Tuesday, 17 August 2010

HARUS KERJA KERAS, TAPI TIDAK BOLEH LUPA YANG INI JUGA

Beberapa bulan yang lalu, aku mendengar nasihat ini dari salah seorang mentorku, sebuah nasihat yang secara tiba-tiba muncul kembali di malam hari ini. Nasihat tersebut akan aku tuliskan agar aku tidak lupa atau seandainya ketika aku lupa sekalipun, aku masih memiliki catatan dan ketika aku membacanya aku akan diingatkan kembali. Nasihat tersebut adalah nasihat yang sangat berharga dan akan terus aku bawa sampai ke masa depan dan bahkan sampai kapanpun. Berikut nasihat tersebut.
Sebenarnya nasihat yang mentorku ucapkan sangat singkat yaitu, “kita harus bekerja keras dalam hidup kita untuk meraih sesuatu yang kita impikan, tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa kita juga harus atau berhak menikmati setiap hasil kerja keras yang kita lakukan”. Sore tadi, aku baru saja melakukan atau menerapkan apa yang nasihat tersebut cantumkan dan kemungkinan besar pada tanggal 27 Agustus nanti aku juga akan menerapkannya sekali lagi bersama dengan kawan-kawanku. Sore ini, di hari yang bertepatan dengan libur nasional memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke-65, aku dan juga kedua adikku memutuskan untuk berjalan-jalan bersama. Acara jalan-jalan ini selain berfungsi untuk meredakan ketegangan, untuk bersantai sejenak disela-sela aktivitas lain yang ada, juga berfungsi sebagai family time atau waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

BELAJAR ULANG MENGENAI SUKSES MELALUI TUJUH LANGKAH SUKSES

Beberapa tahun yang lalu sebenarnya prinsip ini sudah pernah aku pelajari dan terapkan dalam hidupku sehingga membawa ke puncak pada tahun 2009 lalu. Namun semenjak tahun 2007 akhir, prinsip-prinsip tersebut sudah mulai terlupakan sehingga kini di tahun 2010 tidak ada lagi prinsip-prinsip yang akan memanduku meraih sukses berikutnya. Hal tersebut terbukti dengan mulai kacaunya kehidupanku sejak sukses tahun 2009 yang lalu.
Kini, dengan sepenuh kesungguhan dan upaya, aku harus meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mempelajari dan memahami kembali prinsip-prinsip tersebut dan kemudian menerapkannya dalam hidupku untuk membantuku meraih sukses demi sukses berikutnya. Prinsip-prinsip sukses tersebut, salah satunya aku pelajari dari salah seorang mentor jarak jauhku, John C. Maxwell. Maxwell merupakan salah satu ahli kepemimpinan dan efektivitas pribadi terbaik dunia. Jika aku telusuri sebenarnya aku sudah menjadi ‘muridnya’ sejak sekitar tiga tahun yang lalu. Sejak sekitar pertengahan tahun 2007 dan sejak saat itu pula, aku mulai menggandrungi serta selalu berusaha sebisa mungkin membaca semua buku yang dia tulis.

PROYEK TUGAS AKHIRKU BERJALAN TIDAK SESUAI JADWAL

Setelah mencapai bulan kelima dari pelaksanaan proyek tugas akhir sesuai dengan yang tercantum di jadwal yang aku buat, proyek tersebut masih jauh dari kata selesai. Bahkan proyek tersebut belum mencapai setengah jalan dari keseluruhannya. Sebuah kesalahan terhadap ketaatan jadwal yang sudah dibuat dalam jadwal proyek.
Akibat kesalahan tersebut, dalam dua bulan ini (Agustus dan September), aku harus bekerja lebih keras untuk menjadikan proyek tersebut sukses dan layak dihargai dengan nilai A. Jika aku tinjau ulang, kesalahan terbesar mengapa proyek ini bisa molor atau tidak sesuai dengan jadwal adalah karena aku terlena dan terlalu meremehkan proyek tugas akhir tersebut. Mengetahui bahwa proyek sudah mulai molor atau tidak sesuai dengan jadwal, maka di tengah bulan yang kelima ini, aku harus membuat penyesuaian jadwal. Penyesuaian jadwal ini berarti akan ada kerja yang lebih keras yang harus dilakukan, akan ada semangat yang lebih banyak yang harus dipompakan ke dalam diri, ada lebih banyak disiplin yang perlu untuk lebih ditegakkan, ada komitmen lebih besar yang perlu dijalankan.

Monday, 16 August 2010

MEMANASI DIRI

Jangan salah sangka dengan arti memanasi diri yang aku sebutkan sebagai judul tulisan ini. Maksudnya bukan untuk membuat diri sendiri menjadi emosi, namun lebih ke arah menjadikan diriku sendiri ‘panas’. Ya, aku perlu memanasi diri, sebab aku mulai merasakan bahwa diriku mulai mendingin secara semangat, mental, serta gairah untuk bekerja keras atau mengerjakan sesuatu.
Aku benar-benar merasakan bahwa selama beberapa waktu terakhir ini, aku menjadi seorang pribadi yang ‘mendingin’ dalam konteks kerja keras. Hal ini adalah sesuatu yang tidak wajar bagi seorang aku, sebab sebelumnya aku selalu memiliki gairah atau semangat yang berapi-api dalam menjalani segala sesuatu. Oleh karena itu, hari ini, saat tulisan ini dibuat, aku merasakan sebuah kebutuhan untuk ‘memanasi diri’. Aku butuh untuk memicu atau menyalakan kembali dapur picu yang ada di dalam diriku.

