Tuesday, 11 May 2010

PELAJARAN #3 DARI PEKAN KAMPUS 2009: JANGAN PERNAH MENURUNKAN STANDAR !

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa hubungannya antara Pekan Kampus yang merupakan acara pengenalan kampus dan semua sistem yang ada di dalamnya kepada mahasiswa baru dengan penurunan standar ? Saya katakana tetap ada hubungannya. Hubungannya dalam urusan kerja yang kami, khususnya saya, lakukan selama menjadi panitia penyelenggara acara tersebut. Pertanyaan penting yang perlu diajukan kepada setiap kami adalah, apakah kami tetap mampu menjaga standar kerja kami tetap prima selama kami menjadi panitia penyelenggara acara ?

Ya, inilah kesalahan paling utama dan mungkin terbesar yang aku lakukan selama aku menjadi ketua Pekan Kampus 2009, yaitu aku menurunkan standar kerjaku sendiri sebagai seorang pemimpin. Penurunan standar tersebut awalnya kelihatan sepele, tapi pada saat Pekan Kampus 2009 sudah mulai berjalan ternyata hal tersebut berdampak besar dan bahkan bisa dibilang sangat besar. Dampak itu tidak hanya pada diriku sendiri, tapi juga pada diri seluruh orang-orangku di kepanitiaan. Mereka semua tidak bekerja maksimal, sebab pemimpinnya juga tidak maksimal bekerja. Mereka semua tidak bekerja secara maksimal sebab pemimpinnya tidak memberi contoh cara bekerja yang maksimal sebagai seorang panitia Pekan Kampus.

Awalnya aku berpikir bahwa aku turunkan standar kerjaku agar yang lain memiliki kesempatan untuk bekerja serta mengembangkan diri dengan maksimal, tapi ternyata itu salah besar. Yang terjadi justru mereka semua ikut menurun. Kesadaran ini agak terlambat memang, sebab aku baru menyadari ini setelah aku merenungkannya semua yang terjadi selama Pekan Kampus 2009 setelah acara tersebut berakhir. Namun bagaimanapun aku tetap bersyukur sebab aku masih bisa menyadari kesalahan tersebut dan menjadikannya pelajaran yang berharga bagi diriku sendiri. Sebuah pelajaran yang aku yakin akan sangat berguna untuk menumbuhkan kembali diriku menjadi seorang pemimpin yang berkarakter. Sebuah pelajaran yang akan menjadikanku seorang pribadi dan pemimpin yang lebih baik dan lebih baik di masa depan. Sebuah pelajaran yang sungguh-sungguh berharga dalam membentuk karakterku.

Finally, I would say thanks to all people who have support me while Pekan Kampus 2009 still going on and after Pekan Kampus 2009 have done. Without you all I can do nothing. My very special thanks to Suhendro for becoming my partner in strategical thinking, to Aileen and Aretta for becoming my balancer, so that I not only care about jobs that I and my people do but also but also about their feeling. Thanks also for all people who have join with me on Pekan Kampus 2009. Love you all !

Monday, 10 May 2010

PELAJARAN #2 DARI PEKAN KAMPUS 2009: LOVING OTHERS

Pelajaran kedua dari Pekan Kampus 2009 yang juga sungguh berharga, tidak kalah berharganya dibanding pelajaran pertama tentang mendelegasikan tugas. Pelajaran tentang mencintai orang lain.

Akhir-akhir ini aku sadar bahwa di satu sisi kepribadian bawaanku yaitu koleris sangat membantuku dalam melakukan setiap pekerjaan atau tanggung jawab yang aku pegang atau jalani dengan sangat baik dan menjadikanku orang yang tidak menggantungkan nasib pada orang lain melainkan hanya pada kerja keras yang aku lakukan. Namun di sisi lain ternyata kepribadian tersebut juga membawa masalah tersendiri bagiku, yaitu seringkali karena kemampuan bawaan yang besar yang ada dalam diriku, aku seringkali menjadi egois serta kurang peduli pada orang lain. Hal ini baru aku sadari setelah aku membaca sekilas sebuah buku yang membahas mengenai empat kepribadian manusia. Buku tersebut menyadarkanku akan hal ini. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa setiap kepribadian memiliki sisi baik dan sisi buruk, termasuk kepribadian koleris.

