Beberapa tahun lalu, saya masih ingat dengan jelas buku karya Dan Brown ini mampu membuat heboh cukup banyak pihak, khususnya pihak gereja Katolik. Isi buku yang sedikit kontroversial menurut sebagian orang dikhawatirkan dapat membuat iman orang-orang Kristiani goyah, sebab buku tersebut menceritakan beberapa hal yang memang bertentangan dengan kitab suci. Kala itu, saya tidak begitu penasaran dan memang tidak tertarik untuk membaca buku kontroversial ini. Namun, beberapa minggu lalu, saya akhirnya memutuskan untuk mencari tahu mengapa buku tersebut mampu menimbulkan kontroversi dan berita yang begitu heboh di kalangan para pemuka agama Kristiani. Saya sendiri adalah pemeluk Kristiani dan saya percaya bahwa isi kitab suci agama saya adalah benar adanya, tidak seperti apa yang diceritakan dalam buku The Da Vinci Code. Namun tulisan saya kali ini tidak akan membahas pertentangan antara apa yang disampaikan oleh kitab suci dengan apa isi buku tersebut, saya membahas segi lain dari isi buku ini yang sanggup menarik perhatian saya untuk tetap bertahan dan menyelesaikan membacanya.
Sunday, 19 June 2011
Friday, 17 June 2011
Mengajar Komputer, Menarik Juga !
Saya tidak pernah terpikir atau bermimpi sekalipun bahwa saya akan mengajar komputer dan akhirnya memutuskan hal tersebut sebagai salah satu profesi yang saya jalani saat ini. Saya sendiri tidak begitu mengerti bagaimana hal tersebut bermula, namun sejauh yang saya ingat, saya pernah berkata kepada salah seorang kawan bahwa jika andai saya harus mengajar, maka saya akan lebih menyukai mengajar komputer. Saya memilih mengajar komputer karena saya berpikir bahwa dengan mengajar komputer, saya mau atau tidak akan dipaksa untuk tetap belajar hal-hal baru yang berhubungan dengan komputer. Selain itu, saya juga berpikir bahwa dengan mengajar komputer saya dapat berbagi apa yang saya ketahui dengan orang-orang lain yang belum tahu dan masih ingin tahu.
Sampai saat ini (saat tulisan ini dibuat) saya sudah hampir dua tahun mengajar, meskipun murid yang saya ajar juga belum terlalu banyak, sebab diawal menjalaninya saya kurang fokus dan tidak benar-benar serius menyisihkan waktu untuk menjalani profesi tersebut.
Thursday, 16 June 2011
Apa Saja yang Dapat Dilakukan Saat Online ?
Kita semua tahu bahwa Internet saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi sebagian besar manusia di bumi ini. Dapat dipastikan, setiap hari kita selalu terhubung ke Internet untuk beragam tujuan, baik sekedar browsing informasi, berkunjung ke situs social network, bermain game online, mengirim email, download file, dan sebagainya. Namun apakah hanya itu saja yang dapat kita lakukan saat online ? Ternyata tidak, masih terdapat banyak aktivitas lain yang dapat kita lakukan saat online.
Akhir-akhir ini, seperti mungkin sudah sebagian besar kita tahu, perusahaan maupun pengusaha mulai merambah dunia online. Perusahaan maupun pengusaha mulai memanfaatkan Internet sebagai salah satu media untuk memperbesar usahanya, baik hanya sekedar upaya untuk berhubungan dengan calon customer dan customer, pemasaran online, hingga benar-benar menciptakan produk yang hanya dapat diakses melalui Internet. Fenomena ini terus bertumbuh dan bertumbuh dengan semakin banyaknya perusahaan dan pengusaha yang mulai gencar menyerbu Internet untuk memperluas pasar serta memperoleh pelanggan yang lebih banyak. Fenomena tersebut juga telah menumbuhkan sejumlah peluang usaha baru, seperti situs iklan online, konsultan pemasaran online, situs pembayaran online, dan sebagainya. Intinya sekarang banyak aktivitas yang mulai dilakukan secara online.
Monday, 13 June 2011
Menghormati Tradisi, Tetapi Tidak Harus Selalu Hidup Sesuai Tradisi
Selama beberapa tahun terakhir ini, saya sering sekali menghadiri pesta pernikahan, baik pesta pernikahan keluarga maupun rekan dari orang tua saya dan juga rekan saya sendiri. Dari beberapa kali menghadiri pesta pernikahan tersebut, saya menyaksikan bahwa tradisi sangat berperan sekali dalam setiap pesta pernikahan yang saya hadiri. Saya menyaksikan apa yang saya sebut rutinitas sebuah pesta pernikahan, yang sebagian besar dipengaruhi oleh tradisi.
Saya banyak menyaksikan bahwa sebagian besar pesta pernikahan tersebut sangat dipengaruhi oleh tradisi yang dianut oleh keluarga dari kedua mempelai, meskipun saya juga pernah menemukan beberapa hal yang unik dari beberapa pesta pernikahan yang saya hadiri. Namun tetaplah sebagian besar acara dalam suatu pesta pernikahan sama antara satu pernikahan dengan pernikahan yang lain. Sekali lagi saya tegaskan, saya menghargai dan menghormati tradisi, namun saya juga telah belajar sejak awal saya masuk kuliah bahwa saya tidak harus selamanya hidup sesuai tradisi. Kita dapat tetap menghargai dan menghormati tradisi yang dianut oleh para pendahulu kita, namun kita juga dapat memilih untuk membuat sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda dibandingkan sebelumnya.
Saturday, 11 June 2011
S.EX
Peringatan: harap dibaca terlebih dahulu dengan seksama, untuk kemudian dicermati, setelah itu dapat memberi komentar !
