Monday, 12 April 2010

PENTINGNYA NETWORKING

Sejak sekitar satu tahun yang lalu, aku sudah mulai menyadari prinsip yang sangat berharga ini. Suatu prinsip yang juga diperlukan dalam bidang apapun, sebab pada dasarnya manusia tidak dapat melakukan segala sesuatu sendirian. Sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk social, manusia butuh orang lain baik sebagai anggota tim maupun sebagai relasi dalam segala bidang. Prinsip ini aku ketahui (atau tepatnya aku sadari) pertama kali bahwa prinsip ini penting dan berguna adalah waktu aku bekerja sebagai sales agent pada perusahaan asuransi jiwa PT. Prudential Life Indonesia. Prinsip ini diajarkan oleh leader yang tepat berada diatasku.

Leaderku mengatakan, “tanpa jaringan atau kenalan kamu tidak akan bisa berkembang, sebab kamu hanya berjuang sendirian, padahal untuk meraih suatu sukses luar biasa kita juga harus mampu untuk bekerja melalui orang lain selain kita bekerja keras sendiri”. Selain itu, leaderku juga bilang, “bahwa kita harus dikenal oleh orang lain, sebab sehebat apapun kita namun jika tidak ada orang yang tahu bahwa kita hebat, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari setiap kehebatan yang kita miliki”. Semakin banyak orang yang kita kenal, semakin banyak pula sesuatu yang dapat kita berikan ke mereka dan semakin banyak pula sesuatu yang dapat kita terima dari mereka. Jadi hubungan timbal-balik berlaku disini, sama-sama mendapatkan keuntungan atau manfaat.

Dari pelajaran-pelajaran itu pula, sudah sejak sekitar satu tahun yang lalu, aku semakin suka serta menikmati ketika harus berkumpul dengan orang-orang, bahkan termasuk orang-orang yang belum aku kenal atau baru aku kenal sekalipun. Aku suka berkumpul dengan mereka, karena dari sana aku dapat memperoleh partner dalam bekerja atau pelanggan ataupun sekedar teman dalam jumlah yang sangat banyak. Sungguh memiliki banyak kenalan itu enak, sebab dari dengan para orang yang kita kenal, kita bisa menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Dari teman-teman yang banyak pula, kita dapat saling berbagi cerita dan saling membangun satu sama lain. Melalui pertemanan pula, siapa tahu kita dapat menemukan pacar atau orang yang kita sukai. Ya, aku benar-bener merasakan manfaat pertemanan dengan orang-orang. Namun, kita juga harus waspada serta selektif dalam menjalin pertemanan, maksudnya kita hendaknya menjalin pertemanan dengan orang-orang yang seandainya kita berteman dengan mereka kita dapat saling membangun serta saling menguntungkan satu sama lain. Bagaimana pendapat Anda ?

AFTER KETUA PEKAN KAMPUS 2009, WHAT NEXT ?


Sebuah pertanyaan yang bagus bagi diriku sendiri. Pertanyaan yang seharusnya memaksa serta membuatku tersadar untuk segera berpikir atau merenungkan kembali apa impian berikutnya ingin aku raih atau wujudkan dalam hidupku. Kata-kata judul tulisan tersebut diinspirasi oleh penyanyi muda Indonesia yang sangat berbakat sekaligus cantik, Agnes Monica. Benar seperti yang telah aku tulis dalam tulisanku sebelumnya, aku secara tiba-tiba penasaran dengan sosok Agnes. Sebelumnya aku memang sudah sering mendengar bahwa Agnes adalah sosok artis muda yang bisa dijadikan idola, sebab sejauh ini dia merupakan salah satu artis yang hidupnya tergolong bersih serta sepi dari gosip yang tidak baik yang biasa melanda para artis.
Seperti yang sudah aku tuliskan pada tulisan sebelumnya, guna memuaskan rasa ingin tahu akhirnya aku mencoba mencari beberapa informasi mengenai sepak terjang Agnes. Dari hasil pencarian informasi di internet tersebut, aku berhasil menemukan beberapa informasi yang begitu menginspirasi dan bermanfaat. Salah satu informasi yang paling memotivasi serta menginspirasi adalah yang terdapat pada website milik Agnes. Membaca cerita singkat mengenai Agnes atau mungkin bisa juga dibilang sebagai biografi Agnes yang ada disana, sungguh benar-benar menginspirasi dan akhirnya aku diingatkan tentang judul tulisan ini.
Ya, aku memang pantas bertanya kembali pada diriku, apa target berikutnya setelah Ketua Pekan Kampus ? Aku harus bertanya seperti agar aku kembali diingatkan bahwa aku belum meraih seluruh impian besar yang aku miliki. Aku perlu bertanya seperti ini agar aku tidak terlena dengan semua yang sudah aku raih di masa lalu. Pernyataan yang diungkapkan oleh Shakespeare yang aku temukan di web Agnes ini cukup menegur serta mengingatkanku agar segera kembali berfokus ke masa depan, ‘The Past is the prologue. Sungguh masa lalu adalah pendahuluan dari semua yang ada sekarang dan masa lalu sudah berlalu atau menjadi sejarah dari kehidupan kita. Seperti juga yang Agnes katakan dalam webnya mengenai kutipan dari Shakespeare tersebut, ‘That quote has given me a lot to think, a lot to do, and a lot to give to this life. Ya, aku perlu memaksa diriku sendiri untuk kembali sadar bahwa semua yang terjadi di masa lalu, baik itu sebuah prestasi hebat ataupun sesuatu yang kurang baik, semuanya itu sudah berlalu. Semuanya itu sudah menjadi sejarah dari kehidupanku dan sekarang saatnya aku membentuk sejarah kehidupan yang baru yang lebih penuh prestasi gemilang dalam hidup.
Sekarang saatnya bagiku untuk segera berpikir mengenai beberapa hal, impian, atau tanggung jawab yang belum aku raih atau aku selesaikan. Aku masih punya tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliahku, aku masih punya tanggung jawab untuk menyelesaikan training CCNAku, aku masih punya impian untuk menjadi salah satu ahli komputer terbaik dunia, aku masih punya impian untuk menjadi pembicara terkenal di dunia. Aku masih punya impian untuk membuka bisnis sendiri, tidak sekedar bisnis kecil-kecilan namun sebuah perusahaan teknologi informasi besar dunia. Sebuah perusahaan yang aku harapkan suatu saat nanti dapat mengalahkan Microsoft, Google, Apple, Yahoo!, Oracle, Sun, IBM, dan perusahaan-perusahaan teknologi informasi lain di dunia ini. Aku tahu bahwa perjuangan kesana tidaklah mudah. Masih banyak pembelajaran, perjuangan, serta jalan yang terjal yang harus aku tempuh agar impian yang indah serta sangat luar biasa tersebut terwujud. Aku masih perlu menempa diriku sendiri lebih dan lebih keras, lebih dan lebih disiplin agar aku kembali menjadi individu yang lebih baik dari hari ke hari. Aku harus jadi individu yang lebih baik setiap hari agar mampu mewujudkan seluruh impianku tersebut. Aku tahu bahwa melatih diri sendiri agar jadi orang hebat tidaklah mudah, apalagi setelah beberapa waktu aku dibuat terlena oleh beberapa hal hebat yang pernah disematkan kepadaku serta oleh beberapa prestasi yang pernah aku raih di masa lalu.
Aku masih perlu berusaha untuk mereformasi pikiranku sendiri agar aku tidak terus-terusan berada di zona nyamanku. Aku perlu mendidik diriku dengan sangat keras agar aku dapat segera keluar dari semua kenyamanan yang ada. Harus segera keluar dan kembali menjadi hebat. Agar aku segera kembali menjadi pemenang dengan prestasi-prestasi gemilang berikutnya. Sekian !

