Friday, 27 January 2012

Tidak Bergantung Pada Orang Lain


Kita semua mungkin telah mengetahui bahwa kita semua memerlukan bantuan orang lain untuk meraih sebagian besar hal yang kita inginkan atau perlukan dalam kehidupan ? Saya pun telah dan semakin menyadari hal tersebut, tetapi kita juga harus waspada akan satu hal atau sisi buruk dari kebutuhan kita akan bantuan orang lain. Pengalaman yang pernah saya jalani mengingatkan dan menyadarkan saya bahwa kita memang memerlukan bantuan orang lain, tetapi jika kita tidak waspada, lama-kelamaan kita akan menjadi terlalu bergantung pada orang lain. Kita perlu waspada agar kebutuhan kita akan bantuan atau dukungan orang lain tidak menjadikan kita bergantung semata-mata kepada mereka. Sebab jika kita terlalu bergantung kepada orang lain untuk melakukan sesuatu, maka kemungkinan besar di lain kesempatan, kita akan menjadi takut atau kurang percaya diri untuk memperjuangkan atau meraih sesuatu sendirian.
Kita perlu waspada, sebab ketika telah menjadi terlalu bergantung kepada dukungan orang lain sebelum memutuskan melakukan sesuatu, maka kita secara tidak langsung telah mengijinkan hal tersebut menggerogoti rasa percaya diri kita. Sehingga pada akhirnya kita tidak akan pernah berani lagi ketika harus memperjuangkan sesuatu yang sebenarnya memang kita sadari harus kita perjuangkan. Kita akan menjadi pribadi yang ragu-ragu untuk bertindak mengejar atau mewujudkan segala sesuatu yang perlu kita kejar atau wujudkan, sebab kita mengharapkan adanya dukungan pendapat orang lain sebelum bertindak.

Saya dapat bercerita dengan gamblang mengenai hal ini, karena saya sendiri pernah mengalaminya. Sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya terpilih menjadi pemimpin salah satu kepanitiaan kegiatan di kampus, saya telah menyadari beberapa waktu sebelumnya bahwa agar saya dapat mensukseskan kegiatan tersebut, maka saya butuh dukungan tim yang kuat dan solid. Hal ini bagus, namun di sisi lain, karena saya terlalu mengharapkan dukungan tim yang solid dan kuat, pada akhirnya saya menjadi terlalu terikat atau terlalu bergantung kepada tim saya. Pada akhirnya, saya sebagai pemimpin justru menjadi pemimpin yang tampak ragu-ragu serta kurang jelas dan tegas dalam mengambil setiap keputusan. Saya terlalu mengharapkan agar tim saya terlebih dahulu mendukung apa yang akan saya putuskan sebelum saya benar-benar menjadikan hal tersebut suatu keputusan. Saya terlalu ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu, walaupun secara pribadi saya tahu secara pasti bahwa hal tersebut adalah hal atau keputusan yang benar. Saya telah menjadi terlalu bergantung kepada orang lain, sehingga kepercayaan serta keberanian saya mengambil sikap menjadi berkurang.
Namun, saya cukup beruntung selama beberapa bulan terakhir ini, saya akhirnya menyadari kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam diri saya tersebut. Saya akhirnya memutuskan untuk kembali belajar menjadi lebih berani dalam mengambil tindakan, lebih berani dalam membuat keputusan yang benar, lebih berani dalam mengambil sikap yang tepat, walaupun semua hal tersebut tidak mendapatkan dukungan orang lain. Selama tahu dan yakin dengan pasti bahwa segala tindakan, keputusan, maupun sikap yang akan saya ambil adalah benar serta tidak merugikan siapapun, saya akan belajar untuk berani mengambilnya walaupun harus sendirian. Saya belajar untuk tetap menyatu serta memperoleh bantuan orang lain, namun di sisi lain saya juga belajar untuk tidak tergantung kepada orang lain. Saya belajar untuk percaya kepada diri saya sendiri, kepada intuisi yang ada dalam diri saya. Bagaimana dengan kalian ?

Tickerbar