Sunday, 10 April 2011

Menantang Diri Sendiri

Setiap kita kemungkinan besar pernah mendengar atau membaca kalimat berikut, “musuh terbesar yang harus kita taklukkan adalah diri kita sendiri”. Dari hasil pengalaman pribadi saya sendiri, saya merasakan bahwa kalimat tersebut benar adanya. Musuh terbesar kita bukanlah lingkungan kita ataupun orang-orang yang ada di dalamnya. Musuh terbesar itu adalah diri kita sendiri.
Kita mungkin pernah beralasan bahwa jika lingkungan kita negatif, maka kita akan terpengaruh menjadi negatif, sebaliknya pula jika lingkungan kita positif, maka kita akan terpengaruh menjadi positif. Hal tersebut juga benar, bagaimanapun kondisi lingkungan sekitar kita akan mempengaruhi kita. Namun satu hal yang harus kita semua ketahui adalah bahwa kita memiliki sesuatu yang bernama ‘kehendak bebas’. Kita memiliki kehendak bebas untuk menentukan respons kita terhadap segala yang terjadi pada kita maupun terhadap segala sesuatu yang lingkungan kita coba berikan kepada kita. Kita bebas untuk memilih jenis sikap, emosi, ataupun tindakan kita.
Berawal dari pengetahuan bahwa musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri itulah, maka akhir-akhir ini saya mulai belajar untuk memberikan pengarahan serta tantangan kepada diri saya sendiri setiap hari. Saya arahkan dan tantang diri saya sendiri mengenai aktivitas atau kegiatan apa yang harus saya kerjakan setiap harinya. Saya selalu mencoba memberikan tantangan-tantangan baru kepada diri saya sendiri untuk tetap bergerak dan menyelesaikan sesuatu setiap harinya. Hal tersebut saya tujukan karena saya bahwa diri saya dapat dengan mudah menjadi malas jika tidak terus dilatih dan dipaksa untuk bergerak atau menyelesaikan sesuatu. Jika kita tidak berusaha menantang diri kita sendiri, ada kemungkinan besar kita akan menuju kondisi kelembaman dan berhenti bertumbuh. Itulah yang saya sadari dari kondisi diri saya sendiri.
Saya memutuskan untuk memberikan tantangan kepada diri saya sendiri juga sebagai persiapan awal sebelum benar-benar terjun lebih dalam lagi dalam bidang self-employed atau pekerja mandiri atau entrepreneurship. Saya memiliki impian untuk membangun usaha sendiri dalam skala yang lebih besar serta aktivitas atau kegiatan usaha yang lebih pasti dan tentu saja yang tidak kalah adalah memberikan manfaat bagi orang lain maupun diri saya sendiri. Saya mulai menyadari bahwa tantangan terbesar seorang pekerja mandiri atau pebisnis adalah pengarahan diri sendiri, sebab mereka yang memutuskan untuk mengambil jalur tersebut tidaklah memiliki atasan atau bos yang akan memerintah atau memberikan pengarahan kepada mereka. Satu-satunya bos atau atasan mereka adalah seberapa besar impian pribadi mereka sendiri. Impian-impian itulah yang seharusnya dan sudah semestinya menjadi bos yang akan memerintahkan mereka untuk terus bergerak setiap harinya dan juga untuk menyelesaikan sesuatu.
Jadi saya simpulkan bahwa musuh terbesar kita adalah rasa malas diri kita sendiri, keengganan kita untuk terus belajar dan bertumbuh setiap hari, ketidakdisiplinan pribadi, dan rasa cepat puas kita. Saya akan terus berupaya menyadarkan diri saya sendiri akan musuh-musuh besar tersebut dengan cara menantang diri saya sendiri untuk terus mencari aktivitas-aktivitas baru yang dapat saya kerjakan atau selesaikan setiap harinya. Saya harus paksa diri sendiri untuk tetap bergerak agar tidak menjadi pasif dan lama-kelamaan akan menuju zona nyaman diri saya. Sebagai penutup saya akan tulis sekali lagi kalimat yang sudah saya sebutkan di awal tulisan ini, “musuh terbesar yang harus kita taklukkan adalah diri kita sendiri”.

Tickerbar

KumpulBlogger