Ciri-ciri kepribadian ini adalah orang yang selalu optimis, bergairah, diberi kemampuan memimpin sejak dari lahir, tidak suka bergantung pada orang lain, suka melakukan pekerjaan yang menantang, dan beberapa sisi positif atau baik lainnya. Namun selain dari sisi baik atau positif tersebut, orang koleris juga memiliki kelemahan antara lain keras kepala, semaunya sendiri, suka memaksa orang lain mengikuti caranya, egois, kurang peduli dengan orang lain, dan beberapa hal lainnya. Setelah aku renungkan beberapa saat, aku sadar bahwa aku sebagai orang yang memiliki kepribadian koleris juga memiliki kelemahan tersebut. Aku terkadang cukup egois dan ingin memaksakan apa yang aku inginkan serta kurang dapat mencintai atau mengasihi orang-orangku.

Aku merasa beruntung aku memiliki beberapa orang yang akhirnya membantu menyadarkanku tentang salah satu kelemahanku tersebut. Aku merasa beruntung, bahwa ada orang yang dengan senyumnya yang ramah dan juga dengan muka imutnya itu yang membantu mengingatkanku akan kasih terhadap orang-orang yang ada dibawahku. Aku sampai sekarang masih terus belajar untuk pada saat tertentu ketika dibutuhkan untuk membatasi kepribadian kolerisku yang keras agar aku dapat mengasihi orang-orangku.

Sekian pelajaran singkat kedua yang aku dapatkan dari Pekan Kampus 2009. Semoga aku mampu untuk menyeimbangkan kepribadianku dengan orang lain dan aku dapat mulai belajar mengasihi mereka. Semoga aku juga dapat benar-benar peduli pada mereka, tidak hanya peduli pada pekerjaan mereka yang mereka lakukan bagiku. Aku tahu hal ini cukup susah bagiku, namun aku akan belajar agar tahu saat yang tepat untuk marah kepada mereka dan juga saat yang tepat untuk dapat memberikan senyum yang indah serta mengasihi mereka. Semoga bisa ! Semoga pelajaran ini juga berguna, tidak hanya bagiku, tapi juga bagi kalian semua yang membacanya. Thanks !

MENGGUNAKAN RASA TIDAK PUAS DENGAN TEPAT

Rasa tidak puas dalam kadar tertentu itu boleh dan bahkan mungkin harus ada. Rasa tersebut harus ada agar kita tidak terus-menerus berada di zona nyaman kita dan akhirnya membuat kita berhenti berkembang. Rasa tidak puas harus kita manfaatkan dengan cara-cara yang tepat untuk memicu kegelisahan dalam diri kita jika kita hanya menjadi individu yang biasa-biasa saja. Kita harus manfaatkan rasa tidak puas untuk meraih sesuatu yang lebih lagi dalam hidup kita.

Hal ini yang baru-baru saja aku sadari. Aku baru saja menyadari bahwa dalam kadar tertentu rasa tidak puas itu diperbolehkan untuk membantu kita melejitkan potensi diri kita serta untuk melejitkan kinerja kita ke tingkat yang tertinggi. Kini, setelah menemukan kesadaran ini, aku sedang berusaha untuk membuat diriku “gelisah” dalam kadar yang tepat. “Gelisah” jika diriku tidak meraih prestasi. “Gelisah” jika tidak menggunakan waktu secara efektif untuk hal-hal yang mendekatkan kepada impian-impian kita. “Gelisah” jika tidak menghasilkan kinerja sesuai hasil maksimal yang dapat atau mampu diraih.

Jadi, kita semua harus belajar untuk dapat merasa gelisah jangan tenang terus-menerus, sebab dengan merasa gelisah berarti paling tidak kita sadar ada sesuatu yang kurang baik dalam keseharian kita yang masih dapat kita perbaiki. Dengan merasa gelisah pula, kita akan terus terdorong untuk mencari tahu kekurangan-kekurangan apa yang mungkin masih ada dan dapat kita benahi untuk menjadikan diri kita pribadi yang lebih unggul dan lebih baik. Ya, kita perlu merasa gelisah jika kita hanya jadi pribadi yang biasa-biasa saja. Kita perlu gelisah jika dalam seumur hidup kita sampai sekarang kita belum menghasilkan suatu karya yang hebat untuk menolong orang lain dan untuk membuat nama kita tercantum dalam sejarah kehidupan orang-orang disekitar kita sebagai seseorang yang telah membantu mereka untuk memiliki kehidupan lebih baik. Kita harus gelisah jika hanya menjadi biasa-biasa saja. Harus !

