Monday, 9 February 2009

Sesuatu yang Kita Pentingkan, Suatu Saat akan Mementingkan Kita

Langsung saja deh tidak pakai pengantar segala. Inspirasi judul tulisan ini aku dapatkan dari sebuah buku serta dari seorang motivator. Buku yang kumaksud adalah Berpikir dan Berjiwa Besar, serta motivator yang kumaksudkan adalah Mario Teguh. Ada beberapa poin yang kuingat dari buku serta ucapan motivator tersebut. Beberapa poin atau prinsip yang diucapkan oleh motivator atau ditulis dalam buku tersebut, pada dasarnya hampir sama. Seperti: “Untuk menjadi orang penting, berpikirlah dan bertindaklah seperti orang penting”, “Meskipun penampilan tidak selalu menunjukkan keadaan yang sebenarnya dari seseorang, tetapi hal itulah yang pertama kali terlihat oleh orang lain, karena itu tampillah sebaik mungkin sehingga orang lain melihat bahwa seperti itulah keadaan sebenarnya dari dirimu dan kemudian cerminkanlah tampilan luar diri kita ke dalam”, “Orang yang berpikir pekerjaannya penting mendapat isyarat mental tentang bagaimana melakukan pekerjaannya dengan lebih baik; dan pekerjaan yang lebih baik berarti promosi lebih besar, uang lebih banyak, prestise lebih besar, kebahagiaan lebih besar”, “Agar dapat menjadi seorang yang sukses, kondisikanlah diri Anda sesuai dengan keadaan orang yang sukses”, “Berpikirlah sukses dan Anda pun akan benar-benar sukses”.

Masih banyak lagi sebenarnya kalimat-kalimat yang dapat memberikan motivasi yang besar pada diri kita. Tapi satu pelajaran yang kudapat dari kalimat-kalimat tersebut adalah segala sesuatu yang kita pentingkan, suatu saat akan mementingkan kita. Misal, jika kita mementingkan kesehatan kita suatu saat kesehatan kita akan mementingkan diri kita, jika kita mementingkan hubungan sosial kita dengan keluarga dan teman suatu saat hubungan sosial tersebut juga akan melakukan hal yang sama pada kita, jika mementingkan pekerjaan kita dengan cara melakukan semua yang terbaik yang dapat kita lakukan suatu saat pekerjaan kita juga akan mementingkan diri kita, serta banyak lagi contoh lainnya. Namun intinya adalah satu, yaitu hargai segala sesuatu dan pada saatnya nanti segala sesuatu tersebut yang akan menghargai kita. Hargailah setiap usaha yang kita lakukan untuk meraih impian, maka suatu impian kita yang akan menghargai kita. Hargailah setiap waktu yang kita berikan untuk orang lain, maka suatu saat orang lain akan menghargai kita. Hargailah setiap waktu yang ada dalam kehidupan kita, maka suatu saat waktu yang ada juga akan menghargai kita.

Hargailah segala sesuatu yang kita inginkan segala sesuatu itu menghargai kita kelak. Sekian tulisan singkat kali ini. Semoga tulisan yang singkat ini dapat memotivasi saya sendiri dan juga kalian semua yang membacanya untuk dapat menghargai segala sesuatu yang sudah ada dalam kehidupan ini, tanpa pernah mengeluhkan apa yang belum kita punyai melainkan terus berusaha untuk dapat meraihnya. Terima kasih semuanya sudah mau membacanya, saran dan kritik yang membangun saya tunggu. God bless you all.

Thursday, 5 February 2009

Efisiensi : Untuk Sesuatu yang Dapat Dikerjakan Dalam 5 Menit Kenapa Harus Dikerjakan Dengan Waktu Lebih ?

Halo-halo semuanya pembaca setia tulisanku. Selamat pagi dan selamat menikmati hari yang indah yang telah Tuhan anugerahkan dalam hidup ini. Mungkin kalian berpikir panjang sekali judul tulisan ini. Ya memang ini merupakan judul tulisan terpanjang yang pernah kubuat. Hahaha……. Namun aku bukan bermaksud sengaja memperpanjang judul tulisan ini untuk membuat orang lain malas melihatnya atau untuk tujuan apapun lainnya. Karena memang judul begitulah adanya judul tulisan ini. Selamat membaca.

Judul tulisan ini sudah lama dan bahkan lama sekali aku pikirkan, sejak aku menjadi panitia Pekan Kampus pertama kali pada tahun 2006 lalu. Waktu itu, aku terpikir bahwa jika segala sesuatu dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, mengapa kita harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan hal tersebut. Tidakkah lebih baik jika waktu yang lain kita gunakan untuk membereskan pekerjaan yang lain ? Sehingga dengan begitu hal-hal yang menjadi tanggung jawab pekerjaan kita bisa berkurang. Dan bahkan istimewanya lagi kita bisa memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat.

