Saturday, 31 July 2010

MENGAPA HARUS KE GEREJA ?


Beberapa bulan yang lalu, salah seorang teman bertanya kepadaku sebuah pertanyaan, “kenapa harus pergi ke gereja, kan kita masih bisa menyembah Tuhan dan berdoa dirumah atau dimanapun ?” Ya kurang lebih seperti itulah yang dia ajukan kepadaku waktu aku menanyakan dan mengajaknya untuk beribadah. Waktu itu aku belum menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebut, namun secara tiba-tiba sekitar dua minggu lalu aku menemukannya. Berikut adalah jawaban atas pertanyaan tersebut.
Setelah beberapa lama pertanyaan tersebut diajukan kepadaku, aku sempat melupakannya karena ada beberapa hal yang lebih penting untuk dipikirkan. Namun secara tiba-tiba, aku teringat akan pertanyaan tersebut dan atas dasar apa yang aku rasakan, akhirnya aku menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Kita harus tetap ke gereja karena suasana yang ada di dalam gereja memungkinkan kita untuk tetap bertumbuh secara iman, di gereja kita dapat memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama dengan rekan-rekan kita yang akan turut membangkitkan roh kita.

Tuesday, 27 July 2010

JADWAL HARIAN DAN TARGET, MEMBUAT HIDUP KITA LEBIH EFEKTIF

Sejak sekitar tiga bulan terakhir, saya secara pribadi mencoba menganalisa kembali teknik-teknik atau cara-cara yang dahulu membantu saya untuk menjadi individu yang efektif dalam memanfaatkan hari-hari dalam hidup saya. Satu teknik atau cara yang kutemukan ternyata adalah dengan menggunakan jadwal harian. Jadwal yang berisi daftar kegiatan yang harus saya lakukan setiap harinya.
Dulu, jadwal harian tersebut biasanya selalu saya buat sehari sebelumnya. Jadi, misal jadwal harian untuk Selasa biasanya saya buat pada hari senin malam. Namun, akhir-akhir ini, saya mencoba sesuatu yang berbeda. Saya mencoba untuk membuat jadwal harian saya dalam rentang waktu yang lebih panjang, biasanya satu minggu sebelumnya. Jadi jadwal saya dalam seminggu tersebut sudah saya tetapkan dan ketahui dari jauh-jauh hari, sehingga ketika tiba pada harinya saya tidak perlu membuang waktu lagi untuk menyusun jadwal yang harus saya lakukan pada hari itu.

Friday, 9 July 2010

SEPERTI APAKAH POLA KEPEMIMPINAN DI GOOGLE DAN APAKAH ITU COCOK UNTUK DIPAKAI DI UNIVERSITAS ?

Sejauh ini, bagi saya Google, Inc. masih merupakan salah satu perusahaan raksasa yang memiliki cerita atau latar belakang yang sangat menarik untuk terus dibaca ulang. Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang Google dari segi kisah pertemuan kedua pendirinya, perjuangan kedua pendirinya dalam membangun Google, hingga budaya kerja yang ada disana. Kini ada sedikit cerita yang berbeda yaitu mengenai bagaimana kepemimpinan di Google dijalankan.
Guna membuat tulisan ini, saya akhirnya membuka kembali buku lama saya yang berjudul, The Google Story, buku yang membahas sangat banyak hal tentang Google. Sistem kepemimpinan puncak di Google cukup unik sebab mereka memiliki tidak hanya satu pimpinan puncak melainkan tiga pemimpin tertinggi. Tiga pimpinan puncak tersebut bertanggung jawab untuk hal-hal yang berbeda, Eric Schmidt bertugas sebagai Chairman sekaligus CEO yang mengurusi seluruh operasional perusahaan terkait dengan urusan bisnis dan pengembangan perusahaan, Larry Page sebagai Presiden bidang Produk yang bertugas untuk mengurusi perkembangan produk dari Google, dan Sergey Brin sebagai Presiden bidang Teknologi yang mengurusi semua teknologi yang digunakan dalam operasional perusahaan sehari-hari.