MENGAPA BELAJAR NETWORKING MELALUI CCNA ?

Tulisan ini ditujukan bukan untuk promosi atau tujuan lain apapun, melainkan hanya sebagai hasil renungan pribadi yang aku sadari kemarin. Awalnya aku mengikuti training networking melalui CCNA hanyalah untuk tujuan memperoleh ilmu dan untuk meraih suatu gengsi yang berbeda. Tapi, sebenarnya aku sendiri kurang mengerti, mengapa tiba-tiba saja aku lebih memilih mengikuti training networking padahal di kampus ada beberapa training lain yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komputer yang dapat aku pilih untuk ikuti, seperti training untuk MCSE, MCP, dan sejenisnya dari Microsoft atau training OCA dari Oracle.

Mungkin ini sudah jalan yang Tuhan arahkan buatku. Namun, kemarin secara tiba-tiba aku mendapatkan sebuah pencerahan mengenai manfaat lain dari mengikuti training networking melalui CCNA selain kedua manfaat untuk memperoleh ilmu dan gengsi yang akan meningkat karena diakui secara internasional oleh perusahaan pembuat hardware jaringan yang paling banyak dipakai serta paling baik di dunia, yaitu untuk membuka jalan menuju kesuksesan. Semenjak satu tahun terakhir, aku banyak mendapat pengetahuan baru mengenai cara-cara atau jalan untuk menuju kesuksesan. Ada dengan cara menjadi agen asuransi (ini yang sempat aku jalani selama beberapa bulan), ada jalan melalui menjadi trader saham atau indeks, ada melalui berjualan produk-produk tertentu. Ya, memang semua jalan tersebut menawarkan bagi setiap orang untuk meraih kesuksesan baik secara finansial maupun sukses untuk membantu orang lain hidup lebih baik atau lebih sehat. Semua cara tersebut tidak ada yang salah.

Namun, kemarin saat secara tidak sengaja aku memperhatikan halaman web Cisco di bagian khusus untuk training networking, aku menemukan suatu kalimat yang cukup membuka mata serta pikiranku. Kalimat tersebut berbunyi “opening doors to new opportunities”. Ya, ternyata setiap cara atau setiap jalan yang orang-orang lain tawarkan sebenarnya adalah sebuah jalan yang dapat kita pakai atau gunakan untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini dan kita harus mau membuka pintu hati serta mata kita lebar-lebar untuk setiap peluang meraih kesuksesan tersebut.

Jadi, kini aku menemukan satu jawaban lain selain kedua jawaban yang telah aku sebutkan diatas sebagai alasan aku mengikuti training networking melalui CCNA, yaitu karena dengan mengikuti training networking melalui CCNA aku sudah membuka peluang baru bagi diriku untuk menapaki jenjang karir yang lebih berkesinambungan serta membuka peluang yang lebih besar bagiku untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Ya, kini aku telah menemukan suatu alasan baru yang cukup atau bahkan sangat kuat mengapa aku bersusah payah “memaksa” kedua orang tuaku mengeluarkan uang tambahan yang jumlahnya tidak sedikit sebagai biaya mengikuti training serta mengapa aku mesti bersusah payah belajar setiap harinya guna menyelesaikan training ini. Satu alasan tambahan tersebut adalah karena aku melihat sebuah peluang atau sebuah jalan yang dapat membantuku untuk meraih sukses secara finansial dalam hidup melalui training networking yang sudah diakui diseluruh dunia ini. Kini, aku juga akan terus mengingatkan diriku sendiri bahwa aku harus dan harus sukses secara finansial atau kaya, sebab melalui hal tersebut rencana Tuhan untuk mendatangkan damai sejahtera bagiku dan bagi umat-Nya yang lain dapat terwujud. Keep on struggle to becoming success and rich person !

Friday, 30 April 2010

THERE’S NO BOUNDARIES, ONLY OURSELF !

