Monday, 30 January 2012

Nothing is Free !


Selama ini kita mungkin sering mendengar kalimat atau istilah berikut: ‘no free lunch’, ‘tidak ada yang gratis’, ‘untuk segala sesuatu ada harga yang harus dibayar’, dan ungkapan lain sejenisnya. Saya pertama kali mendengar ungkapan seperti itu sekitar 6 tahun yang lalt dan akhir-akhir ini saya kembali sering mendengar ungkapan tersebut ‘berdengung’ di dalam pikiran saya. Ya, saya kembali teringat (atau diingatkan) bahwa tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini. Kita membayar hari ini dan menikmati hasilnya esok, atau sebaliknya, kita menikmati hasilnya hari ini dan membayarnya esok. Intinya kita harus membayar untuk segala sesuatu yang kita inginkan (walaupun terkadang tetap ada sesuatu yang gratis).
Ungkapan nothing is free yang akan saya bahas dalam tulisan ini bukanlah berhubungan dengan pengembangan diri, motivasi, atau topik lain sejenisnya dimana terkadang ungkapan sejenis juga digunakan. Ungkapan ini saya bahas dalam kaitannya dengan komersialisasi. Selama ini, selama saya sekolah maupun kuliah, saya memang diajarkan banyak sekali ilmu pengetahuan yang saya tahu memang memiliki manfaat dan kegunaan. Selain itu saya juga mendapat pelajaran mengenai cukup banyak hal lain diluar pendidikan formal. Namun ada satu pelajaran lagi yang ternyata masih kurang, pelajaran ini baru saya dapatkan beberapa bulan lalu serta masih berupaya saya selami lebih dalam lagi serta aplikasikan dengan lebih baik. Pelajaran tersebut adalah tentang komersialisasi.

Selama ini mungkin ada diantara kita yang diajari, mempercayai, atau bahkan mengajarkan bahwa komersialisasi itu tidaklah baik ? Memang dari satu sisi komersialisasi itu tidaklah baik, tetapi di sisi lain komersialisasi juga diperlukan dan baik adanya. Walaupun kita mungkin diajari, mempercayai, atau mengajarkan bahwa komersialisasi itu tidaklah baik, tetapi tanpa kita sadari sebenarnya kita telah mempraktekkan hal tersebut setiap hari. Kita belajar dan terus mengembangkan kemampuan (bakat) yang terdapat dalam diri kita dengan tujuan untuk bekerja atau agar dapat bekerja dengan lebih baik. Nah, kita sadari maupun tidak, bekerja merupakan salah satu bentuk komersialisasi. Saat kita bekerja, kita sebenarnya sedang mengkomersialkan pengetahuan dan kemampuan ke orang lain, baik itu adalah atasan kita maupun klien (konsumen) kita.
Pelajaran mengenai komersialisasi ini pula yang akhir-akhir ini semakin saya sadari dan coba saya terapkan dengan lebih baik. Selama ini, tanpa saya sadari saya telah banyak menyia-nyiakan seluruh pengetahuan, bakat serta kemampuan, dan juga waktu saya tanpa menghasilkan hal-hal yang cukup berarti atau hal-hal yang dapat mendorong saya mendekat ke pencapaian seluruh impian saya. Tanpa saya sadari selama ini saya telah terlalu banyak menggratiskan pengetahuan, bakat, serta kemampuan saya tanpa menghasilkan sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhan hidup saya. Didorong oleh kesadaran tersebut, akhir-akhir ini saya sedang berupaya menggenjot tingkat komersialisasi segala sesuatu yang ada pada diri saya. Saya sedang belajar untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan dari segala sesuatu yang telah saya miliki atau yang telah dianugerahkan dalam diri saya. Dalam melakukan komersialisasi, saya tidak semata-mata mengejar pendapatan atau uang atau materi lainnya, saya berupaya untuk menghargai diri saya sendiri dengan harga yang pantas untuk pengetahuan, kemampuan, maupun waktu yang saya berikan dengan sangat baik untuk setiap orang yang menggunakan jasa saya. Jadi, ketika saya melakukan komersialisasi, saya juga akan berupaya memberikan yang terbaik yang bisa serta memperoleh timbal balik yang terbaik pula sesuai dengan apa yang sudah saya kerahkan.
Pada intinya, sekarang ini segala sesuatu yang berhubungan dengan diri saya sedang saya arahkan untuk tujuan komersialisasi (memperoleh lebih banyak pendapatan dan uang). Saya tidak dapat menggratiskan lagi seluruh pengetahuan, bakat, keahlian, dan juga waktu saya. Memang tidak menutup kemungkinan bahwa tetap akan ada sebagian dari hal-hal tersebut yang akan saya berikan dengan gratis, namun sebagian besar diantaranya tetap akan diarahkan untuk tujuan komersial. Saya sedang mengarahkan seluruh hal yang ada untuk tujuan komersial dan profesional. Saya tidak sekadar melakukan komersialisasi, melainkan juga profesionalisasi. Saya sedang meningkatkan tingkat profesionalisme pribadi saya dalam segala aspek.
Itulah sekilas cerita tentang komersialisasi, khususnya komersialisasi diri, baik pengetahuan, bakat, keahlian, maupun waktu kita. Semoga cerita ini bermanfaat bagi kita semua dan menyadarkan kita bahwa komersialisasi hingga taraf tertentu itu baik adanya. Semoga kita semua mampu melakukan komersialisasi dengan profesional. Jika ada diantara Anda yang secara sengaja maupun tidak sengaja membaca tulisan ini dan membutuhkan layanan untuk pengembangan perangkat lunak (software atau aplikasi) untuk menopang kebutuhan bisnis Anda, hubungi saya melalui email petasoftinc@gmail.com. Saya tim dan siap memberikan layanan yang terbaik yang dapat kami berikan. Akhir kata: inilah cerita saya, bagaimana dengan cerita Anda ?

Tickerbar

KumpulBlogger