Friday, 9 April 2010

PELAJARAN DARI AGNES MONICA: KESEMPURNAAN DALAM BEKERJA


Siapa yang tidak kenal nama artis, penyanyi, sekaligus bintang iklan ini, Agnes Monica ? Secara tiba-tiba, dua hari yang lalu (7 April 2010), aku mendapatkan namanya melintas di pikiranku. Nama Agnes melintas dipikiranku saat tanpa sengaja aku menemukan berita mengenai dirinya di internet dan di koran Jawa Pos edisi cetak. Didorong oleh rasa penasaran yang cukup besar tentang biografi, prestasi, dan beberapa hal tentang Agnes, aku memutuskan untuk googling (mencari informasi melalui search engine Google). Setelah melakukan googling, aku menemukan beberapa cerita yang menarik dan inspiratif tentang dia. Selain dari googling, cerita tentang dia juga aku dapatkan dari berita yang ada di koran edisi cetak.

Melalui kegiatan membaca tersebut, aku menemukan beberapa hal yang luar biasa dalam diri seorang Agnes Monica. Kecantikan, tentu saja yang pertama, hal ini sudah tidak perlu dibantah sebab cukup banyak orang yang mengakui serta mengagumi kecantikannya. Namun yang ingin saya tekankan disini bukanlah kecantikannya, melainkan impiannya yang besar serta keinginan dia untuk selalu melakukan setiap pekerjaan yang dijalaninya dengan sempurna.

Membaca dari Wikipedia, saya menemukan bahwa saat meluncurkan album dewasanya yang pertama, Agnes sekaligus mempublikasikan keinginannya untuk go internasional. Sebuah impian yang besar dari seorang artis yang sudah cukup lama vakum menyanyi karena berkecimpung di dunia sinematografi atau perfilman. Ambisi atau keinginan yang besar itu pula yang secara tidak langsung juga menginspirasiku dan aku harap juga menginspirasi kita semua untuk berani bermimpi yang besar atau bahkan bermimpi sangat besar. Guna mewujudkan ambisinya untuk go internasional, Agnes terus berusaha untuk mengembangkan serta memantapkan kemampuannya dalam bidang tarik suara maupun akting. Dia terus mengasah talenta atau bakat yang ada dalam dirinya.

Ternyata, semua upaya yang dia lakukan untuk terus melatih serta mengembangkan bakat atau talenta yang ada dalam dirinya tidaklah sia-sia. Membaca dari beberapa situs di internet, aku menemukan bahwa ternyata dia sudah menyabet beberapa prestasi diluar Indonesia, salah satunya adalah menjuarai Asia Song Festival 2008 yang diadakan Seoul, Korea Selatan dengan dua gelar sekaligus yaitu the best asian artist dan the best performance. Sungguh merupakan prestasi yang luar biasa menurutku. Selain itu, Agnes juga berhasil menjadi salah satu pemeran dalam drama Taiwan yang berjudul The Hospital dan Romance in The White House. Pada The Hospital, Agnes bahkan sempat bermain bersama Jerry Yan yang merupakan salah seorang personel F4. Satu lagi yang membuat salut mengenai prestasinya adalah Agnes merupakan satu-satunya penyanyi Indonesia yang memiliki grup dance sendiri yang diberi nama NEZindaHood. Benar-benar anak muda yang fenomenal !

