Wednesday, 29 June 2011

Seorang Pemimpin Tidak Harus Selalu Hadir ?

Beberapa tahun lalu, saya pernah berpendapat dan menasihatkan kepada seseorang bahwa seorang pemimpin harus selalu hadir pada setiap kesempatan. Nasihat serta pendapat yang saya ungkapkan saat itu, khususnya berkaitan dengan kehadiran pemimpin untuk memimpin rapat. Nasihat serta pendapat saya saat itu adalah benar adanya, namun tidak selalu benar pada semua kondisi. Nasihat serta pendapat saya tersebut tidak selalu tepat, termasuk untuk kasus kehadiran pemimpin untuk memimpin rapat.
Sekitar lebih dari dua tahun setelah nasihat serta pendapat tersebut saya ungkapkan, saya telah belajar cukup banyak hal baru. Salah satu yang saya berhasil pelajari serta sadari adalah bahwa pemimpin tidak harus selalu hadir pada setiap kesempatan di hadapan bawahannya. Pemimpin tidak harus selalu, tetapi harus mampu membuat setiap orang yang dipimpinnya merasakan seolah-olah dia hadir disana. Seorang pemimpin tidak harus hadir, tetapi dia harus mampu membuat suatu sistem yang mampu membuat seolah-olah dia hadir disana, di setiap kesempatan dimanapun orang-orang yang dipimpinnya berada. Dengan menggunakan bantuan sistem yang diciptakan atau disusun dengan baik, setiap pemimpin dapat membantu mengefektifkan segala sesuatunya. Sistem yang hebat mampu membuat keseluruhan organisasi tetap berjalan dengan baik sesuai dengan yang dimaksudkan oleh pemimpinnya.

Friday, 24 June 2011

Masih Belajar Bagaimana Sebuah Bisnis Dijalankan


Segala sesuatunya berawal ketika saya membaca sebuah buku berjudul Google Success Story beberapa tahun yang lalu. Sejak saat itu hingga sekarang, impian untuk membangun suatu bisnis yang sukses masih terus menjadi bagian impian saya. Sejak saat itu pula, saya belajar bagaimana caranya membangun bisnis dan pernah belajar beberapa kali berbisnis kecil-kecilan (sekarang juga masih kecil). Bisnis yang saya jalani waktu itu gagal total karena kurang matangnya pemikiran serta perencanaan sebelum memutuskan terjun ke suatu bisnis. Saya masuk ke bisnis tersebut hanya karena sekedar ingin mencoba serta didasari oleh suatu hal yang tidak sesuai dengan pemikiran saya terhadap bisnis lain.
Bisnis saya saat itu gagal total dan sampai saat ini barangnya masih ada banyak, sebab saya menjalankannya tanpa memikirkan dengan matang serta asal bergerak saja. Bisnis yang saya jalani kala itu juga tidak benar-benar sesuai dengan impian asal saya untuk membangun bisnis berlandaskan teknologi tinggi. Saya hanya sekedar dan akhirnya hanya mampu berjalan ala kadarnya, sebelum akhirnya kandas.

THERE’S NO COMPROMISE !

Saya masih dan akan selalu belajar, sebab saya tidak pernah puas atas setiap apa yang pernah saya raih dalam hidup. Saya mensyukuri segala sesuatu yang ada, namun saya belajar memaksa diri saya sendiri untuk tak akan pernah puas dan terus berupaya mencapai sesuatu yang lebih dan lebih lagi. Saya telah belajar bahwa kepuasan adalah awal kehancuran serta penurunan kinerja. Kepuasan menjadi awal dari adanya kompromi terhadap segala sesuatu, khususnya terkait dengan kualitas hasil kerja kita.
Saya akui, bahwa beberapa tahun lalu saya pernah berkompromi terhadap terlalu banyak hal dalam hidup saya. Saya mengkompromikan hasil kerja yang tidak bagus. Saya membuat toleransi untuk kualitas yang rendah atau kurang baik. Saya menoleransi segala hal yang tidak benar, segala hal yang tidak baik, dan segala hal yang tidak disiplin, yang pada akhirnya berimbas terhadap beberapa aspek kehidupan saya sendiri. Tapi semua itu sudah berlalu, dan saya tidak akan pernah membiarkan hal tersebut tetap menghantui saya selamanya. Saya telah melupakan semua standar rendah tersebut sejak akhir tahun lalu, dan mulai awal tahun ini saya belajar serta kembali melatih diri untuk dapat terus dan terus menanjak dalam segala hal. Saya berlatih disiplin diri, berlatih kembali untuk memimpikan hal-hal besar, berlatih kembali untuk fokus dan konsentrasi dalam mengejar seluruh impian, berlatih kembali untuk terus menghasilkan kinerja yang meningkat dari hari ke hari, berlatih untuk tidak berkompromi dengan standar yang rendah, berlatih untuk membenci hasil kerja yang tidak maksimal, dan masih banyak latihan demi latihan yang perlu terus saya jalani untuk kembali ke puncak kemenangan.