Beberapa bulan yang lalu aku diberitahu oleh seorang teman mengenai salah satu judul lagu yang enak untuk didengar. Lagu tersebut mengandung makna untuk memotivasi atau menyemangati orang lain agar berani berbuat lebih dalam hidupnya. Lagu tersebut dinyanyikan oleh salah seorang kontestan American Idol, Kris Allen. Lagu tersebut berjudul No Boundaries. I very like that song !

Waktu itu aku berjanji pada teman yang memberitahu judul lagu ini bahwa aku akan membuat review secara tertulis tentang lalu tersebut dan akhirnya setelah beberapa bulan berlalu, akhirnya aku sempat juga membuatkan review secara tertulis untuk lagu tersebut. Review lagu tersebut aku buat dalam bentuk yang sedikit berbeda dibanding cara yang pernah aku pakai untuk mereview suatu lagu sebelumnya.

Setiap orang pasti ingin sukses. Setiap orang juga selalu menunggu saatnya untuk meraih kesuksesan, namun akan berapa lamakah kita terus menunggu untuk meraih sukses tersebut ? Apakah kita akan lewatkan begitu saja setiap momen dalam hidup kita dengan sia-sia, hanya untuk sekadar melakukan hal-hal yang tidak mendekatkan kita kepada impian ? Setiap momen, peristiwa, serta waktu yang ada dalam hidup kita akan terus berlalu dan akan selamanya hanya menjadi sesuatu yang sudah tertinggal kelak di masa depan jika kita tidak memanfaatkannya sebaik mungkin. Pertanyaannya, sudahkah setiap kita memanfaatkan setiap waktu yang ada dalam hidup dengan sebaik mungkin ? Aku sendiri merasa belum memanfaatkannya dengan maksimal.

Apakah kita akan terus menunggu hingga kesempatan itu datang ? Bagaimanakah jika ternyata selama kita menunggu tanpa kita sadari bahwa kesempatan itu telah hilang ? Mungkin saja selama perjalanan hidup kita untuk menjadi seorang bintang kehidupan, kita terkadang bisa saja salah dengan melewatkan kesempatan yang berharga dalam hidup kita. Tapi kita harus tetap punya keyakinan yang sangat tinggi dalam diri kita sendiri bahwa kita masih punya hari depan yang indah dan kita masih harus semangat untuk terus berjuang atau bertarung dalam kehidupan ini tanpa ada suatu alasan untuk menyerah atau lari dari setiap masalah yang ada dalam hidup.

Kita harus tetap melangkah, melangkah dan mendaki setiap gunung kesulitan dalam hidup. Memang, mungkin tampaknya dalam setiap tarikan nafas kita, tidak ada sesuatu yang mudah, tidak ada sesuatu yang tampaknya bisa dipercaya, tapi jika kita terus dan terus bertahan serta terus melangkah maju melalui setiap rasa sakit dan badai kehidupan, suatu saat kita pasti akan menemukan satu hal yang sangat berharga dalam hidup kita. Hal yang berharga bisa berwujud apapun, bisa berupa rasa bangga karena kita sudah berani berjuang begitu hebat melebihi apa yang seharusnya mampu kita lakukan meskipun hasil akhirnya kita tetap belum berhasil, kita bisa bangga bahwa kita sudah boleh berani menjawab tantangan yang mungkin sebagian besar orang disekeliling kita tidak berani menjawabnya, kita boleh bangga bahwa dengan perjuangan keras kita yang tanpa mengenal lelah serta dengan semangat kita yang tidak pernah padam kita dapat menginspirasi orang lain untuk juga berani berbuat lebih daripada apa yang dapat mereka lakukan.