Hal ketiga yang membuatku semakin kagum pada Agnes adalah prinsipnya dalam menjalani setiap pekerjaan. Dari hasil membaca berita di koran Jawa Pos edisi cetak, aku menemukan bahwa Agnes merupakan pribadi yang selalu ingin memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang dikerjakannya. Dia selalu ingin menghasilkan suatu karya yang sempurna. Didorong oleh keinginannya untuk selalu bekerja dengan sempurna itu pula, sampai-sampai dia terkadang diperingatkan oleh manajemennya untuk tidak lupa menjaga kesehatan tubuh, sebab dia terlalu asyik bekerja sampai kadang kurang istirahat.

Pelajaran paling berharga yang aku dapat dari seorang Agnes adalah selalu berusaha untuk melakukan semua yang terbaik dalam setiap hal yang kita kerjakan dan jangan pernah takut untuk bermimpi yang besar meskipun lingkungan atau masyarakat disekitar kita akan menganggap hal itu salah serta menganggap kita adalah orang yang arogan. Pernyataan berikut aku kutip dari websitenya, Somehow, there are a lot of people in my country who thinks that to have a big dream is a ‘mistake’ and that it is arrogance. But hey, everything starts with dreams and visions. And I have the eyes of faith to see the coming true. After all, I have proven them myself. Suatu pernyataan yang luar biasa bukan ?

Ya, sepertinya kita semua perlu belajar dari seorang Agnes Monica. Seorang anak muda yang luar biasa. Kita perlu belajar darinya mengenai keberanian bermimpi besar serta memiliki visi kedepan untuk kehidupan kita sendiri maupun orang disekitar kita. Selain itu, kita juga perlu belajar untuk selalu bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang kita lakukan, supaya melalui perjuangan yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati kita dapat membuat semua impian besar kita yang tampaknya tidak mungkin menjadi suatu kenyataan.

Sebagai pribadi, aku juga memiliki impian yang besar dan bahkan bisa dibilang sangat besar. Suatu saat nanti, aku ingin memiliki perusahaan sebesar Google, Microsoft, Oracle, Apple, Yahoo!, IBM. Bahkan kalau perlu aku ingin memiliki perusahaan yang skalanya lebih besar dari perusahaan-perusahaan tersebut. Akhir-akhir ini memiliki perusahaan sendiri yang berskala internasional adalah suatu impian yang terus dan terus ada dalam pikiran serta hatiku. Mungkin saja impian tersebut adalah hasrat serta visi terbesar yang Tuhan tanam dalam diriku. Kerinduan terbesar tersebut sudah bermula sejak beberapa tahun yang lalu, saat itu aku diinspirasi oleh cerita sukses kedua pendiri Google dalam membangun Google dari nol sampai bisa menjadi perusahaan tingkat dunia yang besar. Namun aku masih belum membuat langkah nyata agar impian tersebut menjadi kenyataan sampai akhirnya secara tiba-tiba aku dilecut atau diingatkan kembali akan impian tersebut dan aku mulai belajar banyak mengenai cara-cara untuk berbisnis. Aku percaya, selama aku terus memegang teguh impian tersebut serta senantiasa mengembangkan diri dan berusaha, aku yakin suatu saat nanti akan ada suatu perusahaan besar skala dunia yang aku dirikan serta aku besarkan. Untuk sekarang aku harus beriman terlebih dahulu bahwa hal itu akan terwujud, sebab iman adalah sumber dari segala pengharapan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Must have faith ! Selain itu aku juga percaya bahwa suatu saat nanti, aku akan dipanggil untuk berbicara dimana-mana diseluruh dunia, sebab hal itu juga merupakan salah satu impianku. Now, how about you and what is your dreams ?

Wednesday, 7 April 2010

MAJU BERSAMA YANG INGIN MAJU !

Ambisi atau impian yang masih belum sempat aku wujudkan itu, akhir-akhir ini banyak mengusik hatiku. Ya, benar-benar mengusik hatiku ! Semakin hari semakin sering hal itu mengusik hati dan juga pikiranku. Impian-impian tersebut menunggu saat yang tepat untuk diroketkan atau diledakkan. Sungguh harus secepat mungkin dibiarkan meledak dan menghasilkan kilauan cahaya seindah cahaya fireworks yang berwarna-warni.

Impian-impian tersebut, baik yang sudah muncul sejak pertama kali aku masuk kuliah maupun yang baru akhir-akhir ini muncul, sungguh-sungguh menuntutku untuk terus belajar serta berkembang mencapai potensi paling penuhku agar menopang pencapaian impian tersebut. Ya, aku masih perlu belajar dan praktek agar diriku menjadi seorang yang benar-benar ahli serta semakin matang dan siap ketika pada saatnya nanti impian tersebut harus terwujud. Aku akan siapkan diriku untuk berjuang dengan sungguh-sungguh sekuat tenaga kembali agar menjadi bintang yang bersinar terang.

Dulu, aku adalah individu yang excellent. Sungguh, benar-benar merupakan salah satu yang excellent. Namun dengan dimulainya tahun 2008, performa itu terus menurun hingga berakhirnya Pekan Kampus 2009. Kini, aku sadari bahwa sebenarnya Pekan Kampus 2009 adalah titik balik bagi diriku untuk kembali menjadi bintang serta menaikkan performa. Kini, saatnya bagiku berjuang keras dan cerdas untuk kembali menapaki jenjang-jenjang tangga keberhasilan serta kemajuan. Namun, perjalanan itu masih panjang sebab sekarang barulah awal mula dari perjalanan tersebut. Masih banyak langkah demi langkah yang perlu diambil sebelum aku mendekat ke impian-impian tersebut.