Tuesday, 21 June 2011

Agama: Sebuah Bisnis ?

Saya adalah manusia beragama, seperti semua warga negara Indonesia lainnya. Saya mengerti tentang ajaran agama serta mempercayai bahwa Tuhan itu ada. Saya juga berusaha sebaik mungkin mentaati ajaran agama yang saya anut. Namun, setelah sekian lama beragama dan mengamati praktek kegiatan beragama, saya menemukan adanya kemiripan antara lembaga agama atau agama itu sendiri dengan lembaga bisnis atau bisnis.
Saya akan mulai dari ulasan saya mengenai lembaga agama sebelum masuk ke topik yang lebih besar yaitu agama. Lembaga agama yang berasal atau menyebarkan ajaran agama yang saya, sebut saja agama A, saat ini seolah bersaing satu dengan yang lain untuk memperoleh sebanyak mungkin umat untuk beribadah di lembaga agama atau lokasi milik lembaga agama tersebut. Mereka berlomba-lomba dengan menggunakan beragam trik atau strategi untuk menjaring sebanyak mungkin umat agar beribadah di tempatnya. Mereka adakan acara-acara yang meriah, mengundang tokoh-tokoh agama terkemuka, mengundang orang-orang terkenal (baik dari kalangan artis, bisnis, maupun politik), mereka mengkonsep cara penyambutan umat yang datang beribadah di tempatnya, dan berbagai cara lain, semata hanya untuk satu tujuan utama, yaitu menjaring sebanyak mungkin umat untuk mau beribadah di tempatnya.

Sunday, 19 June 2011

The Da Vinci Code Dalam Pandangan Saya

Beberapa tahun lalu, saya masih ingat dengan jelas buku karya Dan Brown ini mampu membuat heboh cukup banyak pihak, khususnya pihak gereja Katolik. Isi buku yang sedikit kontroversial menurut sebagian orang dikhawatirkan dapat membuat iman orang-orang Kristiani goyah, sebab buku tersebut menceritakan beberapa hal yang memang bertentangan dengan kitab suci. Kala itu, saya tidak begitu penasaran dan memang tidak tertarik untuk membaca buku kontroversial ini. Namun, beberapa minggu lalu, saya akhirnya memutuskan untuk mencari tahu mengapa buku tersebut mampu menimbulkan kontroversi dan berita yang begitu heboh di kalangan para pemuka agama Kristiani. Saya sendiri adalah pemeluk Kristiani dan saya percaya bahwa isi kitab suci agama saya adalah benar adanya, tidak seperti apa yang diceritakan dalam buku The Da Vinci Code. Namun tulisan saya kali ini tidak akan membahas pertentangan antara apa yang disampaikan oleh kitab suci dengan apa isi buku tersebut, saya membahas segi lain dari isi buku ini yang sanggup menarik perhatian saya untuk tetap bertahan dan menyelesaikan membacanya.

Friday, 17 June 2011

Mengajar Komputer, Menarik Juga !

