Friday, 24 September 2010

BERJUTA ALASAN DIBALIK SEBUAH KEGAGALAN

Bila mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa temukan berjuta-juta alasan. Namun, alasan tetaplah alasan. Ia takkan mengubah kegagalan menjadi sebuah keberhasilan. Kerapkali, alasan serupa dengan pengingkaran. Semakin banyak menumpuk alasan, semakin besar pengingkaran pada diri sendiri. Ini menjauhkan anda dari keberhasilan, sekaligus melemahkan diri sendiri. Berhentilah mencari suatu alasan untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.

Perhatikan para penambang emas itu. Mereka menimba berliter-liter tanah keruh bercampur pasir dari sungai. Mereka saring lumpur dari pasir – sisir pasir dari logam. Tak jemu mereka lakukan hingga tertinggallah butiran emas dari semuanya. Emas yang berkilauan dari seantero lumpur yang mereka angkut pertamakali. Begitulah semestinya kita memperlakukan kegagalan. Kegagalan itu ibarat pasir keruh yang menyembunyikan emas. Bila anda terus berusaha, tekun mencari perbaikan di sela-sela kerumitan, serta berani menyingkirkan alasan-alasan, maka anda akan menemukan cahaya kesempatan. Hanya mencari alasan sama saja membuang pasir dari semua emas yang ada di dalamnya. (sumber: http://dreamindonesia.wordpress.com/2009/04/20/berjuta-alasan-dibalik-sebuah-kegagalan/)

OPTIMISME

Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya saja.

Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi Anda jika saja Anda mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk Anda.

Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah Anda bisa melihat bintang. (sumber: http://zoombastic.com/materi-motivasi/selalu-ada-sisi-baik/)

Thursday, 23 September 2010

MENGAPA BEBERAPA IMPIAN MASA KULIAHKU TIDAK TERCAPAI ?

Tidak lama lagi aku akan menyelesaikan tahap kuliah strata satu. Menjelang akhir tahap strata satu ini, aku menyadari bahwa sebagian impian masa kuliahku tidak tercapai. Sebagai tanggapan atas hal tersebut aku mencoba mencari tahu mengapa impian tersebut tidak tercapai agar di kemudian hari ketika aku memiliki impian demi impian lain aku dapat memperbesar kemungkinan untuk membuat impian tersebut tercapai. Meskipun apa yang aku tuliskan disini adalah bentuk introspeksi atas impian masa kuliah, tetapi aku yakin bahwa hal ini juga bisa berlaku untuk segala macam impian yang ada dalam hidup. Berikut ini beberapa hal yang aku temukan yang menjadi penyebab kenapa impianku tidak terwujud:
1.      Kurang sungguh-sungguh memimpikan impian-impian tersebut.
2.      Tidak sepenuhnya memegang impian-impian tersebut dalam benakku dan dalam genggaman tanganku.
3.      Terlalu mendengarkan omongan orang-orang yang takut bermimpi atau orang-orang yang berani bermimpi namun tidak cukup percaya bahwa impiannya akan terwujud.
4.      Kurang fokus dalam mengejar impian.
5.      Mengendurkan kepercayaan serta kemauanku yang keras untuk meraih impian-impian tersebut.
6.      Membiarkan diriku terbawa arus sehingga aku lupa bahwa aku masih memiliki impian-impian yang besar yang belum terwujud.
Itulah setidaknya beberapa penyebab yang berhasil aku temukan yang melatarbelakangi kegagalanku mewujudkan beberapa impian. Kini aku sedang mengajari diriku sendiri bahwa ketika aku punya impian, tidak peduli orang lain apapun tentang tersebut selama aku percaya bahwa impian tersebut baik dan mungkin diwujudkan aku harus terus memegang teguh impian tersebut serta mengusahakannya sekuat tenaga dengan seluruh kemampuan terbaik yang aku miliki. Bermimpilah !

