Wednesday, 3 February 2010

DISEMPURNAKAN SELALU

Hari Senin tanggal 25 Januari 2010 pagi, saya disadarkan secara tiba-tiba oleh sebuah lagu dan sebuah renungan yang dibagikan oleh teman beberapa waktu yang lalu. Saya mendapatkan suatu kesadaran yang berharga bahwa kita sebagai seorang individu disempurnakan oleh teman-teman kita dan Tuhan kita. Kita disempurnakan dalam hal sikap dan karakter oleh semua teman-teman kita dan Tuhan. Hanya mereka yang bisa melakukan hal yang tidak dapat kita lakukan sendiri tersebut.

Seorang teman beberapa waktu lalu berkata, “kita dapat mengasah skill atau bakat kita sendiri sampai menjadi luar biasa, tetapi dalam urusan karakter kita butuh orang-orang lain khususnya teman-teman kita dan juga Tuhan untuk menyempurnakannya, kita tidak dapat melakukannya sendiri”. Begitulah kurang lebih perkataan seorang teman yang sangat menyadarkan saya dan juga sangat membangun saya. Kini, pagi ini, saya kembali disadarkan secara tiba-tiba oleh perkataan teman tersebut dan juga oleh sebuah lagu yang memiliki syair, ku mau sepertiMu Yesus disempurnakan selalu dalam setiap jalanku memuliakan namaMu. Begitulah sebagian dari syair lagu tersebut. Memang, kita akui atau tidak, kita selalu disempurnakan setiap hari bahkan mungkin setiap menit atau setiap detik. Tidak ada individu yang benar-benar sempurna secara skill maupun secara karakter atau sikap. Setiap saat kita selalu butuh untuk diperbaiki dan diperbaiki sampai menjadi sempurna seperti apa yang Tuhan mau. Untuk itu kita juga perlu belajar tentang kerendahan hati dihadapan orang lain maupun Tuhan. Teguran tentang kerendahan hati saya dapatkan beberapa waktu lalu dari sebuah bacaan renungan. Tertulis disana, “jadilah cukup rendah hati agar kamu mudah untuk dibentuk”.

Saya akui bahwa kerendahan hati masih menjadi satu hal yang harus saya pelajari terus dan terus. Saya masih cukup sering dalam beberapa kondisi merasakan adanya rasa tinggi hati atau sombong dalam diri saya. Memang sudah cukup sering pula saya merasakan rasa kerendahan hati itu muncul dalam diri saya, namun kemunculan tersebut tidak kalah sering dengan rasa tinggi hati. Jadi bisa dibilang masih fifty-fifty. Masih belum 100 persen. Terkadang ketika aku membaca atau mendengar sebuah cerita yang cukup menyentuh, secara tiba-tiba rasa iba dan keinginan untuk menolong timbul dalam diri ini. Saat itu pula saya disadarkan bahwa saya bisa berada pada posisi yang sekarang juga karena ada mereka yang berada pada posisi yang dibawah saya, karena itu buat apa saya menyombongkan diri, justru saya harus bersyukur atas semua yang sudah saya miliki. Namun di lain waktu tanda-tanda kesombongan juga masih muncul dari dalam diri ini.

Sungguh, saya merasa bahwa masih banyak cukup banyak hal yang perlu disempurnakan dalam diri saya. Masih banyak talenta yang belum saya maksimalkan penggunaannya untuk kebaikan, padahal DIA sudah dengan murah hati memberikan talenta tersebut kepada saya. Masih banyak pembentukkan karakter, mental, dan sikap yang perlu saya jalani agar menjadi individu yang lebih baik dan berkenan. Masih perlu untuk terus diproses dan dimurnikan oleh orang-orang disekitar saya dan Tuhan. Wish I tough enough when I’m being processed to be a better person. Strengthen me God when I’m being processed !

Tickerbar

KumpulBlogger