Kali ini saya menulis dengan topik sedikit berbeda, bahkan mungkin sangat berbeda dibandingkan topik-topik yang biasa saya tulis. Selamat menikmati dan harap perhatikan juga peringatan diatas.
Saya secara mendadak terpikirkan mengenai gagasan untuk menulis sebuah topik yang sedikit berbeda ini saat sedang membaca artikel mengenai salah satu teori dalam ilmu komputer. Inspirasi tersebut melintas secepat kilat ke dalam benar saya dan setelah merenung sebentar, secepat kilat pula saya segera menuliskannya sebelum gagasan yang meloncat masuk ke dalam pikiran saya meloncat keluar.
Kadang, Bekerja Keras Adalah Satu-Satunya Solusi
Selama beberapa waktu terakhir (sekitar dua tahun terakhir), saya mendengar cukup banyak orang mendengungkan istilah ‘bekerja cerdas, bukan bekerja keras’. Saya sampai sekarang belum sepenuhnya mengerti bekerja cerdas itu seperti apa dan masih terus berupaya memahaminya, baik dari mendengarkan ucapan orang lain, membaca artikel atau buku, dan menalar menggunakan pemikiran saya sendiri. Jika pemahaman yang saya peroleh sejauh ini mengenai bekerja cerdas tepat adanya, saya setuju dengan konsep tersebut. Konsep tersebut mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak selamanya harus bekerja keras, tetapi kita dapat bekerja dengan cerdas dengan cara mengetahui hal-hal apa sajakah yang perlu dikerjakan dan apa saja yang tidak perlu.
Berdasarkan pemahaman mengenai bekerja cerdas yang saya sebutkan diatas, saya sangat sepakat dengan gagasan tersebut. Namun setelah dalam waktu yang cukup lama pula bergelut dengan istilah ‘bekerja cerdas’, akhirnya saya menyadari bagaimanapun kita tetap perlu bekerja keras untuk meraih impian atau apapun yang ingin kita raih. Dari kesadaran saya tersebut, akhirnya saya mengubah sedikit istilah ‘bekerja cerdas’ menjadi ‘bekerja keras dengan cerdas’. Istilah saya tersebut berupaya menjelaskan bahwa kita tetaplah perlu bekerja keras untuk meraih atau mewujudkan apapun yang ingin kita wujudkan, tetapi kita tidak harus bekerja keras pada semua bidang atau semua hal. Kita dapat bekerja sama dengan orang-orang terbaik lain untuk menghasilkan kualitas pekerjaan yang luar biasa. Dengan kata lain, kita bekerja keras pada bidang-bidang yang kita bisa dan orang lain bekerja keras pada bidang-bidang yang mereka bisa.
Friday, 10 June 2011
Pensiun Kaya Raya pada Usia 30-an
Setiap kita, manusia yang tinggal di dunia ini, pastilah bekerja bahkan sejak dari kita kecil. Waktu kecil, kita bekerja untuk dapat membaca, dapat berjalan, dapat berlari, dapat mengendarai sepeda, dapat mengendarai sepeda motor, dapat mengendarai mobil, dapat menulis, memiliki pengetahuan, dan sebagainya. Intinya kita selalu bekerja dalam berbagai bentuk.
Namun, pernahkah kita berpikir pada usia berapakah kita akan pensiun atau ingin pensiun ? Akhir-akhir ini pemikiran mengenai pensiun sedini mungkin mengisi sebagian ruang dalam otak saya. Saya sempat membaca beberapa buku terkait pensiun, rencana keuangan, serta hal-hal terkait lain untuk menopang impian saya untuk pensiun sedini mungkin. Setelah membaca sejumlah buku, akhirnya saya tetapkan untuk dapat pensiun pada usia 30-an.
Pensiun yang saya maksud disini bukanlah tidak bekerja sama sekali, tetapi suatu situasi atau keadaan dimana saya memiliki hak untuk bekerja atau tidak, namun saya tetap hidup berkecukupan dalam jangka waktu yang lama. Pensiun yang maksudkan disini adalah saya tetap dapat hidup tanpa kewajiban untuk bekerja. Guna menopang rencana saya tersebut, saya mulai dan akan terus mencari cara-cara yang dapat membantu saya untuk mewujudkan impian tersebut. Saya akan terus mencari dan kemudian mempraktekkan sebanyak mungkin cara yang dapat mewujudkan impian saya untuk pensiun pada usia 30-an.
24 dari 100: Daftar Buku yang sudah Saya Baca Tahun Ini
Saya sangat suka sekali membaca, bahkan sejak saya masih sangat belia. Guna semakin meningkatkan kemampuan saya serta untuk menantang diri saya sendiri untuk menjadi lebih hebat serta sebagai bagian dari target besar saya untuk membaca 20.000 judul buku sebelum saya meninggal, maka tahun ini saya menargetkan untuk dapat merampungkan membaca 100 judul buku. Sampai saat tulisan ini dibuat, saya telah menuntaskan membaca 24 judul buku dan masih ada 11 judul buku yang sudah saya baca namun belum terselesaikan. Sebagai bukti bahwa saya benar-benar telah menuntaskan membaca 24 judul buku, berikut ini saya sebutkan judul buku yang sudah selesai saya baca serta nama penulisnya:
1. Sikap 101 – John C. Maxwell.
2. The Science of Success – James Arthur Ray.
3. Pixar – Ni Ketut Susrini.
4. Your Internet Cash Machine – Joe Vitale dan Jillian Coleman Wheeler.
5. The 7 Habits of Highly Effective People – Stephen R. Covey.
6. Communication @ Work – Indayati Oetomo.
7. Youtube A Success Story – Yudhi Herwibowo.
Subscribe to:
Posts (Atom)