Thursday, 12 February 2009

Being the First Class People

Baru-baru ini aku memutuskan membaca kembali buku Berpikir dan Berjiwa Besar, sebuah buku koleksi lama yang sangat bagus isinya menurutku. Meskipun ini adalah ketiga kalinya aku membaca, tetap saja aku merasa ada sesuatu yang kudapatkan dari buku tersebut. Sesuatu berupa nasihat-nasihat maupun prinsip-prinsip dalam menjalani kehidupan. Semua nasihat dan prinsip yang diajarkan benar-benar menyegarkan cara berpikirku terhadap segala sesuatu.

Tulisan kali ini juga terinspirasi oleh tulisan yang ada pada buku tersebut. Menjadi orang kelas satu, being the first class people. Baru-baru ini aku mendengar lagu yang berjudul “Sama”, lagu ini menceritakan tentang bahwa setiap dari kita itu semuanya sama tidak ada yang berbeda. Aku secara pribadi setuju dengan lagu itu, sebab memang pada dasarnya kita semua manusia itu sama. Kita sama-sama dilahirkan dalam kondisi telanjang dan tidak bisa apa-apa, satu-satunya kemampuan pertama yang kita peroleh saat kita lahir adalah kemampuan untuk menangis yang menandakan bahwa kita hidup. Namun dari sudut pandang lain aku juga tidak setuju dengan isi lagu tersebut, sebab ternyata setelah aku renungkan setiap orang itu berbeda, berbeda dalam kemampuan, berbeda dalam sikap, berbeda dalam sudut pandangnya terhadap hal-hal yang berada disekelilingnya, berbeda dalam hobi, serta masih banyak perbedaan lainnya.

Mengenai topik menjadi orang kelas satu ini, ada beberapa hal yang membedakan setiap orang dan layak menjadikan orang tersebut sebagai orang kelas satu yaitu caranya bersikap, cara dia mengatur dirinya agar selalu berada pada standar terbaik yang ada, cara dia menghargai segala sesuatu yang dia lakukan bahkan yang paling kecil sekalipun (orang yang menghargai hal-hal kecil, hampir pasti dia akan menghargai hal-hal yang lebih besar), dan juga cara dia menjaga setiap bagian atau aspek hidupnya. Ya, hal-hal itulah yang mampu menjadikan seseorang sebagai orang kelas satu. Jadi tidak selalu benar bahwa setiap orang sama, tetap ada hal-hal tertentu yang membedakan orang satu dengan yang lain.

Satu pelajaran atau nasihat berharga yang kudapatkan dari buku Berpikir dan Berjiwa Besar adalah “untuk menjadi orang kelas satu, bentuklah lingkungan kelas satu”. Sebab bisa dipastikan bahwa lingkungan kita, orang-orang disekeliling kita akan turut menentukan jadi apa kita nantinya. Jika kita mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang kelas dua atau biasa-biasa saja, maka hal itulah yang akan terjadi pada diri dan kehidupan kita. Buku itu menyarankan carilah selalu orang yang kelas satu agar dirimu menjadi orang kelas satu pula, sebab jika orang lain ingin mengetahui seperti diri kita biasanya mereka juga melihatnya dari orang-orang yang ada disekeliling kita. Mulai hari ini aku sendiri sudah menetapkan suatu komitmen baru untuk benar-benar menjadi orang kelas satu, aku juga ingin kalian semua menjadi orang yang kelas satu dengan menetapkan cara hidup kelas satu. Melakukan segala sesuatunya dengan cara orang kelas satu, akan membuat diri kita benar-benar menjadi orang kelas satu. Lakukan semua pekerjaan kita dengan baik, maka selanjutnya pekerjaan yang lebih besar akan diserahkan kepada kita. Semakin besar pekerjaan atau tanggung jawab yang diserahkan kepada kita, semakin naik pula kelas kita lebih tinggi. Jadi sekarang pertanyaannya, Jika bisa menjadi orang yang kelas satu mengapa harus menjadi orang pada kelas-kelas selain kelas satu ?

Wednesday, 11 February 2009

Membaca: Itu Lebih Merupakan Sebuah Kesukaan Daripada Kewajiban Bagiku

Mungkin ada banyak sekali dari kalian, khususnya teman-teman dekatku yang sering sekali melihat aku membaca buku ataupun bacaan lain yang dapat dibaca. Mungkin kalian bingung juga sih kok aku suka banget ya baca. Mungkin kalian berpikir kok aku seperti tidak ada capeknya ya baca, baca, dan baca. Tapi sebenarnya ada hal yang tidak kalian ketahui, sebenarnya aku capek juga, sebab aku kan juga masih manusia biasa yang bisa menjadi capek serta butuh istirahat dan bukan robot. Tapi aku tetap bertahan untuk membaca karena aku menganggapnya sebagai sebuah kesukaan, bukan sebagai sebuah kewajiban semata.

