Wednesday, 29 May 2013

DNA Seorang Pemenang

Sejumlah kesibukan yang mengisi hari-hari saya membuat saya cukup lama tidak pernah memiliki waktu untuk berpikir dan menyajikan pikiran dalam bentuk tulisan. Tulisan singkat pagi ini terinspirasi oleh perjuangan masa lalu yang saya jalani untuk meraih hal yang saya impikan, perjuangan yang sekarang saya jalani untuk meraih impian-impian besar berikutnya, dan sekaligus oleh sebuah kalimat berita yang saya baca pagi ini.

Kita mungkin telah sering mendengar dari pembicara seminar maupun para motivator bahwa di dalam diri kita terdapat DNA atau cikal-bakal seorang pemenang. Diantara kita mungkin ada yang meyakini hal ini, mungkin ada pula yang tidak. Namun itu bukanlah masalah, sebab memang setiap orang berhak memilih dan memiliki keyakinannya masing-masing. Saya sendiri secara pribadi meyakini bahwa di dalam diri saya dan diri setiap orang terdapat cikal-bakal atau DNA seorang pemenang. Suatu ciri khas yang sudah ada sejak dari awal mula kita masih ada di dalam kandungan ibu kita.

Saya percaya di dalam darah kita mengalir aliran darah seorang pemenang, sebab kita memang dapat ada karena hasil pertempuran demi pertempuran yang telah dimenangkan. Pertempuran sel-sel sperma yang berjuang keras untuk mencapai sel telur hingga dapat membuahinya dan kemudian menjadi janin. Perjuangan demi perjuangan yang dijalani orang tua kita, khususnya ibu, dari sejak awal kehamilan hingga dapat melahirkan kita ke dunia. Kemenangan demi kemenangan itulah yang mengantarkan kita ke dunia ini, sehingga sudahlah pasti bahwa kita adalah seorang pemenang sejak dari lahir.

Friday, 15 February 2013

Menjaga Semangat Agar Terus Menyala

Sebagai manusia, memang sering kali kita dapat saja kehilangan semangat atau semangat kita menurun pada waktu-waktu tertentu. Padalah pada saat yang sama kita sedang butuh semangat yang sangat besar untuk dapat menghadapi rintangan atau tantangan dalam pekerjaan atau apapun. Saya juga terkadang mengalami masalah menurunnya semangat bertarung atau semangat juang dalam menyelesaikan setiap pekerjaan atau tanggung jawab yang ada. Saya pun terus dan terus mencari cara agar semangat ini dapat terus dan tetap membara setiap saat, khususnya ketika dibutuhkan.
Salah satu cara yang dapat dipakai saya pelajari dari seorang motivator ternama di negara kita, yaitu dengan cara melonjak-lonjak di tempat untuk membangkitkan serta menggerakkan adrenalin yang ada di dalam diri kita. Setelah mencoba beberapa kali, cara tersebut memang efektif untuk membangkitkan semangat dan sangat cocok untuk selalu dilakukan setiap kali semangat sedang menurun. Hal lain lagi yang sedang saya coba lakukan untuk membangkitkan semangat adalah mendengarkan atau memutar lagu-lagu dengan irama yang menghentak yang dapat memunculkan getaran-getaran di dalam diri kita atau lagu-lagu yang dapat menimbulkan imaji yang memacu semangat di dalam benak kita. Cara terakhir yang sedang juga saya coba adalah mengeluarkan kata-kata tertentu yang mengacu atau menimbulkan sensasi seperti kita sedang membuang beban atau memicu keluarnya aliran tenaga di dalam diri kita, kata yang biasa saya gunakan adalah ‘hoooahh !’. Saya mengucapkannya sambil mengepalkan tangan untuk semakin menambah sensasi bersemangat.

