Friday, 24 February 2012

Sebuah Perjalanan Panjang untuk Kembali Menjadi Hebat


Tiga tahun telah berlalu sejak prestasi puncak yang sangat saya impikan terwujudkan. Semua euforia dan kehebatan tersebut kini telah berlalu. Masa-masa ketika saya begitu menikmati ‘sukses’ yang saya raih tersebut, namun sekaligus juga menjadi masa dimana akhirnya saya terlena oleh ‘kesuksesan’ tersebut.
Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya saya pun telah tersadarkan bahwa saya tidak boleh berada pada kondisi seperti ini terus-menerus. Saya perlu kembali merangkai seluruh impian hebat untuk menjadi hebat. Kesadaran ini telah tercetus sejak akhir tahun 2011 lalu dan semakin menggelora dan terus digelorakan agar dapat segera terwujud.
Awal tahun 2012 ini, saya mulai melangkah dengan lebih serius untuk menekuni kembali bidang yang menjadi kecintaan utama saya, yaitu pemrograman komputer. Sudah cukup lama saya melupakan kecintaan saya tersebut karena tergoda oleh hal-hal lain yang lebih menarik. Walaupun selama masa-masa ‘tergoda’ tersebut saya tidak sepenuhnya melupakan dunia pemrograman komputer. Saya masih melakukannya dan masih sangat-sangat mencintainya.
Semenjak di awal masa kuliah sekitar enam tahun lalu, saya sudah sangat mencintai dan semakin mencintai dunia tersebut. Saya mulai mengenali serta merangkai impian-impian indah terkait dengan pemrograman komputer, mulai dari menjadi programmer komputer hebat, memperoleh banyak sertifikasi terkait dengan dunia komputer, bekerja di perusahaan komputer besar, hingga akhirnya muncullah impian paling besar dan paling ‘gila’ saya yaitu membangun bisnis komputer yang sukses luar biasa.

Impian membangun bisnis tersebut pertama kali muncul saat saya menginjak tahun kedua masa kuliah. Impian yang berawal dari membaca sebuah buku yang mengisahkan perjuangan dua orang untuk membangun bisnis teknologi yang kini telah menjadi bisnis sangat besar dan terkenal di dunia. Membaca kisah mereka membuat saya mengetahui ada sebuah dunia baru diluar menjadi pekerja di perusahaan lain, yaitu dunia bisnis. Sejak saat itu pula, saya semakin tertarik dan semakin tertarik mengetahui segala sesuatu terkait dunia bisnis sambil tetap menekuni bidang utama saya yaitu pemrograman komputer.
Gejolak semangat untuk membangun bisnis sendiri tersebut semakin membesar hingga mempengaruhi segala pemikiran saya dan pada akhirnya di awal 2010 lalu tercetuslah nama untuk usaha saya. Saya pun mengontak salah seorang teman kuliah yang saya ketahui jago dalam mendesain dan memintanya untuk membuatkan desain untuk calon bisnis (baca: perusahaan) yang akan saya kembangkan. Dalam waktu yang sangat singkat, yaitu beberapa hari saja, jadilah logo perusahaan yang inginkan. Saya membayar biaya pembuatannya dengan harga teman.
Namun, satu hal yang saya sangat sayangkan adalah justru hal itu menjadi awal kemunduran saya. Saya sempat selama beberapa waktu begitu gencar untuk mengembangkan usaha yang baru tersebut, walaupun dengan cara yang dapat dikatakan sporadis dan tidak tertata. Setelah beberapa waktu menjalankannya, namun karena fokus saya terpecah untuk menyelesaikan tanggung jawab yang masih ada terkait dengan jabatan puncak yang saya raih satu tahun sebelumnya dengan pihak kampus, maka saya akhirnya tidak maksimal dalam mengerjakannya dan justru mulai melupakannya.
Beberapa waktu setelah nama bisnis saya mulai muncul, saya justru kehilangan arah dan tujuan, baik tujuan hidup maupun tujuan terkait dengan bisnis. Pikiran dan fokus saya bercabang kemana-mana sehingga akhirnya justru segala sesuatu yang saya kerjakan menjadi tidak maksimal dan pada akhirnya saya tidak meraih apa-apa. Beruntungnya, menjelang akhir tahun 2011 lalu, saya mulai sadar bahwa saya harus fokus menjalankan satu bidang terlebih dahulu dan setelah ‘cukup’ berhasil, saya dapat mulai beralih untuk mengembangkan bidang yang lain.
Walaupun kehilangan arah selama hampir dua tahun sejak mendekati pertengahan tahun 2010 hingga menjelang akhir tahun 2011, saya tetap bersyukur, sebab justru dimasa tersebut saya menyadari serta memperoleh banyak pelajaran berharga terkait kehidupan, pekerjaan, bisnis, dan sebagainya. Jadi jika boleh dikatakan masa hampir dua tahun tersebut merupakan masa ‘pendidikan’ ulang dimana saya mencoba mencari kembali jati diri saya yang hilang, membentuk kembali seluruh impian, merancang kembali arah kehidupan, dan sebagainya. Berbekal semua pelajaran dan pengalaman yang ditempuh selama rentang tersebut, di awal tahun 2012 ini, saya memutuskan untuk mulai kembali berjalan menekuni bidang pemrograman komputer dan mengembangkan usaha di bidang tersebut. Saya mengikuti seminar-seminar maupun workshop bisnis. Saya juga membaca buku-buku bisnis, kepimpinan, motivasi, manajemen, marketing, dan sebagainya. Selain itu juga mulai kembali mengasah kemampuan dalam bidang pemrograman komputer.
Semua hal yang telah saya sebutkan diatas merupakan langkah awal saya untuk kembali bermimpi hebat untuk menjadi hebat. Langkah awal untuk sebuah perjalanan kehidupan yang lebih sukses dan lebih hebat. Langkah awal untuk kembali menemukan fokus dan tujuan hidup. Langkah untuk kembali bertekun, berdisiplin, berkomitmen, dan bertanggung jawab untuk mewujudkan seluruh impian yang tertunda. Suatu langkah untuk kembali menjadi seorang yang benar-benar hebat, dapat menjadi panutan, dapat menginspirasi orang lain untuk turut menjadi hebat. Saya sadar bahwa saya masih berada di fase awal, namun saya tahu dan saya yakinkan diri saya sendiri bahwa saya dapat kembali menjadi hebat, sehebat diri saya yang dulu. Diri saya yang begitu dikagumi serta disegani oleh rekan-rekan saya di bangku kuliah. Namun, semua tanggung jawab untuk kembali menjadi hebat tersebut terletak di pundak saya, bukan di pundak orang tua saya, saudara saya, rekan saya, maupun siapapun. Saya harus menyadarkan diri saya bahwa segala sesuatu yang ingin saya raih sepenuhnya berada di dalam kendali dan tanggung jawab saya untuk mewujudkannya.
Semoga langkah awal yang mulai saya ayunkan ini dapat membawa saya ke langkah-langkah berikutnya menuju kesuksesan, kehebatan, dan keberhasilan yang pada akhirnya tidak hanya bermanfaat bagi diri saya sendiri, tetapi juga bagi sebanyak mungkin orang. Saya pun sadar bahwa saya masih sangat muda, oleh karena itu saya masih memiliki banyak kesempatan untuk mewujudkan segala hal hebat dan menjadi bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang. Ya, saya harus yakin bahwa saya bisa !

Tickerbar