Namun semangat efisiensi waktu ini bisa dikatakan mulai hilang padaku sejak semester 7 kemarin. Aku lebih banyak menunda-nunda sesuatu, padahal hal tersebut dapat aku kerjakan saat itu tetapi aku memilih menundanya untuk mengerjakan nanti atau bahkan keesokan harinya. Aku tersadar kembali bahwa aku telah banyak melakukan hal-hal yang bisa dibilang kurang penting untuk dilakukan, semisal lebih memilih menonton film padahal ada hal lain yang harus dikerjakan, memilih untuk main game padahal sudah tahu besok ada tugas yang harus dikumpul atau besok ada tujuan, dan banyak ketidakefisienan lain. Waktu itu aku terpikir “ah istirahat dulu saja kan hari ini aku sudah lakukan kegiatan ini dan itu”, padahal hari itu semua kegiatan yang kulakukan hanya sedikit saja yang sebenarnya merupakan kegiatan inti dan terpenting yang harus kulakukan. Aku terlalu cepat puas, tanpa sadar bahwa sebenarnya belum semua tanggung jawabku untuk hari itu belum selesai kukerjakan.

Atas semua hal-hal yang tidak efisien tersebut dapat ditebak bahwa hasil ujian setiap mata kuliahku pun sebagian besar tidak memuaskan. Untuk mata kuliah dimana seharusnya aku bisa memperoleh nilai A, aku hanya memperoleh B atau C. Bahkan yang terparah lagi sampai ada 2 mata kuliah yang memperoleh nilai D, yang berarti aku harus mengulangnya. Namun sekali lagi aku tidak akan pernah menyesali semua hal yang telah terjadi tersebut, karena penyesalan tanpa usaha untuk berubah jadi lebih baik tidak akan ada artinya. Percuma saja terus menyesal dan merasa bersalah, jika kita tidak pernah membuat komitmen untuk melakukan perubahan dan memperbaiki setiap kesalahan yang pernah kita perbuat.

Atas dasar kesadaran itulah dan setelah mendapat inspirasi ketika membaca buku “Berpikir dan Berjiwa Besar”, aku mulai hari ini akan memperbaiki kembali setiap ketidakefisienan yang ada. Mulai hari ini aku tidak akan menunda-nunda setiap hal yang dapat kulakukan hari ini hingga hari esok, seperti kata pepatah “Jangan pernah menunda apa yang dapat kamu lakukan hari ini hingga hari esok”. Dari buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” pula, aku mendapatkan inspirasi serta pelajaran bahwa sebenarnya seberapa banyak hal yang dapat kita lakukan itu tergantung pada seberapa besar kita yakin bahwa kita dapat melakukan hal tersebut. Jika kita yakin kita dapat, maka pikiran kita akan berusaha mencari jalan agar kita dapat benar-benar melakukannya. Teringat pula aku akan suatu pepatah, “If there’s a want there’s a way (dimana ada kemauan atau kehendak disana akan ada jalan)”.

Ya mulai hari ini saatnya kembali melakukan segala sesuatunya dengan efisien. Saatnya berbuat lebih banyak daripada yang pernah kita perbuat sebelumnya. Berbuat lebih banyak bagi kebaikan diri kita dan juga orang lain. Satu yang akan kuingatkan lagi bagi diriku sendiri (semoga hal ini juga dapat menjadi pengingat bagi kalian semua), setiap orang mendapat jatah waktu yang sama dalam sehari yaitu 24 jam, namun tidak setiap orang memanfaatkan jatah waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi kehidupannya dan kehidupan orang disekitarnya. Pada masa sekarang waktu 24 jam memang terasa sedikit sekali, tetapi waktu yang sedikit ini dapat kita gunakan untuk menghasilkan banyak hal asalkan kita mau menggunakannya dengan baik. Sebagai penutup aku berikan kutipan dari Steve Jobs bos besar sekaligus pendiri Apple, Inc. “Time is our most valuable commodity (waktu adalah komoditas atau sumber daya kita yang paling berharga)”.

