Rabu, 12 November 2008

Exploring Our Talents !

Maaf-maaf semuanya kemarin saya tidak sempat membuat dan mengupload tulisan (yang pernah kunjungi blog saya di friendster mungkin tahu, alamat blognya http://peterblogs.blog.friendster.com/). Kemarin seharian sebagian besar saya habiskan untuk mengerjakan tugas kuliah saya yang memang batas waktu pengumpulannya sudah mendesak yaitu hari ini. Tugas itu tetap harus dikerjakan dengan sebaik mungkin yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikannya. Tugas itu juga bukan semata-mata masalah nilai mata kuliah saja, tetapi lebih mengarah ke tanggung jawab kita. Tanggung jawab dalam menyelesaikan apa yang telah diberikan kepada kita sebaik mungkin. Kali ini saya ingin menulis tentang mengeksplorasi talenta kita.
Setiap orang pasti memiliki suatu talenta atau bakat terpendam dalam dirinya. Talenta tersebut sudah kita miliki semenjak kita lahir dan melihat pertama kali dunia ini. Namun tidak semata-mata talenta yang kita miliki langsung begitu luar biasanya seperti sekarang, talenta-talenta tersebut tetap perlu diasah terus-menerus dari saat kita masih kecil sampai kapanpun selama kita masih hidup. Ada orang yang hanya memiliki satu talenta, ada orang yang memiliki dua talenta, ada orang yang memiliki tiga talenta, dan bahkan ada orang yang memiliki lebih banyak talenta lagi dalam dirinya. Tetapi pada dasarnya, selama kita semua masih hidup kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk dapat terus menemukan dan mengembangkan talenta-talenta baru dalam diri kita. Selama kita mau berusaha mengembangkannya.
Sebagai contoh, orang yang memiliki talenta dalam hal musik dan ingin memiliki kemampuan untuk menulis, maka dia akan dapat memiliki kemampuan tersebut jika dia mau mulai berusaha belajar untuk membuat tulisan. Contoh lain, orang yang sebelumnya sudah cukup mahir bermain alat-alat musik, namun memiliki kualitas vokal yang tidak begitu baik dan ingin mengembangkannya maka dia dapat belajar pada orang-orang yang sudah memiliki kualitas vokal yang bagus. Sebenarnya masih banyak contoh lain mengenai menemukan dan mengembangkan talenta dalam diri kita. Kita hanya memerlukan kemauan yang keras untuk terus belajar dan mengembangkan talenta-talenta baru dalam diri kita. Dimana tentu saja proses belajar tersebut tidak berlangsung dalam waktu yang singkat, perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum talenta tersebut dapat sepenuhnya kita kuasai atau miliki. Misal saja Einstein yang merupakan salah satu manusia cerdas abad 20, juga melakukan hal yang sama. Berdasarkan cerita yang sering saya dengar dan baca, pada masa kecilnya Einstein tidak begitu pandai dan cerdas seperti saat dia sudah dewasa. Namun dia memiliki semangat untuk terus belajar dengan caranya sendiri sampai akhirnya dia dapat menjadi seorang fisikawan terkemuka sekaligus juga memiliki kemampuan dalam bidang permainan musik. Einstein dapat begitu luar biasa dalam bidang fisika dan matematika karena pada awalnya dia mendapatkan beberapa buku tentang matematika dari pamannya, dan dia akhirnya terus mempelajari buku tersebut sampai mahir.
Jadi menurut saya masalah utamanya bukanlah seberapa banyak keahlian atau talenta yang kita miliki, melainkan seberapa banyak keahlian atau talenta baru yang ingin kita kembangkan. Saat ini saya juga sedang mengembangkan beberapa kemampuan baru dalam diri saya. Salah satunya adalah kemampuan untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain itu saya juga sedang berusaha untuk mengembangkan kualitas vokal saya dan juga sedang mulai berusaha untuk mengembangkan kemampuan dalam dunia tari modern.
Saya cuma ingin berkata kepada semua orang yang membaca tulisan saya ini: temukan hal-hal yang kamu sukai dan kembangkanlah keahlian yang terbaik dibidang tersebut. Sampai suatu saat kamu benar-benar boleh dipandang sebagai salah seorang ahli dalam bidang yang sebelumnya kamu dianggap tidak bisa apa-apa. Selama kita semua hidup jangan pernah berhenti belajar, belajar untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Selamat menemukan keahlian-keahlian baru dalam dirimu dan mengembangkannya sampai pada tingkat yang tertinggi. Selamat berjuang !

