Wednesday, 3 February 2010

KERENDAHAN HATI

Secara tiba-tiba semalam aku terpikir mengenai kerendahan hati atau rendah hati dalam bentuk singkatnya. Aku tiba-tiba saja diingatkan bahwa sehebat apapun aku, sekaya apapun aku, atau seganteng apapun aku, aku tetap harus memiliki sifat rendah hati. Sifat rendah hati ini penting, sebab Tuhan Yesus yang merupakan pencipta dan penguasa seluruh alam semesta saja rela untuk merendahkan dirinya dengan turun ke bumi dan menjadi manusia biasa.

Kerendahan hati juga penting, sebab kita juga perlu sadar bahwa kita tidak akan bisa menjadi luar biasa tanpa bantuan orang lain. Kita tidak akan pernah bisa menghasilkan sesuatu yang dahsyat sendirian, tanpa peduli sehebat apapun kita. Dengan menjadi rendah hati, kita juga akan dikasihi oleh Tuhan, sebab Tuhan sendiri sudah berjanji dalam firman-Nya, seperti tercantum pada Mazmur 37:11, yang berbunyi, “Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah”. Atau seperti tertulis juga pada Mazmur 149:4, “Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan”. Beberapa contoh firman diatas secara tidak langsung menegur dan mengingatkan aku akan arti rendah hati, tanpa peduli seberapa banyak pun kehebatan atau keahlian yang aku miliki.

Aku sadar bahwa Tuhan telah memberiku cukup banyak talenta yang masih dapat terus aku kembangkan, tetapi itu tidak dapat menjadi alasan untuk aku menyombongkan diriku. Aku teringat bahwa kerendahan hati itu sangat penting sekali. Aku sadar bahwa orang-orang yang ada disekitar kita, siapapun itu, pada umumnya tidak suka terhadap orang-orang yang sombong. Mereka pasti akan berkata, “sombong sekali orang ini” atau “sombong sekali orang itu”. Ketidaksukaan orang-orang disekitar kita terhadap kesombongan kita, akan membuat kita dijauhi dan ditinggalkan. Atas dasar kesadaran itulah, aku akhirnya sadar bahwa aku perlu belajar banyak tentang arti rendah hati.

Aku merasa beruntung bahwa aku masih boleh sadar dan diingatkan untuk belajar akan pentingnya memiliki kerendahan hati. Aku disadarkan secara langsung maupun tidak langsung oleh orang-orang disekelilingku. Akhirnya, sekaranglah adalah saatnya untuk kembali memiliki kerendahan hati. It’s time to be a more humble people !

Tickerbar

KumpulBlogger