Saturday, 2 October 2010

SEPERTI APA PARTNER YANG SEHARUSNYA DIPILIH ?

Sekitar delapan belas bulan yang lalu, ketika aku menduduki posisi tertinggi di organisasi yang telah aku ikuti selama empat tahun, aku harus melakukan pemilihan terhadap calon orang-orang yang nantinya akan menjadi anggota timku di organisasi tersebut. Karena organisasi yang aku pimpin merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat kampus, maka syarat-syarat yang aku ajukan juga tidak terlalu jauh dengan dunia kampus. Setelah berunding dengan kedua wakilku, akhirnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mereka semua yang mendaftar untuk menjadi bagian dari organisasi tersebut agar diterima, yaitu nilai (indeks prestasi kumulatif/IPK) minimal 2.5, individu tersebut harus memiliki semangat dan motivasi yang tinggi, serta merupakan mahasiswa yang masih aktif berkuliah. Memang itulah syarat yang tertera dan terpasang di papan pengumuman, namun secara pribadi aku lebih menekankan kepada syarat nilai dan semangat.

Saat ini, setelah delapan belas bulan berlalu dan setelah masa tugas berakhir sekitar tujuh bulan yang lalu, aku kembali merenungkan tentang keputusan bersama yang dibuat saat itu. Akhirnya secara pribadi aku menyadari bahwa ada beberapa syarat atau kriteria lain yang seharusnya ditambahkan. Syarat ini jauh lebih penting daripada sekedar nilai. Syarat-syarat ini pula yang akan menjadi acuan utamaku kelak ketika aku harus mewawancarai orang-orang lain untuk menjadi anggota timku. Syarat-syarat tersebut antara lain semangat dan motivasi yang tinggi, kesiapan untuk bekerja keras memberi yang terbaik dan tidak mudah mengeluh, profesional dan bertanggung jawab dalam bekerja, kesadaran dan kemauan untuk terus belajar serta meningkatkan diri agar dapat terus memberikan yang terbaik dalam pekerjaan, tidak mudah marah dalam menyikapi segala sesuatu, memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang harus ditangani, kreatif serta inovatif, dan tetap siap untuk memberikan yang terbaik meskipun kondisinya atau situasinya tidak mendukung atau tidak menyenangkan baginya. Itulah sejumlah syarat yang akan menjadi acuanku dalam memilih orang-orang untuk bekerja sama denganku.
Syarat-syarat tersebut adalah hasil dari perenungan serta pembelajaran yang aku lakukan selama beberapa bulan. Syarat-syarat tersebut akan saling menopang satu sama lain dan bukan saling menggantikan, sebagai contoh tampaknya profesionalitas bisa menutupi beberapa atau semua syarat tersebut tapi tidak menurut saya, sebab terkadang dapat dijumpai orang yang profesional tetapi mudah mengeluh saat mengerjakan sesuatu atau menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan baginya. Jadi semua syarat tersebut harus dan saling melengkapi dengan syarat-syarat yang lain. Sekian tulisan kali ini, semoga tulisan kali ini dapat membantu orang-orang yang mungkin sedang bingung menyusun syarat-syarat atau kriteria-kriteria untuk memilih orang lain yang akan menjadi anggota timnya dan semoga kita semua tidak salah dalam memilih partner atau rekan kerja kita, sebab merekalah yang akan menjadi yang menopang kita dalam melakukan setiap pekerjaan dari yang paling tidak penting sampai yang paling penting.

Tickerbar

KumpulBlogger