Wednesday, 23 January 2013

Senantiasa Mengawasi Diri Sendiri


Sebagai manusia, adalah wajar jika pada suatu waktu kita membuat kesalahan atau kelalaian. Pada suatu waktu tertentu terkadang kita melanggar disiplin yang sudah kita terapkan sebelumnya untuk diri kita sendiri. Terkadang kita melanggar disiplin waktu tidur, disiplin waktu makan, disiplin kerja, dan berbagai macam aturan bermanfaat lain dalam hidup kita. Sebelumnya mungkin kita pernah mengingatkan diri sendiri agar selalu fokus pada impian atau membiasakan diri mengerjakan suatu kebiasaan positif baru yang bermanfaat, namun terkadang pula kita lalai mengerjakan disiplin positif yang telah kita katakan atau tetapkan bagi diri kita sendiri.
Sungguh, mungkin dapat dikatakan wajar jika dalam sejumlah kesempatan kita tidak tertib atau tidak berlaku sesuai dengan aturan positif yang kita tetapkan sendiri. Namun hal tersebut tidak boleh kita abaikan begitu saja, minimal tidak boleh lolos dari pengamatan kita sendiri untuk kemudian dapat diperbaiki dan dapat meningkatkan kualitas diri kita secara pribadi. Kita perlu menjadi pengawas disiplin yang baik untuk diri kita sendiri. Mengamati setiap pelanggaran aturan yang kita lakukan, mengingatkan dan mendisiplinkannya, dan kemudian menerapkan perbaikan diri yang positif untuk dapat kembali berdisiplin. Memang adalah wajar pada beberapa kesempatan kita lalai menjalankan disiplin, namun jika terlalu sering, hal itu menjadi tidak wajar bagi seseorang yang memimpikan dirinya menjadi seorang yang besar. Sering lalai dalam menjalankan disiplin yang positif adalah tidak wajar bagi seseorang yang ditakdirkan menjadi pribadi yang hebat nan sukses luar biasa di masa depan. Oleh karenanya, kita perlu terus dan selalu menjagai serta mengawasi diri kita sendiri. Kita perlu belajar untuk dapat menjadi pelaku disiplin serta pengawas disiplin bagi kebaikan diri kita sendiri.

Mewaspadai Sindrom Cepat Puas

Saya selalu dan selalu dikenal sebagai salah seorang yang impian dan ambisinya cukup besar oleh beberapa rekan terdekat saya. Saya selalu dikenal sebagai pribadi yang sangat bergairah ketika menerima atau menghadapi tantangan maupun pekerjaan apapun, termasuk tantangan atau pekerjaan yang tidak saya bisa di awal sekalipun. Saya dikenal sebagai pribadi dengan motivasi dan semangat yang selalu meledak-ledak , sehingga pada akhirnya hal tersebut dapat turut menyemangati dan menggairahkan seluruh tim dengan siapa saya bekerja. Semangat itulah yang membuat keberadaan saya menjadi terasa di dalam tim (tanpa bermaksud menyebut bahwa sayalah yang terpenting di dalam tim). Semangat itu pula yang membuat saya dipandang sebagai salah satu orang yang memiliki jiwa kepemimpinan di dalam tim, karena dianggap mampu untuk membantu mengarahkan rekan-rekan lainnya dalam tim, khususnya membantu mereka kembali bergairah dan berfokus ke tujuan yang utama dari dibentuknya tim.

Namun setelah semua hal hebat yang saya sebutkan di atas, saya menyadari bahwa saya tetap manusia biasa yang juga dapat memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan yang pada akhirnya saya sadari dan perlu selalu untuk awasi (waspadai) adalah sindrom cepat puas. Saya terkadang bisa dengan sangat cepat puas atas semua pencapaian yang telah saya raih, khususnya ketika telah mencapai sesuatu hal yang saya anggap sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh hebat di dalam hidup saya. Saya terkadang menjadi begitu sangat puas atas pencapaian suatu impian yang saya kategorikan sebagai impian yang sangat besar sehingga lupa bahwa saya masih harus terus bergerak serta aktif menjadikan diri saya sebagai pribadi lebih baik serta kembali fokus menatap serta mencapai impian-impian hebat lainnya. Saya akhirnya menyadari dan mewaspadai sindrom cepat puas agar terus dapat berada pada performa puncak dalam pencapaian prestasi-prestasi hebat dalam hidup.

Apa yang telah saya alami tersebut di atas, ternyata juga dialami oleh banyak orang lainnya di dunia ini. Cukup banyak orang menjadi sangat puas ketika mereka mampu meraih atau mewujudkan sesuatu yang mereka anggap hebat, menjadi terlena atas pencapaian tersebut, dan pada akhirnya mengalami penurunan performa sehingga pada akhirnya seolah terlupakan oleh masyarakat bahwa dirinya pernah meraih sesuatu yang hebat di masa lalu. Hal inilah yang pada akhirnya membuat saya sadar bahwa yang jauh hebat bukanlah meraih sebuah prestasi hebat, tetapi bagaimana agar dapat secara konsisten terus berada dalam performa puncak dan terus konsisten meraih serta mewujudkan hal-hal hebat di dalam hidup ini. Kita semua perlu terus mengingatkan serta mengembangkan diri sendiri agar tetap konsisten berada di dalam performa puncak kita, sehingga kita dapat terus melahirkan kinerja yang hebat serta prestasi-prestasi yang memuaskan nan membanggakan. Kita perlu terus mendorong diri kita sendiri agar setelah meraih kepuasan di suatu prestasi hebat tertentu, kita perlu untuk segera kembali menjadi tidak puas, kembali menginginkan prestasi puncak yang hebat lainnya. Kita perlu terus menggairahkan serta menggolakkan gelora yang ada di dalam dada untuk terus berprestasi di sepanjang kehidupan kita.