MENGAPA MENGGUNAKAN TWITTER ?

Sejak beberapa bulan yang lalu, saya mulai menggunakan layanan jejaring sosial Twitter yang beralamat di www.twitter.com ini. Awalnya saya tidak seberapa tahu tentang layanan ini dan awalnya saya setengah mencibir layanan yang berbasis teks sebanyak seratus empat karakter ini. Saya mengetahuinya pertama kali dari artikel yang membahas mengenai jejaring sosial dalam suatu tabloid komputer mingguan.
Awalnya yang saya ketahui tentang Twitter hanya sekedar bahwa layanan ini adalah layanan mikroblogging berbasis teks sepanjang seratus empat puluh karakter, layaknya jumlah karakter untuk mengirim short message service (SMS) melalui handphone. Awalnya saya sempat bercerita kepada beberapa teman yang kebetulan sedang membahas mengenai jejaring sosial yang ada di internet. Nah berawal dari bercerita tentang Twitter itulah saya penasaran untuk mencoba sendiri layanan tersebut, sebab tidaklah pantas jika saya hanya bisa bercerita tentang sesuatu hanya berdasarkan apa yang saya ketahui dari orang lain, tanpa pernah merasakannya sendiri.

Sunday, 4 July 2010

SEPERTI APA AKU MEMANDANG MASA DEPAN DIRIKU ?

Boleh dong kalau aku bermimpi tentang masa depanku ? Bermimpi tentang masa depan kita adalah hal yang sangat bagus dan luar biasa. Hal tersebut perlu untuk kita semua lakukan dan terapkan dalam hidup kita, sebab dari impian akan muncul motivasi atau gairah untuk mewujudkan impian tersebut. Impian sama dengan halnya tujuan akhir yang ingin kita raih dalam hidup dan untuk benar-benar meraih sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita harus memulainya dengan memandang tujuan akhir dari hidup kita. Hal itulah yang dicetuskan oleh Stephen Covey, salah seorang pakar pengembangan diri melalui bukunya the 7 Habits of Highly Effective People.
Aku memandang masa depan diriku bahwa kelak aku menjadi orang yang terkenal di seluruh dunia. Aku memandang diriku sebagai salah satu orang dengan keahlian terbaik di bidang teknologi informasi yang paling dicari di seluruh dunia. Aku memandang diriku bahwa kelak aku akan menjadi pembicara tentang motivasi, kepemimpinan, serta pengembangan diri kaliber internasional. Aku memandang diriku sebagai salah seorang pebisnis yang paling sukses di dunia ini. Aku memandang diriku sebagai salah satu penulis buku terbaik dunia. Aku memandang diriku sebagai salah satu pemimpin terbaik dunia. Aku memandang diriku sebagai salah satu generasi terbaik yang pernah dilahirkan di negaraku, Indonesia.

SEBELUM SEMUANYA TERGENAPI

Kemarin, Sabtu 3 Juli 2010, saat sedang mendengarkan khotbah yang sangat membangun di gereja inspirasi untuk tulisan ini muncul. Sebuah pengingat yang sangat bagus bagiku.
Aku kembali disadarkan dan akan terus menyadarkan diriku sendiri bahwa sebelum banyak impian besarku yang lain terwujud, aku harus membereskan terlebih dahulu beberapa hal kecil dalam hidupku. Beberapa hal kecil yang harus aku bereskan antara lain training jaringan CCNA dan skripsiku. Aku kembali diingatkan akan hal tersebut, bahwa sebelum melakukan hal-hal yang besar harus memulai dengan melakukan hal-hal yang kecil terlebih dahulu.
Aku juga yakin bahwa melalui training jaringan CCNA yang sudah hampir selesai itu, aku dapat meraih sukses yang luar biasa kelak di masa depan. Setelah aku menyelesaikan training jaringan tersebut, aku tidak akan berhenti sampai disitu namun aku akan terus melanjutkan mengambil sertifikasi internasional untuk diakui sebagai networking expert di dunia. Aku percaya dari hal tersebut, selama aku terus-menerus berjuang dan setia bekerja keras serta memberi upaya yang terbaik, suatu saat semua upaya yang aku keluarkan dapat membantu diriku untuk pergi berkeliling dunia untuk menjadi pembicara internasional dalam bidang teknologi informasi serta bidang-bidang lain yang aku kuasai. Namun sekali lagi aku masih harus berjuang sangat keras untuk menyelesaikan training tersebut.