Friday, 23 January 2009

Found My New Talent


Hore hore, aku tidak menduga ternyata aku masih punya bakat tersembunyi yang masih bisa diasah lagi. Bakat apa itu ? Menyanyi jawabannya. Ternyata tanpa kusadari aku bisa juga menyanyi lho. Hehehe…… Mungkin saja bakatku itu menurun dari orang tua ku, khususnya dari mamaku. Yup memang betul mamaku itu suka sekali menyanyi dan suaranya juga tergolong bagus, sebagai bukti bahwa suaranya bagus, mamaku diminta untuk menjadi pimpinan sekaligus pelatih kelompok vokal yang ada di gereja. Aku berterima kasih kepada mamaku karena telah memberiku satu warisan bakat yang mungkin saja dapat berharga suatu saat nanti. Aku berterima kasih juga kepada Tuhan, karena telah memberikan mama seperti mamaku.
Sebenarnya penemuan bakatku itu secara tidak sengaja, awalnya aku tidak begitu suka dengan music. Aku lebih suka menghabiskan hari-hariku (khususnya ketika masih kanak-kanak) dengan nonton film di televisi atau membaca buku. Ya aku tergolong suka sekali membaca buku, bahkan karena kesukaanku itu pula aku termasuk seorang yang selalu menjadi rujukan atau acuan teman-temanku lainnya saat ingin mencari buku yang bagus. Hehehe…. jadi seperti artis saja ya yang dikejar-kejar orang untuk tanya judul buku yang bagus. Meskipun aku tergolong lebih suka membaca buku dan mengarang sendiri cerita-cerita yang biasanya kugunakan untuk bermain bersama mainan patung-patungan (lagi-lagi saat masih kecil, masa SD tepatnya), seingatku aku juga pernah mendengarkan dan menghafalkan untuk kemudian menyanyikan lagu tersebut. Beberapa kaset lagu anak-anak aku koleksi, yang kesemuanya berhubungan dengan film-film anak-anak.
Aku mulai mengenal musik lebih banyak lagi saat masa SMU. Saat itu sebagian besar teman-temanku sedang gandrung dengan band-band yang bermunculan waktu itu, antara lain Flanella, Peterpan, dan beberapa grup band lain. Nah dari merekalah aku mengetahui lebih banyak lagi tentang lagu-lagu, yang akhirnya karena sering berkumpul aku juga mulai sedikit demi sedikit ikut menyanyi. Berawal dari situ pula, aku mulai menyukai lebih lagi lagu-lagu yang ada, yang akhirnya terbawa sampai sekarang. Sejak saat itu juga, aku lebih banyak mengenal grup musik seperti Dewa, Padi, Ada Band, dan lain-lain. Ternyata sesuatu yang berawal hanya dari ikut-ikutan itu semakin membuat aku tertarik dan lebih sering menyanyi setiap ada waktu luang. Namun aku sendiri juga sadar bahwa kemampuan menyanyiku belum sebaik penyanyi-penyanyi top atau terkenal yang sudah ada sekarang. Tetapi aku tidak mau meremehkan diriku sendiri, asalkan aku mau berlatih lebih serius dan dengan percaya, aku yakin suatu saat aku dapat menandingi dan melewati kemampuan menyanyi mereka semua. Suara penyanyi yang kusuka antara lain Ariel Peterpan, Delon saat menyanyi lagu Karena Cinta, Christian Bautista, vokalis ST 12, Chester vokalis LinkinPark, Enrique Iglesias, dan masih banyak penyanyi lain. Aku akan terus melatih sendiri pelan-pelan, dan aku juga punya rencana untuk ikut les vokal biar aku bisa menyanyi lebih baik lagi. Siapa tahu suatu saat bakat itu dapat kugunakan sebagai suatu pekerjaan, namun untuk sekarang aku sendiri lebih fokus ke bidang teknologi informasi atau komputer dan tulis-menulis serta motivasi. Masih banyak impian yang ingin kuraih, sebab memang itu wajib bagi setiap orang yang ingin meraih sukses luar biasa yaitu memiliki banyak impian serta mau berjuang demi setiap impiannya.