Thursday, 17 January 2013

Membuktikannya Sekali Lagi !

Beberapa tahun lalu, saya merupakan salah satu orang yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik oleh sangat banyak orang berada di sekeliling saya, baik yang menjadi teman pergaulan saya maupun yang menjadi rekan kerja saya dalam berbagai organisasi yang saya ikuti di kehidupan kampus. Namun, beberapa tahun setelah itu, saya mengalami ‘kejatuhan’ yang sebenarnya saya sendiri yang mengakibatkannya. Saya telah menjadi terlalu ‘malas’ untuk melakukan sesuatu dan terlena dengan semua predikat dan prestasi hebat yang pernah saya raih sebelumnya. Hal tersebut membuat saya ‘terpuruk’ dan menjadi kurang dikenal lagi sebagai salah satu yang terbaik di kelasnya, walaupun pada kondisi ‘terpuruk’ tersebut sesungguhnya masih ada pula yang benar-benar mengetahui seberapa baik kualitas yang ada di dalam diri saya secara pribadi.

Setelah sekian lama berada dalam kondisi ‘terpuruk’ tersebut, sekitar hampir satu setengah tahun terakhir saya akhirnya tersadar bahwa saya masih hebat. Saya masih menjadi bagian dari yang terbaik. Seluruh kualitas hebat yang dahulu saya miliki masih ada di dalam diri saya. Satu hal yang perlu saya lakukan adalah membangkitkan kembali seluruh kualitas hebat tersebut dan memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin untuk meraih prestasi puncak sekali lagi. Yang saya butuhkan hanyalah mendorong dan selalu memotivasi diri saya sendiri untuk dapat terus memaksimalkan diri serta seluruh kemampuan hebat yang saya miliki untuk meraih prestasi hebat berikutnya dan membuktikan sekali lagi bahwa saya masih berada di dalam jajaran orang-orang yang terbaik.

Memang untuk itu diperlukan perjuangan yang tidak sedikit. Diperlukan upaya yang keras dan konsisten agar dapat kembali berada di dalam kelompok individu yang terbaik di kelasnya. Diperlukan motivasi dan gairah yang sangat besar dan yang selalu menyala-nyala di dalam diri ini agar dapat selalu bergerak dan aktif dalam memperbaiki diri serta meraih prestasi.

Friday, 11 January 2013

Menghasilkan, Bukan Sekedar Sibuk

Kita semua barangkali sering mengalami hal ini. Kita sering terjebak untuk tampak sibuk, namun tidak menghasilkan apa-apa di dalam hidup kita. Kita berusaha kelihatan aktif, bergerak, dan terus bergerak namun tanpa hasil apapun yang pernah kita buat atau hasilkan. Saya pun pernah dan terkadang masih mengalami hal seperti itu.

Kondisi disekitar di masyarakat kita, terkadang memang mendukung apa yang telah saya sampaikan di atas. Masyarakat sekitar kita mendukung atau tampak menghargai orang yang kelihatan sibuk dan memiliki banyak aktivitas, namun sesungguhnya orang tersebut tidaklah benar-benar produktif atau menghasilkan. Mereka hanya sekedar bergerak dan bergerak, tampak sibuk, tanpa hasil apa-apa yang mereka dapat raih atau wujudkan di dalam hidupnya. Saya pun terkadang begitu. Saya kadang tampak bangga dan senang ketika dapat terlihat sibuk, aktif, bergerak terus kesana-kemari, namun sesungguhnya dalam setiap kesibukan, keaktifan, dan pergerakan yang saya lakukan saya tidaklah menghasilkan apa-apa. Satu-satunya hal yang saya hasilkan dari setiap kesibukan tersebut hanyalah rasa capek dan justru cenderung menggerogoti moral serta semangat saya.

