uangnya di Facebook antara lain, Accel Partners yang menanamkan modal sebesar USD 12,7 juta, Microsoft dilaporkan telah membeli saham Facebook sebanyak 1,6% dengan dana sebesar USD 240 juta pada Oktober 2007. Semakin banyaknya investor yang masuk serta terus meningkatnya nilai saham Facebook semakin memperbesar nilai Facebook di pasar. Pada akhir 2007, diperkirakan nilai total Facebook sebesar USD 15 miliar.
Perkembangan bisnis Facebook yang begitu luar biasa juga turut berimbas pada besarnya harta yang berhasil diperoleh oleh para pendirinya, termasuk Zuckerberg. Diperkirakan hingga akhir tahun 2008, Zuckerberg telah berhasil mengumpulkan harta sebanyak USD 1,5 Miliar dan menjadikannya sebagai salah satu dari 400 orang terkaya di Amerika Serikat. Besarnya uang yang berhasil dikumpulkan membuat majalah Forbes menjulukinya sebagai The Youngest `Self-made' Billionaire on the Planet (Miliarder termuda atas upaya sendiri di dunia). Menjelang akhir tahun 2010 ini, Zuckerberg juga mendapatkan gelar sebagai orang paling berpengaruh sedunia dari salah satu majalah ternama di dunia.
Itulah cerita singkat dari seorang anak muda yang luar biasa. Semoga cerita dari Zuckerberg ini mampu memotivasi kita semua, khususnya anak muda untuk menjadi yang terbaik serta mengeluarkan seluruh potensi terbaik kita untuk meraih seluruh impian yang benar-benar kita inginkan. Semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

Tickerbar

KumpulBlogger