Tuesday, 17 May 2016

Pelajaran dan Pengalaman Dari Batam – Singapore Trip 2015 (Bagian VIII)

Yuk lanjut lagi ke bagian VIII dari rangkaian tulisan mengenai Pelajaran dan Pengalaman Dari Batam – Singapore Trip 2015. Selamat membaca dan semoga masih senantiasa ada manfaat yang dipetik. Semakin dekat pula dengan ending rangkaian tulisan ini.
Perjalanan pulang menuju hotel saya lalui dengan lancar berbekal peta petunjuk jalur MRT yang sudah saya miliki sebelumnya. Saya pulang sudah cukup larut malam sekitar pukul 23.00. Sekitar pukul 23.30 saya sudah sampai kembali di hotel dan langsung menuju ke kamar. Belum seberapa lama saya berada di kamar, saya kemudian mengaktifkan akses internet menggunakan wifi yang disediakan oleh hotel. Segera, tak seberapa lama setelah handphone saya berhasil tersambung ke internet, salah satu aplikasi chatting yang ada di handphone berbunyi, ternyata ada pesan dari adik saya yang isinya saya diminta datang ke kamarnya kalau sudah sampai di hotel karena ada makanan yang sudah dibelikan. Segera setelah membaca pesan tersebut saya langsung membalasnya dan sesaat kemudian beranjak menuju ke kamar adik saya. Hanya butuh sekitar satu menit untuk sampai ke kamar adik saya. Begitu sampai disana, saya langsung diberikan satu makanan berupa sepotong roti dengan isi ayam dengan tulisan Subway di kemasannya.
Berhubung saya sudah agak lapar, maka segera saja saya terima makanan yang telah dibelikan tersebut. Setelah menerima makanan tersebut, saya baru paham, ternyata yang dimaksud Subway oleh adik saya itu makanan, sebab awalnya saya sempat mengira kalau Subway yang dimaksud itu kendaraan atau angkutan umum yang ada di Singapura. Roti yang saya makan itu secara cara penyajian mirip dengan burger, bedanya rotinya berbentuk memanjang seperti roti untuk hotdog, selain itu isinya juga lebih bervariasi dan cara memasak daging isiannya juga berbeda. Daging ayam yang menjadi isi roti tersebut bukan berbentuk bulat, melainkan berupa potongan atau suwiran daging ayam, yang sepertinya juga tidak digoreng, melainkan direbus. Daging ayam yang menjadi isian roti tersebut cukup banyak dan melimpah dibandingkan burger biasa. Hal yang wajar sebenarnya, sebab setelah saya cek harganya setara dengan harga seporsi nasi dengan lauknya di Singapura, yaitu sekitar S$ 4,50. Secara rasa juga enak menurut saya, hal itu pula yang kemudian mendorong saya untuk mencoba mencari serta membeli lagi roti yang sama. Lokasi kedai Subway disekitar hotel tempat kami menginap hanya ada satu yaitu di dalam mall di sebelah Bugis Street Market (tepatnya berada satu deret dan komplek dengan Bugis Street Market). Berhubung saya juga masih lapar, saya bergegas kesana. Ternyata usaha saya sia-sia, sebab sebagian besar tenant yang terdapat dalam mall sudah tutup. Berhubung banyak tempat disekitar sana sudah tutup, maka saya mencari alternatif tempat makan, dan ketemulah jawabannya McDonald’s.
Menu Santap Malam di McDonald's
Menu Santap Malam di McDonald's (dok: pribadi)
Kenapa saya putuskan untuk makan di McDonald’s ? Ada beberapa alasan, restoran atau tempat makan yang masih buka hingga larut malam disekitar sana salah satunya adalah McDonald’s, kedua harga yang cukup terjangkau, dan yang tak kalah penting atau mungkin yang paling penting adalah saya bisa membayar menggunakan kartu kredit. Pembayaran menggunakan kartu kredit itulah yang justru sebenarnya saya incar, sebab saya ingin menciptakan history pemakaian kartu yang bagus harapannya supaya bisa naik limit dengan lebih mudah. Singkat kata, saya telah berada di dalam kedai McDonald’s dan segera memesan satu paket menu yang terdiri sepotong burger, satu cup jagung manis, satu bungkus kentang goreng, dan satu gelas minuman dingin. Harganya SGD 4,50 atau sekitar IDR 45.000. Harga yang setara dengan seporsi nasi lengkap dengan lauknya. Tambahan berupa satu cup jagung manis ini menjadikan paket menu tersebut berbeda dengan yang biasa ada dan dijual di Indonesia.
Mengingat hari sudah larut malam dan supaya lekas kembali ke hotel serta tidur malam, maka saya santap saja dengan lahap menu makanan yang saya beli. Tidak butuh waktu terlau lama agar semua makanan tersebut habis disantap, hanya sekitar 15 menit. Saya menyantap paket makanan tersebut dengan santai, namun tidak terlalu lambat, sambil menikmati akses internet yang disediakan disana. Segera setelah seluruh paket makanan telah habis disantap, saya lekas meninggalkan lokasi rumah makan tersebut dan kembali ke hotel. Ketika saya sampai di hotel waktu telah menunjukkan sekitar pukul 00.30 waktu Singapore. Saya berani berjalan sendirian di tengah malam seperti itu di negara orang karena saya tahu bahwa Singapore adalah negara yang terkenal sangat aman bahkan untuk orang asing sekalipun, jika tidak tak mungkin saya berani berjalan sendirian di tengah malam di negara orang.
Suasana malam disekitar kawasan Bugis masih cukup ramai, masih cukup banyak warga lokal maupun wisatawan asing yang lalu lalang maupun yang duduk-duduk menikmati makanan maupun minuman di berbagai restoran, rumah makan, maupun kedai yang juga tetap buka hingga tengah malam. Jika tidak salah ingat, menurut info, berbagai tempat makan maupun nongkrong tersebut buka hingga pukul 03.00 dini hari. Beberapa tempat makan maupun kedai juga memanfaatkan jalan umum yang ditutup aksesnya pada malam hari sehingga memungkinkan untuk digunakan untuk tempat makan maupun nongkrong, kalau di Indonesia (tepatnya Surabaya) mungkin mirip seperti upaya pemerintah kota untuk menghidupkan kawasan Kembang Jepun sebagai kya-kya.
Dari lokasi kedai McDonald’s hingga hotel hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit berjalan kaki. Segera setelah sampai di hotel, saya segera berganti pakaian tidur, cuci muka, cuci kaki, cuci tangan, dan mencuci semua yang perlu dicuci. Kemudian saya langsung ke tempat tidur, tapi tidak langsung tidur, tidak baik katanya. Saya menonton televisi sebentar dan sekitar 30 menit kemudian baru saya beranjak tidur. Saya putuskan untuk tidak tidur terlalu larut sebab besok yang merupakan hari terakhir berada di Singapore masih ada beberapa obyek wisata yang perlu dikunjungi.
Penasaran dengan obyek wisata apa saja yang akan saya serta keluarga kunjungi di hari terakhir kami di Singapore ? Harap bersabar, tunggu kelanjutannya di bagian selanjutnya ya. Semoga tetap bermanfaat selalu.

Tickerbar

KumpulBlogger