Thursday, 25 February 2010

MELAWAN GODAAN FACEBOOK

Facebook, situs social networking ini semakin terkenal dimana-mana, tidak hanya di negara asalnya Amerika Serikat tetapi juga di Indonesia. Facebook digandrungi oleh banyak orang dari semua kalangan umur mulai dari anak SD, SMP, SMA, mahasiswa, sampai orang dewasa. Memang telah diakui bahwa Facebook (dan situs social networking lainnya) memiliki manfaat yang sangat banyak, mulai dari menemukan kawan yang sudah cukup lama tidak berjumpa, bertemu kembali dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu atau sempat tidak diketahui keberadaannya, mencari teman yang punya hobi atau ketertarikan yang sama, mencari partner bisnis, dan sebagainya. Itulah sederet manfaat dari Facebook.

Namun dibalik dari sejumlah manfaat tersebut, Facebook ternyata juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan kita. Akhir-akhir mencuat kasus prostitusi online yang menggunakan Facebook, sempat juga terdengar kabar bahwa Facebook dimanfaatkan oleh jaringan teroris untuk saling berkomunikasi, dan lain-lain. Dari sisi individu masalah yang saya soroti adalah kecanduan Facebook sehingga secara tidak sadar kita menghabiskan sebagian besar waktu kita hanya untuk memelototi akun kita dan teman-teman kita. Hal inilah yang menjadikan kita seringkali lupa untuk mengerjakan tugas-tugas kita yang lebih penting dan seringkali pula kita merasa kehabisan waktu. Hal ini pula yang sempat saya alami beberapa waktu lalu. Awalnya saya mengenal Facebook dari seorang teman (sekitar 1,5 tahun lalu) dan sejak saat itu saya mencoba untuk membuat akun disana. Pertamanya hanya untuk mencoba-coba, tetapi akhirnya justru saya terlalu sering membuka Facebook sampai melalaikan beberapa hal atau tanggung jawab saya.

Setelah cukup lama seperti itu, akhirnya saya sadar dan saya berusaha mengurangi aktivitas saya yang kurang penting di Facebook. Cukup sulit sebab saya sudah terbiasa untuk membuka Facebook setiap hari dan berlama-lama disana. Namun saya terus dan terus memaksa diri saya sendiri untuk mengurangi aktivitas ber-Facebook ria. Saya berhasil selama beberapa waktu untuk tidak membuka Facebook, meskipun terkadang tergoda kembali untuk berlama-lama disana. Akhir-akhir ini saya mulai berhasil. Saya membuka Facebook hanya untuk mengupdate status, memberi komentar pada status teman, mengucapkan selamat ulang tahun, serta melihat foto atau tulisan yang diposting oleh teman yang saya rasa menarik. Namun jika saya hitung-hitung kembali, ternyata hal tersebut terkadang masih memakan waktu cukup lama, bisa mencapai 2 jam bahkan terkadang lebih. Jadi saya masih harus berusaha lebih keras untuk lebih mengefektifkan waktu online saya di Facebook dan situs social networking lainnya. Hal ini saya lakukan semata-mata karena saya ingin menggunakan waktu hidup saya yang bisa dibilang singkat di dunia ini (karena tidak selamanya) bisa lebih bermanfaat untuk menggapai semua impian yang belum tergapai serta untuk membantu orang lain yang mungkin membutuhkan bantuan selama saya bisa membantu.

Masih butuh usaha yang keras dan lebih keras lagi untuk benar-benar bisa melawan godaan Facebook serta situs social networking lainnya. Benar-benar butuh perjuangan yang sangat keras, sebab situs social networking sudah menjadi candu bagi saya (serta banyak orang lainnya). Rasanya jika kita tidak membuka Facebook sehari saja ada sesuatu yang hilang dalam hidup kita, padahal tidak selalu begitu. Sungguh candu ini sudah terlalu mengikat saya dan saya harus berjuang keras serta berdoa agar dapat melepaskan diri dari candu ini. Sungguh saya masih harus belajar untuk mengefektifkan serta memaksimalkan waktu hidup yang saya miliki. Akhir kata, selamat ber-Facebook ria dengan cara-cara yang tepat serta dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan kita semua. Semoga saya (dan mungkin juga Anda yang mengalami sesuatu seperti saya) dapat mengalahkan atau setidaknya melawan candu ini.

Tickerbar