Belajar Bahasa Prancis


Bonjour. Eits jangan dulu bingung ya dengan kata yang aku tulis diawal tulisan ini. Kata itu merupakan salah satu kata dalam bahasa Prancis, yang artinya selamat pagi. Ya memang sekarang aku sedang ingin belajar bahasa baru nih, ya anggap saja buat tambah wawasan gitu. Saat ini aku sudah menguasai bahasa Indonesia, bahasa Inggris (meskipun belum sepenuhnya baik), sedikit bahasa Jerman, dan sekarang giliran aku ingin belajar bahasa Prancis. Guna menopang keinginanku belajar bahasa Prancis, aku sudah membeli satu buah buku yang membahas tentang bahasa Prancis. Buku tersebut aku beli saat Gramedia Manyar mengadakan diskon besar-besaran beberapa waktu lalu, aku membelinya karena selain aku pandang isinya bagus juga harganya tidak terlalu mahal setelah di diskon.
Sebenarnya keinginan belajar bahasa Prancis itu sendiri sudah ada dibenakku sejak aku mulai masuk kuliah. Awalnya aku berencana semester 7 atau semester 8 ingin mengambil kursus bahasa Prancis secara intensif di CCCL atau pusat kebudayaan Prancis di jalan Darmo Kali. Namun ternyata aku salah memperhitungkan dan menyiapkan strategi belajarku, sehingga yang menurut perkiraan bahwa di semester 7 atau semester 8 paling tidak aku sudah tinggal mengurus Tugas Akhir dan beberapa (sedikit) mata kuliah saja, ternyata masih lumayan banyak mata kuliah yang harus aku ambil (sebenarnya juga tidak terlalu banyak amat sih, cuma ada 3 mata kuliah). Tapi sudahlah aku tidak mau terlalu menyesalinya, karena menyesal pun tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik. Satu hal yang terpenting adalah aku sudah mendapatkan pelajaran tentang pentingnya perencanaan sebelum bertindak, karena bertindak tanpa perencanaan akan membuat apa yang kita lakukan tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal. Namun begitu juga membuat rencana saja tidak cukup, setelah kita membuat rencana hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah bertindak atau menindaklanjuti setiap rencana yang telah kita buat. Sebab jika tidak begitu rencana sebaik apapun tidak akan menghasilkan apa-apa.
Nah karena seperti yang kusebutkan diatas yaitu aku tidak ingin rencanaku hanya sekedar rencana saja, maka aku memutuskan membeli buku panduan belajar bahasa Prancis. Buku yang kubeli tersebut memang belum sempat aku baca secara menyeluruh dan mendalam, namun aku sudah membacanya sekilas dan aku juga mendapatkan beberapa pengetahuan tentang bahasa Prancis yang cukup berguna. Ternyata bahasa Prancis lumayan komplek juga seperti bahasa-bahasa lain. Bahasa Prancis mengenal ada dua macam kata, yaitu kata-kata yang digunakan untuk mewakili male (laki-laki) dan kata-kata yang digunakan untuk mewakili female (perempuan). Namun juga tidak semua kata itu memiliki bentuk yang penulisan dan pelafalan yang berbeda, salah satu buktinya adalah kata bonjour diatas. Kata tersebut sama penulisan dan pelafalannya, baik digunakan untuk laki-laki maupun perempuan. Sudah-sudah kembali lagi ke topik utama bahasan yaitu mengenai keinginanku untuk belajar bahasa. Aku sendiri akan bekerja keras berusaha mencari waktu untuk belajar sendiri semua yang ingin kupelajari, termasuk bahasa Prancis. Aku harus mulai berkomitmen untuk itu.
Bagi kalian yang setelah membaca tulisan ini dan ingin belajar lebih jauh lagi mengenai bahasa Prancis, silakan saja kalian mencari buku-buku referensi yang sekiranya dapat membantu atau memudahkan kalian belajar. Selain itu jika kalian ingin lebih mudah atau mendapatkan bimbingan dari orang yang sudah benar-benar mengerti bahasa Prancis, kalian bisa juga mengikuti kursus yang diadakan oleh CCCL. Menurut saya, kursus disana pasti lebih terpercaya dan akan sangat membantu untuk lebih serius lagi belajar, khususnya untuk orang-orang yang paling susah untuk berkomitmen. Selain itu fasilitas yang diberikan juga cukup banyak, kalau tidak salah disana juga terkadang diadakan festival makanan Prancis. Jadi selain kalian belajar bahasa, kalian juga dapat merasakan makanan luar khususnya Prancis. Disana juga diadakan pemutaran film-film Prancis, dan setahuku yang juga tidak kalah penting adalah memiliki perpustakaan yang bagus dan nyaman. Selamat mencoba untuk kesana jika tertarik, aku sendiri kapan-kapan juga akan mencoba kesana untuk melihat suasananya.

Thursday, 15 January 2009

Benar-benar berkomitmen !

Halo-halo semua pembaca setiaku. Mulai hari ini aku akan benar-benar menulis setiap hari. Ya mulai hari ini aku akan menajamkan kembali setiap komitmenku dalam hal apapun yang pernah kubuat sebelumnya. Hari ini aku tersadar kembali, bahwa terkadang atau bisa dikata seringkali aku mengingkari komitmen yang pernah kubuat sendiri. Rasanya aku perlu malu karena aku tidak dapat melakukan semua yang pernah kukatakan sendiri. Benar-benar harus merasa malu, karena aku cuma bisa berbicara tetapi tidak bisa melakukan.

Namun biarlah sudah aku mau melupakan semua pelanggaran komitmen yang kubuat, dan mulai hari ini aku akan lebih tegas kepada diriku sendiri. Aku harus menjadi tegas kepada diriku sendiri, sebelum aku dapat menjadi tegas kepada orang lain. Aku harus menegaskan kembali semua hal yang telah menjadi komitmen dan impianku. Aku memutuskan menjadi lebih tegas kepada (atau mungkin bisa dikata agak mengerasi) diriku sendiri, karena aku benar-benar sadar bahwa aku telah terlalu banyak melanggar semua komitmen yang kubuat. Belakangan ini aku terlalu tidak disiplin, terlalu banyak membuat toleransi untuk hal-hal yang seharusnya penting dan tidak boleh ada toleransi, aku terlalu santai dalam menjalani hidupku. Namun hal ini juga bukan berarti aku akan menjadi orang yang terlalu strict kepada diri sendiri, aku tetap tahu bahwa hidup yang hanya sekali ini harus dinikmati dengan sebaik mungkin. Tetapi aku ingin menikmati hidup ini dengan cara yang benar. Aku ingin menikmatinya dengan melakukan semua komitmen yang kubuat, dengan melakukan semua hal yang ingin kulakukan, dengan meraih semua impian yang ingin kuraih, dengan menjadi semua yang aku ingin diriku menjadi.