Saya tidak pernah terpikir atau bermimpi sekalipun bahwa saya akan mengajar komputer dan akhirnya memutuskan hal tersebut sebagai salah satu profesi yang saya jalani saat ini. Saya sendiri tidak begitu mengerti bagaimana hal tersebut bermula, namun sejauh yang saya ingat, saya pernah berkata kepada salah seorang kawan bahwa jika andai saya harus mengajar, maka saya akan lebih menyukai mengajar komputer. Saya memilih mengajar komputer karena saya berpikir bahwa dengan mengajar komputer, saya mau atau tidak akan dipaksa untuk tetap belajar hal-hal baru yang berhubungan dengan komputer. Selain itu, saya juga berpikir bahwa dengan mengajar komputer saya dapat berbagi apa yang saya ketahui dengan orang-orang lain yang belum tahu dan masih ingin tahu.
Sampai saat ini (saat tulisan ini dibuat) saya sudah hampir dua tahun mengajar, meskipun murid yang saya ajar juga belum terlalu banyak, sebab diawal menjalaninya saya kurang fokus dan tidak benar-benar serius menyisihkan waktu untuk menjalani profesi tersebut.

Thursday, 16 June 2011

Apa Saja yang Dapat Dilakukan Saat Online ?

Kita semua tahu bahwa Internet saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi sebagian besar manusia di bumi ini. Dapat dipastikan, setiap hari kita selalu terhubung ke Internet untuk beragam tujuan, baik sekedar browsing informasi, berkunjung ke situs social network, bermain game online, mengirim email, download file, dan sebagainya. Namun apakah hanya itu saja yang dapat kita lakukan saat online ? Ternyata tidak, masih terdapat banyak aktivitas lain yang dapat kita lakukan saat online.
Akhir-akhir ini, seperti mungkin sudah sebagian besar kita tahu, perusahaan maupun pengusaha mulai merambah dunia online. Perusahaan maupun pengusaha mulai memanfaatkan Internet sebagai salah satu media untuk memperbesar usahanya, baik hanya sekedar upaya untuk berhubungan dengan calon customer dan customer, pemasaran online, hingga benar-benar menciptakan produk yang hanya dapat diakses melalui Internet. Fenomena ini terus bertumbuh dan bertumbuh dengan semakin banyaknya perusahaan dan pengusaha yang mulai gencar menyerbu Internet untuk memperluas pasar serta memperoleh pelanggan yang lebih banyak. Fenomena tersebut juga telah menumbuhkan sejumlah peluang usaha baru, seperti situs iklan online, konsultan pemasaran online, situs pembayaran online, dan sebagainya. Intinya sekarang banyak aktivitas yang mulai dilakukan secara online.

Monday, 13 June 2011

Menghormati Tradisi, Tetapi Tidak Harus Selalu Hidup Sesuai Tradisi

Selama beberapa tahun terakhir ini, saya sering sekali menghadiri pesta pernikahan, baik pesta pernikahan keluarga maupun rekan dari orang tua saya dan juga rekan saya sendiri. Dari beberapa kali menghadiri pesta pernikahan tersebut, saya menyaksikan bahwa tradisi sangat berperan sekali dalam setiap pesta pernikahan yang saya hadiri. Saya menyaksikan apa yang saya sebut rutinitas sebuah pesta pernikahan, yang sebagian besar dipengaruhi oleh tradisi.
Saya banyak menyaksikan bahwa sebagian besar pesta pernikahan tersebut sangat dipengaruhi oleh tradisi yang dianut oleh keluarga dari kedua mempelai, meskipun saya juga pernah menemukan beberapa hal yang unik dari beberapa pesta pernikahan yang saya hadiri. Namun tetaplah sebagian besar acara dalam suatu pesta pernikahan sama antara satu pernikahan dengan pernikahan yang lain. Sekali lagi saya tegaskan, saya menghargai dan menghormati tradisi, namun saya juga telah belajar sejak awal saya masuk kuliah bahwa saya tidak harus selamanya hidup sesuai tradisi. Kita dapat tetap menghargai dan menghormati tradisi yang dianut oleh para pendahulu kita, namun kita juga dapat memilih untuk membuat sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda dibandingkan sebelumnya.

KumpulBlogger