Saturday, 1 March 2014

Growing Mindset: Bertumbuh Lebih Hebat, Lebih Dahsyat !

Setiap makhluk hidup, dapat dipastikan akan selalu mengalami pertumbuhan di sepanjang fase kehidupannya. Bertumbuh menjadi lebih tinggi, lebih besar, lebih dewasa, lebih kuat, dan berbagai macam atau jenis pertumbuhan lainnya. Manusia sebagai suatu makhluk hidup, tentu saja juga mengalami hal yang sama, bahkan mungkin variasi atau macam pertumbuhan yang kita alami dapat lebih banyak dibandingkan jenis makhluk hidup yang lainnya.
Manusia dapat bertumbuh menjadi lebih tinggi, lebih besar, lebih kuat, lebih dewasa, lebih bijak, lebih cerdas, lebih pintar, lebih sukses, lebih kaya, dan berbagai macam pertumbuhan kearah yang lebih baik lainnya. Pertumbuhan kita sebagai manusia dapat berupa pertumbuhan yang bersifat alami maupun pertumbuhan yang non-alami atau pertumbuhan yang diupayakan. Pertumbuhan yang bersifat alami contohnya, bayi yang awalnya masih kecil, semakin hari semakin bertumbuh menjadi bertambah besar dan bertambah tinggi. Sedangkan untuk pertumbuhan yang non-alami contohnya, bertumbuh menjadi lebih dewasa secara pemikiran, bertumbuh menjadi pribadi dengan karakter serta sikap yang lebih baik, bertumbuh menjadi manusia dengan tubuh yang lebih sehat dan kuat, bertumbuh menjadi individu yang lebih sukses, dan sebagainya.

Wednesday, 29 January 2014

Passion

Beberapa tahun lalu, saya mengetahui ada sebuah buku yang cukup terkenal karya seorang penulis sekaligus pelatih karir di negara ini, Rene Suhardono. Judulnya Your Job is Not Your Career. Sampai sekarang, saya memang belum pernah membaca secara lengkap isi buku tersebut, namun saya pernah membaca sejumlah ulasan serta ringkasan isi buku tersebut. Secara garis besar buku tersebut membahas mengenai pekerjaan (job) dan karir (career). Dimana pekerjaan itu lebih berhubungan dengan sarana untuk mencapai tujuan kita sebagai pribadi maupun organisasi, sarana bagi kita untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berkarya, serta sarana untuk mengembangkan diri. Sedangkan karir itu lebih berkaitan dengan diri kita sendiri pada aspek yang lebih dalam yaitu berhubungan dengan passion kita. Tulisan pertama saya di tahun ini akan membahas mengenai passion sebagaimana yang saya ketahui serta dapat jabarkan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Passion sebuah kata bahasa Inggris yang memiliki banyak makna, seperti gairah, hasrat, atau kegemaran. Setiap orang hampir dapat dipastikan memiliki passion di dalam dirinya masing-masing. Saya memiliki passion pribadi saya, begitu pula Anda memiliki passion pribadi Anda. Setiap kita sudah memilikinya sejak dari kita lahir, sesuatu yang bahkan telah ditanamkan sejak dari awal kita ‘diciptakan’.
Walaupun kita telah memiliki passion kita sejak dari semula, namun menemukan serta mengenali passion bukanlah perkara yang mudah bagi sebagian dari kita. Dibutuhkan upaya bahkan sampai bertahun-tahun untuk dapat mengenali dengan tepat apa yang menjadi passion kita yang sesungguhnya. Saya mengalaminya, dan saya yakin begitu pula sebagian dari Anda. Bahkan bukan hanya kita, penyanyi terkenal dunia seperti David Cook pun pernah mengalaminya. Seingat saya, dalam sebuah wawancara dia pernah berkata: “saya mengatakan kepada kedua orang tua saya agar mereka memberi saya kesempatan selama tiga tahun agar saya dapat mencoba sebanyak mungkin hal untuk mengetahui apa yang sesungguhnya saya cintai dan akan menjadi pilihan saya.”

Friday, 22 November 2013

Gratisan ? No More !

Selama ini, saya telah terlalu banyak berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman kepada cukup banyak orang secara gratis alias mereka tidak perlu membayar apapun kepada saya. Namun saya sadar bahwa tidak bisa selamanya seperti itu. Saya memperoleh seluruh ilmu, pengetahuan, dan pengalaman tersebut melalui berbagai upaya, kerja keras, biaya, waktu, dan sebagainya. Jadi saya meyakini bahwa sudah waktunya bagi saya untuk tidak lagi memberikan segala sesuatunya secara gratis.