Ya, aku harus terus maju dan menatap ke depan dengan penuh kesungguhan untuk berhasil serta meraih semua yang terbaik yang dapat aku raih sesuai dengan kapasitas yang sudah Tuhan tanam dalam diriku. Aku akan dan harus maju, namun aku juga tidak mau maju sendirian, sebisa mungkin aku akan ajak orang-orang disekelilingku, baik saudara maupun teman, untuk maju bersama serta hidup yang cemerlang di masa depan. Suatu impian yang besar dan indah bukan ?

Aku yakin dengan sangat bahwa itu adalah impian yang besar dan luar biasa indah bagiku. Sembari aku terus-menerus memperbaiki diri, aku juga akan mencoba mencari partner yang dahsyat atau luar biasa untuk dapat bergerak bersama-sama meraih kebintangan hidup. Aku akan maju bersama orang-orang yang memang sungguh-sungguh ingin maju. Sambil melakukan pengamatan tersebut, aku juga akan terus dan terus melatih diriku sendiri untuk memiliki kesungguhan yang hebat seperti halnya dulu aku bersungguh-sungguh mengejar impian menjadi panitia Pekan Kampus dan menjadi ketua Pekan Kampus.

Benar, kesungguhan seperti itulah yang sekarang sedang aku latih dan aku usahakan untuk muncul secara menggebu-gebu dalam sanubariku. Kesungguhan yang akan menjadikanku bintang kehidupan. Halangan atau godaan rasa nyaman atau malas, sungguh merupakan musuh terbesar untuk kesungguhan menjadi hebat itu muncul kembali. Sering, bahkan mungkin terlalu sering rasa malas tersebut menjadi penghalang untuk kesungguhan tersebut tertanam lebih dalam di hatiku.

Ya, memang untuk menjadi baik atau melakukan sesuatu yang baik itu tidak mudah. Selalu saja ada halangannya, namun jika aku mampu memperkuat tekad dan terus-menerus mendengungkan impian-impianku, aku yakin aku akan mampu mengatasi segala rintangan tersebut. Aku juga percaya bahwa Tuhan tidak akan tinggal diam. Aku percaya bahwa jika sejauh ini aku mampu bertahan dalam mengejar impian serta adanya talenta yang hebat dalam diriku, aku yakin bahwa Tuhan-lah yang bekerja melalui aku dan bukan aku sendiri yang bekerja melalui aku melainkan Dia yang turut bekerja serta berencana untuk hidupku.

Kini, aku masih dan akan terus mencari orang-orang yang ingin maju tersebut. Orang-orang yang punya semangat yang besar untuk mau terus berkembang serta belajar sampai dirinya dapat mencapai potensi terpenuh yang sudah ditanam dalam diri mereka masing-masing. Membuat sebuah tim yang terdiri dari orang-orang terbaik dibidangnya adalah impianku. Sebuah tim yang terdiri dari para bintang ! Akhir-akhir ini aku sadar bahwa sehebat apapun aku, jika aku tidak memiliki tim, khususnya tim yang terdiri dari orang-orang terbaik, aku akan kehabisan waktu dan energi untuk bekerja keras. Atas dasar kebutuhan akan tim inilah, aku ingin membentuk kembali sebuah tim masa depanku, sebuah tim impian. Aku tidak maju atau berjuang sendirian, melainkan aku ingin maju serta berjuang bersama-sama dengan orang-orang yang ingin maju. Sekian !

Tuesday, 30 March 2010

ONLY GOD CAN DO THAT (HANYA TUHAN YANG BISA LAKUKAN ITU) !

Yes, only God can do that ! Hal ini saya rasakan akhir-akhir ini setelah saya merenungkan semua kejadian yang saya alami selama tahun 2009 lalu. Hanya Tuhan yang bisa lakukan itu terhadap hidup saya, khususnya terhadap perkembangan kerohanian, karakter, kedewasaan, dan kebijaksanaan saya. Semua itu hanya Dia yang bisa melakukannya, hanya Dia saja.

Saya diterima di STTS tahun 2005. Pertama datang ke STTS saya tidak tahu harus beribadah dimana dan saat itu saya sendiri merupakan orang yang kurang suka berlama-lama di gereja atau beribadah. Namun, beberapa waktu kemudian saya segera menemukan gereja untuk tempat beribadah. Saya memutuskan beribadah di gereja Mawar Sharon. Beberapa bulan beribadah, saya mulai tergabung ke dalam kelompok sel atau yang dikenal dengan istilah pemasa (pemuda Mawar Sharon, begitu kalau tidak salah kepanjangannya). Awalnya saya cukup enjoy, namun beberapa waktu kemudian saya mulai merasakan rasa tidak enjoy. Saya merasakan ada sesuatu ketidakcocokkan prinsip antara saya dan beberapa partner atau anggota pemasa, hal inilah yang membuat saya akhirnya secara perlahan mundur dari pemasa dan bahkan jarang pergi ke gereja. Namun akhirnya sekarang saya sadar bahwa saat itu masih kanak-kanak dalam rohani (meskipun sekarang juga belum sepenuhnya dewasa hehehe… :).