Aku terus membaca karena aku sadar itu berguna. Dari membaca aku tahu cukup banyak hal, meskipun juga bukan semua hal aku ketahui. Aku membaca bukan karena statusku sebagai seorang mahasiswa, aku membaca hanya karena aku ingin membaca. Aku terkadang berhenti membaca jika aku merasa bosan atau capek, dan biasanya aku mengganti dengan kegiatan lainnya seperti tidur, nonton film, atau keluar jalan-jalan. Namun intinya adalah membaca tetap yang utama bagiku, kegiatan yang aku gunakan untuk memanfaatkan waktuku. Setiap kita bisa punya banyak hal berbeda yang kita gunakan untuk memanfaatkan waktu kita masing-masing.

Bicara mengenai waktu, aku jadi teringat omongan dari seorang pembicara pada suatu kebaktian pemuda di gereja. Pembicara tersebut mengatakan bahwa omongan “mengisi waktu luang”, “menghabiskan waktu”, dan omongan-omongan sejenis itu sebenarnya adalah salah. Sebab waktu adalah sesuatu yang tidak diisi dan tidak dapat dihabiskan, waktu adalah sesuatu yang netral. Jadi omongan yang tepat seharusnya adalah memanfaatkan waktu, bukan mengisi atau menghabiskan waktu. Intinya dari nasehatnya adalah manfaat waktu yang ada dengan sebaik mungkin, maka waktu yang bersifat netral tadi juga akan memberikan yang terbaik dalam kehidupan kita. Hal ini mirip dengan topik tulisanku sebelum, “Sesuatu yang Kita Pentingkan, Suatu Saat akan Mememtingkan Kita”. Sebagai penutup tulisan ini ada suatu kutipan, “Cintailah setiap hal yang kita lakukan atau kerjakan, maka kita tidak akan pernah bekerja sekalipun dalam hidup ini”. Demikian bunyi kutipan yang aku lupa siapa nama orang yang mengucapkannya, namun yang terpenting adalah kutipan tersebut dapat menjadi manfaat bagi kita semua.

Kostku Kemalingan !!!!

Kemarin Senin pagi jam 03.00, ada musibah yang menimpa kost tercintaku, kostku kemasukan maling dari bagian belakang. Yang pertama kali mengetahui ada maling masuk adalah bapak yang menjaga tempat kostmu, dia mendengar ada suara kayu yang terjatuh karena digunakan untuk memanjat saat melarikan diri oleh sang maling. Aku juga sempat mendengar sih suara agak ribut gitu sekitar jam 03.00 pagi. Awalnya aku kira aku bermimpi saat mendengar suara ribut-ribut itu, eh tidak tahunya ternyata ada maling yang masuk. Akhirnya aku diberitahu oleh penjaga kost bahwa ada maling masuk.

Dari aksi maling yang terdiri dari 2 orang tersebut telah hilang sebuah dompet lengkap dengan isinya dan 2 buah jam tangan milik teman kostku, yang kebetulan kamarnya kebetulan berada di bagian paling belakang dekat tempat sang maling masuk. Dari kejadian masuknya maling ke kostku ini, aku merasa turut prihatin untuk teman kostku yang kehilangan barangnya, tapi aku juga sekaligus bersyukur pada Tuhan bahwa semua penghuni kostku masih dalam keadaan baik-baik saja dan tidak ada yang terluka. Karena bagiku keselamatan itu tetaplah yang terpenting. Aku sekali lagi benar-benar berterima kasih pada Tuhan masih melindungi semua penghuni tempat kostku.


Sekian dulu tulisan singkatku mengenai aksi masuknya maling yang terjadi di tempat kostku. Aku berharap semoga temanku yang kehilangan barang-barangnya tidak terlalu kecewa dan dapat memperoleh gantinya dari Tuhan. Meskipun tempat kostku baru saja kemasukan maling, namun aku yakin tempat kostku akan aman-aman saja kedepannya, karena aku telah berdoa demikian kepada Tuhan. Aku juga berharap semoga dari hasil curian yang diperoleh oleh sang maling dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kebaikan bagi kehidupan mereka. Semoga mereka juga berhenti menjadi maling yang menyusahkan kehidupan orang lain dan beralih mencari pekerjaan atau profesi yang lebih mulia.