ALASAN AKU TERUS MENULIS

Sejauh yang aku tahu, setiap pasti memiliki motif atau alasan atau latar belakang mengapa ia melakukan sesuatu. Awalnya aku sempat beranggapan bahwa beberapa motif tertentu tidak atau kurang baik, namun beberapa bulan yang lalu pandanganku diubahkan oleh salah seorang kawan yang juga telah berubah pandangan. Setiap orang berhak memiliki alasan atau motif atau latar belakang apapun dalam melakukan sesuatu, asalkan semuanya itu tidak merugikan orang lain. Tulisan kali ini menyangkut alasan atau motivasi yang membuat aku terus menulis. Semoga berguna.
Dulu, waktu aku masih kecil, aku jarang menulis namun semenjak memasuki bangku kuliah aku mulai belajar menulis. Menuliskan apapun yang terdapat di pikiranku yang aku rasa dapat ditulis atau dapat menginspirasi orang lain. Awalnya tulisanku masih belepotan atau tidak karuan (mungkin sekarang juga masih seperti itu), namun seiring berjalannya waktu aku belajar untuk menyusun alur tulisan yang lebih baik dan lebih baik meskipun terkadang juga masih ada tulisanku yang agak kacau. Aku menggunakan tulisan demi tulisan yang aku buat sebagai sarana berlatih untuk menghasilkan tulisan yang lebih bermutu, lebih mudah dicerna, dan tentu saja diharapkan dapat menginspirasi orang lain. Melalui tulisan demi tulisan lepas yang aku buat, aku juga sedang mempersiapkan diri sebagai langkah awal untuk impian yang lebih besar yaitu menulis buku. Aku percaya bahwa hal-hal yang besar selalu dimulai atau diawali dengan hal-hal kecil.

Wednesday, 22 September 2010

DAFTAR SEMUA HAL YANG PERNAH AKU LAKUKAN ATAU ALAMI SAMPAI AKU BERUMUR 24 TAHUN

Aku sedang membaca buku berjudul, ‘Shine, Anda Pun Bisa Menjadi Bintang !’, karangan Larry A. Thompson yang merupakan produser film terkemuka sekaligus manajer pribadi lebih dari dua ratus bintang Hollywood. Dari membaca buku itu, aku tergerak untuk menuliskan semua hal yang pernah aku lakukan atau alami dari masa awal kehidupanku sampai sekarang aku berumur dua puluh empat tahun. Semoga menginspirasi !
1.    Hal pertama yang aku bisa lakukan adalah membaca, begitu penuturan mamaku.
2.    Pada waktu TK (Taman Kanak-Kanak) aku pernah berkelahi dengan seorang teman dan aku diancam menggunakan silet (pisau kecil), namun aku tidak takut.
3.    Jika aku tidak salah ingat aku berada di jenjang pendidikan TK selama tiga tahun, disebabkan karena waktu itu disekolahku terdapat peraturan bahwa anak yang belum berumur tujuh tahun tidak bisa masuk ke SD (Sekolah Dasar). Aku lahir pada bulan Desember, jadi saat waktunya kenaikan kelas aku masih berumur 6,5 tahun.
4.    Masuk dalam peringkat sepuluh besar pada kelas satu SD dan wali kelasku berkata bahwa aku adalah murid yang pintar.
5.   Menjadi salah satu murid yang paling gemar membaca diantara semua teman-temanku di SD dan memiliki ‘keistimewaan’ akses di perpustakaan sekolah dimana aku boleh meminjam buku lebih dari tiga yang merupakan jumlah maksimal peminjaman pada satu waktu.
6.    Pada kelas dua SD membentuk grup bersama beberapa orang teman, grup tersebut mengikuti tren film anak-anak yang populer saat itu. Aku berperan sebagai tokoh Niko si Batu Karang sesuai dengan nama peran dalam film tersebut. Baru kusadari di kemudian hari bahwa arti namaku Peter adalah batu karang.