Ya melalui tulisan ini juga aku ingin menyampaikan pesan bahwa hal yang juga penting kita punyai dalam hidup adalah komitmen. Komitmen terhadap setiap hal yang telah kita ucapkan. Komitmen untuk terus memegang teguh nilai-nilai kebenaran. Komitmen untuk terus berjuang demi impian kita, sesulit apapun jalan yang harus kita hadapi dalam meraihnya. Komitmen untuk tetap bersahabat dengan semua sahabat kita. Komitmen untuk selalu mencari atau menambah teman baru jika dimungkinkan. Komitmen untuk terus berada pada standar terbaik yang ada. Komitmen untuk terus bersemangat dan termotivasi. Komitmen untuk terus mengembangkan kemampuan sampai mencapai taraf atau tingkatan tertinggi. Komitmen untuk terus mencoba hal-hal baru yang baik yang belum pernah kita coba. Komitmen untuk terus menjadi pribadi yang menyenangkan. Komitmen untuk menjadi pribadi yang mudah diangkat oleh teman-teman atau orang-orang disekitar kita. Komitmen untuk terus menjadi orang yang kreatif. Komitmen untuk menjadi orang yang fleksibel, namun juga tidak terlalu fleksibel. Komitmen untuk terus menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup. Komitmen untuk terus menjadi suami serta ayah yang baik bagi anak-anak kita (bagi yang sudah menikah tentu saja). Komitmen untuk mau berusaha membantu setiap orang yang ada disekitar kita. Komitmen untuk terus mau menghargai dan berpikir positif terhadap setiap orang. Serta masih cukup banyak komitmen-komitmen lain yang mungkin saja berbeda untuk setiap orang atau individu.

Sebagai penutup dari tulisanku ini, aku cuma ingin mengatakan satu hal, selamat berkomitmen terhadap diri kalian sendiri. Jadilah individu-individu yang luar biasa, se-luar biasa mungkin yang dapat kalian raih. Jangan pernah mau menjadi orang yang biasa-biasa saja, jika kita bisa menjadi orang yang luar biasa. Thanks all. Sukses selalu untuk kalian semua yang membaca maupun yang tidak membaca tulisan ini.

