Friday, 21 December 2012

Menantang Diri Sendiri

Pagi hari ini menyempatkan diri untuk membaca surat kabar yang dibeli kemarin hari. Ada beberapa bagian yang belum sempat dilihat dan dibaca, maka pagi ini disempatkan untuk melanjutkan membaca sejenak. Membuka bagian kolom inspirasi bisnis dan terdapat profil salah satu pengusaha muda yang dengan modal yang minim dan nekat berani membuka usaha. Kini setelah beberapa usaha yang dibangunnya telah menghasilkan omzet hingga ratusan juta dalam sebulan. Namun yang menjadi inspirasi utama bukanlah soal omzet usahanya yang telah mencapai ratusan juta dalam sebulan, melainkan latar belakang atau motivasinya dalam merintis bisnis.
Menantang diri sendiri, itulah alasannya dalam memutuskan untuk membangun atau merintis bisnisnya sendiri. Latar belakangnya adalah seorang wartawan dan dia sudah merasa cocok dan nyaman dengan profesi tersebut, namun seiring dengan berlalunya waktu dia mulai merasakan tidak tantangan dalam profesi yang dijalaninya tersebut, dan akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari profesinya dan membangun bisnis. Dia dengan penuh keberanian memutuskan untuk keluar dari zona nyaman profesinya sebagai wartawan dan menjadi seorang entrepreneur. Dia tetap nekat keluar walaupun orang tuanya menentang lantaran bisnis mebel yang akan ditekuninya merupakan bisnis yang bersifat musiman, namun justru disitulah dia merasa tertantang untuk membuktikan pada orang tuanya bahwa bisnis mebel pun bisa menjadi bisnis yang bukan musiman lagi.
Hal yang sama yang dilakukan oleh pengusaha yang saya ceritakan di atas, juga perlu untuk kita terapkan dalam hidup kita sendiri setiap hari. Kita perlu belajar untuk menantang diri kita sendiri, memberi tantangan demi tantangan yang terus dapat merangsang gairah kita secara pribadi untuk bertumbuh menjadi lebih baik dan lebih baik lagi setiap harinya. Kita perlu berani menantang diri kita sendiri agar tidak terdiam di posisi kita yang sekarang, agar tidak membeku dalam kenyamanan apa yang sudah pernah kita raih di masa lalu maupun apa yang sedang kita nikmati sekarang ini. Untuk terus bertumbuh, kita terus membutuhkan tantangan demi tantangan agar ‘panas’ yang ada di dalam diri kita terus bergelora dan ‘membakar’ diri kita sendiri maupun orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kita tidak dapat bertumbuh dalam diam. Kita tidak dapat bertumbuh tanpa adanya tantangan-tantangan yang ‘membakar’ diri kita serta memicu adrenalin yang ada di dalam diri. Kita semua membutuhkan tantangan demi tantangan untuk terus menjadi lebih baik, lebih hebat, dan terus bertumbuh sampai mencapai potensi terbesar kita. Tantang diri sendiri, walau kadang itu tidak selalu mudah !

Tickerbar