Dalam perjuangan kita untuk meraih sesuatu yang luar biasa dalam hidup, terkadang kita pasti pernah berpikir bahwa jalan yang kita tempuh sejauh ini tampaknya tidak akan membawa kita kemana-mana atau bahkan kita mungkin berpikir bahwa kita sudah saatnya menyerah terhadap impian kita yang kelihatannya diluar jangkauan kemampuan kita meraihnya, namun justru pada saat-saat seperti itulah selalu akan ada orang-orang yang memiliki pemikiran yang begitu positif dan memiliki semangat yang luar biasa yang bersedia mendorong serta meyakinkan kita. Orang-orang yang penuh dengan semangat yang selalu berapi-api dalam hidupnya. Orang-orang yang percaya bahwa segala sesuatunya mungkin dicapai asalkan kita berjuang sesuai dengan apa yang menjadi passion atau impian kita tanpa kenal lelah. Orang-orang yang juga akan mencoba berkata kepada kita bahwa kita bisa. Orang-orang yang akan selalu mendorong dan meyakinkan kita bahwa tidak ada batas dalam hidup ini, kecuali diri kita sendiri dan impian kita.

Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah. Tidak ada alasan bagi kita untuk berkata bahwa setiap impian yang kita miliki tidak mungkin untuk diraih. Kita harus tetap dan tetap berjuang sampai mencapai batas kemampuan kita dan bahkan jika perlu sampai kita sudah benar-benar mencurahkan semua yang kita punya serta kita sudah tidak mampu untuk berjuang lagi karena kehabisan tenaga. Jika kita sudah melakukan itu semua, meskipun kita masih gagal, kita boleh tetap bangga karena kita akan dikenang sebagai seseorang yang berani melampaui batas-batas dirinya sendiri.

Kita juga harus berusaha untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan, meskipun orang-orang lain sudah menyerah. Biarkan yang ingin menyerah, menyerah. Namun kita harus tetap berjuang dan berjuang serta percaya bahwa kita mampu untuk naik lebih tinggi dan lebih tinggi lagi dalam kehidupan. Kita juga harus meyakinkan diri kita sendiri bahwa tidak ada batas apapun disekeliling kita, tidak ada batas diatas kita, dibawah kita, di kiri dan kanan kita. Ya tidak ada batas apapun yang bisa mencegah kita untuk meraih impian kita. Kita harus berusaha mematahkan setiap aturan-aturan yang ada yang selalu mengatakan bahwa kita tidak akan pernah berhasil, sebab kita tahu dengan pasti bahwa tidak ada batas antara diri kita dan impian kita. Yeah, there’s no boundaries ! There are no boundaries !

Tuesday, 27 April 2010

PELAJARAN #1 DARI PEKAN KAMPUS 2009: DELEGATES YOUR JOBS


Pelajaran pertama yang kudapat dari Pekan Kampus 2009, bagaimana cara untuk mendelegasikan tugas. Sungguh ini pelajaran yang berharga serta penting untuk dimiliki oleh setiap orang yang memiliki posisi manajerial atau kepemimpinan. Mendelegasikan itu penting untuk dipelajari oleh setiap orang yang menduduki posisi tersebut, sebab itulah gunanya memiliki partner yang bekerja bersama kita.

Mendelegasikan tugas juga penting agar setiap manajer atau pemimpin tidak sibuk sendiri mengerjakan semua tugas atau pekerjaan. Tugas seorang manajer atau pemimpin hanyalah mengarahkan atau membimbing setiap orang-orangnya bukan untuk mengerjakan semuanya sendiri. Jika seorang manajer atau pemimpin sibuk mengerjakan sendiri sebagian besar tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan yang ada, untuk ada dia memiliki partner atau orang-orang yang bekerja bersama dia. Pelajaran sederhana namun bermakna itu, yang ternyata justru merupakan pelajaran yang kurang aku pelajari selama persiapan menjadi seorang Ketua Pekan Kampus 2009. Aku lebih banyak belajar tentang prinsip-prinsip kepemimpinan, tapi kurang belajar mengenai cara membagi tugas atau pekerjaan dengan orang-orangku. Beruntung aku memiliki leader diatasku serta beberapa partner yang mengingatkanku mengenai hal ini, sehingga aku dapat memperoleh suatu pelajaran baru yang berharga. Seorang manajer atau pemimpin perlu tahu pekerjaan apa yang boleh atau dapat didelegasikan serta pekerjaan apa yang tidak boleh atau tidak dapat didelegasikan ke para bawahannya. Umumnya pekerjaan yang tidak boleh didelegasikan adalah pekerjaan yang menyangkut pengambilan keputusan yang penting yang menyangkut jalannya organisasi yang mereka pimpin.

