Saturday, 23 January 2010

BELAJAR LEBIH MURAH HATI !

Tulisan ini juga merupakan salah satu tulisan yang dapat dijumpai di blogku yang lain dengan alamat peterblogs.blog.friendster.com. Bagi yang mungkin sudah pernah membaca tulisan ini di blogk di friendster dan masih tertarik untuk membacanya, dapat membaca ulang atau mungkin meninggalkan saran atau kritik atas isi tulisan maupun pilihan kata yang digunakan dalam tulisan. Terima kasih dan selamat membaca ^_^

Judul tulisan ini adalah perintah bagi diriku sendiri. Aku masih harus banyak menggugah perasaanku sendiri. Perasaan murah hati kepada orang lain. Perasaan untuk mau membagi kasih dan membagi beberapa hal lain yang dapat kubagi.

Pelajaran mengenai murah hati ini justru aku dapatkan ketika aku sudah menjadi seorang pemimpin. Suatu pelajaran yang tidak akan pernah aku sadari sebelumnya jika aku tidak menjadi seorang pemimpin. Aku menemukan banyak pelajaran-pelajaran baru yang tidak pernah aku “dengar” sebelumnya ketika aku sudah menjadi seorang pemimpin. Aku banyak belajar akan arti kelemahlembutan, cinta kasih, memberi lebih dari yang diminta, kerendahan hati, keberanian, tanggung jawab, semangat yang tidak pernah padam.

Aku benar-benar masih terus ditempa agar dapat menjadi seorang individu dan seorang pemimpin yang lebih baik. Aku bangga aku boleh merasakan kesempatan menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang masih terus dibentuk oleh para pemimpin-pemimpin lainnya. Aku bangga boleh bertemu orang-orang yang cukup murah hati untuk membagi semua hal yang telah mereka pelajari dalam hidupnya kepadaku. Aku bangga boleh mengenal mereka baik secara langsung maupun tidak langsung.

Aku juga ingin berterima kasih kepada mereka yang mengajariku cukup banyak hal, sehingga aku dapat menjadi aku yang sekarang. Aku juga sedang berusaha mengingat-ingat kembali semua pelajaran terbaik yang pernah aku terima dalam hidup dari orang-orang disekitarku. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih kepada orang-orang tersebut satu-persatu. Tapi aku akan berdoa kepada Tuhan untuk mereka semua yang telah memberiku pelajaran terbaik dalam hidup. Aku akan berdoa agar semua yang telah mereka ajarkan kepadaku dan juga kepada orang-orang lain tidak sia-sia. Aku benar-benar bersyukur.

Kini, setelah mendapatkan banyak pelajaran berharga dan telah menerapkan beberapa dari pelajaran tersebut, saatnya bagiku untuk membagikan hal yang sama kepada orang-orang lain. Khususnya kepada orang-orang yang aku pimpin. Aku harus sangat bermurah hati untuk membagikan semua pelajaran yang telah aku terima dalam hidup. Aku berharap semua pelajaran yang akan aku berikan juga dapat mengubah orang-orang yang aku pimpin menjadi lebih baik dan bahkan jauh melebihiku. Semoga keinginanku ini dapat terwujud. Semoga !

Friday, 22 January 2010

KEMBALI MENJADI ORANG RAJIN

Sesudah sekitar tiga semester terakhir agak bersantai-santai dan bermalas-malasan, cukup sulit rasanya untuk segera kembali menjadi orang yang rajin. Aku sudah berusaha dengan cukup keras dengan beberapa cara namun masih belum 100 persen berhasil menjadikan diriku sangat rajin seperti dulu. Beberapa waktu aku berhasil menjadi seorang pribadi yang tertib, disiplin, dan rajin, tetapi beberapa waktu juga aku kembali menjadi malas-malasan.