Tapi saya yakin Tuhan masih sangat cinta saya dan tidak ingin saya terus-terusan menjauh dari-Nya. Seingat saya, menjelang pendaftaran ketua Pekan Kampus 2009 saya mulai kembali aktif beribadah. Saya memutuskan untuk beribadah di gereja Bethany Manyar jalan Manyar Rejo II. Saya ingat betul bahwa jabatan Ketua Pekan Kampus adalah jabatan yang sudah saya targetkan untuk saya raih selama hidup saya di dunia perkuliahan STTS. Target tersebut sudah saya canangkan menjelang berakhirnya Pekan Kampus 2007. Waktu itu, saya sudah menargetkan bahwa untuk Pekan Kampus 2008 saya akan mendaftar sebagai ketua. Akhirnya memang saya menjadi salah satu orang yang memutuskan untuk maju dan bersaing memperebutkan posisi Ketua Pekan Kampus. Bagi saya, persainganlah yang bisa membuat saya hidup dan mengeluarkan seluruh potensi terbaik yang ada dalam diri saya, meskipun juga tidak selamanya itu benar. Namun saya tetap sangat yakin, bahwa persaingan dalam kadar tertentu tetap dibutuhkan untuk dijadikan sebagai pemicu untuk meraih prestasi yang paling maksimal yang bisa kita raih serta untuk mengeluarkan seluruh potensi maksimal yang kita miliki. Persaingan dalam kadar tertentu yang saya maksud adalah kita semua bersaing tanpa saling sikut atau saling membenci atau bersaing dengan cara-cara yang tidak sehat.

Tapi impian menjadi Ketua Pekan Kampus 2008 belum tercapai dan saya sangat kecewa waktu itu. Saya merasakan suatu keanehan, kenapa orang yang tidak bisa apa-apa justru yang dipilih sebagai ketua. Kenapa tidak saya orang yang punya keahlian yang hebat serta pernah mendapat gelar tidak resmi “Rookie of The Year Panitia Pekan Kampus 2006” yang terpilih ? Namun, waktu itu saya masih labil jadi saya masih mudah terbawa emosi. Saya cukup beruntung saya mengalami kegagalan tersebut, sebab dari situlah titik balik hidup saya alami. Saya diajari oleh kegagalan tersebut beberapa hal yang saya yakin tidak akan pernah saya ketahui seandainya saya tidak gagal. Mengucap syukur untuk semuanya itu !

Kegagalan itu pula yang akhirnya menjadikan sedikit lebih siap untuk persaingan menjadi Ketua Pekan Kampus 2009. Saya melakukan introspeksi diri dan belajar beberapa hal lagi mengenai kepemimpinan. Saya juga memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan atau mempraktekkan ilmu yang sudah saya dapat dari training CCNA yang waktu itu sudah saya jalani sampai level 3. Saya memiliki kesempatan menjadi koordinator sie perlengkapan dan keamanan panitia Cyber Game Competition sekaligus merasakan suatu pengalaman yang nyata menjadi bagian dari orang-orang yang turut serta mengambil keputusan bagi kelangsungan hidup suatu event. Meskipun pada akhirnya event tersebut dibatalkan karena kekurangan sponsor, namun saya tetap bersyukur karena saya boleh merasakan kesempatan untuk memimpin tim yang kecil tersebut sebelum akhirnya saya harus memimpin tim yang lebih besar. Thank to Jesus my Lord !

Kegagalan menjadi Ketua Pekan Kampus 2008 pula yang akhirnya menjadikan seorang pribadi yang lebih dewasa baik dalam kehidupan sekuler maupun rohani. Saya jadi ingat semua pelajaran baik yang pernah saya dapat dari beberapa teman atau pemimpin terhebatku selama di STTS, antara lain Mikha Kristian, Andy Sutanto, Joseph Adi Saputra, David Boy, Yulia Kurniawati Ongkojoyo, dan Max Meiden Dasuki. Mereka semua orang yang secara langsung maupun tidak langsung telah melengkapi diri saya hingga menjadi seperti sekarang dan saya tidak akan pernah melupakan mereka semua. Dari kegagalan itu pula, saya akhirnya menjadi lebih dekat kepada Tuhan dan secara ajaib saya dipulihkan. Tidak hanya dipulihkan, namun Dia menambahkan beberapa kemampuan baru pada diri saya serta membukakan mata saya mengenai seluruh talenta yang selama ini tersembunyi dalam diri saya. Dia pula yang secara tidak langsung mengarahkan saya dan membuat saya mengenal para pemimpin sekaligus pelatih kepemimpinan terbaik dunia yang ada saat itu (dan sampai sekarang). Sungguh, ternyata Dia memiliki rencana-Nya sendiri bagi setiap umat-Nya yang belum tentu sama dengan rencana yang sudah kita buat. Dia bekerja secara ajaib untuk membentuk kita menjadi lebih baik dan meningkatkan kapasitas kita pada waktu-Nya sesuai dengan kebutuhan diri kita.