Banjirnya Dimana-mana


Musim hujan sudah berlangsung sekitar 3 bulan di negara kita tercinta. Dan mulai bulan Januari ini juga, bulan yang menurut apa yang pernah saya dengar dari orang-orang sekitar saya, merupakan bulan yang memiliki singkatan huJan sehari-hAri. Mungkin saja sih benar apa yang menjadi kelakar singkatan asal-asalan tersebut mengenai nama bulan Januari ini. Sebab mulai bulan ini pula musim hujan mulai memasuki masa-masa dimana hujan turun hampir setiap hari. Meskipun memang hujan yang turun tidak selalu hujan deras sih, terkadang cuma hujan rintik-rintik alias hujan gerimis. Tapi kan tetap turun hujan.
Hmm…. sudah-sudah intronya ntar kepanjangan lagi. Tujuan utama tulisan ini akan saya ingin membahas masalah banjir yang terjadi dimana-mana di negara kita. Berita mengenai musibah banjir ini saya ketahui dari banyak sumber informasi. Mulai dari koran, televisi, sampai internet. Musibah banjir ini terjadi di beberapa pulau besar Indonesia. Mulai pulau Jawa, pulau Kalimantan, dan juga pulau Sumatera. Ketinggian air banjir di daerah-daerah yang terdapat di pulau-pulau tersebut juga bermacam-macam. Di pulau Jawa misalnya, di kota Surabaya saja contoh kecilnya, ketinggian luapan air hujan pun bermacam-macam. Ada yang tidak sampai selutut, tapi ada juga yang mencapai lutut, terus yang paling parah nih, ada juga yang sampai sepeda motor hanya keliatan spionnya saja. Coba bayangkan cukup parah bukan musibah banjir yang terjadi. Contoh lain di ibukota negara kita, Jakarta. Banjir melanda beberapa wilayah di kota ini, mulai dari wilayah utara sampai selatan. Namun di ibukota, daerah terparah yang terkena musibah banjir adalah daerah Jakarta Utara. Banjir di daerah ini sebagian besar disebabkan oleh naiknya air laut akibat hujan yang terus mengguyur kota Jakarta. Sampai-sampai kawasan tempat wisata Ancol yang biasanya aman dari terjangan banjir karena memiliki letak yang lebih tinggi dibanding wilayahnya sekitarnya, juga terendam ikut terendam sebagian. Banjir itu mengakibatkan sebagian area wisata terpaksa ditutup sementara. Bayangkan coba berapa tuh kerugian yang dialami oleh pengelola tempat wisata Ancol.
Itu tadi sekilas mengenai musibah banjir yang terjadi di kota-kota di Indonesia. Sebenarnya masih banyak juga kota-kota lain yang terendam, sebagai contoh suatu kota di Kalimantan Barat juga terendam banjir setinggi hampir mencapai pinggang orang dewasa. Menyikapi hal ini, tentu saja kita harus bertanya, mengapa kok musibah banjir masih saja bisa terjadi di mana-mana, di negara kita khususnya ? Saya yakin banyak hal yang menyebabkan musibah banjir ini terjadi. Antara lain gundulnya hutan di daerah pegunungan, semakin meluasnya lahan pemukiman yang pada akhirnya mereduksi luas area sungai, masih banyaknya orang yang membuang sampah sembarangan, dan masih juga hal-hal lain yang menjadi sebab terjadinya musibah banjir.
Melalui tulisan ini, saya bertekad untuk selalu mengatakan pada diri saya sendiri agar tidak membuang sampah sembarangan. Ya meskipun hanya satu orang saja yaitu saya, paling tidak saya telah berusaha untuk mereduksi atau mengurangi salah satu penyebab terjadinya musibah banjir. Saya teringat suatu kalimat yang cukup inspiratif menurut saya, “untuk meraih hal-hal besar, kita harus mengawali dengan melakukan hal-hal yang kecil dulu secara teratur”. Kalimat tersebut baru-baru ini kembali muncul dipikiranku. Ya saya merasa tertegur juga ketika saya teringat kembali kalimat tersebut. Sebab terkadang saya sendiri ingin meraih atau mengharapkan sesuatu yang luar biasa, tetapi tidak mau berusaha memulainya dari sesuatu yang sederhana. Oleh karena itu, bagi kalian semua yang mungkin kebetulan membaca tulisan ini, saya mengharapkan kalian semua mau untuk turut serta menjaga agar jangan sampai musibah banjir selalu terjadi setiap tahun di negara kita. Bagaimana caranya ? Ya dengan memulai dari diri kita sendiri untuk selalu berusaha menghindari mencegah hal-hal yang dapat membuat terjadinya musibah banjir. Sekian dulu tulisan singkat saya kali ini, semoga tulisan ini dapat berguna dan memberi inspirasi bagi kalian. Salam.

Monday, 12 January 2009

Jangan Pernah Berubah


Pada postingan ini, saya hanya ingin membahas sesuatu yang bisa dibilang ringan. Saya cuma mempost suatu lirik lagu. Lirik lagu yang saya tulis dari mendengarkan hasil suatu lagu dari suatu grup band yang masih tergolong baru di negara kita. Meskipun grup band ini masih baru, namun grup ini sedang naik daun sekarang. Grup tersebut adalah ST 12.



Lagu yang liriknya akan ikut saya sertakan dalam tulisan ini berjudul sama dengan judul tulisan ini. Saya terinspirasi oleh lagu ini saat pertama kali mendengar lagu yang juga menjadi theme song film Lia yang ditayangkan di RCTI setiap hari Senin - Jumat pukul 17.30. Awalnya saya hanya mendengarnya secara kebetulan, namun ternyata lagu ini enak juga untuk didengar. Lagu ini berbicara tentang seorang laki-laki yang dengan sabar mencintai seorang wanita. Begitu tulusnya cinta laki-laki tersebut, sampai dia rela bertahan, meskipun wanita yang dia cintai telah meninggalkan dia. Lelaki ini tetap bersungguh-sungguh untuk bertahan meskipun dia telah berurai air mata dan sungguh-sungguh kecewa terhadap wanita yang meninggalkannya. Yang paling luar biasa, lelaki ini merelakan semua yang indah untuk menghilang, dia tidak mengharapkan sang wanita berubah pikiran dan berbalik padanya. Dia rela semua yang terindah tetap ada dalam hati wanita dicintainya. Oke deh biar tidak semakin penasaran, baca aja deh sendiri lirik lagunya. Siapa tahu kalian bisa merasakan sendiri apa yang saya ceritakan. Kalau memang tertarik silakan cari saja lagunya di internet atau dapat juga dengan membeli kaset ataupun cd asli lagunya. Terima kasih banyak telah meluangkan waktu untuk membaca.