Sungguh aku merasakan perjuangan untuk naik kembali ke top performanceku cukup sulit. Masih banyak jalan-jalan terjal yang harus dilalui. Masih banyak godaan-godaan yang harus dikalahkan. Masih banyak dan banyak lagi penertiban-penertiban yang harus aku lakukan. Masih terlalu banyak ketidakdisiplinan yang harus dipatahkan dan masih banyak pula hal-hal tidak penting yang harus disisihkan terlebih dahulu. Masih sangat banyak prioritas-prioritas baru yang harus disusun dan prioritas-prioritas lama yang harus disesuaikan ulang. Ya memang naik ke puncak itu tidak mudah, namun ketika berada di puncak ujian juga tidak kalah beratnya dan bahkan bisa dibilang lebih berat. Kita akan diuji kesungguhan hati kita dan juga daya tahan kita menghadapi setiap persoalan. Merangkak kembali naik ke puncak dan berharap dapat segera berjalan untuk kemudian berlari. Ganbate !

SEE HER IN MY DREAM

Tulisan ini sebenarnya sudah aku buat sejak awal bulan Desember 2009. Tulisan ini juga sudah aku upload di blogku yang lain di alamat peterblogs.blog.friendster.com. Namun dengan sedikit dorongan untuk berbagi tentang diriku dengan lebih banyak orang, maka aku memutuskan untuk memposting kembali tulisan ini disini. Selamat membaca ! (This article has been wrote since the early days of December 2009. This article has also uploaded at my another blog at peterblogs.blog.friendster.com. But with a little bit of desire to share a part of my life with more people, so I decided to post it once more here. Lets read !)

I’m not the romantic one, but don’t know why, for the last two days, I always see her in my dream. Maybe because I always think her for the last two days. I’ve try to forget her from my mind and try to throw her away from my heart, but accidently, she come again on my mind and my heart.

I see her in my dream, may because, we meet frequently in the last month. We talk frequently. She is the first woman that can make me turn my focus on job to her. Try to give her attention, try to give her everything I have that I never give it to the others.

I’ve try to find another woman to fill in my heart, but nowadays, she comeback in my heart and my mind. I’ve succeed to forget her a while, I do a lot of jobs and try to turn my focus back on everything I love to do. But she still back in my mind and my heart. Once again, I’m not the romantic one, but for her, I look so romantic.

I almost give up to get her at my side, but NOW, my spirit is fired up again. I will try again to get her attention to me. I believe I can make her at my side one day in the future. I’ll do my best to get her attention and her love. I’ll make sure that she will not alone to face her trouble, I’ll try be at her side whenever she need me to be at her side.

I don’t know, whether I’ll love her forever or just for now. But I’ll try to love forever. Always try to find something interest at her. Will always try to find something special at her face, attitude, and her personality. Yes, I’ll try to love her forever. Yes, I can !!!!

Wednesday, 20 January 2010

KAPAN AKU BERPIKIR ?

Sekarang saatnya aku bercerita sedikit mengenai kapan aku biasanya berpikir. Awalnya aku juga tidak sadar, kapan sih biasanya aku berpikir. Namun akhir-akhir ini aku mulai memahami kapan saja aku berpikir. Sebuah kesadaran yang unik sekaligus berharga.

Ternyata dari hasil pemahaman terhadap diri sendiri selama beberapa waktu terakhir, aku mulai menemukan jawaban atas pertanyaan besar ini. Aku menyadari ternyata hampir setiap saat aku berpikir. Ketika menjelang tidur, aku berpikir. Ketika tidur pun, terkadang aku masih berpikir, hal ini pula yang membuat aku masih bisa ingat sebagian mimpiku dan bahkan kadang seolah-olah aku benar-benar melakukan aktivitas nyata dalam mimpiku itu. Ketika bangun tidur terkadang secara otomatis aku langsung berpikir. Saat mandi, sambil mengisi waktu luang ketika mandi berpikir dan berimajinasi, hal itu terkadang memunculkan cukup banyak ide-ide baru dalam benakku. Ketika menonton televisi pun, aku juga berpikir. Jadi bisa dikata hampir pada semua waktuku dalam satu hari aku habiskan untuk berpikir dan menjelajahi dunia lewat pikiranku.

