Wednesday, 29 September 2010

MAU BISNIS, HARUS MAU PROMOSI

Siapa pun pasti pernah mendengar kata promosi, baik mereka yang berkecimpung dalam bidang pekerjaan yang menyangkut maupun bukan. Ya, akhir-akhir ini saya kembali ingat kata ini, suatu kata yang beberapa bulan yang lalu pernah secara eksplisit diungkapkan oleh salah satu mantan pemimpinku. Saya ingat dengan pasti saat saya masih bekerja dibawahnya, dia pernah mengajari saya tentang prinsip ini. Dia pernah berkata bahwa ketika sudah memutuskan untuk terjun berusaha, tanpa peduli apapun usahanya, berarti kita harus siap untuk mengenalkan apa yang kita jual.
Beberapa waktu terakhir (sekitar satu bulan terakhir) setelah saya renungkan dan pikirkan kembali, ternyata ungkapan tersebut benar adanya. Jika kita mau berbisnis berarti kita harus mempromosikan bisnis kita, sebab tanpa promosi tidak ada orang yang akan mengenal diri kita atau perusahaan kita serta produk yang kita jual. Suatu bisnis harus menjual sesuatu, sebab tanpa menjual bisnis tersebut tidak mendapat pemasukan, sementara bisnis yang ingin berhasil harus memperoleh pemasukan.
Saya yakin, atas dasar kesadaran ini maka sudah sejak sangat lama banyak perusahaan menerapkan konsep promosi ini. Guna mendukung kelancaran promosi produk atau jasa yang mereka tawarkan, maka mereka membentuk suatu divisi yang dikenal dengan nama divisi marketing. Divisi ditujukan untuk mengenalkan produk atau jasa perusahaan ke orang-orang di luar perusahaan baik yang sudah mengenal maupun belum mengenal. Di beberapa perusahaan divisi marketing terkadang digabung dengan divisi sales atau penjualan, padahal seharusnya fungsi kedua divisi ini berbeda.
Divisi marketing, sesuai dengan kata-kata pembentuk kata marketing bukan merupakan divisi yang ditujukan untuk menjual. Market berarti pasar, sementara akhiran ‘ing’ dalam bahasa Inggris biasanya berarti melakukan sesuatu, jadi marketing bisa diartikan ke bahasa Indonesia sebagai pemasaran. Tujuan divisi ini seharusnya adalah mengenalkan produk atau jasa perusahaan ke pihak di luar perusahaan, bukan untuk menjual. Sementara divisi sales memiliki tugas untuk membuat pihak di luar perusahaan mau membeli produk atau menggunakan jasa perusahaan. Jadi dapat dibilang bahwa tugas divisi sales adalah menindaklanjuti apa yang telah divisi marketing lakukan.
Ternyata konsep promosi ini juga tidak hanya berlaku untuk perusahaan atau badan usaha saja. Konsep ini juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan kita pribadi. Kita harus berusaha mengenalkan diri kita kepada orang-orang lain dalam hubungannya dengan keahlian atau kemampuan yang kita miliki. Tujuan kita mengenalkan kemampuan diri kita ke orang-orang lain tidak lain adalah untuk menjual kemampuan atau keahlian yang kita miliki kepada mereka. Jadi sebenarnya setiap kita seolah-olah adalah suatu perusahaan dalam lingkup yang jauh lebih kecil. Setiap kita memiliki tugas untuk mengenalkan serta menjual keahlian kita ke orang lain. Dengan kata lain, setiap kita harus menjual diri kita dalam arti yang positif.
Dengan mengetahui konsep atau ilmu baru ini, maka harapannya setiap kita dapat mulai berusaha untuk mengenalkan diri kita ke orang lain, sebab kita tetap butuh orang lain untuk membantu kita meraih impian-impian kita. Kita butuh orang lain untuk menjadikan kita berhasil dalam pekerjaan atau apapun yang kita tekuni. Kita memberi orang lain apa yang mereka butuhkan, sebaliknya mereka juga memberi kita apa yang kita perlukan. Jadi sebenarnya kita saling menguntungkan satu sama lain.
Konsep tentang marketing dan sales ini pula yang akhir-akhir ini semakin coba saya pahami dengan lebih baik dan sekaligus coba saya terapkan meskipun masih dalam konteks yang sederhana atau kecil. Ke depan seiring dengan semakin pahamnya saya akan konsep ini, maka penerapannya tentu saja akan semakin diperbaiki dan diperbesar lagi. Demikian tulisan kali ini, semoga berguna.

Tickerbar