Sunday, 4 July 2010

SEPERTI APA AKU MEMANDANG MASA DEPAN DIRIKU ?

Boleh dong kalau aku bermimpi tentang masa depanku ? Bermimpi tentang masa depan kita adalah hal yang sangat bagus dan luar biasa. Hal tersebut perlu untuk kita semua lakukan dan terapkan dalam hidup kita, sebab dari impian akan muncul motivasi atau gairah untuk mewujudkan impian tersebut. Impian sama dengan halnya tujuan akhir yang ingin kita raih dalam hidup dan untuk benar-benar meraih sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita harus memulainya dengan memandang tujuan akhir dari hidup kita. Hal itulah yang dicetuskan oleh Stephen Covey, salah seorang pakar pengembangan diri melalui bukunya the 7 Habits of Highly Effective People.
Aku memandang masa depan diriku bahwa kelak aku menjadi orang yang terkenal di seluruh dunia. Aku memandang diriku sebagai salah satu orang dengan keahlian terbaik di bidang teknologi informasi yang paling dicari di seluruh dunia. Aku memandang diriku bahwa kelak aku akan menjadi pembicara tentang motivasi, kepemimpinan, serta pengembangan diri kaliber internasional. Aku memandang diriku sebagai salah seorang pebisnis yang paling sukses di dunia ini. Aku memandang diriku sebagai salah satu penulis buku terbaik dunia. Aku memandang diriku sebagai salah satu pemimpin terbaik dunia. Aku memandang diriku sebagai salah satu generasi terbaik yang pernah dilahirkan di negaraku, Indonesia.

Aku memiliki impian bahwa aku akan menjadi seorang pembicara yang hebat yang dapat menginspirasi banyak orang. Namun sebelum menjadi terkenal di seluruh dunia, aku harus memulainya dari hal yang sederhana yaitu berlatih setiap hari untuk semakin mengasah keterampilan dan keahlianku dalam berbicara di depan orang-orang. Aku percaya bahwa hal-hal yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil, yang salah satunya adalah disiplin harian. Suatu disiplin yang muncul atas dasar kesadaran pribadi untuk terus mengasah keahlian serta keterampilan yang kita miliki atau ingin kita miliki.
Aku memandang diriku kelak di masa depan sebagai seseorang yang memiliki jadwal berbicara atau jadwal-jadwal lain yang padat. Aku memandang diriku sebagai seorang yang akan berkeliling dunia. Namun sebelum berkeliling dunia, aku harus mengawalinya dengan menjadi terkenal dulu di kotaku, kemudian di beberapa kota, kemudian di dalam satu propinsi, kemudian ke propinsi terdekat dengan propinsi dari kota tempat tinggalku, kemudian di tingkat nasional, kemudian di negara tetangga terdekat dengan negara tempat tinggalku, kemudian di tingkat Asia Tenggara. Kemudian di tingkat Asia Pasifik, kemudian mulai bergerak ke Eropa, dan kemudian ke Amerika, dan akhirnya ke seluruh dunia.
Impian-impian tersebut masih terlalu besar untukku sekarang ini, namun aku percaya dengan penuh iman bahwa selamanya aku terus mengasah kemampuan setiap hari, tidak cepat puas atas kondisi yang ada, serta jika Tuhan mengijinkan aku pasti akan meraih seluruh impian besar tersebut. Suatu impian yang sekarang ini tampaknya masih berada di luar angkasa serta hanya ada di dalam pikiranku semata, namun suatu saat aku akan membuat seluruh impian semakin dekat ke bumi dan pada akhirnya menjadi kenyataan. Aku harus berusaha untuk terus-menerus mendisiplinkan diriku sendiri setiap hari, melatih diri setiap hari agar diriku senantiasa bertumbuh keatas dan terus naik ke tingkat yang lebih tinggi. Mewujudkan impian yang besar dengan upaya yang besar !

Tickerbar

KumpulBlogger