*

Biarkan waktu teruslah berputar
Mencintai kamu penuh rasa sabar
Meski sakit hati ini kau tinggalkan
Ku ikhlas tuk bertahan


**

Cintaku padamu begitu besar
Namun kau tak pernah bisa merasakan
Meski sakit hati ini kau tinggalkan
Ku ikhlas tuk bertahan


***
Kau meninggalkanku tanpa perasaan
Hingga kujatuhkan air mata
Kekecewaanku sungguh tak berarah
Biarkan ku harus bertahan


Reff 1:
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah


Kembali ke ***, Reff 1

Reff 2:
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Kurelakan yang indah dalam hatinya

Saturday, 20 December 2008

Jika Bisa Jadi Luar Biasa, Kenapa Harus Jadi yang Biasa ?

Tahu tidak bahwa rata-rata dari kita berpikir untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja ? Ya memang benar bahwa itulah kenyataan atau faktanya. Sebagian besar dari kita rata-rata punya pola pikir seperti itu, pola pikir yang berkata bahwa kita adalah orang yang biasa saja. Pola pikir yang biasa itu pula yang akhirnya akan membentuk kita jadi orang yang benar-benar biasa, padahal seharusnya kita adalah orang-orang yang luar biasa seandainya saja kita mau berpikir menggunakan pola pikir yang luar biasa pula. Yakinlah bahwa setiap kita diciptakan dengan maksud dan tujuannya masing-masing. Kita semua diciptakan untuk menjadi orang yang luar biasa pada bidang-bidang dimana kita semua ditempatkan.

Inspirasi judul tulisan ini aku dapatkan setelah tanpa sengaja tiba-tiba hari ini saya ingin membuka kembali salah satu koleksi buku terbaik saya. Buku yang saya baca ini tidak hanya keren secara judul, tapi juga keren secara isi. Judul buku itu adalah Berpikir dan Berjiwa Besar atau dalam judul aslinya the Magic of Thinking Big (Mukjizat Berpikir Besar). Buku ini mengatakan setiap kita sebenarnya adalah produk secara tidak langsung dari cara berpikir orang-orang di sekeliling kita. Dimana pada umumnya cara berpikir orang-orang di sekeliling kita adalah cara berpikir yang kecil. Cara berpikir mereka selalu berusaha menarik kita turun ke bawah, bukan mengangkat kita ke atas. Cara berpikir sebagian orang di sekeliling kita mengajak kita menjadi orang yang sedang-sedang atau biasa-biasa saja. Padahal seandainya kita mau mengubah sedikit saja cara berpikir kita, maka kita yang tadinya tampak biasa-biasa saja akan benar-benar jadi orang yang luar biasa.

Akibat dari pola pikir yang kecil ini pula, hasil-hasil serta hal-hal yang kita peroleh atau pun lakukan hanyalah hasil-hasil atau hal-hal yang kecil. Satu-satunya cara yang kita butuhkan untuk menghasilkan hal-hal besar bukanlah kemampuan atau kepintaran yang besar, melainkan hanyalah cara berpikir yang besar. Berpikir bahwa hal sesulit apapun asal kita mau sungguh-sungguh memperjuangkannya, maka hal tersebut akan dapat berhasil. Berpikirlah untuk berhasil maka kita akan benar-benar berhasil, itulah yang buku itu ajarkan. Buku tersebut juga menuliskan, bahwa sebenarnya kita semua punya kemampuan yang luar biasa yang belum kita eksplorasi dengan sepenuhnya.

Satu kalimat yang masih saya ingat dengan jelas yang buku tersebut tuliskan adalah soal memindahkan gunung. Buku tersebut menulis mengutip isi dari firman Tuhan, “bahwa iman atau kepercayaan dapat memindahkan gunung”. Sebenarnya makna yang ingin diajarkan oleh buku tersebut adalah milikilah kepercayaan yang besar terhadap segala sesuatu yang ingin kamu raih. Percaya dan benar-benar percaya seratus persen tidak boleh kurang sedikit pun bahwa segala sesuatu yang inginkan dapat tercapai. Buku tersebut juga menjelaskan bahwa iman atau kepercayaan itu beda dengan angan-angan atau imajinasi. Dijelaskan bahwa adalah tidak mungkin memindahkan gunung dengan hanya mengangankan bahwa gunung tersebut akan berpindah. Yang perlu kita lakukan hanyalah percaya, benar-benar percaya bahwa gunung dapat dipindahkan, dan kemudian mencari cara bagaimana agar gunung tersebut dapat benar-benar berpindah.

