Showing posts with label Natural Science. Show all posts
Showing posts with label Natural Science. Show all posts

Monday, 22 August 2016

Tanda-Tanda Kita Punya Kecerdasan Diatas Rata-Rata

Tanda-Tanda Kita Punya Kecerdasan Diatas Rata-Rata
Tanda-Tanda Kita Punya Kecerdasan Diatas Rata-Rata
(sumber: www.google.com)
Banyak orang sering menyamakan dan mengukur kecerdasan dengan kemampuan seseorang belajar atau menyerap pelajaran di sekolah, padahal hal itu tidak sepenuhnya tepat. Nilai-nilai dan peringkat di sekolah tak selalu bisa menunjukkan dengan tepat seberapa tinggi kecerdasan seseorang.

Kita semua mungkin pernah mendengar bahwa Einstein yang merupakan salah satu ilmuwan ternama dan paling berbakat di abad ke-20 ternyata mengalami kesulitan belajar di sekolah dan sempat dianggap sebagai anak bodoh. Thomas Alva Edison yang memiliki banyak sekali paten atas beragam penemuannya juga sempat diperlakukan dan dianggap sama seperti Einstein. Selain mereka berdua, banyak orang berbakat dan sukses lain yang memiliki kisah yang hampir sama.

Nah, agar tidak salah lagi dalam menilai atau memperlakukan seseorang, tidak ada salahnya kita pahami bersama tanda-tanda kita punya kecerdasan diatas rata-rata.

Gangguan Mental
Walaupun masih dianggap kontroversial, namun kaitan antara gangguan mental dan kecerdasan seseorang tak ada salahnya diperhatikan sebagai salah satu ciri atau tanda orang cerdas. Banyak orang berbakat di bidang sastra ternyata ternyata mengidap penyakit gangguan psikologi bipolar, diantaranya Emily Dickinson, Ernest Hemingway, dan Vincent Van Gogh.

Walaupun belum jelas kaitannya, namun ada satu teori yang menyebutkan bahwa protein spesifik yang berkaitan dengan memori dan rasa ingin tahu di otak tikus, ternyata juga terkait dengan gangguan bipolar dan skizofrenia pada manusia. Selain itu, kemampuan yang diperlukan untuk menyelesaikan soal matematika dan memproses informasi dengan cepat bisa membuat seseorang beresiko mengalami mania (kondisi fokus tinggi dan beraktivitas tanpa lelah yang sering dialami orang bipolar).

Bahasa Kurang Sopan
Orang umumnya beranggapan bahwa bahasa yang kotor dan tidak sopan cenderung menunjukkan tingkat pendidikan seseorang. Tetapi penelitian yang ada menunjukkan orang yang sering mengumpat ternyata cerdas. Mereka cenderung memiliki kosakata yang lebih banyak.

Berani Mengambil Resiko
Menurut penelitian pada tahun 2015 di Finlandia, seseorang yang terbuka pada tantangan baru dan tidak takut mengambil resiko cenderung punya kecerdasan lebih tinggi.

Tuesday, 12 July 2016

Pohon Tomat Raksasa Yang Ajaib

Pohon Tomat Raksasa Yang Ajaib
Pohon Tomat Raksasa Yang Ajaib
Kita semua pasti sudah mengenal tomat, buah yang yang banyak mengandung vitamin c ini biasa dikonsumsi dengan cara dimakan langsung, dijadikan campuran masakan lain, digunakan sebagai bahan pelengkap sambal, maupun dijadikan sebagai salah satu bahan pembuat salad atau es buah. Pada umumnya atau rata-rata suatu pohon tomat dapat menghasilkan 5-9 buah tomat sekali panen. Namun ternyata di Walt Disney World Resort yang terletak di Florida, Amerika Serikat terdapat suatu pohon tomat raksasa yang bisa menghasilkan hingga puluhan ribu tomat pada sekali panen.