Friday, 13 August 2010

APA IMPIANKU BERIKUTNYA ?

Sejak tanggal 2 April 2010 lalu, aku telah secara resmi menuliskan sebelas impian besar yang harus aku raih dalam waktu sepuluh tahun sejak tanggal impian tersebut dituliskan. Salah satu diantara impian terbesarku tersebut adalah menyelesaikan kuliah strata satuku pada tahun ini. Sebenarnya, kuliah strata satuku ini sudah molor jadi jadwal kelulusan yang aku rencanakan sebelumnya. Awalnya aku merencanakan tahun lalu aku sudah harus lulus, namun akibat beberapa hal jadwal tersebut tertunda.
Setelah aku renungkan, beberapa hal yang membuat target kelulusanku tertunda diantaranya adalah ketidakdisiplinan, kemalasan, dan kurangnya fokus. Tiga hal tersebut sudah berlangsung semenjak pertengahan tahun 2008 atau pada saat aku menginjak semester enam. Aku yang biasanya tidak pernah atau sangat jarang sekali terlambat datang kuliah, menjadi lebih sering terlambat datang kuliah dengan alasan yang aku buat-buat untuk diriku sendiri. Aku yang biasanya sangat rajin dan semangat dalam mengerjakan tugas serta belajar, menjadi sering menunda-nunda dalam belajar maupun mengerjakan tugas. Hal yang sama juga terjadi dengan fokusku. Pada awalnya aku hanya ingin bergaul lebih baik dengan teman-temanku, namun ternyata tanpa aku sangka sebelumnya, aku menjadi terbawa arus dan mulai kehilangan fokus terhadap impian-impian besar yang ingin aku raih.

Thursday, 12 August 2010

BENAR-BENAR MELUPAKANNYA UNTUK MERAIH YANG BERIKUTNYA !

Seiring berjalannya tahun 2010 hingga menginjak bulan ke delapan, aku masih belum dapat melupakan semua yang sudah aku raih tahun 2009 lalu. Maklum tahun 2009 lalu aku berhasil meraih salah satu impian terbesarku, jadi bisa dibilang pantas aku masih sulit untuk melupakannya. Namun, hari ini, aku harus berusaha lebih keras untuk segera melupakannya. Mungkin tepatnya bukan melupakan, tetapi tidak terus-menerus berfokus pada prestasi masa lalu, sebab masih banyak yang dapat diraih di masa depan.
Sungguh, aku memang masih sulit melupakannya, sebab itu adalah salah satu impian sekaligus panggilan terbesarku. Suatu impian untuk memberikan sumbangsih terakhir terbaik yang dapat aku berikan untuk organisasi yang telah turut membantuku menjadi individu yang lebih baik. Namun, aku harus segera memaksa diriku untuk segera mengalihkan perhatian dari apa yang berhasil aku raih tahun lalu. Aku harus segera mengalihkan 100% fokusku untuk impian-impian besar lain yang masih belum terwujud.

Saturday, 31 July 2010

MENGAPA HARUS KE GEREJA ?


Beberapa bulan yang lalu, salah seorang teman bertanya kepadaku sebuah pertanyaan, “kenapa harus pergi ke gereja, kan kita masih bisa menyembah Tuhan dan berdoa dirumah atau dimanapun ?” Ya kurang lebih seperti itulah yang dia ajukan kepadaku waktu aku menanyakan dan mengajaknya untuk beribadah. Waktu itu aku belum menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebut, namun secara tiba-tiba sekitar dua minggu lalu aku menemukannya. Berikut adalah jawaban atas pertanyaan tersebut.
Setelah beberapa lama pertanyaan tersebut diajukan kepadaku, aku sempat melupakannya karena ada beberapa hal yang lebih penting untuk dipikirkan. Namun secara tiba-tiba, aku teringat akan pertanyaan tersebut dan atas dasar apa yang aku rasakan, akhirnya aku menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Kita harus tetap ke gereja karena suasana yang ada di dalam gereja memungkinkan kita untuk tetap bertumbuh secara iman, di gereja kita dapat memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama dengan rekan-rekan kita yang akan turut membangkitkan roh kita.

Tuesday, 27 July 2010

JADWAL HARIAN DAN TARGET, MEMBUAT HIDUP KITA LEBIH EFEKTIF

Sejak sekitar tiga bulan terakhir, saya secara pribadi mencoba menganalisa kembali teknik-teknik atau cara-cara yang dahulu membantu saya untuk menjadi individu yang efektif dalam memanfaatkan hari-hari dalam hidup saya. Satu teknik atau cara yang kutemukan ternyata adalah dengan menggunakan jadwal harian. Jadwal yang berisi daftar kegiatan yang harus saya lakukan setiap harinya.
Dulu, jadwal harian tersebut biasanya selalu saya buat sehari sebelumnya. Jadi, misal jadwal harian untuk Selasa biasanya saya buat pada hari senin malam. Namun, akhir-akhir ini, saya mencoba sesuatu yang berbeda. Saya mencoba untuk membuat jadwal harian saya dalam rentang waktu yang lebih panjang, biasanya satu minggu sebelumnya. Jadi jadwal saya dalam seminggu tersebut sudah saya tetapkan dan ketahui dari jauh-jauh hari, sehingga ketika tiba pada harinya saya tidak perlu membuang waktu lagi untuk menyusun jadwal yang harus saya lakukan pada hari itu.

KumpulBlogger