Tuesday, 7 September 2010

PINTAR SAJA TIDAK CUKUP

Tulisan ini disajikan untuk orang-orang yang mungkin dengan sangat arogan merasa bahwa kepintaran saja cukup untuk membantu meraih nilai-nilai baik di sekolah atau kuliah dan untuk menjadi sukses dalam kehidupan. Tulisan ini disajikan berdasarkan pengalaman pribadi dari saya sendiri selaku penulisnya. Semoga menginspirasi dan bermanfaat.
Saya secara pribadi menyadari bahwa saya memiliki kemampuan yang diatas rata-rata yang dimiliki oleh teman-temanku baik semasa sekolah maupun sekarang saat di bangku kuliah. Cukup banyak diantara mereka yang seringkali memuji kemampuan luar biasa yang aku miliki. Pujian demi pujian seringkali membuat aku terlena dan terkadang menjadi lupa untuk belajar dan menjadi malas. Pujian demi pujian tersebut membuat aku lupa bahwa ternyata kepintaran saja tidak cukup. Kepintaran masih harus ditopang dengan kerja keras untuk benar-benar membuat kita meraih sesuatu yang luar biasa dalam hidup.
Hal ini aku sadari setelah sekitar selama empat bulan terakhir merenungkan kembali semua hal yang telah aku lalui dalam kehidupanku di masa kuliah. Aku akhirnya menemukan suatu fakta yang bisa dibilang mengejutkan diriku sendiri. Aku menemukan bahwa ketika aku belajar dengan rajin dan baik secara rutin setiap hari, ketika aku memanfaatkan setiap waktuku dengan sangat baik setiap harinya untuk hal-hal yang bermanfaat, ketika itulah aku memperoleh nilai-nilai terbaik dalam setiap semester yang aku lalui di masa kuliah.

Monday, 6 September 2010

BEFORE I AM 30

Before I am 30, I wish I can get my master degree.
Before I am 30, I wish I can get married with women that I love her so much and she love me much too. A very beautiful women I ever know.
Before I am 30, I wish I have a minimum General Manager position in a big company, no matter the company is my own company or not. But if that company is my own company, I will have more than General Manager position.
Before I am 30, I wish I can be a better leader than before to get closer to one of my dreams, so that I can make that dream come true.
Before I am 30, I wish I have a chance to speak to more than hundreds people in Indonesia to inspire them.
Before I am 30, I wish I can be an IT expert in Indonesia. One of most wanted experts in Indonesia.
That all my before 30 statements. I know to make that statements real, I need a lot of struggle, lot of learn, daily personal improvement. I need to discipline myself day by day. I need a best commitments to all of statements I wrote above. I need to work together with God, to make that dreams come true. Yeah… I need all of its !

KEMBALI BEKERJA KERAS SETELAH SEKIAN WAKTU HANYA BERSENANG-SENANG

Akhirnya menjelang masa kuliah yang sudah berakhir ini dan setelah sempat terlena beberapa saat, aku memutuskan untuk kembali menjadi seorang pekerja keras. Total sekitar hampir dua tahun terakhir aku menjadi pribadi yang terlalu santai dan hampir-hampir tidak punya arah dalam menjalani kehidupan. Pada masa-masa tersebut, aku tidak menampakkan bahwa aku adalah orang yang luar biasa. Aku hanya tampak seperti orang yang biasa-biasa saja, aku seolah-olah kehilangan seluruh kemampuan terbaikku dan juga hasil kerjaku yang biasanya selalu yang terbaik.
Kini, aku kembali melatih diri untuk menjadi seorang pribadi yang selalu maksimal dalam menjalani segala hal. Pribadi yang selalu totalitas dan memberi yang terbaik dalam segala sesuatu yang dikerjakannya. Dari seluruh hasil peninjauan ulang atas apa yang aku lakukan sebelum masa dua tahun yang aku sebutkan diatas, aku mendapatkan bahwa pada masa-masa dimana aku bekerja keras yang terbaik selalu ada hasil-hasil yang terbaik yang aku peroleh. Pada masa-masa tersebut, aku dikenal sebagai orang dengan kinerja terbaik dalam setiap organisasi yang aku ikuti dan bahkan aku menjadi pendatang terbaru terbaik dalam salah satu organisasi dimana aku terlibat sebagai anggotanya. Sungguh saat-saat itu benar-benar luar biasa.