Pohon tomat raksasa yang diberi nama "Octopus Tomato Trees" ini bisa disebut pohon tomat ajaib. Pohon tersebut disebut sebagai pohon tomat gurita karena ukurannya yang melebihi ukuran pohon tomat normal yang memiliki rambatan yang luas. Seperti halnya pohon hibrida, pohon tomat ini berasal dari tanaman tomat tunggal yang dirambatkan pada suatu teralis yang besar sehingga pohon ini mampu tumbuh melebar hingga sekitar 50 meter persegi.

Saturday, 2 July 2016

Monster Laut Itu Ternyata....

Foto Monster Laut Yang Ditangkap Kamera Google Earth
Foto Monster Laut Yang Ditangkap Kamera Google Earth (sumber: kompas.com)
Beberapa waktu yang lalu muncul sebuah kabar atau berita di situs berita online mengenai ditemukannya suatu benda aneh nan misterius di tengah lautan lepas yang diduga sebagai suatu makhluk aneh dari dalam samudera. Benda misterius yang ditemukan berada di lautan lepas dekat Kepulauan Deception (Deception Island) di wilayah Antartika tersebut berhasil ditangkap pertama kali oleh kamera Google Earth yang melakukan pencitraan permukaan bumi dari luar angkasa dengan menggunakan satelit. Benda misterius tersebut didefinisikan sebagai benda besar berwarna coklat dengan dikelilingi ombak berwarna kehijauan.

Pada awal bulan Juni lalu, benda misterius tersebut dikira sebagai aneka macam makhluk misterius, mulai dari yang mistis seperti Kraken atau yang nyata namun telah punah seperti dinosaurus berleher panjang, Plesiosaurus. Namun benarkah benda misterius tersebut adalah benar seekor atau suatu monster laut yang besar ? Sayangnya tidak demikian.

Penampakan Asli Sang "Monster Laut"
Penampakan Asli Sang "Monster Laut"
(sumber: kompas.com)
Diungkapkan oleh seorang ahli biologi laut dalam, Andrew David Thaler, obyek aneh nan misterius tersebut sebenarnya adalah sejenis batu karang raksasa yang terdapat di lautan lepas yang umum dikenal sebagai "sail rock". Ditambahkan oleh Thaler, "andai saja orang-orang mau membuka peta lautan, maka mereka akan menyadari bahwa itu adalah sebongkah sail rock". "Di laut, bentuk batu tersebut mirip dengan kapal layar", ditambahkan lagi oleh Thaler dalam tulisannya di suatu blog ilmiah. Jadi dengan ini dapat dipastikan bahwa benda raksasa aneh nan misterius tersebut bukanlah suatu monster laut, melainkan batu karang raksasa yang terletak di lepas pantai.

Memang jamak adanya bahwa benda-benda aneh nan misterius yang terdapat dalam foto, baik yang diambil dari Bumi atau dari Mars, kerap dikira sebagai sesuatu penampakan sensasional, entah itu monster, alien, dan sebagainya. Namun kebenaran yang ada tidak selalu demikian dan tak ada kebenaran yang tak diragukan.

[diolah dari berbagai sumber]

Tuesday, 8 March 2016

Apa Dan Bagaimana Terjadinya Gerhana Matahari Itu ?

Ilustrasi Gerhana Matahari
Ilustrasi Gerhana Matahari (sumber: www.google.com)
Walaupun dalam beberapa hari belakangan ini tidak terlalu banyak menyimak maupun membaca berita dikarenakan sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan serta mengejar deadline, tetapi saya sempat dan bahkan beberapa kali mendengar mengenai kemungkinan terjadinya gerhana matahari total di Indonesia. Awalnya saya juga berpikir itu peristiwa biasa saja, namun setelah mendekati tanggal terjadinya peristiwa tersebut, rasa ingin tahu saya tergelitik juga untuk mencari tahu info mengenai peristiwa yang begitu menghebohkan tersebut. Kenapa bisa disebut begitu menghebohkan ? Sebab semua media massa dalam dan luar negeri meliputnya, orang-orang membicarakannya, dan bahkan ada acara doa yang khusus digelar untuk peristiwa tersebut. Berdasarkan faktor-faktor tersebutlah, maka saya golongkan peristiwa gerhana matahari total tersebut sebagai peristiwa yang menghebohkan. Namun pada tulisan kali ini saya tidak akan membahas mengenai kehebohannya, tetapi lebih akan membahas serta menjelaskan secara singkat apa dan bagaimana terjadinya gerhana matahari total itu. Tulisan ini juga sebagai selingan sejenak untuk rangkaian tulisan saya mengenai liburan saya di Batam dan Singapura tahun 2015 yang lalu. Selamat menyimak...