Monday, 9 February 2009

Sesuatu yang Kita Pentingkan, Suatu Saat akan Mementingkan Kita

Langsung saja deh tidak pakai pengantar segala. Inspirasi judul tulisan ini aku dapatkan dari sebuah buku serta dari seorang motivator. Buku yang kumaksud adalah Berpikir dan Berjiwa Besar, serta motivator yang kumaksudkan adalah Mario Teguh. Ada beberapa poin yang kuingat dari buku serta ucapan motivator tersebut. Beberapa poin atau prinsip yang diucapkan oleh motivator atau ditulis dalam buku tersebut, pada dasarnya hampir sama. Seperti: “Untuk menjadi orang penting, berpikirlah dan bertindaklah seperti orang penting”, “Meskipun penampilan tidak selalu menunjukkan keadaan yang sebenarnya dari seseorang, tetapi hal itulah yang pertama kali terlihat oleh orang lain, karena itu tampillah sebaik mungkin sehingga orang lain melihat bahwa seperti itulah keadaan sebenarnya dari dirimu dan kemudian cerminkanlah tampilan luar diri kita ke dalam”, “Orang yang berpikir pekerjaannya penting mendapat isyarat mental tentang bagaimana melakukan pekerjaannya dengan lebih baik; dan pekerjaan yang lebih baik berarti promosi lebih besar, uang lebih banyak, prestise lebih besar, kebahagiaan lebih besar”, “Agar dapat menjadi seorang yang sukses, kondisikanlah diri Anda sesuai dengan keadaan orang yang sukses”, “Berpikirlah sukses dan Anda pun akan benar-benar sukses”.

Masih banyak lagi sebenarnya kalimat-kalimat yang dapat memberikan motivasi yang besar pada diri kita. Tapi satu pelajaran yang kudapat dari kalimat-kalimat tersebut adalah segala sesuatu yang kita pentingkan, suatu saat akan mementingkan kita. Misal, jika kita mementingkan kesehatan kita suatu saat kesehatan kita akan mementingkan diri kita, jika kita mementingkan hubungan sosial kita dengan keluarga dan teman suatu saat hubungan sosial tersebut juga akan melakukan hal yang sama pada kita, jika mementingkan pekerjaan kita dengan cara melakukan semua yang terbaik yang dapat kita lakukan suatu saat pekerjaan kita juga akan mementingkan diri kita, serta banyak lagi contoh lainnya. Namun intinya adalah satu, yaitu hargai segala sesuatu dan pada saatnya nanti segala sesuatu tersebut yang akan menghargai kita. Hargailah setiap usaha yang kita lakukan untuk meraih impian, maka suatu impian kita yang akan menghargai kita. Hargailah setiap waktu yang kita berikan untuk orang lain, maka suatu saat orang lain akan menghargai kita. Hargailah setiap waktu yang ada dalam kehidupan kita, maka suatu saat waktu yang ada juga akan menghargai kita.

Hargailah segala sesuatu yang kita inginkan segala sesuatu itu menghargai kita kelak. Sekian tulisan singkat kali ini. Semoga tulisan yang singkat ini dapat memotivasi saya sendiri dan juga kalian semua yang membacanya untuk dapat menghargai segala sesuatu yang sudah ada dalam kehidupan ini, tanpa pernah mengeluhkan apa yang belum kita punyai melainkan terus berusaha untuk dapat meraihnya. Terima kasih semuanya sudah mau membacanya, saran dan kritik yang membangun saya tunggu. God bless you all.

Thursday, 5 February 2009

Efisiensi : Untuk Sesuatu yang Dapat Dikerjakan Dalam 5 Menit Kenapa Harus Dikerjakan Dengan Waktu Lebih ?

Halo-halo semuanya pembaca setia tulisanku. Selamat pagi dan selamat menikmati hari yang indah yang telah Tuhan anugerahkan dalam hidup ini. Mungkin kalian berpikir panjang sekali judul tulisan ini. Ya memang ini merupakan judul tulisan terpanjang yang pernah kubuat. Hahaha……. Namun aku bukan bermaksud sengaja memperpanjang judul tulisan ini untuk membuat orang lain malas melihatnya atau untuk tujuan apapun lainnya. Karena memang judul begitulah adanya judul tulisan ini. Selamat membaca.