Ke depan, aku akan selalu mengingat-ingat pelajaran yang tampak sederhana namun sangat berharga ini, agar aku dapat menjadi seorang pemimpin organisasi apapun yang lebih baik. Sebab kepemimpinan adalah hal yang menarik perhatianku sekitar dua tahun terakhir, dan aku akan terus belajar agar dapat menjadi seorang pemimpin dalam bidang apapun yang lebih baik dan lebih baik dari hari ke hari. Aku harus belajar untuk mengalahkan diriku sendiri yang kemarin untuk dapat menjadi lebih baik lagi hari ini. Sekian pelajaran singkat kali ini. Jangan lupa, delegates your jobs !

Monday, 12 April 2010

PENTINGNYA NETWORKING

Sejak sekitar satu tahun yang lalu, aku sudah mulai menyadari prinsip yang sangat berharga ini. Suatu prinsip yang juga diperlukan dalam bidang apapun, sebab pada dasarnya manusia tidak dapat melakukan segala sesuatu sendirian. Sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk social, manusia butuh orang lain baik sebagai anggota tim maupun sebagai relasi dalam segala bidang. Prinsip ini aku ketahui (atau tepatnya aku sadari) pertama kali bahwa prinsip ini penting dan berguna adalah waktu aku bekerja sebagai sales agent pada perusahaan asuransi jiwa PT. Prudential Life Indonesia. Prinsip ini diajarkan oleh leader yang tepat berada diatasku.

Leaderku mengatakan, “tanpa jaringan atau kenalan kamu tidak akan bisa berkembang, sebab kamu hanya berjuang sendirian, padahal untuk meraih suatu sukses luar biasa kita juga harus mampu untuk bekerja melalui orang lain selain kita bekerja keras sendiri”. Selain itu, leaderku juga bilang, “bahwa kita harus dikenal oleh orang lain, sebab sehebat apapun kita namun jika tidak ada orang yang tahu bahwa kita hebat, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari setiap kehebatan yang kita miliki”. Semakin banyak orang yang kita kenal, semakin banyak pula sesuatu yang dapat kita berikan ke mereka dan semakin banyak pula sesuatu yang dapat kita terima dari mereka. Jadi hubungan timbal-balik berlaku disini, sama-sama mendapatkan keuntungan atau manfaat.

Dari pelajaran-pelajaran itu pula, sudah sejak sekitar satu tahun yang lalu, aku semakin suka serta menikmati ketika harus berkumpul dengan orang-orang, bahkan termasuk orang-orang yang belum aku kenal atau baru aku kenal sekalipun. Aku suka berkumpul dengan mereka, karena dari sana aku dapat memperoleh partner dalam bekerja atau pelanggan ataupun sekedar teman dalam jumlah yang sangat banyak. Sungguh memiliki banyak kenalan itu enak, sebab dari dengan para orang yang kita kenal, kita bisa menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Dari teman-teman yang banyak pula, kita dapat saling berbagi cerita dan saling membangun satu sama lain. Melalui pertemanan pula, siapa tahu kita dapat menemukan pacar atau orang yang kita sukai. Ya, aku benar-bener merasakan manfaat pertemanan dengan orang-orang. Namun, kita juga harus waspada serta selektif dalam menjalin pertemanan, maksudnya kita hendaknya menjalin pertemanan dengan orang-orang yang seandainya kita berteman dengan mereka kita dapat saling membangun serta saling menguntungkan satu sama lain. Bagaimana pendapat Anda ?

AFTER KETUA PEKAN KAMPUS 2009, WHAT NEXT ?