Akhirnya menjelang akhir tahun 2008, setelah melalui proses wawancara yang hanya menyisakan saya sebagai satu-satunya orang yang mengambil formulir pendaftaran Ketua Pekan Kampus 2009 yang mengembalikan, akhirnya saya resmi diterima menjadi Ketua Pekan Kampus 2009. Saya bangga sekali bahwa akhirnya impian tersebut tercapai dan saya sadar satu hal yaitu seandainya saja di tahun 2008 yang karena kekecewaan saya tidak diterima menjadi ketua waktu itu, saya memutuskan untuk tidak turut ambil bagian lagi sebagai panitia (meskipun hanya panitia tambahan), saya yakin saya tidak akan pernah bisa menjadi ketua tahun depannya. Saya yakin bahwa itu semua rencana yang sudah Tuhan buat bagi saya, suatu rencana yang merupakan master plan-Nya untuk saya. Dia ijinkan saya untuk mengalami kekecewaan dan terpuruk yang pada akhirnya dari situ Dia ingin saya belajar beberapa hal baru sekaligus menumbuhkan kapasitas saya sebelum secara resmi menjadi pemimpin. Sungguh rencana yang dahsyat bagi saya !

Memasuki tahun 2009, saya mulai mempersiapkan atau mematangkan seluruh rencana saya untuk Pekan Kampus 2009 termasuk konsep-konsep serta jumlah panitia yang dibutuhkan. Saya mematangkannya bersama dua orang wakil yang juga luar biasa melengkapi saya, Suhendro dan Aileen Cindy. Saya tidak akan pernah melupakan sumbangsih mereka selama masa-masa awal saya menjadi ketua hingga berakhirnya seluruh rangkaian acara Pekan Kampus 2009. Mereka yang membantu memberi saya saran-saran serta juga menenangkan saya ketika saya menghadapi tekanan atau ketika saya sudah hampir “meledak” karena beberapa masalah. Hal ini saya sadari setelah saya merenungkan semuanya setelah Pekan Kampus 2009 berakhir. Thank to you all !

Setelah beberapa persiapan awal yang saya buat bersama kedua wakil saya, akhirnya waktu pendaftaran panitia dimulai. Selama sekitar dua minggu awal di bulan Februari 2009, pendaftaran Panitia Pekan Kampus 2009 dibuka. Sungguh saya sebenarnya agak khawatir juga jika jumlah orang yang mendaftar sebagai calon panitia jumlahnya kurang dari jumlah panitia yang dibutuhkan. Namun, selama masa-masa pendaftaran tersebut, saya teringat ucapan Max yaitu “jangan khawatir tidak dapat panitia, pasti akan ada yang daftar dan pasti jumlahnya cukup”. Ucapan yang singkat namun sangat membangun dan menguatkan hati, thank Max.

Setelah masa pendaftaran berakhir, saya menghitung jumlah orang yang mendaftar sebanyak 26 orang. Jumlah tersebut hanya lebih 3 orang dari total jumlah panitia yang dibutuhkan. Sungguh sekali lagi Dia begitu luar biasa. Dia sediakan jumlah calon panitia yang benar-benar sesuai dan masih melebihi jumlah yang dibutuhkan sehingga kami masih memiliki alternatif untuk memilih yang terbaik yang dapat kami temukan. Really, You’re incredible my Lord ! Namun sedikit kekhawatiran lagi muncul menjelang hari pertama wawancara panitia, secara tiba-tiba sore itu hujan turun. Saya khawatir tidak ada orang yang mau datang untuk menghadiri wawancara. Sebelum saya berangkat ke kampus saya akhirnya berdoa dulu (sungguh-sungguh berdoa setelah sekian lama tidak pernah berdoa seperti itu) agar hujannya tidak terlalu deras dan dapat segera reda, sehingga semua orang yang seharusnya menjalani wawancara hari itu bersedia datang. Dia kabulkan dan dengarkan doaku itu. Mereka semua datang ! Thank again my Lord !

Akhirnya proses wawancara selesai dan daftar 23 panitia yang terpilih sudah ada di tangan. Rapat pertama dimulai tanggal 21 Februari 2009 pukul 07.00 pagi. Senang melihat mereka datang dengan penuh antusiasme ke rapat itu.

Rapat demi rapat terus bergulir sejak rapat pertama tersebut. Rapat terkadang berlangsung demi, namun seringkali pula rapat berlangsung dalam kondisi penuh “pertikaian” dan “saling serang”. Kadang senang melihat hal tersebut, namun kadang bingung juga melihatnya. Kita semua seolah-olah sedang berusaha “saling membantai” dan “saling menjatuhkan” satu sama lain. Namun, akhirnya pula saya menyadari bahwa justru semua “pertikaian” itu yang membentuk kami dan mendewasakan kami. Kami saling mengasah serta menajamkan satu sama lain. Rapat terus bergulir dan tanpa terasa kita sudah mencapai tahap persiapan sebelum pendaftaran peserta Pekan Kampus 2009. Ketegangan semakin meningkat, meskipun rasa percaya diri juga semakin tinggi sebagai hasil dari latihan yang selama kami semua jalani.