Saturday, 3 July 2010

ALASAN

Mungkin sebagian besar dari kita sering mendengar orang mengucapkan kalimat mengenai latar belakang dia melakukan suatu hal tertentu, kalimat tersebut bisa disebut alasan. Mungkin sebagian besar juga sering mengucapkan kata-kata seperti ini, “ah, alasan saja kamu !”, ketika ada seseorang mengucapkan sesuatu kepada kita sebagai upayanya untuk membuat pembenaran atas apa yang telah dia lakukan atau ucapkan sebelumnya. Ya, kata ‘alasan’ memang cukup sering kita dengar dan ucapkan dalam hidup kita sehari-hari. Namun hari Jumat tanggal 2 Juli 2010 malam, ketika saya sedang membaca kitab suci, secara tiba-tiba terlintas di benak saya sesuatu yang berhubungan dengan alasan serta dalih. Alasan dan dalih adalah dua hal yang berbeda tetapi hampir sama, tulisan ini ditujukan untuk menjelaskan secara mengenai dua kata tersebut.
Kata ‘alasan’ memiliki banyak terjemahan dalam bahasa Inggris antara lain ‘reason’ dan ‘motive’. Dalam bahasa Indonesia kata ‘alasan’ memang hanya memiliki satu kata saja yaitu ‘alasan’ itu sendiri yang dapat berarti sebab atau keterangan dari terjadinya suatu hal atau tindakan baik yang kita lakukan sendiri maupun orang lain lakukan, selain itu kata ‘alasan’ juga dapat berarti hal-hal atau motif yang mendorong kita melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. Kata ‘dalih’ dalam bahasa Inggris disebut menggunakan kata ‘excuse’ yang bila diartikan ke bahasa Indonesia artinya sebenarnya juga bisa disebut dengan kata ‘alasan’. Tetapi meskipun secara arti kata kedua kata tersebut hampir sama, akhirnya saya menemukan perbedaan kedua kata tersebut khususnya secara maknanya.

Friday, 2 July 2010

MENGAPA KITA BUTUH TIM ?

Sejak sekitar tiga hari yang lalu aku membaca sebuah buku berjudul “Building Leaders the West Point Way”. Sebuah buku yang mengajarkan konsep-konsep kepemimpinan dari sudut pandang para tentara, khususnya jenderal-jenderal angkatan darat Amerika Serikat. Sebuah buku yang bagus menurutku, namun tulisan ini tidak akan membahas banyak tentang buku tersebut tapi lebih kearah apa yang sudah aku dapatkan dari buku tersebut.
Bab pertama buku tersebut membahas tentang tugas. Pada bab tersebut dipaparkan semua hal terkait tugas para kadet atau taruna angkatan darat Amerika Serikat yang sedang dipersiapkan untuk menjadi para perwira angkatan darat. Satu pelajaran yang bagus dari bab tersebut adalah mengenai komunitas atau tim. Ternyata di angkatan darat Amerika Serikat diajarkan bahwa salah satu tugas yang diemban oleh para kadet atau calon perwira angkatan darat adalah untuk hidup dalam komunitas atau tim. Mereka diajarkan bahwa kehidupan dalam tim atau komunitas melatih jiwa kepemimpinan mereka, sebab melalui hidup dalam tim seseorang belajar untuk menekan kepentingan dirinya sendiri dan mendahulukan kepentingan tim atau komunitasnya.

KumpulBlogger