Tuesday, 21 September 2010

INI DIA SALAH SATU ORANG YANG TURUT ANDIL DALAM PERJALANAN HIDUPKU

Siapa sangka salah seorang teman yang tidak begitu akrab denganku justru menjadi orang yang turut memberiku jalan untuk dapat masuk kuliah di kampusku yang sekarang dengan lebih murah. Melalui dia aku memperoleh formulir pendaftaran yang lebih murah dari seharusnya. Formulir yang waktu itu harga normalnya adalah dua ratus ribu rupiah, aku dapatkan hanya dengan harga seratus lima puluh ribu rupiah. Formulir tersebut merupakan formulir milik temannya yang dia tawarkan ke aku karena temannya tersebut sudah diterima di universitas lain dan karena dia masih ingat bahwa jurusan komputer merupakan jurusan yang ingin aku pilih pada jenjang kuliahku.

Monday, 20 September 2010

PELAJARAN DARI FILM THE EXPENDABLES: PENDEK PUN KADANG MENGUNTUNGKAN

Ada yang pernah menonton film The Expendables yang disutradarai oleh Sylvester Stallone ? Jika ada yang pernah menonton, tentu saja tahu bahwa di salah satu bagian film tokoh Yang yang diperankan oleh Jet Li mengatakan tentang keunggulan yang dimiliki olehnya terkait postur tubuh. Seperti hampir semua orang Asia, tokoh Yang dalam film tersebut memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan orang barat, namun siapa sangka bahwa ternyata posturnya yang lebih pendek tersebut justru menguntungkan dirinya. Dalam pertarungan melawan tokoh Gunner yang awalnya adalah kawan satu timnya namun akhirnya membelot, tampak sekali keunggulan postur yang dimiliki oleh tokoh Yang. Dalam pertarungan tersebut Yang berhasil memaksa Gunner untuk masuk ke suatu lokasi yang tingginya hanya setinggi tubuh Gunner, namun  sangat cocok untuk Yang yang memiliki postur lebih pendek. Tampak dalam pertarungan tersebut, tokoh Gunner beberapa kali terbentur dengan tiang-tiang besi yang menjadi penyangga ruangan tersebut. Akibat postur tubuh yang jauh lebih tinggi dibandingkan Yang, Gunner kewalahan menghadapi serbuan yang dilakukan oleh Yang dan membuatnya dikalahkan dalam pertarungan tersebut.

BERMIMPI SAJA DULU

Impian itu gratis, kata-kata itulah yang beberapa hari lalu menghampiri benakku. Ketika kata-kata itu berhenti sejenak dipikiran, aku sadar kenapa aku tidak mencoba bermimpi sebesar mungkin. Seringkali secara tidak kita sadari, seiring semakin berlalunya waktu, dan seiring semakin kita dewasa kita seolah menjadi terlalu realistis dan kurang berani memimpikan hal-hal yang seolah tidak mungkin. Ya memang benar bahwa kita harus realistis dan tidak hidup di angan-angan belaka, namun tidak ada salahnya juga terkadang kita memimpikan hal-hal yang kelihatannya tidak masuk akal. Apa salahnya kita lakukan itu, kan bermimpi itu gratis dan tidak bayar, jadi bermimpi saja tanpa terlalu peduli apakah impian kita itu nyata atau tidak, mungkin berhasil atau tidak, yang penting bermimpi dulu.
Jujur secara pribadi, terkadang aku juga kurang berani bermimpi. Terkadang aku juga menjadi terlalu realistis dan lebih sering pula aku terpengaruh oleh beberapa teman yang kurang berani bermimpi sehingga tanpa aku sadar aku mengerdilkan impianku sendiri. Kini, aku sedang mencoba untuk tidak terlalu dipengaruhi oleh orang-orang disekitarku. Aku mencoba mengenali apa yang sungguh-sungguh aku impikan dan inginkan serta kemudian mencoba untuk terus memegangnya selama mungkin dan sekuat mungkin. Aku juga tahu bahwa terkadang memang ada impian-impian yang sulit terwujud, tapi selama kita ingin memimpikannya ya impikan saja.

KumpulBlogger