Saya mempelajari hal ini melalui para mentor saya yang mulai menerapkan hal serupa sejak beberapa tahun lalu. Saya belajar dari mereka bahwa upaya mereka untuk tidak berbagi ilmu, pengetahuan, pengalaman secara gratis lagi bukan semata-mata karena mereka bermaksud mengkomersialkan diri mereka. Namun mereka juga ingin orang-orang lain sadar bahwa untuk memperoleh ilmu, pengetahuan, keahlian, keterampilan, serta berbagai macam pengalaman tidak bisa didapatkan dengan mudah. Harus ada pengorbanan yang dibuat untuknya. Pengorbanan untuk mengeluarkan uang untuk belajar. Pengorbanan untuk mau meluangkan waktu untuk belajar dan senantiasa melatih diri. Pengorbanan untuk menjalankan dan mempraktekkan semua ilmu, keterampilan, dan keahlian baru yang telah dipelajari. Dan yang tidak kalah penting adalah pengorbanan untuk bersedia mengalami semua hal yang enak maupun tidak enak terkait dengan upaya dalam menerapkan semua ilmu, pengetahuan, keterampilan, dan keahlian tersebut.

Thursday, 21 November 2013

Kenapa Noah ?

Tulisan kali ini masih terinspirasi oleh band Noah, inspirasi kali ini pun masih ada hubungannya dengan tulisan saya yang sebelumnya. Jika sebelumnya saya membahas mengenai film dokumenter dari grup band tersebut, maka kali ini saya hendak membahas mengenai nama dari grup band tersebut. Sebenarnya nama tersebut masih ada kaitannya dengan judul film dokumenter grup tersebut dan sekaligus juga berisi harapan dari grup tersebut untuk band mereka sendiri.

Menurut ajaran agama Kristiani, Noah atau Nuh adalah nama salah satu nabi dalam ajaran agama tersebut. Noah atau Nuh adalah nabi yang diijinkan oleh Tuhan untuk membuat sebuah kapal atau bahtera besar yang nantinya digunakan oleh dirinya serta keluarga dan seluruh ternak untuk dapat selamat dari air bah yang membanjiri seluruh bumi. Berdasarkan cerita dalam kitab suci agama tersebut diceritakan bahwa manusia pada kala itu telah berbuat dosa yang melebihi kadar yang dapat diberikan toleransi lagi oleh Tuhan, sehingga pada akhirnya Tuhan memutuskan bahwa Tuhan akan memberikan bencana air bah yang akan menenggelamkan seluruh bumi beserta seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Namun karena Tuhan melihat ada manusia yang masih dianggap setia dan hidup dengan benar serta agar manusia serta seluruh makhluk masih dapat lestari kembali setelah bencana air bah surut, maka dia perintahkan nabinya untuk membuat bahtera yang dapat mereka gunakan agar dapat terhindar dari bencana air bah tersebut.

Monday, 18 November 2013

Awal Semula

Ketika sedang berada di perjalanan ke lokasi saya berada sekarang, secara tiba-tiba terbersit kata-kata yang menjadi judul dari tulisan kali ini. Tulisan ini bukan bermaksud membahas film semi dokumenter tentang salah satu band ternama di negeri ini yang saya yakin sedang booming sekarang. Bukan ini sama sekali bukan tentang film tersebut maupun grup band nya. Walaupun gagasan dasarnya kemungkinan besar mirip dengan gagasan yang coba diangkat oleh film tersebut.
Menurut banyak ulasan maupun berita yang saya baca di internet, film tersebut berkisah tentang upaya kebangkitan kembali dari grup band Noah setelah mengganti nama band dari nama yang sebelumnya. Seperti yang mungkin sebagian besar dari kita semua tahu bahwa grup band tersebut (masih dengan nama lama) sempat mengalami perpecahan di dalam kubu band tersebut yang pada akhirnya berujung pada pemecatan dua orang anggota band. Itulah awal mula kisah permasalahan yang dihadapi oleh grup band tersebut. Permasalahan berlanjut ketika sang vokalis terkena kasus yang akhirnya mengharuskannya mendekam di balik jeruji besi selama sekitar dua tahun. Masalah kedua ini yang dapat dikatakan menurunkan pamor serta kinerja band secara drastis. Banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan akhirnya tertunda.
Setelah masalah demi masalah yang sempat menghempaskan band tersebut, akhirnya titik cerah mulai datang. Hal itu diawali oleh bebas bersyaratnya sang vokalis yang turut memberi kesempatan kepada band tersebut untuk segera bersiap melanjutkan seluruh pekerjaan yang sempat tertunda. Dengan segera dan gegas mereka pun bergerak untuk menuntaskan pekerjaan yang ada. Dukungan dari manajemen baru turut mempermudah mereka dalam menyelesaikan seluruh tanggung jawab yang harus mereka tuntaskan. Gerak cepat yang mereka lakukan akhirnya sanggup membawa popularitas band tersebut kembali naik dengan cepat. Berbagai pekerjaan terkait dengan pembuatan album mereka tuntaskan, promo album mereka jalankan, konser demi konser pun mulai terselenggara kembali. Kesempatan kedua yang mereka miliki mereka manfaatkan sebaik mungkin sehingga akhirnya nama mereka berkibar kembali dan bahkan mungkin lebih terkenal dibandingkan ketika masih menggunakan nama lama mereka.

