Wednesday, 29 June 2016

Sebuah Kejutan dari Islandia untuk Inggris di Piala Eropa 2016

Ekspresi Kegembiraan Pemain Islandia Setelah Menang Atas Inggris
Ekspresi Kegembiraan Pemain Islandia Setelah Menang Atas Inggris
(sumber: www.google.com)
Kejutan selalu ada dalam sepak bola, seperti ungkapan yang mungkin sering kita, “bola itu bundar”. Ungkapan tersebut sendiri bermakna bahwa tak ada yang pasti di sepak bola. Itu artinya tim yang lebih besar dari berbagai aspek sekalipun bisa saja dikalahkan oleh tim yang jauh lebih kecil dan tidak terkenal. Nah, kejutan itulah yang ternyata mampu dihadirkan oleh Islandia untuk Inggris pada turnamen Piala Eropa 2016.
Islandia sebuah negara kecil dengan penduduk sekitar 330 ribu jiwa (sekitar 3,97% dari penduduk kota London, Inggris) merupakan sebuah negara Nordik yang terletak di sebelah barat laut Eropa dan sebelah utara Samudera Atlantik. Sebuah negara yang tergolong mungil jika melihat jumlah penduduknya. Namun siapa menyangka jika ternyata dibalik “kemungilan” negara tersebut tersimpan suatu potensi yang besar untuk menghasilkan kejutan, terlebih lagi kejutan bagi Inggris.
Ya, benar, Islandia memang pada akhirnya mampu menghadirkan kejutan bagi Inggris di Piala Eropa 2016. Negara yang merupakan “bagian” dari negara-negara Nordik atau yang kadang disebut pula sebagai negara Skandinavia mampu menyingkirkan Inggris yang kerap dianggap sebagai “raksasa” sepak bola dunia pada babak perdelapan final Piala Eropa 2016. Inggris yang dibela pemain-pemain top kelas dunia ternyata mampu dipaksa bertekuk lutut kala meladeni permainan taktis dari Islandia. Tentu tak ada yang pernah menyangka bahwa Inggris dengan pemain-pemain tenar seperti Wayne Rooney, Jamie Vardy, Dele Alli, Gary Cahill, Joe Hart, dll. mampu ditaklukkan bahkan oleh tim yang baru pertama kali tampil di ajang Piala Eropa.
Walaupun tampaknya tak mungkin, akan tetapi itulah fakta yang kini tersaji, Inggris telah “dipulangkan” secara dini dari ajang Piala Eropa 2016 Prancis. Inggris yang begitu digdaya selama ajang kualifikasi Piala Eropa yang jika saya tak salah ingat merupakan salah satu dari hanya beberapa saja tim yang tak terkalahkan selama kualifikasi ternyata bisa pulang dini dari turnamen terbesar diantara negara-negara Eropa. Akan tetapi jika melihat sejarah Inggris di ajang turnamen besar, sebenarnya hal ini juga tak terlalu mengejutkan. Sebab Inggris yang kerap dijagokan pada berbagai turnamen antar negara kerap tampil anomali. Walaupun memiliki banyak pemain bintang di dalam timnya, Inggris sering dipaksa pulang lebih awal dalam setiap turnamen yang diikutinya.