Judul tulisan ini sudah lama dan bahkan lama sekali aku pikirkan, sejak aku menjadi panitia Pekan Kampus pertama kali pada tahun 2006 lalu. Waktu itu, aku terpikir bahwa jika segala sesuatu dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, mengapa kita harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan hal tersebut. Tidakkah lebih baik jika waktu yang lain kita gunakan untuk membereskan pekerjaan yang lain ? Sehingga dengan begitu hal-hal yang menjadi tanggung jawab pekerjaan kita bisa berkurang. Dan bahkan istimewanya lagi kita bisa memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat.

Namun semangat efisiensi waktu ini bisa dikatakan mulai hilang padaku sejak semester 7 kemarin. Aku lebih banyak menunda-nunda sesuatu, padahal hal tersebut dapat aku kerjakan saat itu tetapi aku memilih menundanya untuk mengerjakan nanti atau bahkan keesokan harinya. Aku tersadar kembali bahwa aku telah banyak melakukan hal-hal yang bisa dibilang kurang penting untuk dilakukan, semisal lebih memilih menonton film padahal ada hal lain yang harus dikerjakan, memilih untuk main game padahal sudah tahu besok ada tugas yang harus dikumpul atau besok ada tujuan, dan banyak ketidakefisienan lain. Waktu itu aku terpikir “ah istirahat dulu saja kan hari ini aku sudah lakukan kegiatan ini dan itu”, padahal hari itu semua kegiatan yang kulakukan hanya sedikit saja yang sebenarnya merupakan kegiatan inti dan terpenting yang harus kulakukan. Aku terlalu cepat puas, tanpa sadar bahwa sebenarnya belum semua tanggung jawabku untuk hari itu belum selesai kukerjakan.

Atas semua hal-hal yang tidak efisien tersebut dapat ditebak bahwa hasil ujian setiap mata kuliahku pun sebagian besar tidak memuaskan. Untuk mata kuliah dimana seharusnya aku bisa memperoleh nilai A, aku hanya memperoleh B atau C. Bahkan yang terparah lagi sampai ada 2 mata kuliah yang memperoleh nilai D, yang berarti aku harus mengulangnya. Namun sekali lagi aku tidak akan pernah menyesali semua hal yang telah terjadi tersebut, karena penyesalan tanpa usaha untuk berubah jadi lebih baik tidak akan ada artinya. Percuma saja terus menyesal dan merasa bersalah, jika kita tidak pernah membuat komitmen untuk melakukan perubahan dan memperbaiki setiap kesalahan yang pernah kita perbuat.

Atas dasar kesadaran itulah dan setelah mendapat inspirasi ketika membaca buku “Berpikir dan Berjiwa Besar”, aku mulai hari ini akan memperbaiki kembali setiap ketidakefisienan yang ada. Mulai hari ini aku tidak akan menunda-nunda setiap hal yang dapat kulakukan hari ini hingga hari esok, seperti kata pepatah “Jangan pernah menunda apa yang dapat kamu lakukan hari ini hingga hari esok”. Dari buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” pula, aku mendapatkan inspirasi serta pelajaran bahwa sebenarnya seberapa banyak hal yang dapat kita lakukan itu tergantung pada seberapa besar kita yakin bahwa kita dapat melakukan hal tersebut. Jika kita yakin kita dapat, maka pikiran kita akan berusaha mencari jalan agar kita dapat benar-benar melakukannya. Teringat pula aku akan suatu pepatah, “If there’s a want there’s a way (dimana ada kemauan atau kehendak disana akan ada jalan)”.

Ya mulai hari ini saatnya kembali melakukan segala sesuatunya dengan efisien. Saatnya berbuat lebih banyak daripada yang pernah kita perbuat sebelumnya. Berbuat lebih banyak bagi kebaikan diri kita dan juga orang lain. Satu yang akan kuingatkan lagi bagi diriku sendiri (semoga hal ini juga dapat menjadi pengingat bagi kalian semua), setiap orang mendapat jatah waktu yang sama dalam sehari yaitu 24 jam, namun tidak setiap orang memanfaatkan jatah waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi kehidupannya dan kehidupan orang disekitarnya. Pada masa sekarang waktu 24 jam memang terasa sedikit sekali, tetapi waktu yang sedikit ini dapat kita gunakan untuk menghasilkan banyak hal asalkan kita mau menggunakannya dengan baik. Sebagai penutup aku berikan kutipan dari Steve Jobs bos besar sekaligus pendiri Apple, Inc. “Time is our most valuable commodity (waktu adalah komoditas atau sumber daya kita yang paling berharga)”.