Ketika tulisan ini dibuat disela-sela kegiatan membaca Laskar Pelangi dan chat dengan seorang teman, aku menyadari satu hal berharga. Aku menyadari bahwa Tuhan telah tanamkan suatu bakat yang sangat luar biasa dalam diriku. Sebuah bakat yang aku temukan istilahnya dari novel Laskar Pelangi, yaitu genius alami, genius sejak dari kecil kalau tidak mau dibilang terlalu ekstrim genius sejak dari lahir. Setelah aku ingat-ingat sejak dari SD aku selalu belajar hal-hal yang sangat jarang dipelajari teman-temanku yang lain. Aku membaca beberapa buku yang mungkin bagi beberapa orang cukup luar biasa. Sejarah dan IPA adalah jenis bacaan kegemaranku dan bahkan aku menjadikannya sebagai makanan sehari-hari.

Aku masih benar-benar ingat, dulu waktu sekolah aku selalu membawa dua tas. Satu tas untuk menampung semua buku-buku pelajaran dan satu lagi untuk menampung semua buku-buku yang aku pinjam dari perpustakaan sekolah. Aku mendapat hak istimewa untuk meminjam buku jauh lebih banyak dari jumlah yang seharusnya diperbolehkan oleh peraturan. Bahkan terkadang aku bertindak seolah-olah sebagai “juru kunci” perpustakaan sekolah. Hal ini karena terkadang ada temanku yang bertanya mengenai buku-buku yang bagus untuk dibaca. Dengan segera aku sebutkan judul-judul buku yang menurutku bagus untuk dibaca.

Kini, aku sadar bahwa Tuhan telah tanamkan suatu kemampuan yang sangat luar biasa dalam diriku. Sebuah kemampuan yang belum sempat aku maksimalkan sampai sekarang penggunaannya. Namun aku bersyukur aku telah diberi anugerah untuk memiliki kemampuan yang mempesona tersebut. Aku bersyukur padamu Tuhan atas semua anugerah terindah yang pernah kumiliki ini. Dan akupun berjanji pada diriku sendiri untuk memaksimalkan terus seluruh talenta yang sudah Dia tanam dalam diriku. Seluruh talenta yang begitu luar biasa.

Kini aku juga sadar bahwa sebenarnya aku merupakan salah seorang pemikir sejati. Termasuk jenis orang-orang yang tidak pernah puas dan selalu ingin mencari cara-cara lebih luar biasa untuk mengerjakan sesuatu. Otakku selalu dipenuhi oleh pikiran-pikiran untuk menciptakan sesuatu. Aku bahagia, bangga, sekaligus bersyukur atas semua anugerah tersebut. Thanks Lord !

Tuesday, 7 April 2009

WAKTU

Waktu terkadang berjalan begitu lambat, tetapi terkadang berjalan terlalu cepat. Itulah ketidakpastian waktu. Namun dari ketidakpastian yang dimiliki oleh waktu, ada satu hal yang tetap pasti yaitu bahwa waktu akan tetap terus berjalan tanpa pernah berhenti dan berjalannya waktu adalah kedepan bukan ke belakang.