Tersingkirnya Inggris oleh Islandia di Piala Eropa 2016 ini menurut beberapa sumber disebutkan karena Inggris terlalu meremehkan Islandia yang hanya merupakan tim debutan. Inggris yang punya anggota skuad yang lebih mentereng dipaksa kalah 1-2 oleh Islandia yang banyak pemainnya tak terlalu kita kenal pada pertandingan di stadion Stade de Nice, Prancis, pada 28 Juni 2016. Hari kelam yang mungkin akan selalu diingat oleh seluruh anggota tim Inggris di Piala Eropa 2016. Kekalahan yang pasti amat menyesakkan mengingat mereka adalah salah satu tim yang digadang-gadang bisa menjadi juara turnamen empat tahunan ini.
Pada pertandingan ini, Inggris mampu mencetak gol terlebih dahulu melalui tendangan penalti Wayne Rooney setelah Raheem Sterling diganjal oleh kiper Islandia. Wayne Rooney mampu melepaskan tendangan di pojok kanan gawang Islandia dengan sangat baik sehingga walaupun kiper Islandia dapat menebak arah bola, bola tetap dapat meluncur mulus ke dalam gawang. Namun siapa sangka jika gol penalti Wayne Rooney kala laga baru berjalan empat menit menjadi awal titik balik nasib Inggris di Piala Eropa 2016.
Islandia mampu menyamakan kedudukan hanya dua menit berselang setelah gol yang dicetak oleh Rooney melalui Ragnar Sigurdsson. Sedangkan gol kedua Islandia dicetak oleh Kobeinn Sigthorsson pada menit ke-19 melalui sebuah tendangan yang diarahkan tepat ke pojok kiri gawang yang dikawal oleh Joe Hart. Sebenarnya, Joe Hart mampu menebak arah bola dengan tepat dan tampak menepis tipis bola dengan tangannya, namun bola ternyata tetap mampu meluncur deras hingga akhirnya berbuah gol.
Jika mengacu pada gol awal yang mampu dicetak oleh Inggris, sebenarnya itu adalah awal yang positif bagi mereka. Namun menurut penuturan salah satu pencetak gol Islandia, Sigurdsson, kekalahan Inggris disebabkan oleh karena merasa sudah jemawa serta terlalu percaya diri bahwa mereka akan dapat menang dengan mudah setelah gol yang dicetak oleh Rooney. Namun ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, Islandia mampu tetap tenang setelah gol yang dicetak oleh Rooney, sehingga akhirnya justru dapat berbalik unggul sebelum babak pertama berakhir. Ditambahkan pula oleh Sigurdsson, “penting untuk bilang ini – Inggris merasa bahwa laga ini akan jadi pertandingan yang mudah, tapi kami benar-benar yakin akan kemampuan diri kami sendiri.” Dia juga menambahkan lagi, “saya memimpikan bisa melawan Inggris beberapa tahun lalu dan senang keinginan itu bisa tercapai, terlebih lagi kami mampu mengalahkan mereka.”
Islandia benar-benar tampil luar biasa pada pertandingan ini. Runner-up grup F di bawah Hungaria ini ternyata mampu membalikkan prediksi banyak pihak bahwa mereka akan kalah serta terhenti dari Inggris di babak 16 besar Piala Eropa 2016. Islandia yang pada pertandingan di babak penyisihan grup mampu menahan imbang Portugal berhasil membalikkan prediksi tersebut dengan sangat istimewa. Dengan hasil yang diraih telah diraih di babak grup saja sebenarnya Islandia sudah menghadirkan kejutan tersendiri sebab mereka mampu finish di atas Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Dan siapa sangka jika kejutan itu juga masih berlanjut dengan menyingkirkan Inggris yang pernah mengalahkan mereka dengan skor 6-1 pada suatu pertandingan di tahun 2004 silam.
Skor 1-2 yang mampu dicetak oleh Islandia di babak pertama tetap bertahan hingga akhir pertandingan walaupun Inggris telah berupaya mati-matian untuk menyamakan kedudukan dengan melakukan sejumlah perubahan di babak kedua. Upaya pelatih Inggris Roy Hodgson memasukkan Jack Wilshere, Jamie Vardy, hingga Marcus Rashford tak membuahkan hasil yang diinginkan. Inggris tetap harus tersingkir dari Piala Eropa 2016.
Pada babak perempat final, Islandia akan menghadapi Prancis sang tuan rumah. Menarik untuk menanti apakah Islandia masih mampu meneruskan kejutannya. Akan tetapi, jika saya ditanya, saya meyakini bahwa kejutan Islandia akan terhenti di kaki-kaki pemain Prancis, dan bahkan mungkin dengan selisih lebih dari satu gol. Namun itu semua belum pasti, karena sepak bola selalu mampu menghadirkan kejutan yang tampaknya tak masuk akal. Mari kita simak saja apakah kejutan dari Islandia dapat tetap berlanjut atau harus terhenti.


[diolah dari berbagai sumber]

Tickerbar

KumpulBlogger