Wednesday, 11 February 2009

Membaca: Itu Lebih Merupakan Sebuah Kesukaan Daripada Kewajiban Bagiku

Mungkin ada banyak sekali dari kalian, khususnya teman-teman dekatku yang sering sekali melihat aku membaca buku ataupun bacaan lain yang dapat dibaca. Mungkin kalian bingung juga sih kok aku suka banget ya baca. Mungkin kalian berpikir kok aku seperti tidak ada capeknya ya baca, baca, dan baca. Tapi sebenarnya ada hal yang tidak kalian ketahui, sebenarnya aku capek juga, sebab aku kan juga masih manusia biasa yang bisa menjadi capek serta butuh istirahat dan bukan robot. Tapi aku tetap bertahan untuk membaca karena aku menganggapnya sebagai sebuah kesukaan, bukan sebagai sebuah kewajiban semata.

Aku terus membaca karena aku sadar itu berguna. Dari membaca aku tahu cukup banyak hal, meskipun juga bukan semua hal aku ketahui. Aku membaca bukan karena statusku sebagai seorang mahasiswa, aku membaca hanya karena aku ingin membaca. Aku terkadang berhenti membaca jika aku merasa bosan atau capek, dan biasanya aku mengganti dengan kegiatan lainnya seperti tidur, nonton film, atau keluar jalan-jalan. Namun intinya adalah membaca tetap yang utama bagiku, kegiatan yang aku gunakan untuk memanfaatkan waktuku. Setiap kita bisa punya banyak hal berbeda yang kita gunakan untuk memanfaatkan waktu kita masing-masing.

Bicara mengenai waktu, aku jadi teringat omongan dari seorang pembicara pada suatu kebaktian pemuda di gereja. Pembicara tersebut mengatakan bahwa omongan “mengisi waktu luang”, “menghabiskan waktu”, dan omongan-omongan sejenis itu sebenarnya adalah salah. Sebab waktu adalah sesuatu yang tidak diisi dan tidak dapat dihabiskan, waktu adalah sesuatu yang netral. Jadi omongan yang tepat seharusnya adalah memanfaatkan waktu, bukan mengisi atau menghabiskan waktu. Intinya dari nasehatnya adalah manfaat waktu yang ada dengan sebaik mungkin, maka waktu yang bersifat netral tadi juga akan memberikan yang terbaik dalam kehidupan kita. Hal ini mirip dengan topik tulisanku sebelum, “Sesuatu yang Kita Pentingkan, Suatu Saat akan Mememtingkan Kita”. Sebagai penutup tulisan ini ada suatu kutipan, “Cintailah setiap hal yang kita lakukan atau kerjakan, maka kita tidak akan pernah bekerja sekalipun dalam hidup ini”. Demikian bunyi kutipan yang aku lupa siapa nama orang yang mengucapkannya, namun yang terpenting adalah kutipan tersebut dapat menjadi manfaat bagi kita semua.

Tickerbar

KumpulBlogger