Apa yang dimaksud dengan gerhana matahari ? Saya yakin banyak dari kita telah mengetahuinya karena telah mempelajarinya sejak dari masa sekolah dasar, namun saya akan tetap mengulasnya supaya memastikan semua orang mengetahuinya. Gerhana matahari adalah suatu peristiwa alam semesta yang bisa dan biasa terjadi di sepanjang sejarah jagat raya ini. Gerhana matahari terjadi ketika Bulan melintas langsung diantara Bumi dan Matahari sehingga menyebabkan bayangan Bulan menimpa atau menutupi daerah tertentu di Bumi. Daerah di Bumi yang tertutup oleh bayangan Bulan inilah yang mengalami gerhana matahari.

Diagram Ilustrasi Gerhana Matahari
Diagram Ilustrasi Gerhana Matahari Total (sumber: www.google.com)
Mungkin ada pula yang bertanya, kenapa atau bagaimana mungkin Bulan yang sekecil itu yang bahkan lebih kecil dari Bumi dapat menutupi Matahari yang demikian besar dengan bayangannya ? Saya jawab bisa karena memang begitulah fakta yang ada. Namun jawaban yang lebih lengkap atau lebih baik saya berikan melalui ilustrasi. Asumsikan di depan mata kita terdapat suatu benda yang sedemikian besar, apapun itu, bisa rumah, mobil, tiang listrik, atau apapun yang berukuran besar. Jika di depan mata kita tidak terdapat suatu benda apapun yang menghalangi, maka dapat dipastikan kita akan bisa melihat benda besar yang terdapat di depan pandangan mata kita. Sekarang asumsikan pula kita menaruh suatu benda yang berukuran jauh lebih kecil dari benda sebelumnya, bisa berupa bola tenis, bola bekel, bola pingpong, atau benda apapun berukuran kecil yang dapat menghalangi pandangan mata kita. Letakkan benda tersebut di depan mata kita dalam jarak yang cukup dekat. Sekarang pertanyaannya, apakah kita masih dapat melihat benda besar yang sebelumnya kita lihat ? Saya yakin tidak. Kenapa ? Karena benda yang berukuran jauh lebih kecil tersebut berada dalam jarak yang lebih dekat dengan mata kita sehingga membatasi lebih memungkinkan untuk membatasi pandangan mata kita dibandingkan benda lain yang lebih besar namun berada pada jarak yang lebih jauh.

Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari Total (sumber: www.google.com)
Berdasarkan ilustrasi di atas, mata kita itu adalah Bumi, benda kecil yang kita letakkan sangat dekat dengan mata kita itu adalah Bulan, dan benda besar yang berada lebih jauh dari mata kita itu adalah Matahari. Jadi kenapa benda kecil atau Bulan dapat menghalangi atau 'menutupi' Matahari dari Bumi ? Karena jarak Bulan jauh lebih dekat ke Bumi daripada ke Matahari.

Sekian tulisan ringkas saya mengenai gerhana matahari. Semoga tulisan ringkas ini dapat membantu siapapun untuk lebih memahami apa itu gerhana matahari dan mengapa hal itu bisa terjadi. Akhir kata, selamat menonton atau menikmati tontonan Gerhana Matahari Total yang terjadi esok hari.

KumpulBlogger