INILAH SALAH SATU IMPIAN BESARKU: BERBICARA KE SELURUH DUNIA

Sejak beberapa waktu yang lalu, aku benar-benar menyukai berbicara dan berbagi sesuatu ke orang-orang. Secara tiba-tiba aku menjadi orang yang ‘nyerocos’, begitu beberapa temanku biasa menyebutnya. Ya berbicara, bercerita, memotivasi, berbagi segala sesuatu yang dapat aku bagi. Ada suatu hasrat serta kepuasan tersendiri ketika aku dapat melakukannya, suatu kepuasan yang hampir-hampir tidak terbayarkan oleh apapun.
Segalanya berawal dari seringnya aku melihat sejumlah video dari para pembicara, baik pembicara lokal seperti Tung Desem Waringin maupun pembicara internasional seperti John C. Maxwell (bisa dibilang dia adalah mentor secara tidak langsung untuk aku, aku belajar banyak hal dari dia), Zig Ziglar, Ken Blanchard, Anthony Robbins, dan beberapa pembicara lainnya. Aku melihat dan merasakan seperti ada suatu keindahan tersendiri seandainya aku dapat tampil di panggung untuk berbagi sesuatu dan mengajar sesuatu kepada banyak orang. Suatu keindahan yang mungkin tiada taranya bagiku.

Saturday, 4 September 2010

TIDAK BISA SENDIRIAN

Melalui beberapa pengajaran yang aku terima secara tidak langsung maupun secara langsung dari beberapa orang, aku menyadari bahwa untuk menghasilkan karya besar yang luar biasa aku tidak bias sendirian. Pelajaran demi pelajaran yang aku peroleh serta perenungan atas semua kerja organisasi yang pernah aku jalani membuatku sadar bahwa aku tidak bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa jika aku terus-menerus melakukan segala sesuatunya sendirian. Seperti yang John C. Maxwell yang merupakan salah satu mentorku katakan, “satu terlalu sedikit untuk sesuatu yang luar biasa”.
Hal ini aku sadari setelah menginjak masa kerja keempatku di organisasi yang sama, dimana aku menjadi pemimpinnya. Dari pengalaman memimpin tersebut, aku menyadari bahwa aku tidak akan pernah bisa sendirian. Aku sebagai seorang pemimpin tidak akan pernah bisa melakukan seluruh kerja dalam organisasi tersebut sendirian, aku memerlukan bantuan yang sangat banyak dari orang-orangku. Tanpa orang-orangku aku tidak akan bisa menangani semua pekerjaan tersebut. Aku menyadari betapa signifikan sumbangsih yang mereka berikan untuk mensukseskan event yang aku pimpin. Aku menyadari bahwa aku bisa kehabisan tenaga dan waktu jika aku menangani seluruh pekerjaan dalam tim tersebut sendirian. Aku bisa terpontang-panting kesana-kemari jika aku bekerja sendirian. Sungguh betapa besar dampak yang dapat ditimbulkan dari memiliki tim yang luar biasa dalam melakukan pekerjaan.

MENJUAL KUALITAS

Setelah beberapa kali pengalaman kerja, baik kerja professional maupun kerja organisasi di kampus yang tidak dibayar, aku akhirnya menyadari hal yang sangat berharga ini. Jika kita semua ingin hasil kerja yang terbaik, kita harus menjual kualitas kerja kita untuk memperolehnya. Jika kita ingin mendapat penghasilan yang besar untuk setiap hasil kerja kita, kita juga harus memberikan kualitas pekerjaan yang terbaik agar apa yang kita peroleh setimpal dengan apa yang kita berikan. Kita harus menjual kualitas kita untuk memperoleh yang terbaik atas seluruh hal terbaik yang kita inginkan.
Jika kita ingin naik pangkat atau memperoleh gaji yang besar, kita harus siap untuk menjual kualitas terbaik yang kita miliki untuk tempat kerja kita maupun untuk orang yang kita layani. Jika kita ingin menjadi orang yang terkenal, kita harus siap berjuang habis-habisan dengan semua yang kita miliki untuk dapat dikenal oleh banyak orang lain. Jika ingin banyak hal yang tidak dapat dimiliki oleh cukup banyak orang lain, kita harus memberikan kualitas kerja dan layanan terbaik dari dalam diri kita. Intinya adalah apa yang ingin kita peroleh harus setara dengan apa yang dapat kita berikan. Untuk segala sesuatu harus ada yang dibayarkan agar sesuatu tersebut dapat kita peroleh.

