Friday, 12 March 2010

MASIH BUTUH BANYAK PENGALAMAN

Beberapa hari lalu secara tiba-tiba terlintas dalam pikiranku mengenai kebutuhan akan lebih banyak pengalaman. Pengalaman yang kumaksud adalah pengalaman dalam membuat program di dunia nyata (di luar dunia perkuliahan). Kesadaran ini mengingatkanku bahwa aku mungkin boleh jago dalam hal pembuatan program selama di bangku kuliah, tetapi untuk program-program yang berhubungan dengan dunia bisnis atau usaha aku masih butuh beberapa pengalaman. Pengalaman pertama tersebut datang saat pembuatan program bengkel untuk bengkel milik saudara salah seorang teman. Proyek pertama ini sudah berjalan selama beberapa bulan namun hingga sekarang masih belum sepenuhnya tuntas. Masih ada beberapa tahapan pengujian program yang perlu dilakukan untuk memastikan program yang dibuat benar-benar bebas dari kesalahan.

Meskipun pembuatan program untuk bengkel ini adalah pertamaku di dunia nyata, namun bukan berarti aku tidak punya pengetahuan sama sekali mengenai seluk-beluk dunia bisnis. Hobiku membaca bermacam-macam bahan bacaan ternyata cukup banyak berperan disini, selain tentu saja ditambah dengan insting bisnis yang ada dalam diriku. Dari hobi tersebut aku mengetahui beberapa hal atau aspek bisnis secara umum, seperti tingkatan-tingkatan dalam manajerial suatu bisnis, sistem dalam jual beli barang, sistem penjualan jasa ke pelanggan, beberapa hal mengenai diskon kepada pelanggan, metode pengambilan keuntungan, serta beberapa hal lain. Sungguh dari sini aku menyadari bahwa ternyata memiliki hobi belajar atau membaca itu tidak ada ruginya. Aku sungguh-sungguh merasakan manfaat dari hobiku yang satu ini.

Walaupun aku sudah cukup punya banyak pengetahuan baik dari segi teknis pemrograman maupun dari segi bisnis, aku tetap merasakan bahwa aku masih butuh lebih banyak belajar lagi. Aku masih membutuhkan lebih banyak pengalaman dalam hal pembuatan program-program yang lain. Aku masih butuh belajar lagi mengenai bagaimana cara untuk mengelola suatu proyek pengembangan lunak atau software dengan lebih baik dan profesional. Hal ini meliputi beberapa hal seperti berapa lama waktu pengerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek, pembuatan kontrak kerja serta aturan-aturan lain yang mengikat dalam kontrak kerja tersebut, bagaimana mengelola anggota tim proyek, bagaimana mengelola proyek itu sendiri yang meliputi penentuan batas waktu untuk tiap tahap yang ada dalam proyek, menentukan lisensi yang akan diberlakukan untuk program yang dibuat termasuk tentang hak kekayaan intelektual dari program tersebut, menentukan pula mengenai layanan purna jual seperti apa yang akan diberikan serta sampai kapan layanan tersebut akan diberikan ke pelanggan, dan masih banyak hal lain yang perlu dipelajari yang sekarang mungkin belum terpikirkan.

Dari sini aku juga semakin sadar dan meyakini bahwa belajar itu tidak akan pernah cukup di bangku sekolah atau kuliah saja. Belajar masih harus terus berlangsung seumur hidup kita, karena itu tidak salah jika ada sebuah buku yang berjudul Belajar Tiada Henti yang diterbitkan pertama kali sekitar lima tahun yang lalu. Selain itu sebagian besar motivator dan trainer pengembangan diri juga mengatakan hal yang serupa. Salah satunya yang aku ingat adalah John C. Maxwell yang merupakan salah satu pelatih kepemimpinan terbaik dunia, dia berkata, “Kepemimpinan itu merupakan proses belajar seumur hidup”. Disinilah aku merasakan suatu keberuntungan karena aku tidak perlu susah-susah memaksa diriku untuk terus belajar, sebab belajar dan khususnya membaca sudah menjadi hobiku semenjak aku kecil. Sekali lagi aku cukup beruntung disini.

Satu hal lagi yang berusaha aku ingatkan terhadap diriku sendiri (dan mungkin juga kalian) yaitu setiap langkah yang ada dalam kehidupan kita akan terus memberikan pengalaman-pengalaman baru yang sangat berharga yang akan semakin memperbesar kapasitas diri kita sendiri serta memperbarui atau membukakan pikiran kita terhadap hal-hal baru yang belum pernah kita temukan atau sadari sebelumnya. Pengalaman-pengalaman yang akan terus kita pegang sampai akhir hayat kita. Jadi kini yang harus aku lakukan adalah menjalani kehidupan sebaik mungkin sambil terus menuai pengalaman-pengalaman baru serta menjalani hidup ini dengan disertai keinginan untuk terus belajar. Sekian.

Tickerbar

KumpulBlogger