Hal itu pula yang akhir-akhir ini aku sadari, bahwa apapun yang kita pikirkan akan mempengaruhi apapun yang kita lakukan, dan pada akhirnya akan mempengaruhi juga segala sesuatu yang kita peroleh. Hal tersebut aku sadari karena selama semester ini aku lebih cenderung berpikir soal hal-hal yang negatif, khususnya mulai dari tengah semester sampai menjelang akhir semester ini. Tanpa kusadari, semua pikiran negatif tersebut telah mempengaruhi hal-hal yang aku lakukan dan juga mempengaruhi semua hasil yang aku peroleh. Untungnya menjelang akhir semester ini aku mulai sadar kembali bahwa apapun yang aku pikirkan, itu pula yang akan aku peroleh. Jika mungkin kalian tidak percaya coba saja pikirkan bahwa kamu akan gagal, maka kamu benar-benar akan gagal. Coba pula pikirkan bahwa kamu adalah orang yang tidak bisa apa-apa, maka kamu pun akan jadi orang yang tidak bisa apa-apa. Sebaliknya pikirkan bahwa kamu adalah orang yang luar biasa, maka lambat laun suatu saat nanti kamu akan benar-benar jadi orang yang luar biasa.

Satu hal lagi yang menginspirasi aku untuk membuat tulisan ini adalah suatu film yang luar biasa menurutku. Film tersebut berjudul Facing the Giants (Hadapilah sang Raksasa). Film ini sangat inspiratif menurutku dan juga layak sekali untuk ditonton bagi orang-orang yang sedang putus harapan atau kehilangan semangat hidup. Di film tersebut digambarkan seorang pria yang merupakan seorang pelatih tim futbol suatu sekolah menengah atas Kristen yang bernama SMU Shiloh. Dalam enam tahun pekerjaannya sebagai pelatih dia tidak pernah membawa tim tersebut menjadi juara, hanya satu kesempatan saja dia hampir membawa tersebut menjadi juara namun kalah di langkah terakhir. Selain masalah yang dihadapi dalam pekerjaannya, dia juga menghadapi banyak masalah lain yang berhubungan dengan kehidupan pribadinya. Namun dia tidak pernah menyerah, sampai suatu saat dia akhirnya sadar bahwa dia harus berubah. Sejak saat itu dia merubah filosofi hidupnya, dari yang awalnya berjuang untuk memperoleh segala sesuatu yang terbaik, menjadi berjuang untuk melakukan segala sesuatunya dengan baik dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan.

Film tersebut juga mengajariku keberanian untuk mencoba meskipun pada akhirnya harus gagal. Ada seorang tokoh yang berkata kepada anaknya yang jago bermain sepakbola, “kemampuan bermain bolamu sudah jago, tetapi mengapa kamu tidak mencoba masuk tim sepakbola ?”. Sang anak menjawab, “di sekolah tidak ada tim sepakbola, yang ada hanyalah tim futbol, dan aku bisa terbunuh seandainya aku ikut futbol”. Sang ayah menimpali, “kamu tidak mau ikut karena kamu tidak suka futbol atau sebenarnya kamu suka tapi takut untuk mencoba ?”. Sang anak kembali menjawab, “sebenarnya aku ingin mencoba namun aku takut tidak diterima”. Nah kalimat jawaban sang ayah berikutnya yang menginspirasiku untuk tidak takut mencoba meskipun harus gagal, “kenapa harus takut tidak diterima ? Bukankah kamu sekarang sudah tidak menjadi anggota tim, masa kamu akan lebih tidak menjadi anggota tim dibanding yang sekarang ?. Jika kamu terus menunggu sampai tim sepakbola ada, maka kemungkinan kamu akan kehilangan kesempatan”. Kalimat yang tersebut menginspirasiku untuk tidak pernah takut mencoba, meskipun harus gagal berulang kali. Kalimat tersebut juga mengajariku untuk tidak pernah menunggu diam sampai segala sesuatunya menjadi sempurna, tetapi untuk segera bergerak meskipun keadaannya tidak sempurna sekalipun. Bergerak sambil terus belajar untuk menyempurnakan keadaan. Dalam film tersebut diceritakan akhirnya sang anak memutuskan mencoba menjadi anggota tim futbol, dan yang luar biasa sang anak akhirnya menjadi penentu kemenangan tim sekolahnya sebagai juara daerah mengalahkan sebuah tim yang jumlah anggota timnya tiga kali lipat jumlah dari jumlah anggota tim sekolahnya.

Jadi inti dari tulisan ini adalah bahwa jika kita semua bisa menjadi orang yang luar biasa, kenapa harus mencoba untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar, bahkan hal-hal yang menurut orang lain itu mustahil kita capai. Bermimpilah besar dan setelah itu segeralah berjuang besar untuk membuat impian besar tersebut tercapai. Sebagai penutup saya berikan dua kalimat yang mungkin dapat menginspirasi kalian yang membacanya, “Gantungkanlah impian setinggi langit, sebab seandainya kamu gagal sekalipun kamu tetap akan berada diantara bintang-bintang” (dari buku Chicken Soup for the College Soul) dan “Do Your Best and Lets God Do the Rest” (Alkitab).

KumpulBlogger