Thursday, 12 February 2009

Being the First Class People

Baru-baru ini aku memutuskan membaca kembali buku Berpikir dan Berjiwa Besar, sebuah buku koleksi lama yang sangat bagus isinya menurutku. Meskipun ini adalah ketiga kalinya aku membaca, tetap saja aku merasa ada sesuatu yang kudapatkan dari buku tersebut. Sesuatu berupa nasihat-nasihat maupun prinsip-prinsip dalam menjalani kehidupan. Semua nasihat dan prinsip yang diajarkan benar-benar menyegarkan cara berpikirku terhadap segala sesuatu.

Tulisan kali ini juga terinspirasi oleh tulisan yang ada pada buku tersebut. Menjadi orang kelas satu, being the first class people. Baru-baru ini aku mendengar lagu yang berjudul “Sama”, lagu ini menceritakan tentang bahwa setiap dari kita itu semuanya sama tidak ada yang berbeda. Aku secara pribadi setuju dengan lagu itu, sebab memang pada dasarnya kita semua manusia itu sama. Kita sama-sama dilahirkan dalam kondisi telanjang dan tidak bisa apa-apa, satu-satunya kemampuan pertama yang kita peroleh saat kita lahir adalah kemampuan untuk menangis yang menandakan bahwa kita hidup. Namun dari sudut pandang lain aku juga tidak setuju dengan isi lagu tersebut, sebab ternyata setelah aku renungkan setiap orang itu berbeda, berbeda dalam kemampuan, berbeda dalam sikap, berbeda dalam sudut pandangnya terhadap hal-hal yang berada disekelilingnya, berbeda dalam hobi, serta masih banyak perbedaan lainnya.

Mengenai topik menjadi orang kelas satu ini, ada beberapa hal yang membedakan setiap orang dan layak menjadikan orang tersebut sebagai orang kelas satu yaitu caranya bersikap, cara dia mengatur dirinya agar selalu berada pada standar terbaik yang ada, cara dia menghargai segala sesuatu yang dia lakukan bahkan yang paling kecil sekalipun (orang yang menghargai hal-hal kecil, hampir pasti dia akan menghargai hal-hal yang lebih besar), dan juga cara dia menjaga setiap bagian atau aspek hidupnya. Ya, hal-hal itulah yang mampu menjadikan seseorang sebagai orang kelas satu. Jadi tidak selalu benar bahwa setiap orang sama, tetap ada hal-hal tertentu yang membedakan orang satu dengan yang lain.

Satu pelajaran atau nasihat berharga yang kudapatkan dari buku Berpikir dan Berjiwa Besar adalah “untuk menjadi orang kelas satu, bentuklah lingkungan kelas satu”. Sebab bisa dipastikan bahwa lingkungan kita, orang-orang disekeliling kita akan turut menentukan jadi apa kita nantinya. Jika kita mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang kelas dua atau biasa-biasa saja, maka hal itulah yang akan terjadi pada diri dan kehidupan kita. Buku itu menyarankan carilah selalu orang yang kelas satu agar dirimu menjadi orang kelas satu pula, sebab jika orang lain ingin mengetahui seperti diri kita biasanya mereka juga melihatnya dari orang-orang yang ada disekeliling kita. Mulai hari ini aku sendiri sudah menetapkan suatu komitmen baru untuk benar-benar menjadi orang kelas satu, aku juga ingin kalian semua menjadi orang yang kelas satu dengan menetapkan cara hidup kelas satu. Melakukan segala sesuatunya dengan cara orang kelas satu, akan membuat diri kita benar-benar menjadi orang kelas satu. Lakukan semua pekerjaan kita dengan baik, maka selanjutnya pekerjaan yang lebih besar akan diserahkan kepada kita. Semakin besar pekerjaan atau tanggung jawab yang diserahkan kepada kita, semakin naik pula kelas kita lebih tinggi. Jadi sekarang pertanyaannya, Jika bisa menjadi orang yang kelas satu mengapa harus menjadi orang pada kelas-kelas selain kelas satu ?

Tickerbar

KumpulBlogger