Waktu merupakan sumber daya paling luar biasa yang pernah kita terima dalam hidup. Oleh karena itu sudah seharusnya kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menciptakan hal-hal baik dalam hidup kita. Sudah sewajarnya pula kita memanfaatkan waktu ini untuk mencetak prestasi paling gemerlap dalam hidup. Hidup ini hanya berjalan sekali dan jalannya adalah kedepan tanpa pernah bisa mundur kebelakang. Seringkali kita menjumpai orang-orang menyesal dalam hidupnya, karena dia menyadari bahwa waktu yang ada dalam hidupnya sudah terbuang dengan sia-sia. Waktu tersebut terbuang karena dia tidak menggunakannya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Waktu yang ada bukanlah berarti uang, bukan pula berarti harta atau apapun yang lain. Waktu hanya berarti waktu. Waktu itu bersifat netral, dia hanya berjalan tanpa mengenal apapun atau siapapun. Karena sifat netralnya tersebut, waktu dapat membantu seseorang untuk berhasil demikian juga sebaliknya waktu dapat menyebabkan seseorang gagal. Waktu akan membantu orang-orang untuk berhasil, jika selama berjalannya waktu orang-orang tersebut memanfaatkan secara maksimal untuk mengejar atau meraih impian. Waktu akan menyebabkan seseorang gagal, jika selama berjalannya waktu orang tersebut hanya membiarkannya berjalan tanpa pernah mencoba untuk mengisinya dengan sesuatu yang berguna, sesuatu yang akan membuat pribadinya menjadi lebih baik. Intinya, seandainya waktu itu dapat berbicara, dia akan mengatakan pada kita:gunakanlah diriku sebaik mungkin untuk menghasilkan sebaik mungkin kehidupan yang kamu ingini, kemudian setelah kamu berhasil menggapai kehidupan yang kamu ingini, gunakanlah diriku untuk membantu orang lain mencapai yang mereka inginkan.

Demikianlah renungan singkat mengenai sumber daya yang sangat berharga ini. Semoga dengan renungan ini, kita semua tersadar untuk mau mendayagunakan waktu guna meraih hasil-hasil terbaik yang kita inginkan dalam hidup. Selamat memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan selamat meraih semua yang kalian inginkan.

Sunday, 29 March 2009

PEMIMPIN YANG TERUS BELAJAR

Malam ini saya tergerak untuk menuliskan konsep yang telah saya pelajari dari sebuah buku berjudul: The 21 Irrefutable Laws of Leadership (21 hukum kepemimpinan sejati) karya John C. Maxwell. Buku ini saya peroleh dari meminjamnya dari salah seorang teman. Sebenarnya buku ini sudah selesai saya baca sejak sekitar 2 bulan yang lalu.

Buku karangan Maxwell ini benar-benar mengajariku banyak hal tentang kepemimpinan. Satu pelajaran yang sangat penting untuk diingat adalah bahwa seorang pemimpin itu harus terus belajar. Setiap hari seorang pemimpin harus menjadi lebih baik dari hari kemarin. Seorang pemimpin harus terus belajar dan memperbaiki diri sendiri setiap saat.

Dalam buku tersebut diberikan suatu kisah ilustrasi tentang kehidupan Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt. Roosevelt, seperti diceritakan dalam buku itu adalah seorang pemimpin yang menerapkan hukum proses dalam hidupnya. Roosevelt setia memproses hidupnya dan tidak mengijinkan apapun menghalangi langkahnya untuk terus maju dalam kehidupan. Kalimat berikut merupakan kutipan dari Roosevelt yang menyatakan tentang hukum proses: “bukannya kritikus yang penting, bukannya orang yang menunjukkan bagaimana orang kuat itu tersandung, atau di mana pelaku itu dapat melakukannya dengan lebih baik. Kreditnya adalah kepunyaan orang yang benar-benar dalam arena, yang wajahnya memar, penuh keringat serta darah, yang berjuang dengan berani, yang berulang-ulang membuat kekeliruan, yang mengenal antusiasme serta berdedikasi dalam mengejar tujuan yang layak; yang dengan kemungkinan terbaik akhirnya meraih kemenangan; dan yang, dengan kemungkinan terburuk, jika gagal, setidaknya gagal setelah mencoba dengan berani, sehingga tempatnya takkan pernah bersamaan dengan jiwa-jiwa dingin serta pengecut yang tidak mengenal kemenangan maupun kekalahan.”