Friday, 23 January 2009

Found My New Talent


Hore hore, aku tidak menduga ternyata aku masih punya bakat tersembunyi yang masih bisa diasah lagi. Bakat apa itu ? Menyanyi jawabannya. Ternyata tanpa kusadari aku bisa juga menyanyi lho. Hehehe…… Mungkin saja bakatku itu menurun dari orang tua ku, khususnya dari mamaku. Yup memang betul mamaku itu suka sekali menyanyi dan suaranya juga tergolong bagus, sebagai bukti bahwa suaranya bagus, mamaku diminta untuk menjadi pimpinan sekaligus pelatih kelompok vokal yang ada di gereja. Aku berterima kasih kepada mamaku karena telah memberiku satu warisan bakat yang mungkin saja dapat berharga suatu saat nanti. Aku berterima kasih juga kepada Tuhan, karena telah memberikan mama seperti mamaku.
Sebenarnya penemuan bakatku itu secara tidak sengaja, awalnya aku tidak begitu suka dengan music. Aku lebih suka menghabiskan hari-hariku (khususnya ketika masih kanak-kanak) dengan nonton film di televisi atau membaca buku. Ya aku tergolong suka sekali membaca buku, bahkan karena kesukaanku itu pula aku termasuk seorang yang selalu menjadi rujukan atau acuan teman-temanku lainnya saat ingin mencari buku yang bagus. Hehehe…. jadi seperti artis saja ya yang dikejar-kejar orang untuk tanya judul buku yang bagus. Meskipun aku tergolong lebih suka membaca buku dan mengarang sendiri cerita-cerita yang biasanya kugunakan untuk bermain bersama mainan patung-patungan (lagi-lagi saat masih kecil, masa SD tepatnya), seingatku aku juga pernah mendengarkan dan menghafalkan untuk kemudian menyanyikan lagu tersebut. Beberapa kaset lagu anak-anak aku koleksi, yang kesemuanya berhubungan dengan film-film anak-anak.
Aku mulai mengenal musik lebih banyak lagi saat masa SMU. Saat itu sebagian besar teman-temanku sedang gandrung dengan band-band yang bermunculan waktu itu, antara lain Flanella, Peterpan, dan beberapa grup band lain. Nah dari merekalah aku mengetahui lebih banyak lagi tentang lagu-lagu, yang akhirnya karena sering berkumpul aku juga mulai sedikit demi sedikit ikut menyanyi. Berawal dari situ pula, aku mulai menyukai lebih lagi lagu-lagu yang ada, yang akhirnya terbawa sampai sekarang. Sejak saat itu juga, aku lebih banyak mengenal grup musik seperti Dewa, Padi, Ada Band, dan lain-lain. Ternyata sesuatu yang berawal hanya dari ikut-ikutan itu semakin membuat aku tertarik dan lebih sering menyanyi setiap ada waktu luang. Namun aku sendiri juga sadar bahwa kemampuan menyanyiku belum sebaik penyanyi-penyanyi top atau terkenal yang sudah ada sekarang. Tetapi aku tidak mau meremehkan diriku sendiri, asalkan aku mau berlatih lebih serius dan dengan percaya, aku yakin suatu saat aku dapat menandingi dan melewati kemampuan menyanyi mereka semua. Suara penyanyi yang kusuka antara lain Ariel Peterpan, Delon saat menyanyi lagu Karena Cinta, Christian Bautista, vokalis ST 12, Chester vokalis LinkinPark, Enrique Iglesias, dan masih banyak penyanyi lain. Aku akan terus melatih sendiri pelan-pelan, dan aku juga punya rencana untuk ikut les vokal biar aku bisa menyanyi lebih baik lagi. Siapa tahu suatu saat bakat itu dapat kugunakan sebagai suatu pekerjaan, namun untuk sekarang aku sendiri lebih fokus ke bidang teknologi informasi atau komputer dan tulis-menulis serta motivasi. Masih banyak impian yang ingin kuraih, sebab memang itu wajib bagi setiap orang yang ingin meraih sukses luar biasa yaitu memiliki banyak impian serta mau berjuang demi setiap impiannya.