Sebuah pertanyaan yang bagus bagi diriku sendiri. Pertanyaan yang seharusnya memaksa serta membuatku tersadar untuk segera berpikir atau merenungkan kembali apa impian berikutnya ingin aku raih atau wujudkan dalam hidupku. Kata-kata judul tulisan tersebut diinspirasi oleh penyanyi muda Indonesia yang sangat berbakat sekaligus cantik, Agnes Monica. Benar seperti yang telah aku tulis dalam tulisanku sebelumnya, aku secara tiba-tiba penasaran dengan sosok Agnes. Sebelumnya aku memang sudah sering mendengar bahwa Agnes adalah sosok artis muda yang bisa dijadikan idola, sebab sejauh ini dia merupakan salah satu artis yang hidupnya tergolong bersih serta sepi dari gosip yang tidak baik yang biasa melanda para artis.
Seperti yang sudah aku tuliskan pada tulisan sebelumnya, guna memuaskan rasa ingin tahu akhirnya aku mencoba mencari beberapa informasi mengenai sepak terjang Agnes. Dari hasil pencarian informasi di internet tersebut, aku berhasil menemukan beberapa informasi yang begitu menginspirasi dan bermanfaat. Salah satu informasi yang paling memotivasi serta menginspirasi adalah yang terdapat pada website milik Agnes. Membaca cerita singkat mengenai Agnes atau mungkin bisa juga dibilang sebagai biografi Agnes yang ada disana, sungguh benar-benar menginspirasi dan akhirnya aku diingatkan tentang judul tulisan ini.
Ya, aku memang pantas bertanya kembali pada diriku, apa target berikutnya setelah Ketua Pekan Kampus ? Aku harus bertanya seperti agar aku kembali diingatkan bahwa aku belum meraih seluruh impian besar yang aku miliki. Aku perlu bertanya seperti ini agar aku tidak terlena dengan semua yang sudah aku raih di masa lalu. Pernyataan yang diungkapkan oleh Shakespeare yang aku temukan di web Agnes ini cukup menegur serta mengingatkanku agar segera kembali berfokus ke masa depan, ‘The Past is the prologue. Sungguh masa lalu adalah pendahuluan dari semua yang ada sekarang dan masa lalu sudah berlalu atau menjadi sejarah dari kehidupan kita. Seperti juga yang Agnes katakan dalam webnya mengenai kutipan dari Shakespeare tersebut, ‘That quote has given me a lot to think, a lot to do, and a lot to give to this life. Ya, aku perlu memaksa diriku sendiri untuk kembali sadar bahwa semua yang terjadi di masa lalu, baik itu sebuah prestasi hebat ataupun sesuatu yang kurang baik, semuanya itu sudah berlalu. Semuanya itu sudah menjadi sejarah dari kehidupanku dan sekarang saatnya aku membentuk sejarah kehidupan yang baru yang lebih penuh prestasi gemilang dalam hidup.
Sekarang saatnya bagiku untuk segera berpikir mengenai beberapa hal, impian, atau tanggung jawab yang belum aku raih atau aku selesaikan. Aku masih punya tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliahku, aku masih punya tanggung jawab untuk menyelesaikan training CCNAku, aku masih punya impian untuk menjadi salah satu ahli komputer terbaik dunia, aku masih punya impian untuk menjadi pembicara terkenal di dunia. Aku masih punya impian untuk membuka bisnis sendiri, tidak sekedar bisnis kecil-kecilan namun sebuah perusahaan teknologi informasi besar dunia. Sebuah perusahaan yang aku harapkan suatu saat nanti dapat mengalahkan Microsoft, Google, Apple, Yahoo!, Oracle, Sun, IBM, dan perusahaan-perusahaan teknologi informasi lain di dunia ini. Aku tahu bahwa perjuangan kesana tidaklah mudah. Masih banyak pembelajaran, perjuangan, serta jalan yang terjal yang harus aku tempuh agar impian yang indah serta sangat luar biasa tersebut terwujud. Aku masih perlu menempa diriku sendiri lebih dan lebih keras, lebih dan lebih disiplin agar aku kembali menjadi individu yang lebih baik dari hari ke hari. Aku harus jadi individu yang lebih baik setiap hari agar mampu mewujudkan seluruh impianku tersebut. Aku tahu bahwa melatih diri sendiri agar jadi orang hebat tidaklah mudah, apalagi setelah beberapa waktu aku dibuat terlena oleh beberapa hal hebat yang pernah disematkan kepadaku serta oleh beberapa prestasi yang pernah aku raih di masa lalu.
Aku masih perlu berusaha untuk mereformasi pikiranku sendiri agar aku tidak terus-terusan berada di zona nyamanku. Aku perlu mendidik diriku dengan sangat keras agar aku dapat segera keluar dari semua kenyamanan yang ada. Harus segera keluar dan kembali menjadi hebat. Agar aku segera kembali menjadi pemenang dengan prestasi-prestasi gemilang berikutnya. Sekian !

KumpulBlogger