Dari kalimat kutipan Roosevelt tersebut dapat diambil kesimpulan, ketika kamu ingin mencoba sesuatu, cobalah, jangan pernah takut gagal. Ketika kamu harus gagal, hadapilah kegagalan itu dengan penuh keberanian, sebab kamu boleh bangga karena kamu telah berani mencoba meskipun gagal. Secara tidak langsung melalui ucapannya tersebut, Roosevelt, ingin mengatakan, “cobalah, gagallah, dan teruslah belajar, sampai suatu saat kamu menjadi pemenang.” Dalam buku 21 hukum kepemimpinan sejati, dikatakan pula bahwa Presiden Roosevelt merupakan orang yang memiliki kelemahan secara fisik pada masa kecilnya. Sampai ayahnya pernah berkata, “kamu punya otak, tapi tubuhmu payah, dan tanpa tubuh yang kuat, otakmu takkan mencapai potensi maksimalnya. Jadi kamu harus menguatkan tubuhmu.” Mendengar omongan seperti itu tidak membuat Roosevelt patah semangat, justru dia berhasil membuktikan bahwa dia dapat membuat tubuhnya jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.

Sepanjang sisa kehidupannya sejak mendengar kata-kata dari ayahnya, Roosevelt senantiasa memproses dirinya sendiri. Setiap hari dia melatih tubuh dan otaknya, dan ia terus melakukannya seumur hidup. Ia berolahraga setiap hari dengan barbel, mendaki gunung, main ice-skating, berburu, mendayung, berkuda, dan bertinju. Akibat dari kegiatan olahraga yang dilakukannya tubuh Roosevelt menjadi lebih kuat dari hari ke hari. Sejak saat itu pula, Roosevelt menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara otak, tapi juga tubuh.

Bagi kita orang-orang yang sedang ingin belajar menjadi pemimpin yang lebih baik, ada baiknya kita meniru yang dilakukan oleh Roosevelt. Sebaiknya kita senantiasa memproses diri kita sendiri melalui belajar terus-menerus tentang bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yang baik. Belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang dapat menginspirasi orang lain, pemimpin yang lebih efektif, dan pemimpin yang penuh vitalitas serta gairah kepemimpinan yang tinggi. Jika kita sebagai pribadi benar-benar ingin menjadi seorang pemimpin yang handal, sekaranglah saatnya untuk memproses diri kita. Jangan pernah menunggu dan menunda kesempatan untuk memproses diri, sebab pemimpin yang luar biasa itu tidak lahir dalam semalam. Pemimpin yang luar biasa terus berkembang dari hari ke hari. Jadi bersiaplah dari sekarang, jangan sampai ketika waktunya tiba atau ketika waktunya sudah dekat kita baru bersiap-siap. Ketika tiba saatnya bagi kita untuk pemimpin, saat itu juga harus sudah siap. Kesempatan atau momentum yang ada belum tentu datang untuk yang kedua kalinya. Selamat berproses menjadi pemimpin yang lebih baik !

MEMPERTAHANKAN SEMANGAT

Kita semua pasti sadar bahwa semangat itu sangat dibutuhkan dalam melakukan segala sesuatu dalam hidup ini. Tanpa semangat hidup yang kita jalani tidaklah tampak seperti hidup. Kita memang hidup, namun hidup yang kita hidupi tidak menampakkan adanya tanda-tanda kehidupan. Tanpa semangat kita akan tampak lemah lesu dan tidak punya harapan dalam menjalani hidup ini.

Atas dasar pentingnya semangat dalam setiap langkah hidup kita, saya yakin sebagian besar dan bahkan mungkin semua dari kita mencoba selalu bersemangat dalam segala hal. Saya yakin setiap hari kita semua selalu mengatakan pada diri kita sendiri untuk tetap bersemangat. Namun meskipun setiap hari kita sudah selalu mengingatkan pada diri sendiri untuk tetap bersemangat, tetap saja adakalanya pada masa-masa tertentu kita seperti kehilangan semangat. Hal ini saya sadari selama beberapa bulan terakhir. Saya sadar bahwa jika kita sudah berhasil menyemangati diri sendiri, maka tantangan berikutnya bagi diri kita adalah mempertahankan semangat yang telah ada.