Masa pendaftaran berlangsung lancar, tanpa ada masalah yang berarti. Selanjutnya persiapan berlanjut kembali setelah sempat libur selama 1 hari. Persiapan berikutnya adalah untuk pelaksanaan Pekan Kampus 2009 selama 5 hari di kampus. Kami harus buat persiapan yang lebih matang disini, sebab beban akan semakin meningkat, karena kami harus mengenalkan seluruh peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa baru terhadap sistem perkuliahan di STTS sekaligus untuk mengajarkan mereka sesuatu yang mungkin tidak pernah mereka ketahui tentang kehidupan perkuliahan serta untuk mendisiplinkan mereka. Kegiatan di kampus bisa dikatakan berlangsung lancar, kecuali pada hari kedua ketika kami semua mendapat “wejangan” dari bapak Ferdinandus mengenai tindakan kami yang terlalu ekstrem dalam menghukum peserta. Suatu wejangan yang menusuk hati sekaligus sempat menurunkan sempat serta kekompakan kami semua. Namun akhirnya wejangan itu pula yang memberi saya sebuah ide untuk acara puncak Pekan Kampus 2009, yang meskipun pada akhirnya tidak disetujui oleh pihak kampus. Dari sini, saya belajar satu hal yaitu suatu hal yang tampaknya negatif (sebut saja masalah) bisa menjadi sesuatu yang positif jika kita mau memandangnya dengan cara yang benar atau melalui sudut pandang yang lain.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan Pekan Kampus 2009 berakhir, mulai dari kegiatan di kampus sampai kemping, saya merasakan suatu kelegaan. Berakhirnya kegiatan tersebut juga memberi saya waktu untuk introspeksi dan memperbaiki diri atas semua kekurangan yang ada selama saya menjadi pemimpin. Hasil dari renungan tersebut, menjadikan saya individu yang lebih bijak lagi dalam memandang segala sesuatunya serta menjadikan saya sebagai pemimpin serta individu yang terus berkembang. Hasil dari merenung itu pula, saya akhirnya semakin menyadari panggilan saya sebagai pemimpin dan saya juga menemukan talenta-talenta lain lagi dalam diri saya yang belum pernah saya temukan atau sadari sebelumnya. Saya juga akhirnya menyadari bahwa Tuhan itu sungguh aneh, karena Dia justru memilih orang yang sebenarnya bukan pemimpin yang baik untuk menjadi pemimpin. Namun setelah membaca sekilas buku yang ditulis oleh Joyce Meyer (salah seorang perempuan pemimpin dari Amerika Serikat), saya menemukan suatu jawaban sekaligus penguatan yang luar biasa. Joyce Meyer menulis bahwa Tuhan pilih orang-orang yang secara kapasitas bukanlah pemimpin yang handal hanya karena satu alasan yaitu Dia ingin mengembangkan kapasitas orang tersebut sebagai individu dan pemimpin. Itu pula yang akhirnya saya sadari.

Finally, I can say thank to Jesus my Lord for all of experiences You gave for me. Thank for make my dream bring into reality. Thank for equipping and always growing me up. Praise you Lord !

Sunday, 28 March 2010

NEED EXCELLENT PEOPLE TO BE MY EXCELLENT PARTNERS

Once again, a quite long title of my article. Yes, in recently days I’ve think about this one. I need some excellent people to be my excellent partners. I’ve realize that I can do all of my job alone, I need partners. I need them all so that I can do job that can make me maximize my talents or that comform to my main skills.

I need excellent people to become my partners in fields of spokesperson, salesperson, marketer, programmer, chief of financial officer, secretary, writer, designer, chief of product, chief of company culture, and chief of business strategy. I need spokesperson to help my to explain what job I do now and also to help others to know what I recently think. I need salesperson to help me to sell the products of my company. I need marketer to help me to promote my business and it’s products. I need programmer to help me to develop the products. I need chief of financial officer to help me to manage money and financial problems. I need secretary to help me to schedule all of my activities. I need designer to help me design brochure, advertisement, company logo, and many other designs. I need writer to help me to write down my experiences, my way of think, and anything else. I need chief of product or chief of software engineer to help to manage the products development process. I need chief of company culture to help me to make a good and comfortable culture in my company so that can make all of the employees do the best job. I need chief of business strategy to develop the business strategy of my company.

Yeah, I need a very excellent team that consist of very excellent persons. So far that still become my dream, but oneday I must make that dream come true. Should make that dream to become real ! I need excellent team, cause I realize that only excellent team can do excellent jobs. Do you have interest to become a part of my excellent team ?

SIAPKAH AKU KEMBALI MENJADI BINTANG ?

Sebuah pertanyaan yang perlu aku tanyakan kepada diriku sendiri sebagai sarana untuk melecut kembali motivasi diriku sendiri sekaligus sebagai pengingat agar aku benar-benar berkomitmen terhadap seluruh hidupku dan seluruh impian besar yang aku raih serta yang masih ingin aku raih di masa depan yang tidak akan lama lagi harus sudah terwujud. Aku sedang membentuk kembali diriku dan sedang mempelajari kembali seluruh prinsip-prinsip terbaik yang dulu pernah aku terapkan guna meraih hasil yang maksimal dalam hidup. Aku perlu untuk melakukan pembelajaran ulang dan melakukan kontemplasi atau perenungan guna menghayati kembali dengan sepenuhnya prinsip-prinsip yang pernah membawaku meraih pencapaian maksimal atau terbaik dalam semua yang aku kerjakan.

Ya, dalam hidup kita perlu untuk terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang berguna, tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang-orang lain disekitar kita. Oleh karena itu, kita harus selalu atau senantiasa mau belajar dari orang-orang terbaik agar kita juga mampu menjadi individu yang terbaik seperti orang-orang darimana kita belajar. Dalam hidup ini, kita punya tugas untuk terus mengembangkan seluruh talenta yang ada dalam diri kita yang telah dengan sangat luar biasa dan murah hati Tuhan berikan dalam diri kita. Talenta-talenta yang sudah Dia tanam dalam diri kita sejak kita kecil. Kini, tanggung jawab beralih kepada diri kita masing-masing, yaitu untuk mengembangkan talenta-talenta tersebut untuk menghasilkan yang terbaik sesuai dengan seluruh kapasitas yang ada dalam diri kita. Kemudian selanjutnya kita dapat menghasilkan buah yaitu melalui membantu orang lain disekitar kita menjadi individu yang dahsyat sesuai dengan kapasitas yang ada dalam diri mereka.