Namun seiring berjalannya waktu dan melalui proses perenungan, saya mulai dan semakin menyadari bahwa hal tersebut tidaklah benar. Saya harus berubah. Saya tidak perlu hanya sekedar kelihatan sibuk, aktif, dan bergerak agar tidak dianggap pemalas oleh masyarakat, namun sesungguhnya dibalik seluruh kesibukan dan keaktifan tersebut, saya tidaklah menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat atau berharga. Saya harus berubah dari sekedar menjadi sibuk, aktif, dan bergerak menjadi lebih produktif dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun bagi orang lain disekitar saya. Saya dan kita harus menyadarkan agar menjadi diri yang produktif dan bukan diri yang sibuk. Menjadi pribadi yang bertumbuh serta menghasilkan manfaat bagi diri sendiri serta orang lain. Tugas dan tanggung untuk menjadi diri yang produktif memang tidaklah mudah. Kita harus melawan opini masyarakat mengenai apa yang biasa dianggap oleh masyarakat kita sebagai produktivitas maupun melawan cara berpikir kita sendiri yang tidak bermanfaat. 

Wednesday, 2 January 2013

Sayalah Yang Harus Berubah Terlebih Dahulu


Apa yang akan saya tulis atau bagikan disini mungkin bukanlah sesuatu yang baru lagi, sebab kemungkinan kita sudah sering mendengar atau membacanya. Namun di pagi hari ini, saya tersadar akan hal ini. Kesadaran yang berharga bagi setiap kita.
Mungkin kita sering berkata bahwa lingkungan disekitar tidak baik atau kurang baik dan kita ingin atau berharap lingkungan kita dapat berubah menjadi lebih baik sehingga kita dapat terpengaruh menjadi lebih baik. Namun ada satu kesadaran yang tidak kalah berharga dan penting, yaitu kita perlu mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita dapat mengubah lingkungan kita atau berharap lingkungan kita dapat berubah. Sebab kita juga adalah bagian dari lingkungan kita itu sendiri. Maka ketika kita dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, secara otomatis lingkungan kita telah menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Dengan memiliki kesadaran bahwa sebelum kita dapat mengubah lingkungan kita atau berharap lingkungan kita dapat berubah, kita sendirilah yang harus mengubah diri, sikap, serta karakter menjadi lebih baik, maka pada kondisi ini kita memposisikan diri bukan sebagai korban tetapi sebagai aktor. Dengan kesadaran untuk mengubah diri menjadi lebih, maka kita telah memilih untuk menjadi tokoh perubahan itu sendiri, penggerak dan pelopor, bukan sekedar menunggu atau memiliki mentalitas sebagai ‘korban’. Dengan menjadi diri kita sendiri yang lebih baik, maka kita pun akan dapat menjadi contoh atau teladan bagi orang disekitar kita untuk menjadi lebih baik seperti atau bahkan melampaui diri kita.

Sunday, 30 December 2012

Semua Kemampuan Hebat Tak Datang Begitu Saja

Talenta atau bakat memang dianugerahkan secara gratis sejak dari awal semula kita dilahirkan ke dunia ini. Namun semua talenta atau bakat tersebut tetaplah akan menjadi talenta atau bakat jika kita tidak pernah melatihnya setiap waktu setiap saat hingga berkembang menjadi berbagai macam keahlian atau kemampuan. Kita memang seringkali terkesan ‘mendewakan’ orang-orang dengan talenta atau bakat yang hebat, namun sebenarnya yang hal itu bukanlah talenta atau bakat yang hebat, melainkan kemampuan atau keterampilan yang hebat.

Setiap kemampuan atau keterampilan hebat yang seseorang miliki selalu hampir dapat dipastikan berasal dari talenta atau bakatnya yang terus dilatih dan dilatih setiap hari, setiap waktu sedini mungkin. Dan karena siapapun diberi talenta, maka siapapun juga memiliki kemampuan hebat. Hanya saja keputusan tersebut ada di tangan masing-masing orang secara pribadi, apakah mereka mau serius dan tekun melatih serta mengembangkan talenta yang dimilikinya tersebut hingga menjadi hebat. Keputusan masing-masing individu berbeda-beda dan itu pula yang mempengaruhi mengapa kemampuan atau kehebatan setiap individu berbeda-beda.

Jadi, kesimpulannya adalah setiap orang pada dasarnya berbakat, hanya saja tidak setiap orang menjadi ahli atau memiliki kemampuan yang hebat. Sebab bakat hanyalah dasar saja dan baru akan menjadi sebuah keahlian atau kemampuan hebat jika kita sebagai pribadi mau mengambil keputusan untuk dengan tekun dan serius melatihnya setiap hari dan setiap saat di dalam hidup kita. Tak ada orang yang tiba-tiba menjadi hebat, semua orang yang sekarang yang menjadi hebat mengalami proses yang cukup untuk dapat menjadi dirinya yang sehebat sekarang. Sekian dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

KumpulBlogger