Showing posts with label Tokoh Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Indonesia. Show all posts

Tuesday, 16 August 2016

Arcandra Tahar, Menteri ESDM Yang Hanya 20 Hari Menjabat.

Arcandra Tahar Menteri ESDM Yang Hanya 20 Hari Menjabat
Arcandra Tahar Menteri ESDM Yang Hanya 20 Hari Menjabat
Beberapa hari ini banyak berita heboh mengenai sesosok menteri yang baru saja beberapa hari diangkat oleh Presiden Jokowi. Sosok menteri yang secara usia masih tergolong muda ini membuat kehebohan di berbagai situs berita maupun media sosial. Siapakah dia dan ada apakah gerangan ? Mari kita coba lihat melalui tulisan ini.

Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Juli 2016 mengangkat sejumlah orang atau tokoh untuk menduduki sejumlah posisi dalam kementerian pada kabinet yang beliau pimpin. Salah satunya adalah Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Arcandra Tahar dipilih untuk menggantikan Menteri ESDM lama Sudirman Said. Kemunculan tokoh ini sebagai menteri baru tergolong cukup mengejutkan karena ternyata tidak banyak yang mengenalnya dan sosok ini sudah lama sekali tidak tinggal serta menetap di Indonesia. Tokoh kelahiran Padang 10 Oktober 1970 itu telah menetap serta berkarir di Amerika Serikat selama 20 tahun terakhir dan ternyata baru diketahui belakangan kalau dia juga memiliki paspor Amerika Serikat yang artinya dia juga adalah warga negara Amerika Serikat.

Arcandra Tahar Menteri ESDM yang hanya 20 hari menjabat sebagai menteri adalah seorang ahli kilang lepas pantai atau offshore yang menjabat sebagai Presiden Direktur Petroneering di Houston. Jabatan tersebut telah dipegangnya sejak tahun 2013. Arcandra merupakan lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kemudian melanjutkan kuliah S2 dan S3 di A&M University Texas Amerika jurusan Ocean Engineering. Sosok ayah dari dua anak tersebut diketahui memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang hidrodinamika dan rekayasa lepas pantai. Arcandra telah bekerja di berbagai perusahaan migas baik sebagai pengembang maupun produksi seperti Spar, TLP, Compliant Tower, Buoyant Tower, dan Multi Colum Floater.

Arcandra juga diketahui memiliki tiga hak paten pada bidang pengembangan migas lepas pantai. Latar belakang serta keahlian di bidang migas itulah yang akhirnya membuat Presiden Jokowi terpukau dan akhirnya membuat Arcandra Tahar menjabat sebagai Menteri ESDM pada reshuffle jilid 2 beberapa waktu lalu. Arcandra juga merupakan sosok yang dianggap berjasa dalam upaya menarik kembali Blok Masela agar dapat dikuasai serta dikelola Indonesia.

Arcandra Tahar kembali ke Indonesia atas permintaan khusus Presiden Jokowi yang memberinya kedudukan sebagai Menteri ESDM. Diharapkan kehadirannya kembali di Indonesia mampu membantu membenahi sektor energi di negeri ini. Namun apa daya, dikarenakan berbagai terpaan isu seputar kewarganegaraan ganda yang dimilikinya, akhirnya Arcandra Tahar resmi dilengserkan oleh Presiden Joko Widodo dari posisi Menteri ESDM. Dan resmi pula Arcandra Tahar Menteri ESDM yang hanya 20 hari menjabat sebagai menteri dengan masa jabatan tersingkat yang pernah ada di negeri ini. Posisinya untuk sementara ditempati oleh Luhur Binsar Panjaitan sebagai pejabat menteri sampai menteri baru terpilih.

Itulah sekilas mengenai sosok Arcandra Tahar Menteri ESDM yang hanya 20 hari menjabat sebagai menteri. Masa jabatan yang sangat singkat yang membuatnya belum sempat memberikan dampak berarti melalui jabatan yang diembannya. Semoga bermanfaat.