Kini, aku sedang dalam tahap melatih diriku sendiri untuk hidup disiplin sepenuhnya seperti dulu. Aku sedang melatih diriku sendiri untuk menjadikan rajin sebagai suatu karakter yang mendarah daging dalam diriku, seperti saat dulu aku meraih prestasi yang cemerlang karena seluruh upaya terbaik yang aku keluarkan. Kemarin (25 Maret 2010) secara kebetulan aku membaca sebuah artikel atau tulisan yang sangat bagus, tulisan dari Mario Teguh yang ditujukan kepada seluruh anggota MTSC (Mario Teguh Super Club) tersebut sangat memotivasiku sekaligus mengingatkan aku kembali akan the spirit of excellent. Dalam tulisan tersebut diceritakan bahwa seorang Mario Teguh tidak pernah belajar untuk menjadi rangking satu di kelas, tetapi dia belajar untuk menjadi pribadi atau individu yang paling menguasai bidang yang dia pelajari dan dia juga tidak pernah bekerja dengan motivasi untuk meraih banyak uang melainkan untuk memberikan semua yang terbaik yang dia miliki untuk pekerjaannya. Dari sana, aku menangkap sebuah inti yaitu the spirit of excellent tersebut. Mario Teguh dalam melakukan apapun selalu menanamkan dalam dirinya sendiri standar kesempurnaan atau excellent.

Nah, spirit of excellent inilah yang hilang dari diriku. Aku kehilangan spirit of excellent ini sekitar dua tahun yang lalu. Suatu kehilangan yang sangat-sangat aku sesali hingga sekarang. Sebab sejak kehilangan itu, prestasi diriku selalu menurun dan aku tidak pernah atau serasa tidak memberikan yang terbaik pada semua yang aku kerjakan. Hal tersebut membuat aku sedih sekaligus malu.

Dari hasil kehilangan spirit of excellent tersebut, sampai sekarang aku masih merasa kesulitan untuk dapat mengembalikan spirit of excellent itu sepenuhnya. Aku sudah mulai berusaha mengembalikan spirit of excellent ini sekitar empat bulan yang lalu, namun sampai sekarang aku masih merasa dengan sepenuh kesadaranku bahwa aku belum berada pada puncak kerja terbaikku. Namun aku tidak akan pernah berhenti untuk dapat mengembalikan spirit of excellent tersebut pada puncak performanya. Hidup higher achiever ! Bagaimana dengan Anda ?

BUILDING MY SPIRIT OF EXCELLENCE, AGAIN !

Ya, akhirnya hari ini (25 Maret 2009), aku merasa bahwa sudah saatnya aku berhenti bernostalgia dengan seluruh prestasi yang pernah aku raih di masa lalu. Ya, memang dulu aku adalah salah satu yang terbaik dan terhebat, namun itu semua prestasi di masa lalu yang memang masih perlu dikenang untuk dijadikan pembakar semangat tetapi juga tidak untuk terlalu dibanggakan lagi, sebab itu semua sudah berlalu. Sekarang saatnya bagiku untuk bekerja keras dan bahkan sangat keras untuk meraih prestasi kembali.

Hari ini, aku harus berusaha untuk berkata dengan sangat keras kepada diriku sendiri, STOP BERNOSTALGIA DENGAN SEMUA PRESTASI MASA LALU ! Sudah cukup, sekarang saatnya untuk kembali membangun kembali semangat pekerja keras yang terbaik untuk menghasilkan yang paling baik dari diriku. Sekarang sudah saatnya untuk menjadi excellent people lagi seperti dulu. Saatnya menyelesaikan semua tanggung jawab dan saatnya mengejar seluruh impian yang tersisa yang masih belum diraih dan masih dapat diraih.

Sudah cukup lama, aku menjadi individu yang biasa-biasa saja. Sudah terlalu lama bahkan aku membiasa menjadi individu yang biasa. Kini, aku harus berjuang dengan sangat keras guna membangun kembali semangat pekerja keras dan spirit of excellence yang dulu aku punyai. Aku harus berani untuk berkomitmen untuk memberi yang terbaik yang ada padaku untuk semua yang aku kerjakan, meskipun aku harus berkorban sangat banyak. Tanpa aku hitung dan tanpa aku sadari, sudah sekitar dua tahun aku buang percuma hanya untuk menjadi individu yang biasa-biasa saja. Individu yang kehilangan gairah untuk memberi yang terbaik, individu yang kehilangan fighting spirit yang selalu menyala-nyala, individu yang bahkan rela habis-habisan untuk memberi yang terbaik pada semua hal yang dikerjakan. Ya, sekarang aku masih perlu membimbing kembali diriku untuk menjadi “pendekar” yang hebat dan aku juga akan mengajak orang-orang disekelilingku yang mau diajak menjadi hebat untuk benar-benar menjadi orang hebat. Ya, aku tidak ingin hebat sendirian, aku ingin bisa hebat bersama orang-orang yang memang ingin menjadi hebat.

Aku masih perlu push diriku sendiri setiap hari dengan beban-beban atau target-target yang perlu diraih agar aku kembali terbiasa menjadi pekerja keras yang juga bekerja secara cerdas. Aku sedang membentuk kembali diriku menjadi seorang bintang yang bersinar terang bagi diriku sendiri dan orang disekitarku. Ya, harus berusaha ! Sekarang, saya ingin tanya, bagaimana dengan Anda semuanya ?

KumpulBlogger