BERSENANG-SENANG DENGAN APA YANG AKU KERJAKAN

Konsep ini sebenarnya sudah banyak dibahas oleh orang-orang lain, khususnya para pakar sumber daya manusia dan pengamat bidang pekerjaan. Meskipun sudah sering dibahas oleh mereka, namun baru pada hari ini (Minggu, 29 Agustus 2010) aku menyadarinya secara pribadi. Aku akhirnya menyadari bahwa ketika melakukan segala hal yang kita sukai, kita selalu akan melakukannya seolah tanpa tekanan. Kita akan benar-benar enjoy atau menikmati semua kerja keras yang kita lakukan setiap saat.
Aku benar-benar merasakan secara pribadi konsep tersebut. Aku merasakannya ketika aku kembali melakukan atau mengerjakan hal-hal yang benar-benar aku sukai, yaitu belajar dan membaca buku. Aktivitas tersebut akhir-akhir ini mulai aku lakukan kembali secara lebih intens dibandingkan sekitar satu tahun terakhir. Setelah selama rentang waktu tersebut aku disibukkan oleh tanggung jawabku sebagai ketua pelaksana kegiatan pengenalan kampus untuk para mahasiswa baru serta sempat dialihkan oleh beberapa hal yang bukan menjadi tujuan awalku.
Kini setelah aku menjalani kembali aktivitas-aktivitas yang dulu biasa aku lakukan, aku dapat merasakan bahwa hari-hariku berjalan dengan lebih maksimal. Aku dapat merasakan bahwa aku dapat memanfaatkan setiap waktuku untuk melakukan setiap hal yang benar-benar menarik perhatianku serta hal-hal yang benar-benar aku sukai. Aku pun merasakan bahwa tanpa terasa aku mulai kembali naik ke level yang lebih tinggi secara perlahan namun pasti. Aku mulai menemukan kembali ‘klik’ ku sehingga aku dapat mulai secara perlahan menghasilkan kinerja yang lebih baik dan lebih baik setiap saat. Aku juga mulai dapat memfokuskan kembali keahlian terbaikku untuk menyelesaikan seluruh tanggung jawab pribadi yang belum terselesaikan. Dengan menemukan kembali ‘klik’ ku, aku dapat menggunakan seluruh kemampuan yang ada untuk menghasilkan yang terbaik dalam apa yang aku lakukan.

Saturday, 28 August 2010

MEREGANG KEMBALI IMPIAN-IMPIANKU

Semakin hari, semakin aku sadar bahwa aku masih kurang bekerja keras dan memperbesar kemungkinan untuk semua impian-impianku dapat terwujud. Ya, setelah sekian lama aku tersadar kembali bahwa masih sangat banyak impian yang belum terwujud. Banyak sekali.
Banyak impian-impian awal yang muncul pada masa-masa awal aku memasuki bangku universitas yang belum aku wujudkan. Impian-impian tersebut merupakan impian-impian inti yang aku ingin wujudkan, namun belum terwujud. Beberapa diantaranya adalah menyelesaikan studi strata satu, kemudian bekerja dan mengumpulkan uang untuk kemudian melanjutkan pendidikan ke tingkat strata dua, dan kemudian lanjut lagi ke tingkat strata tiga. Ya itulah beberapa impian yang belum terwujud. Namun aku juga harus sadar bahwa aku masih sangat muda, sehingga kemungkinan untuk mewujudkan impian-impian juga masih sangat besar. Aku hanya perlu secara konsisten belajar, mendisiplinkan diri, dan mempersiapkan diri agar ketika waktunya tiba bagi seluruh impian tersebut untuk terwujud, maka impian tersebut dapat benar-benar terwujud.

KumpulBlogger