Friday, 15 November 2013

Belajar Ikhlas

Beberapa bulan lalu saya mengikuti seminar pengusaha dimana salah satu pembicaranya adalah Erbe Sentanu, seorang tokoh yang sudah terkenal akan ajarannya tentang ikhlas. Inti penyampaiannya saat itu adalah jika para peserta seminar yang hadir saat itu sudah benar-benar memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha, maka tiap-tiap orangnya harus sungguh-sungguh ikhlas dalam menjalaninya. Pelajaran ikhlas ini pula yang selalu saya ingat dan selalu saya jadikan penyadar sekaligus penguat dalam setiap kondisi, khususnya ketika saya sedang malas, tertekan, down, dan sebagainya.
Akhir-akhir ini saya pun kembali menggunakan pelajaran tentang ikhlas tersebut. Saya menggunakan dalam hubungannya dengan pilihan saya maupun pilihan rekan-rekan saya. Saya menyadarkan diri saya sendiri bahwa setiap orang berhak untuk memiliki pilihan dalam hidupnya masing-masing, apapun pilihannya, dan mereka juga harus siap sedia dengan segala konsekuensi maupun hasil yang diperoleh terkait dengan pilihannya tersebut. Berat memang untuk dapat menerapkan pelajaran ikhlas ini dengan sepenuhnya baik. Saya masih cukup sering untuk merasa kecewa, berat, tidak suka, marah, dan beberapa emosi serta pikiran negatif lainnya. Namun seiring berjalannya waktu saya semakin dapat menerima tentang perbedaan pilihan kami dalam menjalani hidup. Mereka memilih yang mereka pilih, saya juga memilih yang saya pilih. Saya mencoba meyakini bahwa setiap pilihan yang kami adalah pilihan terbaik dalam pendapat kami masing-masing.

Thursday, 14 November 2013

(Belajar) Menikmati Setiap Prosesnya

Sejak bertahun-tahun lalu (tepatnya sekitar akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008), saya memiliki impian untuk membangun bisnis saya sendiri. Impian ini terinspirasi oleh kisah perjuangan dan sukses dari perusahaan internet besar dunia yang diceritakan dengan lengkap dalam sebuah buku dengan cara yang menawan. Cerita perjuangan kedua pendiri perusahaan tersebut dalam membesarkan bisnis yang mereka bangun dan impikan sangat menginspirasi, dan itulah awal dari sebuah petualangan yang sekarang sedang saya jalani, yaitu membangun dan membesarkan bisnis impian saya sendiri.
Seperti halnya manusia biasa dan normal lainnya, bahkan mungkin seperti halnya rata-rata generasi muda saat ini, secara jujur saya pun menyadari bahwa diri saya pun memiliki kecenderungan untuk hanya ingin merasakan nikmat dan enaknya saja tanpa terlalu mau merasakan keras dan susahnya perjuangan mencapai segala kenikmatan tersebut. Saya sungguh menyadari hal tersebut. Namun seiring berjalannya waktu dan perenungan demi perenungan yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, akhirnya saya juga mulai menyadari kembali bahwa saya tidak dapat hanya mau merasakan nikmatnya saja tanpa merasakan prosesnya menuju kenikmatan tersebut. Perlahan tetapi pasti saya pun berupaya mengarahkan diri dan pikiran ini untuk kembali berupaya menikmati setiap proses perjuangan menuju sukses terbesar dan terindah yang selalu saya impikan.

Wednesday, 13 November 2013

Berjuang

Berjuang, walaupun tanpa dukungan, tetap melangkah walaupun sendiri.
Melangkah mewujudkan impian pribadi, visi terindah untuk diri sendiri.
Kadang berat, kadang sedih, kadang melelahkan dan membuat frustasi, namun semua itu demi sebuah mimpi.
Mimpi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sukses, lebih sehat, lebih makmur, dan lebih berarti.
Pribadi yang tetap dan terus bertumbuh setiap hari.
Setiap hari, walaupun hati ini sering merasa berat, namun pikiran dan hati coba mengingat betapa berartinya sang mimpi.
Sang mimpi selalu menemani dengan setia dan menanti untuk diwujudkan dalam bentuk yang indah tiada terperi.
Meskipun sendiri dalam melangkah, namun di dalam lubuk hati dan pikiran bawah sadar, diri ini selalu mencoba mengingat dan menyadari bahwa ada mentor-mentor baik hati yang tiada lelah menemani dan menginspirasi.
Mentor-mentor yang senantiasa menemani dan menginspirasi untuk meraih prestasi tertinggi dalam hidup ini.
Mentor-mentor yang selalu mengompori dan memberi bukti bahwa setiap mimpi dapat menjadi.
Setiap mimpi dapat menjadi sesuatu yang indah di akhir setiap perjuangan nanti.

KumpulBlogger