Tuesday, 28 June 2016

Lionel Messi Pensiun Dari Ajang Internasional Bersama Argentina

Messi Putuskan Mundur Dari Timnas Argentina Setelah Kalah Dari Chile
Messi Putuskan Mundur Dari Timnas Argentina Setelah Kalah Dari Chile
(sumber: www.google.com)

Sebelumnya saya sudah pernah menulis mengenai kemenangan Chile atas Argentina di Final Copa America Centenario 2016 dan juga mengenai Kutukan Lionel Messi bersama Argentina, kini tampaknya superstar Argentina dan Barcelona tersebut membuat suatu keputusan besar lain terkait dengan karirnya sebagai pesepakbola, khususnya bersama tim nasional Argentina.
Tak lama setelah kekalahan untuk kali kedua dari Chile di ajang yang sama yakni Final Copa America, Messi membuat keputusan mengejutkan, dia memutuskan untuk tak lagi memperkuat tim nasional Argentina di ajang internasional apapun. Messi mengungkapkan, “Tim nasional bukan untuk saya. Bagi saya, tim nasional sudah berakhir. Saya sudah lakukan semampu saya, menyakitkan tidak menjadi juara.”
Messi yang kerap dijuluki “Si Kutu” atau La Pulga memang memilik prestasi yang dapat dikatakan kurang memuaskan bersama tim nasional Argentina. Messi telah memperkuat Argentina selama 11 tahun dan selama masa itu pula dia hanya mampu mempersembahkan prestasi tertinggi berupa medali emas Olimpiade 2008 untuk negaranya. Sungguh merupakan prestasi yang teramat sangat bertolak belakang dengan apa yang ditorehkannya bersama klubnya Barcelona. Bersama Barcelona, Messi telah meraih berbagai gelar bergengsi, diantaranya delapan gelar juara La Liga Spanyol, empat kali juara Liga Champions Eropa, serta berbagai gelar bergengsi lainnya. Bahkan berkat torehan hebatnya bersama klub, dia mampu meraih penghargaan bergengsi di tingkat individu Ballon d’Or sebanyak lima kali.
Copa America Centenario 2016 yang digelar di Amerika Serikat menjadi penampilan serta sekaligus persembahan terakhir yang Lionel Messi berikan kepada negaranya di ajang internasional. Sebelum laga final Copa America Centenario 2016, Messi memang telah berupaya sebaik mungkin untuk membantu negaranya meraih prestasi tertinggi di berbagai ajang internasional, namun hampir semua upaya tersebut tak membuahkan hasil yang sesuai dengan harapannya.

Pada tahun 2007, Messi tidak berhasil membawa negaranya mengalahkan Brazil dalam perebutan gelar juara Copa America 2007. Pada tahun 2014, Argentina dikalahkan Jerman 0-1 pada partai final perebutan gelar juara Piala Dunia 2014. Dan kemudian pada dua tahun, 2015 dan 2016, Argentina bersama Messi dua kali ditaklukkan oleh Chile pada final Copa America dengan cara yang sama yaitu adu tendangan penalti.
Mungkin karena didorong oleh rasa frustasi karena sekali lagi gagal membawa Argentina meraih prestasi maksimal, Messi sampai berujar, “Sudah empat final, saya sudah mencoba. Hal itu yang paling saya inginkan, tapi saya tidak bisa mencapainya. Jadi saya pikir sudah selesai.” Sebenarnya keputusan Messi untuk mundur tim nasional Argentina juga patut disayangkan, sebab dia masih berusia 29 tahun saat ini. Selain itu, dia juga merupakan pencetak gol terbanyak untuk timnas Argentina sampai saat ini dengan 55 gol dari 113 kali penampilan. Catatan golnya mengalahkan pemegang rekor sebelumnya Gabriel Omar Batistuta yang menorehkan 54 gol bersama Argentina. Oleh karena itu, beberapa pihak mencoba mengkonfirmasi ulang terkait keputusannya tersebut. Apakah benar dia sudah yakin bahwa keputusan tersebut bersifat final ? Dia menjawab, “Ya, saya pikir iya.”
Sekali lagi, keputusan Messi mundur dari ajang internasional bersama Argentina sebenarnya patut disayangkan, sebab dia masih memiliki paling tidak dua kesempatan lagi untuk berlaga di ajang internasional, yaitu Piala Dunia 2018 dan Copa America 2019. Jika dia memutuskan untuk tetap berlaga bersama Argentina, umurnya pada 2018 masih 31 tahun dan pada 2019 masih 32 tahun, usia yang masih memungkinkan dia berlaga dengan kemampuan yang prima. Namun bagaimanapun keputusan sudah dibuat dan setiap orang berhak menentukan apa yang dia yakini baik bagi dirinya, termasuk untuk superstar sekaliber Lionel Messi sekalipun.

Tickerbar