Thursday, 9 June 2016

H. Abraham “Lulung” Lunggana, S.H.

Foto Abraham "Lulung" Lunggana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta
Foto Abraham "Lulung" Lunggana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta
(sumber: wikimedia).
Jika sebelumnya saya pernah menulis mengenai Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, kali ini saya akan menulis mengenai salah satu “musuh” bebuyutan Ahok yaitu Haji Lulung. Selamat menyimak.
Haji Abraham Lunggana, S.H. atau populer dengan julukan Haji Lulung lahir di Jakarta pada tanggal 24 Juli 1959. Dia adalah seorang politikus yang sejak tahun 2014 menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Selain sebagai politikus, Haji Lulung juga berprofesi sebagai pengusaha yang memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan keamanan, lahan parkir, dan jasa penagihan utang di wilayah Tanah Abang.
Haji Lulung merupakan anak ketujuh dari sebelas bersaudara. Ayahnya bernama Ibrahim Tjilang seorang tentara BKR berpangkat Peltu. Ibunya merupakan keturunan dari KH. Abdullah Syafi’i yang merupakan pendiri Perguruan Islam Asy-Syafiiyyah.
Sebagai pengusaha, Haji Lulung memiliki PT. Putraja Perkasa, PT. Tirta Jaya Perkasa, Koperasi Kobita, PT. Tujuh Fajar Gemilang, dan PT. Satu Komando Nusantara yang bergerak dalam bidang jasa keamanan, pengelolaan lahan parkir, dan penagihan utang. Dalam berorganisasi, Haji Lulung aktif di PPM, AMPI, Karang Taruna, dan turut serta mendirikan ormas Gerak Betawi dan menjadi Sekretaris Jenderal Bamus Betawi. Selain itu, Haji Lulung juga memiliki lembaga advokasi bernama Lunggana Advocat & Friends selaku pengacara yang berlokasi di Tanah Abang.
Dalam bidang politik, ia aktif sebagai pengurus di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketika PPP pecah, ia diajak untuk mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR) dan terpilih sebagai Ketua Umum DPC PBR Jakarta Barat. Setelah Pemilu 2004, ia memutuskan kembali ke PPP dan terpilih menjadi Ketua UMUM DPC PPP Jakarta Pusat. Pada Pemilu 2009 ia terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan kemudian diangkat menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.
Haji Lulung menjadi terkenal karena kontroversi yang ada ketika dia membawa mobil Lamborghini ketika terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014 – 2019 serta karena ucapannya “meludah saja bisa jadi duit.” Selain itu, ia juga dikenal karena perselisihannya dengan Gubernur DKI Jakarta Ahok terkait dengan rencana relokasi pedagang di pasar Tanah Abang beberapa waktu lalu.
Kabar terkini yang beredar di berbagai media adalah Haji Lulung berniat untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pemilu 2017 menantang gubernur menjabat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menarik untuk ditunggu “kisah perseteruan” selanjutnya antara Ahok dengan Haji Lulung, andai kata Haji Lulung benar-benar jadi mencalonkan diri sebagai calon gubernur.
Demikian artikel ringkas mengenai Haji Abraram Lunggana, S.H. yang akrab disapa Haji Lulung. Semoga bermanfaat.

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok)

Foto Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta
Foto Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta
(sumber gambar: wikimedia)
Saya yakin tak banyak orang akan kenal jika disebutkan nama Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. Sebaliknya saya percaya apabila nama Ahok yang disebutkan, saya yakin akan jauh lebih banyak mengenal beliau. Ya, memang benar, beliau lebih dikenal oleh khalayak umum dengan panggilan Ahok dibandingkan dengan lengkap beliau. Ahok adalah panggilan populer beliau yang diberikan oleh sang ayah kepadanya. Panggilan tersebut diberikan karena sang ayah berharap kelak Ahok dapat menjadi seseorang yang sukses. Kata “Ahok” berasal dari kata “Banhok”, Ban artinya puluhan ribu dan Hok artinya belajar. Jadi bila digabungkan dapat bermakna belajar di berbagai bidang. Seiring waktu panggilan tersebut berubah menjadi “Ahok”.
Pak Ahok atau Ahok saat ini merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak tanggal 19 November 2014. Awalnya beliau bukanlah gubernur terpilih melainkan sebagai wakil gubernur mendampingi bapak Joko Widodo (Jokowi). Namun seiring Jokowi ditugaskan oleh partai pendukungnya untuk maju pencalonan Presiden RI, maka sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku Jokowi harus absen untuk sementara waktu selama proses kampanye calon presiden agar pekerjaannya sebagai gubernur dapat tetap terlaksana dengan baik. Dikarenakan gubernur aktif sedang absen untuk sementara waktu dalam menjalankan pekerjaannya, maka wakil gubernur ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Gubernur sampai gubernur terpilih kembali dari masa absennya dan mulai dapat bekerja secara aktif. Setiap kepala daerah yang sedang mencalonkan diri unuk suatu jabatan atau posisi lain yang lebih tinggi memang diharuskan untuk absen sementara waktu dari pekerjaannya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya konflik kepentingan. Ahok menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur sejak tanggal 16 Oktober 2014. Jokowi mulai absen sebagai gubernur sejak 1 Juni 2014 dan akhirnya resmi mengundurkan diri pada 16 Oktober 2014 setelah memenangkan pilpres 2014. Ahok kemudian secara otomatis menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta dan saat itu Ahok tidak memiliki partai pendukung atau independen.
Selama gubernur terpilih absen, Pelaksana Tugas Gubernur menjalankan pemerintahan sesuai dengan wewenang yang dimiliki oleh seorang gubernur, namun tetap berkoordinasi dengan gubernur terpilih agar seluruh program kerja dapat tetap terlaksana sesuai dengan visi atau rencana kerja yang telah disusun oleh gubernur. Adapun akhirnya dikarenakan Jokowi terpilih dan menang dalam Pemilu Presiden, maka sejak saat itu pula Ahok secara resmi naik pangkat sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang terpilih sebagai Presiden RI. Ahok dilantik sebagai gubernur oleh Presiden Jokowi di Istana Negara pada tanggal 19 November 2014. Maka sejak saat itu pula Ahok resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta sampai sekarang. Selama menjabat Ahok didampingi oleh wakil gubernur yang dipilihnya yaitu Djarot Saiful Hidayat.

KumpulBlogger