Belajar Bahasa Prancis


Bonjour. Eits jangan dulu bingung ya dengan kata yang aku tulis diawal tulisan ini. Kata itu merupakan salah satu kata dalam bahasa Prancis, yang artinya selamat pagi. Ya memang sekarang aku sedang ingin belajar bahasa baru nih, ya anggap saja buat tambah wawasan gitu. Saat ini aku sudah menguasai bahasa Indonesia, bahasa Inggris (meskipun belum sepenuhnya baik), sedikit bahasa Jerman, dan sekarang giliran aku ingin belajar bahasa Prancis. Guna menopang keinginanku belajar bahasa Prancis, aku sudah membeli satu buah buku yang membahas tentang bahasa Prancis. Buku tersebut aku beli saat Gramedia Manyar mengadakan diskon besar-besaran beberapa waktu lalu, aku membelinya karena selain aku pandang isinya bagus juga harganya tidak terlalu mahal setelah di diskon.
Sebenarnya keinginan belajar bahasa Prancis itu sendiri sudah ada dibenakku sejak aku mulai masuk kuliah. Awalnya aku berencana semester 7 atau semester 8 ingin mengambil kursus bahasa Prancis secara intensif di CCCL atau pusat kebudayaan Prancis di jalan Darmo Kali. Namun ternyata aku salah memperhitungkan dan menyiapkan strategi belajarku, sehingga yang menurut perkiraan bahwa di semester 7 atau semester 8 paling tidak aku sudah tinggal mengurus Tugas Akhir dan beberapa (sedikit) mata kuliah saja, ternyata masih lumayan banyak mata kuliah yang harus aku ambil (sebenarnya juga tidak terlalu banyak amat sih, cuma ada 3 mata kuliah). Tapi sudahlah aku tidak mau terlalu menyesalinya, karena menyesal pun tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik. Satu hal yang terpenting adalah aku sudah mendapatkan pelajaran tentang pentingnya perencanaan sebelum bertindak, karena bertindak tanpa perencanaan akan membuat apa yang kita lakukan tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal. Namun begitu juga membuat rencana saja tidak cukup, setelah kita membuat rencana hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah bertindak atau menindaklanjuti setiap rencana yang telah kita buat. Sebab jika tidak begitu rencana sebaik apapun tidak akan menghasilkan apa-apa.
Nah karena seperti yang kusebutkan diatas yaitu aku tidak ingin rencanaku hanya sekedar rencana saja, maka aku memutuskan membeli buku panduan belajar bahasa Prancis. Buku yang kubeli tersebut memang belum sempat aku baca secara menyeluruh dan mendalam, namun aku sudah membacanya sekilas dan aku juga mendapatkan beberapa pengetahuan tentang bahasa Prancis yang cukup berguna. Ternyata bahasa Prancis lumayan komplek juga seperti bahasa-bahasa lain. Bahasa Prancis mengenal ada dua macam kata, yaitu kata-kata yang digunakan untuk mewakili male (laki-laki) dan kata-kata yang digunakan untuk mewakili female (perempuan). Namun juga tidak semua kata itu memiliki bentuk yang penulisan dan pelafalan yang berbeda, salah satu buktinya adalah kata bonjour diatas. Kata tersebut sama penulisan dan pelafalannya, baik digunakan untuk laki-laki maupun perempuan. Sudah-sudah kembali lagi ke topik utama bahasan yaitu mengenai keinginanku untuk belajar bahasa. Aku sendiri akan bekerja keras berusaha mencari waktu untuk belajar sendiri semua yang ingin kupelajari, termasuk bahasa Prancis. Aku harus mulai berkomitmen untuk itu.
Bagi kalian yang setelah membaca tulisan ini dan ingin belajar lebih jauh lagi mengenai bahasa Prancis, silakan saja kalian mencari buku-buku referensi yang sekiranya dapat membantu atau memudahkan kalian belajar. Selain itu jika kalian ingin lebih mudah atau mendapatkan bimbingan dari orang yang sudah benar-benar mengerti bahasa Prancis, kalian bisa juga mengikuti kursus yang diadakan oleh CCCL. Menurut saya, kursus disana pasti lebih terpercaya dan akan sangat membantu untuk lebih serius lagi belajar, khususnya untuk orang-orang yang paling susah untuk berkomitmen. Selain itu fasilitas yang diberikan juga cukup banyak, kalau tidak salah disana juga terkadang diadakan festival makanan Prancis. Jadi selain kalian belajar bahasa, kalian juga dapat merasakan makanan luar khususnya Prancis. Disana juga diadakan pemutaran film-film Prancis, dan setahuku yang juga tidak kalah penting adalah memiliki perpustakaan yang bagus dan nyaman. Selamat mencoba untuk kesana jika tertarik, aku sendiri kapan-kapan juga akan mencoba kesana untuk melihat suasananya.

KumpulBlogger