Senin, 03 November 2008

Laskar Pelangi

Akhirnya setelah beberapa saat tertunda, sempat juga untuk memposting tulisan ini. Baru kali ini aku memposting sebuah tulisan dengan judul yang sama di dua blog berbeda yang kumiliki. Selain di blog ini aku juga memposting tulisan ini di http://peterblogs.blog.friendster.com. Beberapa waktu lalu tepatnya hari Jumat 24 Oktober 2008, aku dan beberapa teman membuat rencana untuk nonton bersama. Film yang kami putuskan untuk tonton kali ini adalah Laskar Pelangi, film ini kami pilih karena selain merupakan sebuah film karya Indonesia asli, tetapi juga film ini sedang naik daun saat itu yang dikarenakan isi ceritanya yang bagus.
Film Laskar Pelangi merupakan suatu film yang terinspirasi sebuah novel dengan judul yang sama karangan Andrea Hirata. Novel yang bercerita tentang masa kecil sang penulis dan segala perjuangan yang ditempuhnya sampai bisa menjadi penulis seperti sekarang.
Saya memilih menulis tentang Laskar Pelangi ini bukan karena diminta untuk menulis oleh sang penulis novel, maupun oleh sutradara ataupun prosedur dari film Laskar Pelangi. Saya memutuskan menulis karena merasakan atau lebih tepatnya mendapatkan banyak inspirasi dari film ini. Sungguh film yang benar-benar bagus dan pantas untuk ditonton lebih dari satu kali.
Ya memang film ini merupakan salah satu film yang sangat inspiratif diantara beberapa film inspiratif lain yang pernah kutonton sebelumnya. Dalam film ini banyak kutemukan nasihat-nasihat mengenai kehidupan. Mulai dari mengajarkan untuk tidak pernah menyerah dalam menggapai impian, mengajarkan juga untuk tetap terus belajar dengan rajin, selalu memiliki semangat setiap saat bagaimanapun buruknya kondisi yang kita alami, juga nasihat untuk berusaha memberi lebih banyak daripada meminta lebih banyak, dan tidak kalah pentingnya film ini mengajarkan kita tentang persahabatan yang sejati suatu hal yang tampaknya sudah mulai hilang akhir-akhir ini serta menghargai sesama manusia bagaimanapun kondisi orang tersebut.
Film ini juga mengajarku satu hal tentang kepemimpinan, yaitu bahwa jadi seorang pemimpin itu harus tegas dan bertanggungjawab, karena segala pimpinan atau bimbingan yang kita berikan terhadap orang lain terutama mereka-mereka yang kita pimpin akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan. Jadi jika orang yang kita pimpin tidak bisa menjadi lebih baik, maka kelak kita harus mempertanggungjawabkannya dan menerima ganjarannya sendiri. Satu hal juga bahwa film ini mengajarkan bahwa pendidikan itu bukanlah berdasarkan nilai-nilai saja yang diperoleh dari hasil ujian, tugas, dan lain-lain, melainkan lebih mengarah ke urusan hati. Dalam arti mengetahui apa yang suara hati kita katakan dan juga mengetahui ilmu-ilmu apa saja yang kita sukai atau ingin pelajari dan kemudian mempelajarinya secara mendalam.
Dalam film ini diceritakan terdapat sepuluh orang murid yang bersekolah di sebuah sekolah kecil yang hampir saja ditutup oleh pemerintah karena minimnya jumlah murid yang dimiliki sekolah tersebut. Namun sekolah ini batal ditutup karena sanggup memenuhi tuntutan pemerintah untuk memiliki minimal sepuluh orang murid di tahun ajaran yang baru. Kesepuluh orang murid inilah yang kemudian dikenal sebagai Laskar Pelangi. Sebutan itu diberikan oleh gurunya yang terinspirasi oleh kekaguman anak-anak tersebut saat melihat indahnya cahaya pelangi yang muncul setelah hujan reda. Dengan tiba-tiba saja sang guru menyebut sepuluh muridnya dengan sebutan Laskar Pelangi saat ingin mengajak mereka untuk kembali ke sekolah setelah acara belajar di luar sekolah, dan anehnya tanpa sadar kesepuluh murid tersebut juga menjawab panggilan sang guru.
Meskipun secara keseluruhan jalan cerita film ini tidak begitu bagus (begitu sih komentar beberapa teman), tetapi yang membuat aku dan teman-teman memutuskan untuk tetap menontonnya adalah karena banyaknya makna dan pelajaran yang bisa didapat dari film ini. Setelah menonton film ini, aku terinspirasi untuk lebih rajin dan semangat belajar, dan bukan cuma aku, teman-temanku juga tampak terinspirasi hal yang sama. Kami semua sepakat jika mereka-mereka yang memiliki kesempatan yang langka dan juga fasilitas atau sarana yang minim untuk menuntut ilmu saja masih bisa rajin dan semangat belajar, apalagi kita yang memiliki sesuatu yang jauh lebih baik daripada mereka. Mulai sekarang juga aku secara pribadi kembali memotivasi diriku sendiri untuk terus lebih rajin lagi dalam belajar. Hal ini kulakukan karena aku sendiri merasa bahwa semangatku untuk belajar yang sebelumnya begitu tinggi, kini mulai mengendur. Jadi tidak ada salahnya bagiku untuk mulai lebih rajin lagi belajar.
Melalui tulisan ini juga aku ingin menyampaikan kepada semua orang yang mungkin membacanya, bahwa jangan pernah menyerah dalam mengejar setiap impian kita apapun itu. Jangan takut gagal dalam setiap usaha meraih impian yang kita lakukan, terus berjuang meskipun harus gagal berulang-ulang kali. Orang lain boleh bilang bahwa impian yang ingin kita raih itu tidak masuk akal atau konyol, tetapi tetaplah percaya pada apa yang sudah menjadi impianmu, terus berjuang sekuat tenaga, dan buktikan bahwa kita tidak hanya bisa sekadar bermimpi, namun juga dapat membuat impian kita menjadi kenyataan.
Saran juga, segeralah tonton film yang bagus ini dan dapatkanlah cukup banyak pelajaran dan inspirasi darinya. Aku sendiri benar-benar ingin untuk menontonnya kali kedua dan juga semakin penasaran untuk segera membaca novelnya yang telah kumiliki selama 1 tahun (novel yang awalnya sempat ingin kuhadiahkan kepada seseorang namun tidak jadi) tetapi belum sempat dibaca. Kalau aku boleh bilang film ini adalah film yang You Must See It atau kamu harus menontonnya.
Ya sekian dulu deh tulisanku kali ini, nanti kalau ada suatu topik lain yang menarik akan segera aku buat tulisan dan kemudian mempostingnya lagi. Terima kasih banyak telah meluangkan waktu yang terbatas dan merupakan aset yang sangat berguna yang kalian miliki untuk membaca tulisanku ini. Semoga berguna. May God Bless You All.