Tantangan ini memang tampak berat, tapi tetap harus dihadapi. Ada banyak hal yang dapat membuat diri kita kehilangan semangat atau gairah, antara lain masalah yang terus-menerus mendera kehidupan kita, pengaruh dari lingkungan sekitar kita yang berusaha untuk menghancurkan semangat kita yang berapi-api, kecapekan yang kita dialami oleh fisik kita, hilangnya fokus hidup, dan tidak adanya tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan. Hal-hal tersebut kita sadari atau tidak, akan menggeroti semangat kita sedikit demi sedikit setiap hari. Semakin hari, jika kita tidak segera menyadari bahwa semangat hidup sedang digerogoti oleh hal-hal tersebut, maka tiba-tiba saja kita sadar bahwa ternyata semangat hidup sudah habis. Tiba-tiba saja kita sadar bahwa kita sedang hidup tanpa gairah menjalani hidup itu sendiri sehingga kita tidak tampak seperti orang yang tidak sedang hidup.

Akibat hilangnya semangat, kita menjalani setiap hari-hari dalam kehidupan kita dengan lemah lesu serta dengan wajah yang kusut. Setiap hari yang kita jalani kita anggap sebagai hari yang buruk dan tidak menyenangkan. Setiap hari yang kita harapkan untuk segera berakhir tanpa terlalu banyak meninggalkan jejak. Kita jalani hari-hari dalam kehidupan dengan biasa-biasa saja tanpa ada sesuatu yang istimewa yang kita rasakan.

Jika hal-hal seperti diatas mulai muncul dalam kehidupan kita, itu berarti saatnya bagi kita untuk segera sadar dan berbalik arah. Saatnya bagi kita untuk kembali sadar dan berusaha untuk menumbuhkan kembali semangat hidup kita sedikit demi sedikit. Saatnya bagi kita untuk mencoba belajar menikmati hidup kita lebih lagi serta mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Kita berharap melalui upaya-upaya yang kita lakukan tersebut, kita dapat memiliki kembali gairah atau semangat hidup yang membara. Suatu semangat yang akan selalu kita perbarui setiap hari. Suatu semangat yang akan semakin kuat dari hari ke hari karena kita terus berusaha memompanya. Suatu yang semangat tidak akan pernah habis. Tantangan kita kedepannya adalah memiliki semangat yang seperti itu, semangat yang tidak pernah habis. Tantangan itu memang tampak tidak mudah, namun kita harus selalu berusaha menghadapinya dengan gagah berani. Selamat berjuang mempertahankan semangat hidup kita. Sukses !

Monday, 23 March 2009

Giving My Best

Judul tulisan ini terinspirasi dari salah satu grup musik rohani, Giving My Best (GMB). Kata-kata tersebut muncul dalam benakku akhir-akhir ini. Saat ini aku semakin sadar akan kehidupanku sendiri. Sebelumnya aku sering bertanya, “mengapa aku tidak dapat sukses luar biasa ?”. Ternyata setelah merenungkannya selama beberapa waktu muncul juga jawabannya. Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah karena aku belum memberikan yang terbaik (giving my best) yang ada pada diriku.

Renungan akan masalah memberi yang terbaik ini benar-benar mengisi pikiranku selama beberapa waktu terakhir. Aku sebagai pribadi selalu sadar bahwa aku belum mengeluarkan semua kemampuan atau karunia terbaik yang sudah kupunyai dan telah diberikan oleh Tuhan untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik. Jika aku melihat kemampuanku, seharusnya aku sadar bahwa aku layak menjadi bagian dari orang-orang kelas satu. Namun karena satu kesalahan yaitu belum memberikan yang terbaik, aku masih menjadi calon dari orang-orang kelas satu.

