Rangkaian
cerita panjang sejak dari seri
pertama kisah Pelajaran dan Pengalaman Dari Batam –
Singapore Trip 2015 yang kemudian terus berlanjut hingga pada seri
kesembilan dan seri
kesepuluh. Niat awalnya, pada seri kesepuluh yang lalu saya
hendak mengakhiri rangkaian cerita dan kisah perjalanan liburan ini, tetapi
sekali lagi saya masih belum dapat untuk mengakhirinya, sehingga akhirnya
muncullah lanjutannya pada seri kesebelas ini. Namun kali ini saya akhirnya
benar-benar meniatkan serta memutuskan bahwa seri ini harus jadi yang terakhir
walaupun mungkin seri ini akan sangat panjang. Selamat membaca.
Kami
sampai kembali di Vivo City Mall sekitar pukul 13.00. Hari sudah siang dan mall
sudah semakin ramai oleh pengunjung, baik pengunjung lokal maupun wisatawan
asing seperti kami. Waktu kami berikutnya lebih banyak kami habiskan untuk
melihat-lihat di dalam mall. Ibu dan kedua adik saya melihat-lihat pakaian di
beberapa tenant yang terdapat di dalam mall serta kalau tidak salah ingat
mereka akhirnya membeli beberapa potong pakaian dengan harga yang cukup murah.
Beberapa tenant disana sepertinya sadar bahwa akhir tahun merupakan waktu
dimana banyak wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung kesana
sehingga mereka memutuskan memberikan diskon yang cukup lumayan untuk menarik
pembeli dan mendongkrak penjualan, sebuah strategi yang sebenarnya sudah cukup
sering digunakan oleh pedagang, khususnya tenant di dalam mall, seperti halnya pula
umum dijumpai di Indonesia. Saya sendiri awalnya mencoba untuk membeli suatu
jenis makanan yang membuat saya penasaran sejak dari Indonesia yaitu Burger
King. Sebenarnya makanan tersebut juga sudah ada di Indonesia, namun tidak ada
di Surabaya (dulu sempat ada, tetapi mungkin karena kurang laris, akhirnya
ditutup), melainkan hanya ada di Jakarta. Saya sempat melihat harganya dan
ternyata cukup mahal, kalau tidak salah untuk satu potong burger sekitar S$ 10
atau sekitar IDR 100.000. Mahal bukan ?
Setelah
puas berjalan-jalan serta melihat-lihat di dalam mall dan karena hari sudah
semakin siang (mendekati pukul 2 siang), kami akhirnya memutuskan untuk menuju
ke lokasi makan semacam food court untuk membeli makan siang kami sebelum kami
akan kembali ke Indonesia menggunakan ferry. Kami segera menuju kesana agar
supaya dapat mengejar ferry dengan jam keberangkatan sekitar pukul 16.00. Kami
hanya memiliki waktu sisa sekitar dua jam untuk santap siang serta menukarkan
tiket dan kemudian menunggu jadwal check-in di ruang tunggu keberangkatan. Kami
mengejar jam keberangkatan itu agar ketika sampai kembali di Indonesia hari masih
belum larut malam, sebab kami juga masih harus singgah ke pusat perbelanjaan
untuk belanja oleh-oleh untuk beberapa kerabat serta teman dari kedua orang tua
saya yang ada di Tuban.
![]() |
| Makan Siang Terakhir Di Singapore (sumber: dok. pribadi) |
Ketika
kami sampai disana, keadaan food court tersebut ternyata sangat ramai sekali.
Banyak sekali orang yang berada disana untuk makan. Bahkan karena terlalu
banyaknya orang, cukup banyak pula orang yang belum mendapat tempat duduk,
begitu juga dengan kami. Kami harus menunggu beberapa saat sebelum akhirnya
kami memperoleh tempat duduk, itupun kami tidak bisa duduk semeja, sebab jumlah
kursi yang ada tidak memadai. Sambil menunggu adanya meja dan kursi yang dapat
ditempati, beberapa dari kami memutuskan untuk berkeliling dulu untuk
melihat-lihat jenis makanan apa saja yang dijual disana. Saya sendiri
berkeliling serta melihat-lihat dulu berbagai macam kedai penjual makanan untuk
mengetahui makanan apa saja yang ada disana. Saya mencari makanan yang terlihat
enak dan unik yang kemungkinan belum ada di Indonesia.