Aku tetap bersyukur meskipun sekarang aku masih belum menjadi orang kelas satu, sebab dengan begitu aku masih punya suatu tujuan atau target yang harus diraih, yaitu menjadikan diriku sebagai bagian dari orang-orang kelas satu. Orang-orang kelas satu adalah orang-orang yang sudah memberikan yang terbaik dalam hidupnya dan kemudian akhirnya menikmati hasil jerih payah atas apa yang telah dikeluarkannya. Orang-orang kelas satu merupakan orang-orang dengan kehidupan kelas satu, kualitas kerja kelas satu, dan tanggung jawab kelas satu.

Menjadi bagian dari orang kelas satu sebenarnya berbicara mengenai pengorbanan. Pengorbanan kelas satu atau pengorbanan yang terbaik akan menjadikan diri kita sebagai bagian dari orang-orang kelas satu. Berbicara mengenai pengorbanan kelas satu, teringat pula akan suatu ayat dalam firman Tuhan yang berkata, “engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.”. Kalimat firman Tuhan tersebut selayaknya menyadarkan diri kita agar diri kita senantiasa setia dalam perkara-perkara kecil, sebelum akhirnya nanti kita akan diberi tanggung jawab menangani perkara yang lebih besar. Tanggung jawab yang lebih besar berarti hasil dan kebahagiaan hidup yang lebih besar pula.

Aku sekarang dapat menduduki posisi sebagai ketua Pekan Kampus 2009 yang mana merupakan salah satu posisi yang kuidam-idamkan sejak lama sebab pada Pekan Kampus sebelumnya aku selalu setia untuk memberikan semua yang terbaik yang aku punya. Aku baru benar-benar menyadari keuntungan dari memberikan yang terbaik atau bahkan melebihi yang diminta untuk aku berikan. Ternyata ketika kita memberikan lebih banyak, maka akan menghasilkan hasil yang lebih banyak pula dalam hidup kita.

Mengingat kembali semua pengorbanan dulu, kini saatnya aku (dan tentu saja kalian semua) bangkit kembali untuk memberikan semua yang terbaik melebihi apa yang diharapkan untuk kita berikan. Harapannya melalui memberikan lebih banyak daripada yang diminta, akan membuat kita nantinya diberi tanggung jawab yang lebih besar atau kedudukan yang lebih tinggi. Nasehat agar diriku memberikan yang terbaik seperti dulu akhirnya telah tiba juga. Hal ini aku sadari setelah membaca beberapa buku motivasi dan setelah menemukan penggalan ayat firman Tuhan diatas. Aku akhirnya mendapat teguran untuk mengembalikan diriku sendiri pada standar terbaik yang pernah aku buat dan terapkan sebelumnya. Suatu standar yang telah membimbingku untuk melakukan segala sesuatu dengan semangat untuk memberi yang terbaik.

Sekarang saatnya kembali ke standar tersebut, dengan harapan aku dapat menjadi pribadi yang memperoleh hasil-hasil yang lebih luar biasa lagi dalam hidup. Aku juga ingin dengan kembalinya diriku pada standar terbaik, aku dapat memberi contoh pada orang-orang disekelilingku untuk juga bersedia memberikan yang terbaik bagi setiap impian yang ingin mereka raih. Waktu-waktu ini adalah waktu-waktu yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin guna meraih hasil-hasil terbaik dan paling luar biasa dalam hidup. Waktu-waktu ini juga harus kita manfaatkan untuk kembali mendisiplinkan diri kita, sebab disiplin adalah salah satu kunci kesuksesan dalam segala hal. Akhir kata sebagai penutup tulisan ini, selamat memberikan yang terbaik (Giving Our Best) dan tetap disiplin selalu dalam hidup. Selamat menikmati sukses yang luar biasa.

KumpulBlogger